https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/issue/feed Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-08-31T04:49:51+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25105 INOVASI MODEL BISNIS BERBASIS KEMITRAAN DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN ORGANISASI SUSTAINABLE: STUDI KASUS NBRS CORP 2026-08-07T06:11:06+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Almeiwa Avisa Mirabel Nurhuda almeiwa.avisa@unida.gontor.ac.id <p>Latar Belakang: Inovasi Model Bisnis (Business Model Innovation/BMI) merupakan instrumen strategis utama untuk membangun keunggulan bersaing yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terdistrupsi. Meskipun literatur BMI didominasi oleh studi pada sektor berteknologi tinggi (high-tech) dan platform digital, pemahaman mengenai operasionalisasinya pada perusahaan fashion muslim berbasis jaringan kemitraan komunal-sosial masih belum terpetakan secara sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana BMI merekonstruksi penciptaan nilai guna mendorong pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan, dengan mengeksplorasi secara mendalam strategi NBRS Corp sebagai salah satu entitas utama industri modest fashion di Indonesia. Metode &amp; Sumber Data: Penelitian kualitatif studi kasus tunggal ini memanfaatkan penelusuran data sekunder yang kaya (rich secondary data) mencakup dokumen internal perusahaan, siaran pers, laporan industri, dan artikel jurnal bereputasi. Data dianalisis secara sistematis menggunakan analisis tematik (thematic analysis) melalui prosedur koding bertahap (open, axial, dan selective coding). Hasil Utama: Temuan penelitian mengungkapkan bahwa skalabilitas dan ketahanan organisasi NBRS Corp tidak didorong secara dominan oleh inovasi produk yang radikal, melainkan oleh empat pilar strategis: restrukturisasi saluran kemitraan berjenjang, akselerasi difusi inovasi berbasis platform digital, pelembagaan kapabilitas organisasi melalui edukasi berkelanjutan (Nibras Academy), dan pembentukan ekosistem bisnis terintegrasi (business-led ecosystem). Novelty &amp; Implikasi: Kebaruan studi ini terletak pada formulasi Integrated Business Model Innovation Framework yang memadukan teori BMI, difusi inovasi, dan ekosistem bisnis dalam konteks industri kreatif berbasis kemitraan. Implikasi praktis memberikan panduan navigasi bagi pengambil keputusan dan pelaku UMKM dalam melakukan collaborative scaling tanpa beban biaya modal (capital expenditure) yang tinggi.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24844 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN QRIS DALAM DIGITALISASI TRANSAKSI KEUANGAN UMKM DI BANDAR LAMPUNG 2026-07-30T11:33:18+00:00 Reina Shinta Mulya Ardana reinashintamulyaardana471@gmail.com Yuztitya Asmaranti yuztitya.a@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penjualan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, sikap terhadap penggunaan, niat perilaku untuk menggunakan, dan penggunaan sistem yang sebenarnya terhadap penggunaan QRIS pada UMKM di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel penjualan (p=0,008), persepsi kemudahan penggunaan (p=0,023), persepsi kegunaan (p=0,044), sikap terhadap penggunaan (p=0,012), dan niat perilaku untuk menggunakan (p&lt;0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS. Sebaliknya, penggunaan sistem yang sebenarnya tidak berpengaruh signifikan (p=0,842). Secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS (F=18,433; p&lt;0,001). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,514 menunjukkan bahwa 51,4% variasi penggunaan QRIS dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam penelitian, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model berperan penting dalam meningkatkan penggunaan QRIS pada UMKM</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of sales, perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward use, behavioral intention to use, and actual system use on QRIS use among MSMEs in Bandar Lampung City. The study used a quantitative approach with a sample of 100 MSMEs selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS. The results showed that partially the variables of sales (p = 0.008), perceived ease of use (p = 0.023), perceived usefulness (p = 0.044), attitude toward use (p = 0.012), and behavioral intention to use (p &lt;0.001) had a positive and significant effect on QRIS use. Conversely, actual system use had no significant effect (p = 0.842). Simultaneously, all independent variables had a significant effect on QRIS use (F = 18.433; p &lt;0.001). The Adjusted R Square value of 0.514 indicates that 51.4% of the variation in QRIS usage can be explained by the variables in the study, while the remainder is influenced by factors outside the model. This finding suggests that factors in the Technology Acceptance Model play a significant role in increasing QRIS usage among MSMEs</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25103 PENERAPAN KONSEP PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS (B2B) PADA PENGEMBANGAN USAHA BLUDER CINTA MADIUN 2026-08-07T05:47:08+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Nur Nasuha Asy Syafika albaniesyafika@gmail.com <p>Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menuntut Perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk tetapi juga mampu menerapkan konsep pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan mitra bisnis. Salah satu konsep pemasaran yang memiliki peran penting dalam perkembangan usaha adalah Business to Business (B2B), yaitu kegiatan transaksi atau kerja sama yang melibatkan suatu Perusahaan dengan organisasi, institusi atau pihak bisnis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep pemasaran B2B pada usaha Bluder Cinta berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung kepada owner Bluder Cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bluder Cinta pada dasarnya melayani konsumen secara langsung melalui took offline, took online, cabang di stasiun, dan jaringan Hypermart di wilayah Jawa Timur. Namun, penerapan konsep B2B juga terlihat melalui adanya pemesanan dari institusi maupun pemesanan untuk berbagai acara. Selain itu, pengembangan cabang usaha yang semakin meluas menunjukkan adanya Upaya Perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar dan mendekatkan produk kepada konsumen maupun mitra bisnis. Penerapan pemasaran B2B pada Bluder Cinta tidak hanyak fokus kepada transaksi, tetapi juga pada kemampuan usaha dalam menyediakan produk, menjaga kualitas, memperluas jaringan pemasaran, dan membangun hubungan berkelanjutan.</p> <p><em>The increasingly competitive business landscape requires companies to look beyond product quality and implement marketing concepts that align with the needs of customers and business partners. One marketing concepts playing a pivotal role in business growth is Business-to-Business (B2B) transactions or collaborations involving a company and other organizations, institutions, or business entities. This Study aims to analyze the application of the B2B marketing concept at Bluder Cinta based on interviews with the business owner. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through direct interviews with the owner of Bluder Cinta. The findigs indicate that Bluder Cinta primarily serves consumers directly through physical stores, online shops, station-based branches, and the Hypermart network in East Java. However, the application of the B2B concept is also evident in orders placed by institutions and for various events. Furthermore, the expansion of business branches demonstrates the company’s efforts to widen its market reach and bring products closer to both consumers and business partners. The application of B2B marketing at Bluder Cinta focuses not only on transactions but also on the business’s capacity to supply products, maintain quality, expand marketing networks, and build sustainable relationships.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25247 PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DITTAHTI POLDA SUMATRA SELATAN 2026-08-10T05:17:53+00:00 Silfi Sumalia silfisumalia06@gmail.com Irwan Septayuda irwan.septayuda@binadarma.ac.id Wiwin Agustian wiwinagustian@binadarma.ac.id Sulaiman Helmi sulaimanhelmi@binadarma.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada DITTAHTI Polda Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 pegawai dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t hitung sebesar 5,626 dan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t hitung sebesar 3,598 dan signifikansi 0,001 &lt; 0,05. Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai F hitung sebesar 15,624 dan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Nilai R Square sebesar 0,581 menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja mampu menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 58,1%, sedangkan 41,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan motivasi kerja dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai DITTAHTI Polda Sumatera Selatan.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of work motivation and work environment on employee performance at DITTAHTI South Sumatra Regional Police. This study employed a quantitative method with an associative approach. The population consisted of 57 employees, all of whom were selected as respondents using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS. The results showed that work motivation had a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 5.626 and a significance value of 0.000 &lt; 0.05. The work environment also had a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 3.598 and a significance value of 0.001 &lt; 0.05. Simultaneously, work motivation and work environment had a positive and significant effect on employee performance, with an F-value of 15.624 and a significance value of 0.000 &lt; 0.05. The R Square value of 0.581 indicates that work motivation and work environment explain 58.1% of the variation in employee performance, while the remaining 41.9% is influenced by other factors outside the research model. Therefore, improving work motivation and creating a conducive work environment can support the improvement of employee performance at DITTAHTI South Sumatra Regional Police</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25101 ANALISIS IMPLEMENTASI JENIS DAN SUMBER INOVASI SEBAGAI STRATEGI KEUNGGULAN KOMPETITIF: STUDI KASUS PADA BLUDER CINTA 2026-08-07T05:31:11+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Ferly Fasha Azkiya Astiaji ferlyfashaazkia@gmail.com <p>Persaingan bisnis yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk terus berinovasi agar mampu mempertahankan keberlangsungan usaha dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Industri makanan dan minuman, termasuk bisnis bakery, menghadapi perubahan preferensi konsumen, perkembangan teknologi, serta meningkatnya intensitas persaingan yang mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan berbagai bentuk inovasi.Dalam konteks tersebut, Bluder Cinta sebagai salah satu produsen roti bluder memerlukan implementasi strategi inovasi yang tepat agar tetap mampu bersaing di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi jenis inovasi dan sumber inovasi sebagai strategi dalam membangun keunggulan kompetitif pada Bluder Cinta.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan didukung studi pustaka. Data diperoleh melalui berbagai literatur ilmiah, buku, artikel, serta informasi yang relevan mengenai perkembangan dan strategi inovasi Bluder Cinta, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pada Bluder Cinta tidak hanya diwujudkan melalui inovasi produk berupa pengembangan varian rasa, kualitas, dan kemasan, tetapi juga melalui inovasi proses, inovasi pemasaran berbasis digital, serta inovasi organisasi yang mendukung efektivitas operasional perusahaan.Selain itu, sumber inovasi berasal dari faktor internal, seperti kreativitas pemilik dan keterlibatan karyawan, serta faktor eksternal yang meliputi masukan pelanggan, perkembangan teknologi, tren pasar, dan dinamika persaingan. Sinergi antara implementasi jenis inovasi dan pemanfaatan berbagai sumber inovasi tersebut berkontribusi dalam menciptakan diferensiasi produk, meningkatkan nilai bagi konsumen, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat posisi kompetitif Bluder Cinta.Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan membangun keunggulan kompetitif tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan inovasi, tetapi juga pada kemampuan mengelola dan mengintegrasikan berbagai sumber inovasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.</p> <p><em>Increasing business competition requires companies to continuously innovate in order to sustain their operations and achieve long-term competitive advantage. The food and beverage industry, particularly the bakery sector, faces rapid changes in consumer preferences, technological advancements, and increasingly intense market competition, compelling businesses to adopt effective innovation strategies. As a producer of traditional *bluder* bread, Bluder Cinta must continuously innovate to strengthen its market position and maintain its competitiveness. This study aims to examine the implementation of different types of innovation and the sources of innovation as strategic drivers for building competitive advantage at Bluder Cinta.This study employed a qualitative approach using a case study design supported by a comprehensive literature review. Data were collected from academic journals, books, scientific publications, and other relevant sources related to the development and innovation strategies of Bluder Cinta. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis to identify innovation practices and their contribution to the firm's competitive advantage.The findings reveal that Bluder Cinta has implemented multiple forms of innovation, including product innovation through the development of new flavors, quality improvement, and packaging enhancement; process innovation aimed at increasing operational efficiency; digital marketing innovation to expand market reach; and organizational innovation to improve managerial and operational effectiveness. Furthermore, the company's innovation activities are driven by both internal and external sources. Internal sources include the owner's creativity and employee involvement, while external sources comprise customer feedback, technological developments, evolving market trends, and competitive dynamics. The integration of these innovation types and sources has enabled Bluder Cinta to differentiate its products, enhance customer value, broaden its market coverage, and strengthen its competitive position. These findings suggest that sustainable competitive advantage depends not only on a firm's capability to generate innovation but also on its ability to effectively manage and integrate diverse sources of innovation into its overall business strategy.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25157 "ANALISIS KOMPARASI MODEL PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS SEBAGAI EARLY WARNING SYSTEM PADA PT CENTRAL PROTEINA PRIMA TBK" 2026-08-08T05:52:03+00:00 Usamah Al Faatih usamah.alfaatih@gmail.com Masno Marjohan dosen00124@unpam.ac.id Rachmawaty dosen01925@unpam.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparasi tiga model prediksi financial distress, yaitu Springate, Zmijewski, dan Grover, pada PT Central Proteina Prima Tbk periode 2013–2024, serta melakukan forecasting kondisi keuangan periode 2025–2027 berdasarkan model yang terbukti paling akurat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Akurasi model dievaluasi melalui kriteria ganda, yaitu tingkat akurasi klasifikasi dan koefisien Cohen's Kappa, dilengkapi metrik Sensitivity, Specificity, Precision, F1-Score, dan Matthews Correlation Coefficient. Perbedaan antarmodel diuji menggunakan Cochran's Q Test, sedangkan proyeksi keuangan dilakukan dengan analisis regresi tren linier melalui estimasi least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Springate dan Zmijewski memiliki akurasi memadai, masing-masing sebesar 75,00% (Kappa 0,5263) dan 91,67% (Kappa 0,8333), sedangkan Model Grover tidak memenuhi kriteria dengan akurasi 66,67% (Kappa 0,3143). Uji Cochran's Q tidak menemukan perbedaan signifikan antarmodel (Q=3,500; p=0,1738). Model Zmijewski terbukti paling akurat dengan skor komposit tertinggi (0,8761). Hasil forecasting memproyeksikan PT Central Proteina Prima Tbk berada dalam kondisi non-distress hingga 2027. Penelitian ini berkontribusi dalam pemilihan model prediksi financial distress yang sesuai untuk sektor akuakultur.</p> <p><em>This study aims to compare three financial distress prediction models, namely Springate, Zmijewski, and Grover, applied to PT Central Proteina Prima Tbk during the 2013–2024 period, and to forecast the company's financial condition for 2025–2027 based on the most accurate model. This research employs a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial statements obtained from the Indonesia Stock Exchange. Model accuracy was evaluated through dual criteria, namely classification accuracy and Cohen's Kappa coefficient, complemented by Sensitivity, Specificity, Precision, F1-Score, and Matthews Correlation Coefficient metrics. Differences among the models were tested using Cochran's Q Test, while financial projection was conducted through linear trend regression analysis with least square estimation. The results show that the Springate and Zmijewski models possess adequate accuracy, at 75.00% (Kappa 0.5263) and 91.67% (Kappa 0.8333) respectively, whereas the Grover model failed to meet the criteria with an accuracy of 66.67% (Kappa 0.3143). The Cochran's Q Test found no significant difference among the models (Q=3.500; p=0.1738). The Zmijewski model proved to be the most accurate, with the highest composite score (0.8761). The forecasting results project that PT Central Proteina Prima Tbk will remain in a non-distress condition through 2027. This study contributes to the selection of appropriate financial distress prediction models for the aquaculture sector.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25099 STRATEGI PERIKLANAN DAN PROMOSI PENJUALAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK HERBAL OSB (OMAR SMART BRAIN): STUDI KUALITATIF PADA KEGIATAN FORBIS 100 TAHUN GONTOR 2026-08-07T05:14:24+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Rahmadanti Dwi Arista rahmaaristadwi@gmail.com <p>Perkembangan industri herbal di Indonesia mengalami peningkatan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan menggunakan bahan-bahan alami. Kondisi tersebut mendorong perusahaan herbal untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif agar mampu bersaing di tengah banyaknya produk sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi periklanan dan promosi penjualan yang diterapkan oleh produk herbal OSB (Omar Smart Brain) dalam meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara pada kegiatan FORBIS 100 Tahun Gontor serta didukung oleh studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSB memanfaatkan media sosial, marketplace, serta jaringan agen dan reseller sebagai media utama dalam melakukan promosi. Strategi tersebut memberikan kemudahan akses bagi konsumen untuk memperoleh produk sekaligus memperluas jangkauan pasar tanpa bergantung pada distribusi melalui apotek konvensional. Selain itu, keberadaan sertifikasi halal, izin edar BPOM, variasi produk sesuai kebutuhan konsumen, serta informasi manfaat produk yang dikomunikasikan secara digital turut membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan minat beli. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa strategi promosi yang terintegrasi antara periklanan digital dan promosi penjualan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran dalam memperkenalkan produk herbal kepada masyarakat.Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital yang didukung oleh jaringan distribusi berbasis agen dan reseller menjadi salah satu strategi pemasaran yang relevan dalam menghadapi persaingan industri herbal di era digital.</p> <p><em>The rapid growth of Indonesia's herbal industry has been driven by increasing public awareness of maintaining health through natural products. This condition encourages herbal companies to implement effective marketing strategies to remain competitive in the market. This study aims to analyze the advertising and sales promotion strategies employed by OSB (Omar Smart Brain) herbal products in increasing consumer purchase intention. A descriptive qualitative approach was employed using interview data collected during the FORBIS 100 Years of Gontor event and supported by literature review. The findings reveal that OSB primarily relies on social media, online marketplaces, and an agent-reseller distribution network to promote its products. These strategies improve product accessibility while expanding market reach without depending on conventional pharmacy distribution. In addition, halal certification, BPOM registration, product diversity, and digital communication regarding product benefits strengthen consumer trust and stimulate purchase intention. The findings also indicate that the integration of digital advertising and sales promotion enhances the effectiveness of marketing communication in encouraging consumer purchasing behavior. Overall, this study highlights that digital-based promotional strategies supported by collaborative distribution networks have become increasingly important in strengthening the competitiveness of herbal products in the digital era.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25106 MENGELOLA STRUKTUR, KEPEMIMPINAN, DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENDORONG INOVASI BERKELANJUTAN 2026-08-07T06:20:53+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Zhafira Inas Mufidah zhafinasmuf116@gmail.com <p>Di tengah dinamika pasar yang tidak menentu, inovasi telah bergeser dari sekadar strategi pendukung menjadi fondasi utama keberlangsungan bisnis. Namun, kekakuan struktur organisasi dan kepemimpinan yang enggan keluar dari zona nyaman sering kali menjadi penghambat utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan ekosistem inovasi melalui integrasi tata kelola, kepemimpinan, dan iklim kerja yang kondusif. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada unit usaha kopi gula aren Pondok Darul Falah, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan secara interaktif mencakup reduksi data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan usaha berbasis pesantren ini dalam memanfaatkan peluang pasar didorong oleh empat pilar utama: struktur organisasi yang fleksibel, kepemimpinan transformasional, psychological safety (ruang aman untuk berinovasi), dan optimalisasi aset lokal. Temuan ini membuktikan bahwa modal sosial yang adaptif mampu mengompensasi keterbatasan modal finansial, sekaligus menyajikan panduan praktis bagi pelaku usaha untuk meminimalkan resistensi internal saat melakukan transformasi.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24851 PENGARUH RETURN HISTORIS, ASSET UNDER MANAGEMENT, EXPENSE RATIO DAN UMUR REKSA DANA SAHAM TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM PERIODE 2019-2024 DENGAN UMUR REKSA DANA SEBAGAI MODERASI 2026-07-31T02:49:27+00:00 Stefani Evita Krisnantika stefanievita25@gmail.com Rohmini Indah Lestari rohmini@usm.ac.id Dian Indriana T dianrinawidjatmoko@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh return historis, Asset Under Management (AUM), expense ratio, dan umur reksa dana terhadap kinerja reksa dana saham dengan umur reksa dana sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan industri reksa dana saham di Indonesia yang belum diikuti dengan peningkatan kinerja yang konsisten, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan reksa dana dalam menghasilkan abnormal return. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari fund fact sheet bulanan reksa dana saham periode 2019–2024. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 32 reksa dana saham dengan total 2.304 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji peran umur reksa dana sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return historis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham yang diukur menggunakan Jensen's Alpha, sedangkan AUM, expense ratio, dan umur reksa dana tidak berpengaruh signifikan. Hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa umur reksa dana tidak mampu memoderasi pengaruh return historis dan expense ratio terhadap kinerja reksa dana saham, tetapi mampu memoderasi pengaruh AUM terhadap kinerja dengan arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa return historis merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja reksa dana saham, sedangkan peningkatan dana kelolaan pada reksa dana yang memiliki umur lebih matang belum tentu meningkatkan kemampuan reksa dana dalam menghasilkan abnormal return.</p> <p><em>This study aims to examine the effects of historical return, Assets Under Management (AUM), expense ratio, and fund age on the performance of equity mutual funds, with fund age serving as a moderating variable. This study is motivated by the growth of the equity mutual fund industry in Indonesia, which has not been accompanied by consistent improvements in fund performance. Therefore, it is necessary to investigate the factors that influence the ability of equity mutual funds to generate abnormal returns. This study employed a quantitative approach using secondary data obtained from the monthly fund fact sheets of equity mutual funds for the 2019–2024 period. The sample was selected using a purposive sampling technique, resulting in 32 equity mutual funds with a total of 2,304 observations. The data were analyzed using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA) to examine the moderating role of fund age. The results indicate that historical return has a positive and significant effect on equity mutual fund performance, as measured by Jensen's Alpha, while Assets Under Management (AUM), expense ratio, and fund age have no significant effect. Furthermore, the moderation analysis reveals that fund age does not moderate the effects of historical return and expense ratio on equity mutual fund performance but significantly moderates the relationship between Assets Under Management (AUM) and equity mutual fund performance in a negative direction. These findings suggest that historical return is the primary determinant of equity mutual fund performance, whereas an increase in assets under management among more mature mutual funds does not necessarily enhance their ability to generate abnormal returns.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25104 ANALISIS YURIDIS PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT) DALAM PERSPEKTIF HUKUM KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA 2026-08-07T06:03:48+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Rima Aulia Hidayati rimaauliahidayati45@student.mgt.unida.gontor.ac.id Wahyu Puji Astuti wahyupujiastuti@student.unida.gontor.ac.id <p>Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) adalah salah satu jenis hubungan kerja yang sering digunakan oleh perusahaan di Indonesia untuk memperoleh kebutuhan karyawan dalam masa tertentu. Namun, di lapangan masih banyak menemukan masalah misalnya pekerjaan yang tidak sesuai dengan aturan PKWT, pekerja yang di rugikan hak-haknya, serta ketidaktaatan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau aturan hukum mengenai PKWT serta mempelajari penerapannya dari sudut pandang hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan berdasarkan perundang-undangan (pendekatan statuta) serta pendekatan konseptual. Data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan cara studi kepustakaan. penelitian menunjukkan bahwa aturan PKWT sudah berubah berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 2023 yang menetapkan aturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi undang-undang beserta peraturan yang mengaturnya dengan tujuan memberikan kepastian hukum bagi para pekerja dan pengusaha. Meskipun begitu penerapan PKWT masih mengalami beberapa masalah seperti kurangnya wawasan yang memadai, rendahnya pemahaman dari pihak-pihak terkait mengenai hukum, serta masih banyak ditemukan kasus penyalahgunaan kasus PKWT untuk tugas pekerjaan yang seharusnya bersifat tetap, oleh karena itu perlu ditingkatkan efektivitas pengawasan ketenagakerjaan, ketaatan pengusaha terhadap aturan, serta pemahaman kerja tentang hak dan kewajiban mereka agar terbentuk hubungan industri yang adil, seimbang dan berkelanjutan.</p> <p><em>The Fixed-Term Employment Agreement (PKWT) is a type of employment relationship frequently utilized by companies in Indonesia to meet staffing needs for specific periods. However, various issues persist in practice, such as work arrangements that do not comply with PKWT regulations, the infringement of workers' rights, and non-compliance with applicable laws and regulations. This study aims to examine the legal framework governing PKWT and analyze its implementation from the perspective of Indonesian labor law. It employs a normative legal research method, utilizing both a statutory approach—based on relevant legislation—and a conceptual approach. The data comprises primary, secondary, and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively through a literature review. The findings indicate that PKWT regulations have been modified by Law Number 6 of 2023—which ratified Government Regulation in Lieu of Law Number 2 of 2022 on Job Creation into law—along with its implementing regulations, with the aim of providing legal certainty for both workers and employers. Nevertheless, the implementation of PKWT continues to face challenges, including inadequate supervision, a lack of understanding of legal regulations among relevant parties, and frequent misuse of PKWT status for roles that should be permanent in nature. Therefore, it is essential to enhance the effectiveness of labor supervision, employer compliance with regulations, and workers' understanding of their rights and obligations to foster a fair, balanced, and sustainable industrial relationship.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25312 ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN PENDIDIKAN BERDASARKAN PERSPEKTIF BAURAN PEMASARAN JASA (7P) DI PONDOK PESANTREN MINHAJUT THALIBIN 2026-08-11T02:12:08+00:00 Ahmad Syifaq Mushoffa mn20.ahmadmushoffa@mhs.ubpkarawang.ac.id Sihabudin sihabudin@ubpkarawang.ac.id Robby Fauji robby.fauji@ubpkarawang.ac.id <p><em>The swift expansion of social media has encouraged educational institutions to rely on digital platforms for communication and educational marketing. In particular, Pondok Pesantren Minhajut Thalibin has embraced social media to showcase its educational offerings and share information with the wider public. This study seeks to examine how social media is used for educational marketing, applying the 7P service marketing mix framework at Pondok Pesantren Minhajut Thalibin. Using a qualitative approach with a descriptive design, the research gathered data through in-depth interviews with three key informants: the head of the pesantren, the social media administrator, and a parent of a student. These interviews were strengthened by observations and documentation. The resulting data were then analyzed with the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show that social media has been positioned as a core element of educational marketing by implementing all seven 7P dimensions—product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. Beyond acting as a means to distribute information, social media functions as a communication channel that helps deliver educational services, encourages public participation, and improves the institution’s image. The study further concludes that the advantages gained from using social media rely on integrating all seven dimensions, even though implementation is still influenced by several challenges, including keeping publishing content consistent, handling human resources, and maintaining a balance between digital communication and direct communication. Overall, the results demonstrate that social media plays a strategic role in integrating the service marketing mix to reinforce educational marketing efforts at Pondok Pesantren Minhajut Thalibin.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25102 ANALISIS HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MEWUJUDKAN HUBUNGAN KERJA YANG HARMONIS 2026-08-07T05:39:33+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Artika Dwi Rahmadani artikadwirahmadani54@student.mgt.unida.gontor.ac.id Pingky Awalya Priastuti pingkyawalyapriastuti50@student.mgt.unida.gontor.ac.id <p>Hubungan Industrial adalah sistem hubungan yang melibatkan para pekerja, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat dalam proses pembuatan barang dan jasa, berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan pola ketenagakerjaan menuntut terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hubungan industrial, prinsip-prinsip yang mendasarinya, aktor yang terlibat, mekanisme penyelesaian perselisihan, serta strategi yang dapat diterapkan dalam membangun hubungan kerja yang kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yaitu dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti artikel, buku, regulasi terkait ketenagakerjaan, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi keterkaitan antara penerapan hubungan industrial dengan peningkatan produktivitas organisasi dan kesejahteraan tenaga kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan industrial yang efektif dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kemitraan yang seimbang antara pekerja dan pengusaha, kepastian hukum, serta penyelesaian konflik secara musyawarah. Selain itu, penerapan hubungan industrial yang baik mampu meningkatkan kepuasan kerja, loyalitas karyawan, produktivitas organisasi, dan keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan era digital. Oleh karena itu, hubungan industrial tidak hanya dipandang sebagai mekanisme penyelesaian perselisihan, tetapi juga sebagai strategi manajemen sumber daya manusia dalam menciptakan organisasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25184 PENGARUH REKRUTMEN DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI PT. CIPTA PAPERIA KRAGILAN KABUPATEN SERANG 2026-08-08T10:45:42+00:00 Maryati maryati140203@gmail.com Uli Wildan Nuryanto uli.wildan11@gmail.com Edi Muhammad Abduh Al Hamidi kaptenmorgan345@gmail.com <p>Produktivitas kerja karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan, produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pada proses rekrutmen dan proses pelatihan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rekrutmen dan pelatihan kerja baik secara parsial maupun secara simultan terhadap produktivitas karyawan pada bagian produksi PT. Cipta Paperia Kragilan Kabupaten Serang Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik non probability sampling dengan populasi sebanyak 180 responden sedangkan sampel sebanyak 64 responden setelah dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Versi 26. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama dengan nilai thitung (3,014) &gt; ttabel (1,999) serta nilai signifikansi sebesar 0,004 &lt; 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hipotesis kedua nilai thitung (5,313) &gt; dari ttabel (1,999) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hipotesis ketiga nilai Fhitung (16,368) &gt; Ftabel (3,15) serta nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama rekrutmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, hipotesis kedua pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, hipotesis ketiga rekrutmen dan pelatihan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan pada PT. Cipta Paperia.</p> <p><em>Employee productivity is one of the key factors in achieving a company's objectives. Employee productivity is influenced by various factors, including the recruitment process and job training. This study aims to determine the effect of recruitment and job training, both partially and simultaneously, on employee productivity in the production department of PT. Cipta Paperia Kragilan, Serang Regency. This study employed a quantitative method with an associative approach. The sampling technique used was non-probability sampling. The population consisted of 180 employees, while the sample comprised 64 respondents, determined using the Slovin formula. Data were analyzed using SPSS version 26. The results showed that the first hypothesis was accepted, with a calculated t-value of 3.014, which was greater than the t-table value of 1.999, and a significance value of 0.004, which was less than 0.05. Thus, Ha was accepted and H₀ was rejected. The second hypothesis was also accepted, with a calculated t-value of 5.313, which exceeded the t-table value of 1.999, and a significance value of 0.000, which was less than 0.05. Likewise, the third hypothesis was accepted, with a calculated F-value of 16.368, which was greater than the F-table value of 3.15, and a significance value of 0.000, which was less than 0.05. The findings indicate that recruitment has a positive and significant effect on employee productivity. Job training also has a positive and significant effect on employee productivity. Furthermore, recruitment and job training simultaneously have a positive and significant effect on employee productivity at PT. Cipta Paperia.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25100 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN JASA DALAM MEMBENTUK PERILAKU PEMBELI ORGANISASI: STUDI KASUS GRAB FOR BUSINESS (GRABFLEET) 2026-08-07T05:22:26+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Ais Fadillah aisf9362@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran jasa yang diterapkan oleh Grab Indonesia melalui lini bisnis Grab for Business (GrabFleet) dan pengaruhnya terhadap perilaku pembeli organisasi dalam memilih dan mempertahankan penggunaan layanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap pihak Grab for Business/GrabFleet sebagai narasumber utama, didukung dengan studi dokumentasi dari sumber sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengaitkan bauran pemasaran jasa (7P) dengan model perilaku pembeli organisasi yang mencakup tahapan pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, hingga evaluasi pascapembelian, serta peran-peran dalam pusat pembelian (buying center) seperti initiator, user, influencer, decider, buyer, dan gatekeeper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran jasa Grab for Business yang berorientasi pada efisiensi operasional, integrasi layanan (transportasi, logistik, dan solusi pembayaran), kemudahan administrasi melalui sistem satu tagihan, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk personalisasi layanan, berperan signifikan dalam membentuk preferensi dan loyalitas organisasi sebagai pembeli korporat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian pemasaran jasa business-to-business (B2B) serta kontribusi praktis bagi pelaku usaha jasa dalam merancang strategi pemasaran yang menyasar segmen organisasi.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/25107 KONSEP DASAR MANAJEMEN PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS (B2B): STRATEGI MEMBANGUN HUBUNGAN DAN NILAI ANTARBISNIS 2026-08-07T06:26:59+00:00 Rakhmad Agung Hidayatullah rakhmadagunghidayatullah@gmail.com Maulidah Zalfa maulidahzalfaa@gmail.com <p>Pemasaran Business to Business (B2B) memiliki karakteristik yang fundamental berbeda dari pemasaran Business to Consumer (B2C), berfokus pada hubungan rasional dan janga Panjang antarorganisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar manajemen B2B dengan penekanan khusus pada strategi membangun hubungan antarbisnis dan penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan. Melalui sintesis literatur dari berbagai sumber, termasuk studi empiris di industry manufaktur, pariwisata, dan UMKM, artikel ini mengidentifikasi bahwa esensi pemasaran B2B terletak pada pengolahan hubungan yang berkualitas-yang dibangun atas dasar kepercayaan, komitmen, dan kepuasan-sebagai kunci untuk menciptakan nilai bersama (value co-creation) muncul sebagai elemen dinamis yang mampu memperkuat kualitas hubungan dan menghasilkan kepuasan ekonomi bagi kedua belah pihak. Analisis juga menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran B2B yang efektif membutuhkan pergeseran dari pendekatan transaksional ke relasional, dengan memanfaatkan analisis lingkungan internal dan eksternal (seperti analisis SWOT) serta strategi diferensiasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Temuan ini menyoroti bahwa keberhasilan dalam pemasaran B2B tidak hanya bergantung pada kualitas produk atau harga, tetapi pada kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan sumber daya, membangun kemitraan strategis, dan secara konsisten menciptakan nilai yang dirasakan oleh mitra bisnisnya, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24873 PERAN JOB SATISFACTION SEBAGAI PEMEDIASI PENGARUH COMPENSATION, JOB STRESS DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP TURNOVER INTENTION 2026-07-31T09:16:02+00:00 Rizma Restania restaniarizma@gmail.com Rohmini Indah Lestari rohmini@usm.ac.id Rini Sugiarti rinisugiartipsikologi@usm.ac.id <p>Tingginya turnover intention pada generasi Z menjadi tantangan bagi perusahaan karena dapat meningkatkan biaya rekrutmen, pelatihan, dan mengganggu keberlangsungan operasional organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh compensation, job stress, dan work life balance terhadap turnover intention dengan job satisfaction sebagai variabel intervening pada generasi Z mahasiswa Universitas Semarang yang sudah bekerja. Penelitian ini didasarkan pada Social Exchange Theory (SET) yang menjelaskan bahwa hubungan antara karyawan dan organisasi terbentuk melalui pertukaran timbal balik yang saling menguntungkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada generasi Z mahasiswa Universitas Semarang yang telah bekerja. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Variabel yang diteliti meliputi compensation, job stress, work life balance, job satisfaction, dan turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compensation berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Job stress tidak berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, tetapi tidak berpengaruh negatif terhadap turnover intention sebagaimana hipotesis yang diajukan. Job satisfaction berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, job satisfaction terbukti memediasi secara parsial pengaruh compensation dan work life balance terhadap turnover intention, namun tidak mampu memediasi pengaruh job stress terhadap turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa compensation merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan job satisfaction dan menurunkan turnover intention pada generasi Z.</p> <p><em>High turnover intention among Generation Z employees has become a challenge for organizations because it increases recruitment and training costs while disrupting organizational sustainability. This study aims to analyze the effects of compensation, job stress, and work-life balance on turnover intention, with job satisfaction serving as an intervening variable among working Generation Z students at Universitas Semarang. The study is grounded in Social Exchange Theory (SET), which explains that employee–organization relationships are built upon reciprocal exchanges that create mutual benefits. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to working Generation Z students at Universitas Semarang. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The variables examined in this study were compensation, job stress, work-life balance, job satisfaction, and turnover intention. The results indicate that compensation has a positive and significant effect on job satisfaction and a negative and significant effect on turnover intention. Job stress does not significantly affect job satisfaction but has a positive and significant effect on turnover intention. Work-life balance has a positive and significant effect on job satisfaction but does not support the proposed negative relationship with turnover intention. Job satisfaction has a negative and significant effect on turnover intention. Furthermore, job satisfaction partially mediates the relationship between compensation and turnover intention as well as between work-life balance and turnover intention, but it does not mediate the relationship between job stress and turnover intention. These findings suggest that compensation is the most influential factor in enhancing job satisfaction and reducing turnover intention among Generation Z employees. </em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis