PERAN PROGRAM MAGANG DALAM PENGEMBANGAN TALENTA PADA ERA TRANSISI INDUSTRI 4.0 MENUJU INDUSTRI 5.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS
Kata Kunci:
Industri 5.0, Manajemen Talenta, Magang Digital, Reskilling, Pengembangan Tenaga Kerja, Tinjauan Literatur SistematisAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa transisi yang terjadi dalam dunia industri 4.0 menuju industri 5.0 terhadap manajemen talenta yang mengarah pada evaluasi efektivitas strategi reskilling dan sistem magang yang berbasis digital sebagai mekanisme penting untuk menutup kesenjangan keterampilan serta membangun saluran talenta masa depan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan menerapkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dalam menjamin transparansi dan mengukur sejauh mana hasil yang sama diperoleh kembali menggunakan metode, data, dan prosedur yang sama. Analisis tematik ini dilakukan berdasarkan artikel jurnal yang terpilih hingga teridentifikasi tren pengembangan kompetensi tenaga kerja. Temuan mengungkapkan bahwa industri 5.0 menuntut pergeseran dari kemampuan teknis murni menuju kompetensi yang mengintegrasikan literasi digital yang berfungsi sebagai jembatan strategis antara pelatihan akademik dan kebutuhan industri, sedangkan strategi reskilling yang didukung secara teknologi AI berpotensi menjadi jalur pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Penelitian ini memiliki keterbatasan ketergantungan pada literatur yang tersedia dan sifat dari paradigma 5.0 yang masih baru, sehingga hasil yang ditemukan bersifat eksploratif dan masih memerlukan validasi melalui studi empiris di masa depan. Organisasi perlu memprioritaskan kemitraan terstruktur dengan institusi lain untuk menyelaraskan kurikulum dengan dinamika pasar dan pengembangan infrastruktur digital yang lebih komprehensif ke seluruh lapisan tenaga kerja. Penelitian ini juga memberikan kontribusi melalui sintesis strategi manajemen talenta yang memposisikan teknologi sebagai pendukung bagi inovasi manusia, bukan pengganti, melainkan pencipta ekosistem yang berpusat pada manusia.




