INSTRUMEN MONETER SYARIAH DAN PERILAKU LIKUIDITAS PERBANKAN SYARIAH: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS MEKANISME
Kata Kunci:
Instrumen Moneter Syariah, Kebijakan Moneter Syariah, Likuiditas Perbankan Syariah, Sukuk Dan Manajemen Likuiditas, Pasar Uang Antarbank SyariahAbstrak
Stabilitas moneter merupakan elemen penting dalam mendukung keberlanjutan sistem keuangan syariah, khususnya melalui pengelolaan likuiditas perbankan syariah. Dalam kerangka ekonomi Islam, kebijakan moneter dirancang menggunakan instrumen yang sesuai prinsip syariah guna mengendalikan likuiditas dan menjaga stabilitas harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kerja instrumen moneter syariah, respons perilaku likuiditas bank syariah, serta mengidentifikasi instrumen moneter syariah yang paling dominan dalam manajemen likuiditas perbankan syariah berdasarkan literatur yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal ilmiah bereputasi nasional dan internasional yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen moneter syariah memengaruhi likuiditas perbankan melalui mekanisme penyerapan, injeksi, dan redistribusi likuiditas yang berbasis prinsip syariah. Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Sukuk Bank Sentral ditemukan sebagai instrumen yang paling dominan dalam manajemen likuiditas bank syariah, sementara Standing Facilities Syariah dan Pasar Uang Antarbank Syariah berperan sebagai instrumen pendukung dan penyangga stabilitas likuiditas. Namun, literatur juga mengindikasikan adanya keterbatasan dalam kedalaman pasar dan transmisi kebijakan moneter syariah ke sektor riil. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah celah penelitian terkait hubungan jangka panjang antara instrumen moneter syariah dan likuiditas perbankan serta integrasinya dengan stabilitas makroekonomi. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan moneter syariah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Monetary stability is a crucial element in supporting the sustainability of the Islamic financial system, particularly through the management of Islamic banking liquidity. Within the framework of Islamic economics, monetary policy is designed using Sharia-compliant instruments to control liquidity and maintain price stability. This study aims to analyze the working mechanisms of Islamic monetary instruments, the behavioral responses of Islamic bank liquidity, and to identify the most dominant Islamic monetary instruments in managing Islamic banking liquidity based on existing literature. The research method employed is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing reputable national and international journal articles published over the last ten years. The findings indicate that Islamic monetary instruments influence banking liquidity through Sharia-based mechanisms of liquidity absorption, injection, and redistribution. Sharia Central Bank Certificates (SBIS) and Central Bank Sukuk are identified as the most dominant instruments in Islamic bank liquidity management, while Sharia Standing Facilities and the Islamic Interbank Money Market function as supporting instruments and liquidity buffers. However, the literature also highlights limitations related to market depth and the transmission of Sharia monetary policy to the real sector. This study identifies several research gaps concerning the long-term relationship between Islamic monetary instruments and Islamic banking liquidity, as well as their integration with macroeconomic stability. The findings are expected to contribute to the development of more effective and sustainable Sharia monetary policies.



