Jurnal Psikologi Revolusioner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr id-ID Jurnal Psikologi Revolusioner DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPK ST. THERESIA KUPANG TAHUN PELAJARAN 2025-2026 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/17601 <p>Kecanduan game online merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama dan berdampak pada berbagai aspek perkembangan, termasuk motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kecanduan game online terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VIII SMPK St. Theresia Kupang pada Tahun Pelajaran 2025–2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan game online berpengaruh negatif terhadap motivasi belajar, yang ditandai dengan penurunan minat belajar, kurangnya keterlibatan dalam proses pembelajaran, penundaan tugas, serta menurunnya konsentrasi peserta didik. Selain itu, kecanduan game online juga memicu perubahan perilaku seperti mudah lelah, kurang disiplin, dan berkurangnya interaksi sosial dalam lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru, orang tua, dan konselor sekolah dalam memberikan pendampingan dan kontrol penggunaan gawai serta penguatan motivasi belajar bagi peserta didik.</p> <p><em>Online game addiction is one of the common problems experienced by junior high school students and affects various aspects of their development, including learning motivation. This study aims to describe the impact of online game addiction on the learning motivation of eighth-grade students at SMPK St. Theresia Kupang in the 2025–2026 academic year. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that online game addiction has a negative effect on learning motivation, indicated by decreased interest in learning, lack of engagement in the learning process, task procrastination, and reduced concentration. In addition, online game addiction triggers behavioral changes such as fatigue, lack of discipline, and decreased social interaction within the school environment. These findings highlight the importance of the roles of teachers, parents, and school counselors in providing guidance, monitoring gadget use, and strengthening students' learning motivation.</em></p> Januarius Ulu Bouk Stefanus Lio Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGALAMAN DAN KRITERIA KESIAPAN PERNIKAHAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/18179 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena individu dewasa awal yang berada pada fase perkembangan penting terkait pengambilan keputusan hidup jangka panjang, salah satunya keputusan untuk menikah. Pada fase ini, individu sering dihadapkan pada berbagai pertimbangan, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi kesiapan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman serta mengidentifikasi kriteria kesiapan pernikahan pada individu dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif individu dewasa awal dalam memaknai kesiapan pernikahan. Subjek penelitian terdiri dari tiga individu dewasa awal yang dipilih secara purposive sesuai dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, yang didukung oleh catatan lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna dan tema yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan pernikahan dimaknai secara beragam oleh setiap individu, namun secara umum mencakup beberapa kriteria utama, yaitu kesiapan psikologis dan emosional, pengalaman relasional, kesiapan finansial, kejelasan nilai dan tujuan hidup, serta kesiapan menghadapi peran dan tanggung jawab dalam pernikahan. Faktor internal seperti kematangan emosi, pemahaman diri, dan kesiapan berkomitmen berinteraksi dengan faktor eksternal seperti dukungan keluarga, norma sosial, serta kondisi ekonomi dalam membentuk kesiapan pernikahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan pernikahan pada individu dewasa awal bukan ditentukan oleh usia semata, melainkan merupakan proses reflektif dan kontekstual yang berkembang melalui pengalaman hidup. Penelitian berinflikasi pada layanan bimbinagan dan konseling.</p> Rossi Nurmalasari Anandha Putri Rahimsyah Muhammad Muhajirin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 MANUSIA DICIPTAKAN SEGAMBAR DAN SERUPA DENGAN ALLAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/17945 <p>Manusia sebagai makhluk ciptaan memiliki keistimewaan yang tak tergantikan karena diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Imago Dei). Artikel ini mengupas makna Imago Dei berdasarkan Kitab Kejadian dan menelaah implikasi teologis, filosofis, serta praktisnya dalam kehidupan kekristenan kontemporer. Kajian pustaka digunakan untuk memahami konsep ini dari perspektif Alkitab, buku teologi, dan jurnal ilmiah. Imago Dei bukan hanya menegaskan martabat manusia, tetapi sekaligus mengajak manusia untuk merefleksikan sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berelasi dan menjaga ciptaan. Pemahaman ini sangat relevan dan mendasar bagi etika dan pengembangan manusia secara utuh.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Human beings hold a unique place in creation as they are created in the image and likeness of God (Imago Dei). This article explores the meaning of Imago Dei based on the Book of Genesis and examines its theological, philosophical, and practical implications in contemporary Christian life. A literature study method is employed, involving scripture, theological books, and scholarly journals. Imago Dei asserts human dignity and calls humans to reflect God's attributes in daily life, including relationships and stewardship. This understanding serves as a foundation for ethics and holistic human development.</em></p> Ricky Putra Gala Fraulein Makawimbang Hizkia Panggey Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EFEKTIVITAS MODIFIKASI PERILAKU MELALUI TEKNIK POSITIVE REINFORCEMENT: MENGURANGI DURASI BERMAIN BILLIARD BERLEBIHAN PADA MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/17637 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan modifikasi perilaku menggunakan reinforcement positif dalam mengatasi durasi bermain billiard berlebihan pada mahasiswa. Mahasiswa memiliki cukup banyak waktu luang, dikarenakan tidak memiliki aktivitas yang menyita banyak waktu, proses tersebut mendorong mahasiswa untuk bermain billiard, sehingga tidak jarang mahasiswa mengabaikan prioritas lainnya. Kecanduan terhadap billiard disebabkan oleh berbagai aspek, salah satunya adalah rendahnya kontrol diri pada individu. Subjek penelitian ini adalah seorang mahasiswa berusia 19 tahun yang menunjukkan durasi bermain billiard berlebihan, menghabiskan rata-rata 4,4 jam per hari. Jenis penelitian yang dilakukan dalam riset kali ini adalah eksperimen. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah eksperimen subjek tunggal (Single Subject Research atau SSR). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan self-report untuk mendapatkan data baseline perilaku subjek sebelum intervensi. Setelah intervensi reinforcement positif selama 2 minggu, hasil menunjukkan penurunan signifikan durasi bermain billiard subjek. Rata-rata durasi bermain turun dari 4,4 jam perhari menjadi 2 jam perhari, atau sebesar 54,55%. Penurunan ini mengindikasikan bahwa reinforcement positif terbukti efektif dalam mengurangi perilaku durasi bermain billiard berlebihan pada mahasiswa.</p> <p><em>This study aims to investigate the effectiveness of applying behavioral modification using positive reinforcement in overcoming excessive billiards playing among college students. College students have a lot of free time because they do not have activities that take up a lot of time, which encourages them to play billiards, so it is not uncommon for students to neglect other priorities. Addiction to billiards is caused by various aspects, one of which is low self-control in individuals. The subject of this study was a 19-year-old student who showed excessive billiards playing duration, spending an average of 4.4 hours per day. The type of research conducted in this study was an experiment. The method chosen for this study was a single subject experiment (SSR). Data was collected through direct observation, interviews, and self-reports to obtain baseline data on the subject's behavior before the intervention. After a 2-week positive reinforcement intervention, the results showed a significant decrease in the subject's billiards playing time. The average playing duration decreased from 4.4 hours per day to 2 hours per day, or by 54.55%. This decrease indicates that positive reinforcement is effective in reducing excessive billiards playing behavior among students. </em></p> Zahra Aulia Ulpa Firza Risqina Maulida Dini Permana Sari Nurkharimah Vielayaty Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EFEKTIVITAS SOLUTION FOCUSED BRIEF COACHING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI PT. MUTIARA SRI RENGGANIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/18228 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memetakan gambaran umum tingkat kesejahteraan pekerja (Employee Well-Being) di PT Mutiara Sri Rengganis secara komprehensif, meliputi dimensi life well-being, work well-being, dan psychological well-being. Pemetaan ini krusial untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan intervensi dalam upaya mempertahankan produktivitas dan retensi karyawan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan terhadap sejumlah karyawan PT Mutiara Sri Rengganis sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah Employee Well-Being Scale (EWBS), yang mengukur kesejahteraan berdasarkan model multidimensional. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, persentase, dan kategorisasi) untuk menentukan posisi umum tingkat kesejahteraan pekerja di perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan pekerja secara keseluruhan berada pada kategori 'Sedang' (Moderate). Secara spesifik, temuan utama menunjukkan bahwa dimensi Work Well-Being memiliki skor rata-rata terendah, mengindikasikan adanya tantangan signifikan yang dihadapi karyawan terkait beban kerja, tekanan target, dan kurangnya keseimbangan kehidupan-kerja. Sementara itu, dimensi Life Well-Being dan Psychological Well-Being menunjukkan skor yang relatif lebih baik, namun masih rentan terhadap pengaruh buruk dari tekanan kerja. Rekomendasi dari penelitian ini adalah PT Mutiara Sri Rengganis direkomendasikan untuk segera mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi yang spesifik menargetkan Work Well-Being, seperti program manajemen stres, sesi coaching singkat untuk pengembangan sumber daya diri, atau kebijakan yang mendukung fleksibilitas kerja. Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi beban kerja dan target untuk memastikan kesesuaian dengan kapasitas karyawan, guna mencegah risiko burnout dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang. &nbsp;</p> <p><em>This study aims to describe and map the overall level of employee well-being at PT Mutiara Sri Rengganis in a comprehensive manner, encompassing the dimensions of life well-being, work well-being, and psychological well-being. This mapping is crucial for identifying areas that require intervention in order to maintain productivity and employee retention.The study adopts a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected from a sample of employees at PT Mutiara Sri Rengganis. The instrument used was the Employee Well-Being Scale (EWBS), which measures well-being based on a multidimensional model. The collected data were analyzed using descriptive statistics (mean scores, percentages, and categorization) to determine the overall level of employee well-being within the company. The results indicate that the overall level of employee well-being falls within the moderate category. Specifically, the findings reveal that the work well-being dimension has the lowest mean score,&nbsp; indicating significant challenges related to workload, performance pressure, and a lack of work–life balance. Meanwhile, the life well-being and psychological well-being dimensions show relatively better scores, although they remain vulnerable to the negative impact of work-related stress.Based on these findings, it is recommended that PT Mutiara Sri Rengganis promptly develop and implement targeted intervention programs focusing on work well-being, such as stress management programs, brief coaching sessions for personal resource development, or policies that support flexible working arrangements. The company is also advised to re-evaluate workload distribution and performance targets to ensure alignment with employees’ capacities, thereby preventing the risk of burnout and promoting long-term employee well-being.</em></p> Rani Ratna Sari Anandha Putri Rahimsyah Muhammad Muhajirin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 GAMBARAN UMUM TOLERANSI DISTRES DAN BURNOUT PADA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMK DI KABUPATEN DAN KOTA TASIKMALAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/18155 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh toleransi distress terhadap burnout pada Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Subjek penelitian berjumlah 94 Guru BK SMK. Data dikumpulkan menggunakan skala toleransi distress dan skala burnout, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara toleransi distress dan burnout (r = −0,497; p &lt; 0,01). Toleransi distress memberikan kontribusi sebesar 24,7% terhadap burnout. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi toleransi distress, semakin rendah tingkat burnout guru BK. Oleh karena itu, toleransi distress berperan sebagai faktor protektif dalam menekan burnout pada guru BK.</p> <p><em>This study aimed to examine the effect of distress tolerance on burnout among vocational high school guidance and counseling teachers in Tasikmalaya Regency and City. A quantitative approach with a correlational predictive design was employed. The participants were 94 guidance and counseling teachers selected using total sampling. Data were collected using distress tolerance and burnout scales and analyzed through Pearson correlation and simple linear regression. The results indicated a significant negative relationship between distress tolerance and burnout (r = −0.497, p &lt; 0.01). Distress tolerance contributed 24.7% to the variance in burnout. These findings suggest that higher distress tolerance is associated with lower burnout levels. Therefore, distress tolerance plays a protective role in reducing burnout among guidance and counseling teachers.</em></p> Sukma Putri Maharani Feida Noorlaila Isti'adah Cucu Arumsari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12 MENYELAMI PRAKTIK KESETARAAN GENDER BAGI TENAGA KERJA PEREMPUAN DI INDONESIA: SEBUAH STUDI PUSTAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpr/article/view/17839 <p>Kesetaraan gender menjadi salah satu fokus dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah diatur dalam Peraturan Presiden dan Undang-Undang sebagai bentuk komitmen kuat Indonesia untuk menerapkan kesetaraan gender dalam segala aspek, termasuk pada sektor ketenagakerjaan. Namun kenyataannya, praktik kesetaraan gender dalam sektor ketenagakerjaan di Indonesia belum terimplementasikan secara maksimal sebab masih melekat dengan ekspektasi masyarakat terhadap pemenuhan peran sosial gender yang menyebabkan perempuan menjadi pihak yang sering dirugikan. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah literature review. Litarature review ini bertujuan untuk mengeksplorasi mengenai praktik kesetaraan gender bagi perempuan yang bekerja dalam sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Kajian literature review dilakukan pada 10 artikel yang menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode sampling yang beragam dan penelitian kualitatif dengan pendekatan yang bervariatif pada tenaga kerja di Indonesia, terutama perempuan. Hasil menunjukkan bahwa praktik kesetaraan gender bagi pekerja perempuan di sektor ketenagakerjaan di Indonesia terimplementasikan dalam bentuk peluang pengembangan karier, distribusi pekerjaan, hak di tempat kerja, pembuktian diri, regulasi mengenai kesetaraan gender dalam pekerjaan, gender mainstreaming (pengintegrasian gender), dan sikap terhadap pekerja.</p> <p><em>Gender equality is one of the focuses in the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda which has been regulated in Peraturan Presiden and Undang-Undang as a form of the Indonesia’s strong commitment to implementing gender equality in all aspects, including in the labor. Unfortunately truth says otherwise, the practice of gender equality in Indonesia labor has not been implemented optimally because it is still attached to society's expectations to fulfill gender social roles which often causes women to be the ones disadvantaged. The method used in this article is literature review. This literature review aims to explore the practice of gender equality for female workers in Indonesia labor. The literature review was conducted on 10 articles using quantitative research with various sampling methods and qualitative research with varied approaches to the workforce in Indonesia, especially women. The results show that gender equality practices for women workers in Indonesia labor are implemented in the form of career development opportunities, job distribution, rights at work, self-evidence, regulations regarding gender equality in employment, gender mainstreaming, and attitudes towards workers.</em></p> Dyah Ayu Nur Kemala Putri Komang Rahayu Indrawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Psikologi Revolusioner 2025-12-30 2025-12-30 9 12