EFEKTIVITAS SOLUTION FOCUSED BRIEF COACHING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI PT. MUTIARA SRI RENGGANIS

Penulis

  • Rani Ratna Sari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Anandha Putri Rahimsyah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Muhammad Muhajirin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Kata Kunci:

Kesejahteraan Pekerja, Employee Well-Being, Work Well Being

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memetakan gambaran umum tingkat kesejahteraan pekerja (Employee Well-Being) di PT Mutiara Sri Rengganis secara komprehensif, meliputi dimensi life well-being, work well-being, dan psychological well-being. Pemetaan ini krusial untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan intervensi dalam upaya mempertahankan produktivitas dan retensi karyawan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan terhadap sejumlah karyawan PT Mutiara Sri Rengganis sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah Employee Well-Being Scale (EWBS), yang mengukur kesejahteraan berdasarkan model multidimensional. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, persentase, dan kategorisasi) untuk menentukan posisi umum tingkat kesejahteraan pekerja di perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan pekerja secara keseluruhan berada pada kategori 'Sedang' (Moderate). Secara spesifik, temuan utama menunjukkan bahwa dimensi Work Well-Being memiliki skor rata-rata terendah, mengindikasikan adanya tantangan signifikan yang dihadapi karyawan terkait beban kerja, tekanan target, dan kurangnya keseimbangan kehidupan-kerja. Sementara itu, dimensi Life Well-Being dan Psychological Well-Being menunjukkan skor yang relatif lebih baik, namun masih rentan terhadap pengaruh buruk dari tekanan kerja. Rekomendasi dari penelitian ini adalah PT Mutiara Sri Rengganis direkomendasikan untuk segera mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi yang spesifik menargetkan Work Well-Being, seperti program manajemen stres, sesi coaching singkat untuk pengembangan sumber daya diri, atau kebijakan yang mendukung fleksibilitas kerja. Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi beban kerja dan target untuk memastikan kesesuaian dengan kapasitas karyawan, guna mencegah risiko burnout dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.  

This study aims to describe and map the overall level of employee well-being at PT Mutiara Sri Rengganis in a comprehensive manner, encompassing the dimensions of life well-being, work well-being, and psychological well-being. This mapping is crucial for identifying areas that require intervention in order to maintain productivity and employee retention.The study adopts a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected from a sample of employees at PT Mutiara Sri Rengganis. The instrument used was the Employee Well-Being Scale (EWBS), which measures well-being based on a multidimensional model. The collected data were analyzed using descriptive statistics (mean scores, percentages, and categorization) to determine the overall level of employee well-being within the company. The results indicate that the overall level of employee well-being falls within the moderate category. Specifically, the findings reveal that the work well-being dimension has the lowest mean score,  indicating significant challenges related to workload, performance pressure, and a lack of work–life balance. Meanwhile, the life well-being and psychological well-being dimensions show relatively better scores, although they remain vulnerable to the negative impact of work-related stress.Based on these findings, it is recommended that PT Mutiara Sri Rengganis promptly develop and implement targeted intervention programs focusing on work well-being, such as stress management programs, brief coaching sessions for personal resource development, or policies that support flexible working arrangements. The company is also advised to re-evaluate workload distribution and performance targets to ensure alignment with employees’ capacities, thereby preventing the risk of burnout and promoting long-term employee well-being.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30