PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, DEFISIT FISKAL, DAN NILAI TUKAR RIIL TERHADAP UTANG LUAR NEGERI INDONESIA
Kata Kunci:
Utang Luar Negeri, Pertumbuhan Ekonomi, Defisit Fiskal, Nilai Tukar RiilAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, defisit fiskal, dan nilai tukar riil terhadap utang luar negeri Indonesia pada periode 2000–2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel pertumbuhan ekonomi, defisit fiskal, dan nilai tukar riil berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap utang luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti dengan peningkatan atau penurunan utang luar negeri secara langsung. Sementara itu, defisit fiskal dan nilai tukar riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap utang luar negeri. Peningkatan defisit fiskal mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah yang sebagian dipenuhi melalui utang luar negeri. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar riil dapat meningkatkan nilai kewajiban utang luar negeri dalam mata uang domestik. Dengan demikian, pengelolaan defisit fiskal dan stabilitas nilai tukar riil menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan utang luar negeri serta stabilitas perekonomian Indonesia.
This study aims to analyze the effect of economic growth, fiscal deficit, and real exchange rate on Indonesia’s external debt during the period 2000–2024. This research uses secondary time series data obtained from Statistics Indonesia (BPS), Bank Indonesia, and the Ministry of Finance. The analytical method employed in this study is multiple linear regression using EViews software. The results indicate that economic growth, fiscal deficit, and real exchange rate simultaneously have a significant effect on Indonesia’s external debt. Partially, economic growth has a negative but insignificant effect on external debt, indicating that increases in economic growth do not necessarily lead to significant changes in external debt levels. Meanwhile, fiscal deficit and real exchange rate have a positive and significant effect on external debt. An increase in fiscal deficit reflects a higher need for government financing, which is partly fulfilled through external borrowing. In addition, depreciation of the real exchange rate increases the value of external debt obligations in domestic currency. Therefore, fiscal deficit management and real exchange rate stability play an important role in maintaining the sustainability of Indonesia’s external debt and supporting economic stability.




