BERTAHAN ATAU TERGESER? DAYA SAING UMKM BATU BATA DI DESA ALASKANDANG PADA ERA PERDAGANGAN DIGITAL
Kata Kunci:
Umkm Batu Bata, Perdagangan Digital, Adaptasi Digital, Daya Saing UsahaAbstrak
Transformasi perdagangan digital telah mengubah pola pemasaran dan persaingan usaha pada berbagai sektor ekonomi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan pelaku UMKM batu bata di Desa Alaskandang dalam menghadapi perkembangan perdagangan digital, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses adaptasi digital, serta menganalisis dampaknya terhadap daya saing usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan digital pelaku UMKM batu bata masih relatif terbatas. Meskipun sebagian besar pelaku usaha telah memiliki akses terhadap perangkat teknologi dan jaringan internet, pemanfaatannya untuk kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha belum dilakukan secara optimal. Faktor yang mendukung proses adaptasi digital meliputi ketersediaan sarana teknologi, akses internet, dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya mengikuti perkembangan zaman. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan kemampuan pengelolaan usaha berbasis teknologi, serta karakteristik produk batu bata yang dianggap kurang sesuai dipasarkan melalui media digital. Dari sisi daya saing, UMKM batu bata masih mampu mempertahankan eksistensinya melalui kualitas produk, kepercayaan pelanggan, dan jaringan pemasaran yang telah terbentuk. Namun, penguatan kapasitas digital menjadi kebutuhan penting untuk menjaga dan meningkatkan daya saing usaha pada era perdagangan digital
The transformation of digital commerce has changed marketing patterns and business competition in various economic sectors, including Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This study aims to assess the readiness of brick-making MSMEs in Alaskandang Village to face the development of digital commerce, identify factors influencing the digital adaptation process, and analyze its impact on business competitiveness. This study used a qualitative approach with field research. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the level of digital readiness of brick-making MSMEs is still relatively limited. Although most entrepreneurs have access to technological devices and internet networks, their use for marketing and business development has not been optimal. Factors supporting the digital adaptation process include the availability of technological resources, internet access, and entrepreneurs' awareness of the importance of keeping up with current developments. Obstacles faced include low digital literacy, limited technology-based business management skills, and the characteristics of brick products that are considered unsuitable for marketing through digital media. In terms of competitiveness, brick-making MSMEs are still able to maintain their existence through product quality, customer trust, and established marketing networks. However, strengthening digital capacity is crucial to maintaining and enhancing business competitiveness in the era of digital commerce




