DAMPAK PENGUNGKAPAN EMISI KARBON, BIAYA CSR, DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: PERAN MODERASI KINERJA PERUSAHAAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN INDONESIA

Penulis

  • Hery Haryanto Universitas Internasional Batam
  • Aparianto Universitas Internasional Batam

Kata Kunci:

Carbon Emission Disclosure, CSR Cost, Leverage, Firm Performance, ROA, Nilai Perusahaan

Abstrak

Isu emisi karbon dan tanggung jawab sosial menjadi perhatian penting dalam pengelolaan perusahaan pertambangan di era keberlanjutan, mengingat tingginya dampak lingkungan serta tekanan regulasi dan investor terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Meskipun demikian, bukti empiris mengenai bagaimana Carbon Emission Disclosure, Corporate Social Responsibility Cost, dan leverage memengaruhi nilai perusahaan masih menunjukkan hasil yang inkonsisten, khususnya ketika tidak mempertimbangkan kondisi internal perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Carbon Emission Disclosure, Corporate Social Responsibility Cost, dan leverage terhadap firm value, serta menguji peran firm performance sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan tertentu. Firm value diukur menggunakan Tobin’s Q, firm performance diukur dengan Return on Assets (ROA), Corporate Social Responsibility Cost diukur berdasarkan biaya CSR aktual, dan Carbon Emission Disclosure mengacu pada indikator GRI 305. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carbon Emission Disclosure dan Corporate Social Responsibility Cost tidak berpengaruh signifikan terhadap firm value, sedangkan leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya, firm performance terbukti mampu memoderasi pengaruh Corporate Social Responsibility Cost terhadap firm value, namun tidak memoderasi hubungan antara Carbon Emission Disclosure maupun leverage terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas strategi keberlanjutan dan struktur modal dalam meningkatkan nilai perusahaan sangat bergantung pada kinerja internal perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat peran Contingency Theory dan Resource-Based View dalam menjelaskan ketidakkonsistenan hubungan antara praktik keberlanjutan dan nilai perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa manajemen perusahaan pertambangan perlu memastikan bahwa pengeluaran CSR didukung oleh kinerja keuangan yang kuat agar dapat menciptakan nilai ekonomi, sementara regulator diharapkan dapat memperkuat standar dan kredibilitas pengungkapan emisi karbon agar lebih dihargai oleh pasar.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30