DETERMINAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KOPERASI: DAMPAK KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, PERAN PENGAWAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Kata Kunci:
Kualitas Laporan Keuangan, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi Akuntansi, Peran Pengawas, Variabel Moderasi, Koperasi, RiauAbstrak
Kualitas laporan keuangan merupakan indikator krusial akuntabilitas dan transparansi koperasi. Dalam konteks koperasi di Provinsi Riau yang dominan bergerak di sektor agribisnis kelapa sawit dengan unit usaha beragam, faktor-faktor penentu kualitas laporan memerlukan investigasi empiris yang spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) pengaruh kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan, (2) pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi (SIA) terhadap kualitas laporan keuangan, (3) pengaruh simultan kedua faktor tersebut, dan (4) peran moderasi badan pengawas terhadap hubungan-hubungan tersebut. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan teknik census sampling melibatkan 10 koperasi di Provinsi Riau yang berbadan hukum. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada pengurus dan anggota badan pengawas (n=40 responden). Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan software SPSS 25. Penelitian menemukan bahwa: (1) Kompetensi sumber daya manusia (β=0,342, p=0,012) dan penerapan SIA (β=0,298, p=0,025) berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kualitas laporan keuangan. (2) Peran pengawas terbukti memoderasi secara signifikan (β=0,128, p=0,041) hubungan antara kompetensi SDM dan kualitas laporan, namun tidak memoderasi (β=0,105, p=0,073) hubungan antara penerapan SIA dan kualitas laporan. (3) Model regresi signifikan secara statistik (F=10,225, p=0,000) dengan kekuatan penjelasan yang kuat (R²=0,712). Kualitas laporan keuangan koperasi di Riau ditentukan secara langsung oleh kompetensi sumber daya manusia dan penerapan SIA. Badan pengawas berfungsi sebagai moderator efektif hanya untuk hubungan yang melibatkan faktor manusia, berperan sebagai katalis yang mengoptimalkan kontribusi kompetensi individu. Sementara manfaat penerapan SIA bersifat lebih langsung dan otonom. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang memadukan penguatan kapasitas, adopsi teknologi, dan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan koperasi.
Financial report quality is a crucial indicator of a cooperative's accountability and transparency. In the context of cooperatives in Riau Province, which are predominantly engaged in the palm oil agribusiness sector with diverse business units, the factors influencing report quality require specific empirical investigation.This study aims to analyze: (1) the influence of human resource competence on financial report quality, (2) the influence of accounting information system (AIS) implementation on financial report quality, (3) the simultaneous influence of both factors, and (4) the moderating role of the supervisory board on these relationships. This quantitative study uses a survey method with a census sampling technique involving 10 cooperatives in Riau Province that have legal entity status. Data were collected through structured questionnaires distributed to management and supervisory board members (n=40 respondents). Data analysis was performed using Moderated Regression Analysis (MRA) with SPSS 25 software. The study found that: (1) Human resource competence (β=0.342, p=0.012) and AIS implementation (β=0.298, p=0.025) have a positive and significant direct influence on financial report quality. (2) The supervisory role significantly moderates (β=0.128, p=0.041) the relationship between human resource competence and report quality, but does not moderate (β=0.105, p=0.073) the relationship between AIS implementation and report quality. (3) The regression model is statistically significant (F=10.225, p=0.000) with a strong explanatory power (R²=0.712). The quality of cooperative financial reports in Riau is determined directly by human resource competence and AIS implementation. The supervisory board functions as an effective moderator only for the relationship involving human factors, acting as a catalyst that optimizes the contribution of individual competence. Meanwhile, the benefits of AIS implementation are more direct and autonomous. These findings emphasize the importance of an integrated approach combining capacity building, technology adoption, and institutional strengthening to improve financial accountability in cooperatives.




