Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb id-ID Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA MELALUI INOVASI PEMASARAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA UMKM KULINER DI KABUPATEN PONOROGO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24652 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan kemampuan komunikasi terhadap keberlanjutan usaha dengan inovasi pemasaran sebagai variabel mediasi pada UMKM kuliner di Kabupaten Ponorogo. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 125 responden pemilik UMKM kuliner yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-10 dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi pemasaran dan keberlanjutan usaha. Kemampuan komunikasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang kuat terhadap inovasi pemasaran, namun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Selanjutnya, inovasi pemasaran terbukti secara signifikan memediasi pengaruh literasi digital dan kemampuan komunikasi terhadap keberlanjutan usaha kuliner. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pemasaran sebagai jembatan strategis dalam mengubah kapabilitas internal (digital dan komunikasi) menjadi keberlanjutan bisnis jangka panjang.</p> Palupi Qurrota'ayun Fery Setiawan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PEMANFAATAN BUKTI DIGITAL DAN JEJAK AUDIT ACCURATE DALAM MENDETEKSI DEVIASI PENGENDALIAN INTERNAL: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN FREIGHT FORWARDING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/23765 <p>Latar Belakang: Transisi proses audit internal dari lingkungan berbasis kertas ke sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan perangkat lunak akuntansi telah mengubah karakteristik audit internal perusahaan. Pergeseran ini mengubah ketergantungan auditor dari dokumen fisik ke bukti digital. Meskipun perangkat lunak akuntansi seperti Accurate menyediakan dokumen perubahan (history) dan log audit yang kuat, auditor internal sering menghadapi tantangan dalam mengekstraksi, memvalidasi, dan mengubah data log mentah tersebut menjadi temuan audit yang sah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan keandalan pemanfaatan bukti digital dari log perangkat lunak akuntansi Accurate—khususnya modul Finance—dalam mendeteksi deviasi pengendalian internal dan potensi kecurangan (fraud) perusahaan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif pada salah satu perusahaan forwarder (PT X). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan auditor TI dan manajer audit internal, observasi ekstraksi log aktivitas, serta triangulasi dokumentasi konfigurasi sistem. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa jejak audit (audit trail) Accurate secara efektif merekam modifikasi data yang tidak sah dan pelanggaran pemisahan tugas (segregation of duties). Namun, pemanfaatan optimalnya terhambat oleh kebijakan retensi log yang tidak memadai dan adanya kesenjangan keterampilan analisis data di kalangan auditor internal tradisional. Kesimpulan: Bukti digital dari sistem Accurate menyediakan jejak yang mutlak dan tahan manipulasi untuk investigasi internal, dengan syarat perusahaan menetapkan tata kelola yang jelas terkait preservasi log dan pelatihan auditor yang berkelanjutan.</p> Sutono Lilis Ardini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PENGARUH UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) DAN INFLASI TERHADAP INVESTASI (PMDN) DI SUMATERA UTARA PADA TAHUN 2001-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24485 <p>Riset ini dimaksudkan guna mengkaji dampak Upah Minimum Regional (UMR) serta laju inflasi terhadap Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Sumatera Utara, baik secara individual maupun bersamaan. Dasar pelaksanaan riset tersebut dilandasi oleh signifikansi kebijakan penggajian yang memadai serta kestabilan kondisi makroekonomi dalam mewujudkan suasana investasi yang mendukung demi memacu perkembangan perekonomian wilayah. Pendekatan riset yang diterapkan ialah kuantitatif dengan menggunakan model regresi linier berganda berbasis data deret waktu (time series) selama periode 2001–2025. Pengujian dugaan penelitian dilaksanakan secara individual melalui uji t serta secara bersamaan melalui uji F. Temuan riset memperlihatkan bahwa secara individual, variabel UMR memberikan dampak positif serta bermakna terhadap PMDN di Provinsi Sumatera Utara dengan tingkat signifikansi sebesar 0,0000 &lt; 0,05. Kondisi tersebut selaras dengan Teori Makroekonomi Keynesian serta Teori Upah Efisiensi, yang menjelaskan bahwa kenaikan tingkat upah sanggup meningkatkan kemampuan daya beli penduduk sehingga menjadi daya tarik bagi investasi yang berorientasi pasar (market-seeking investment). Sebaliknya, variabel inflasi secara individual menunjukkan keterkaitan yang berlawanan arah, tetapi memberikan pengaruh negatif yang tidak bermakna terhadap PMDN dengan tingkat signifikansi sebesar 0,6822 &gt; 0,05. Keadaan tersebut mengisyaratkan bahwa sepanjang perubahan tingkat harga masih berada dalam ambang batas yang dapat ditoleransi, penanam modal domestik telah memperhitungkan risiko tersebut ke dalam perencanaan usaha berjangka panjang sesuai dengan Teori Ekspektasi Rasional. Secara bersama-sama (uji F), gabungan variabel UMR dan inflasi terbukti memberikan pengaruh yang bermakna terhadap PMDN dengan nilai probabilitas sebesar 0,0000 &lt; 0,05. Simpulan dari riset ini menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja melalui penetapan UMR yang memadai bukanlah menjadi hambatan, melainkan dorongan yang efektif apabila dipadukan dengan kestabilan harga (inflasi) sehingga mampu membentuk ukuran kelayakan iklim investasi yang menyeluruh. Temuan tersebut memberikan konsekuensi kebijakan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara beserta para pengambil kebijakan terkait agar menyinergikan kebijakan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dengan pengendalian kestabilan harga yang dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) demi mempertahankan sekaligus memaksimalkan daya tarik penanaman modal domestik yang berkesinambungan.</p> Grace Irene Margaretta Silitonga Indra Maipita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PENGARUH FREKUENSI MOBILITAS KERJA, LINGKUNGAN KERJA, IDENTITAS PROFESIONAL, DAN GAJI TERHADAP KEPUASAN DAN KINERJA KARYAWAN DI DISTRIBUTOR BATAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24004 <p>Keberhasilan operasional perusahaan distributor tidak terlepas dari kemampuan sumber daya manusia dalam mendukung seluruh aktivitas distribusi. Penelitian ini menelaah keterkaitan antara mobilitas kerja, identitas profesional, lingkungan kerja, dan gaji dengan kepuasan kerja serta kinerja karyawan pada perusahaan distributor di Kota Batam. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari 299 responden. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode SEM-PLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa frekuensi mobilitas kerja, identitas profesional, dan gaji karyawan memberikan kontribusi positif terhadap kepuasan kerja, sedangkan lingkungan kerja tidak memperlihatkan pengaruh yang berarti. Pada model kinerja karyawan, frekuensi mobilitas kerja dan gaji karyawan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan, sementara identitas profesional dan lingkungan kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa frekuensi mobilitas kerja dan gaji karyawan memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan dibandingkan faktor lain yang diteliti. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat pengelolaan karier dan sistem kompensasi guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pencapaian sasaran organisasi.</p> Yuli Indah Fajar Dini Amelia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PENGARUH TRANSPARANSI UMPAN BALIK (FEEDBACK) HASIL PENILAIAN KINERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN: SEBUAH STUDI LITERATUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/23941 <p>Penilaian kinerja merupakan instrumen krusial dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) untuk mengevaluasi kontribusi karyawan. Namun, efektivitasnya sering kali terhambat oleh minimnya transparansi dalam penyampaian umpan balik (<em>feedback</em>). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi umpan balik hasil penilaian kinerja terhadap motivasi kerja karyawan melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menelaah literatur ilmiah, buku teks, dan artikel jurnal bereputasi yang relevan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa transparansi umpan balik memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam memantik motivasi kerja, baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Ketika evaluasi disampaikan secara terbuka, berkala, dan objektif, hal tersebut meruntuhkan jarak psikologis, membangun rasa percaya (<em>organizational trust</em>), serta memperjelas arah karier karyawan. Sebaliknya, umpan balik yang tertutup memicu apatisme dan penurunan produktivitas. Studi ini merekomendasikan agar organisasi mentransformasi model evaluasi searah menjadi dialog dua arah yang transparan guna membangun iklim kerja yang berorientasi pada pertumbuhan.</p> <p><em>Performance appraisals are a crucial instrument in Human Resource Management (HRM) for evaluating employee contributions. However, their effectiveness is often hampered by a lack of transparency in the delivery of feedback. This article aims to analyze the effect of transparent performance appraisal feedback on employee work motivation through a literature review approach. The method used is descriptive qualitative, reviewing relevant scientific literature, textbooks, and reputable journal articles. The literature synthesis indicates that feedback transparency has a positive and significant influence on igniting work motivation, both intrinsic and extrinsic. When evaluations are delivered openly, regularly, and objectively, they break down psychological distance, build organizational trust, and clarify employee career paths. Conversely, closed feedback triggers apathy and decreases productivity. This study recommends that organizations transform the one-way evaluation model into a transparent, two-way dialogue to foster a growth-oriented work climate.</em></p> Dimas Indro Wijoyo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SMPK ST. ISIDORUS LEWOTALA TAHUN PELAJARAN 2025/2026 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24689 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di SMPK St.Isidorus Lewotala, yang disebabkan oleh karakteristik materi ips yang luas serta metode ceramah yang monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 1 guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan 6 siswa. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Tahapan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa telah terlaksana secara optimal melalui empat indikator strategis yaitu; (1) pelaksanaan apersepsi dan kuis interaktif ; (2) Penerapan metode pembelajaran; (3) pemberian tugas ;&nbsp; dan (4)&nbsp; pemberian sanksi. Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi kebijakan supervisi klinis kepala sekolah, ketersediaan fasilitas multimedia, komitmen bebas kekerasan dan hubungan erat dengan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah cakupan materi ips yang padat dan luas yang menuntut hafalan tinggi, perbedaan kecepatan belajar siswa, keengganan siswa terhadap tugas tertulis yang monoton, serta kekhawatiran guru terkait batasan uu perlindungan anak.</p> Fransiska Barek Kolin Brigita Elisabet Kr. Uran Reinaldis Masi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 ADAPTIVE STRATEGY BASED AGILITY: DEVELOPING AND VALIDATING A NEW STRATEGIC MANAGEMENT CONSTRUCT THROUGH EXPLORATORY FACTOR ANALYSIS IN TYPE C HOSPITALS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/23917 <p><em>Hospitals operating in volatile, uncertain, complex, and ambiguous (VUCA) healthcare environments require a strategic-level capability spanning sensing, seizing, reconfiguring, and institutionalizing adaptive routines. Existing agility and dynamic capability instruments capture parts of this cycle but rarely integrate the institutionalization stage that sustains adaptive gains. This study conceptualizes and tests Adaptive Strategy Based Agility (ASBA), grounded in Dynamic Capability Theory and Institutional Theory, examining whether twelve theoretically derived indicators cohere into one reflective factor. A quantitative, cross-sectional design surveyed 100 Directors/Senior Managers of Type C hospitals across four major Indonesian cities (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya). Twelve indicators spanning sensing, seizing, transforming, and institutionalizing clusters were measured on a five-point Likert scale and analyzed via principal-component Exploratory Factor Analysis. Sampling adequacy was superb (KMO = .926), and Bartlett's test was significant (χ² = 677.682, df = 66, p &lt; .001). One component was extracted (eigenvalue = 6.847), explaining 57.06% of variance. All twelve indicators loaded strongly (.707–.803; communalities .499–.645), exceeding conventional thresholds and supporting a unidimensional structure. ASBA is empirically supported as a unidimensional strategic capability bridging dynamic-capability microfoundations with institutional theory's institutionalization mechanism, offering hospital management a diagnostic lens for strategic adaptability and a validated indicator set for confirmatory testing.</em></p> Tresia Mahaputeri Nusantari Maghfirah Denny Bernardus Cliff Kohardinata Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 RFM BASED CUSTOMER LOYALTY SEGMENTATION FOR DEVELOPING B2B MARKETING STRATEGIES: A CASE STUDY OF XYZ HOSPITAL NORTH JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24565 <p>Transaksi perusahaan mitra B2B di Rumah Sakit XYZ Jakarta Utara menunjukkan pola yang fluktuatif dari waktu ke waktu sehingga menyulitkan rumah sakit dalam mengidentifikasi tingkat loyalitas customer serta menentukan strategi pemasaran yang tepat bagi setiap perusahaan mitra. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan strategi retensi customer kurang efektif dan meningkatnya risiko customer berhenti bertransaksi (churn). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat loyalitas perusahaan mitra B2B menggunakan metode Recency, Frequency, Monetary (RFM) serta merumuskan strategi Marketing Mix 8P berdasarkan hasil segmentasi customer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data tagihan rawat jalan perusahaan mitra periode Januari–Desember 2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil segmentasi customer pada semester pertama dan semester kedua, kemudian mengelompokkan customer ke dalam empat kategori, yaitu Loyal, Potensial, At Risk (Churn Risk), dan Tidak Loyal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah customer mitra meningkat dari 118 pada semester pertama menjadi 127 pada semester kedua tahun 2025. Beberapa customer baru di semester kedua, masuk dalam kategori Potensial dan Loyal. Meski demikian, analisis mengungkapkan adanya perubahan perilaku transaksi customer. Sebanyak empat customer mitra mengalami penurunan kategori dari Potensial menjadi Tidak Loyal, dua customer berubah dari Potensial menjadi At Risk (Churn Risk), serta satu customer kategori Potensial berhenti bertransaksi pada semester kedua. Selain itu, terdapat 27 customer yang bertransaksi pada semester pertama tetapi tidak lagi bertransaksi pada semester kedua, yang terdiri atas 22 customer kategori Tidak Loyal, empat customer kategori At Risk (Churn Risk), dan satu customer kategori Potensial. Berdasarkan hasil segmentasi RFM, penelitian ini merumuskan strategi Marketing Mix 8P yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing segmen customer. Strategi tersebut berfokus pada retensi dan penguatan hubungan jangka panjang bagi customer Loyal, peningkatan aktivitas transaksi bagi customer Potensial, pencegahan churn bagi customer At Risk (Churn Risk), serta re-engagement dan evaluasi kerja sama bagi customer Tidak Loyal. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi rumah sakit dalam mengembangkan strategi pengelolaan customer B2B berbasis data sehingga dapat meningkatkan efektivitas retensi customer, meminimalkan risiko churn, dan memperkuat kemitraan jangka panjang.</p> <p><em>Fluctuating transaction patterns among B2B partner companies between the first and second semesters of 2025 made it challenging for XYZ Hospital, North Jakarta, to accurately identify customer loyalty levels and implement targeted customer relationship strategies. This condition may reduce the effectiveness of customer retention efforts and increase the risk of customer churn. Therefore, this study aims to identify the loyalty level of B2B partner companies using the Recency, Frequency, Monetary (RFM) model and to formulate 8P Marketing Mix strategies based on customer segmentation results. This study employed a descriptive quantitative approach using outpatient billing data from partner companies covering the period from January to December 2025. Customer segmentation was performed by comparing RFM analysis results between the first and second semesters, with customers classified into four categories: Loyal, Potential, At Risk (Churn Risk), and Not Loyal. The findings indicate that the number of partner companies increased from 118 in the first semester to 127 in the second semester of 2025. A few of new customers categorized as Loyal and Potential customers. However, the analysis also revealed changes in customer transaction behavior. Four partner companies declined from the Potential to the Not Loyal segment, two moved from Potential to At Risk (Churn Risk), and one Potential customer ceased transactions during the second semester. Furthermore, 27 customers who had conducted transactions in the first semester did not return in the second semester, consisting of 22 Not Loyal customers, four At Risk (Churn Risk) customers, and one Potential customer. Based on the RFM segmentation results, this study proposes 8P Marketing Mix strategies tailored to the characteristics of each customer segment. The proposed strategies emphasize customer retention and long-term relationship strengthening for Loyal customers, transaction growth initiatives for Potential customers, churn prevention programs for At Risk (Churn Risk) customers, and re-engagement as well as partnership evaluation for Not Loyal customers. These findings provide practical insights for hospitals in developing data-driven B2B customer relationship management strategies to improve customer retention, minimize churn risk, and strengthen long-term partnerships.</em></p> Theofilus Richard Jerry Heikal Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PERAN PROGRAM MAGANG DALAM PENGEMBANGAN TALENTA PADA ERA TRANSISI INDUSTRI 4.0 MENUJU INDUSTRI 5.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24067 <p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa transisi yang terjadi dalam dunia industri 4.0 menuju industri 5.0 terhadap manajemen talenta yang mengarah pada evaluasi efektivitas strategi reskilling dan sistem magang yang berbasis digital sebagai mekanisme penting untuk menutup kesenjangan keterampilan serta membangun saluran talenta masa depan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan menerapkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dalam menjamin transparansi dan mengukur sejauh mana hasil yang sama diperoleh kembali menggunakan metode, data, dan prosedur yang sama. Analisis tematik ini dilakukan berdasarkan artikel jurnal yang terpilih hingga teridentifikasi tren pengembangan kompetensi tenaga kerja. Temuan mengungkapkan bahwa industri 5.0 menuntut pergeseran dari kemampuan teknis murni menuju kompetensi yang mengintegrasikan literasi digital yang berfungsi sebagai jembatan strategis antara pelatihan akademik dan kebutuhan industri, sedangkan strategi reskilling yang didukung secara teknologi AI berpotensi menjadi jalur pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Penelitian ini memiliki keterbatasan ketergantungan pada literatur yang tersedia dan sifat dari paradigma 5.0 yang masih baru, sehingga hasil yang ditemukan bersifat eksploratif dan masih memerlukan validasi melalui studi empiris di masa depan. Organisasi perlu memprioritaskan kemitraan terstruktur dengan institusi lain untuk menyelaraskan kurikulum dengan dinamika pasar dan pengembangan infrastruktur digital yang lebih komprehensif ke seluruh lapisan tenaga kerja. Penelitian ini juga memberikan kontribusi melalui sintesis strategi manajemen talenta yang memposisikan teknologi sebagai pendukung bagi inovasi manusia, bukan pengganti, melainkan pencipta ekosistem yang berpusat pada manusia.</p> Rina Widyanty Sugiono Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 PENGARUH TERAPI BERMAIN FLASHCARD TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELAS 1 DAN 2 DI SDN 01 NGADIREJO KABUPATEN MALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24002 <p>Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting dalam proses tumbuh kembang anak usia sekolah yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengolah informasi, mengingat, serta menyelesaikan permasalahan. Pemberian stimulasi yang sesuai diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan tersebut. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diterapkan adalah terapi bermain menggunakan media flashcard. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi bermain flashcard terhadap perkembangan kognitif anak kelas 1 dan 2 di SDN 01 Ngadirejo Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 40 responden dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan lembar observasi perkembangan kognitif yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi bermain flashcard. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi diberikan, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 22 anak (55%). Setelah pelaksanaan terapi bermain flashcard, mayoritas responden berada pada kategori baik sebanyak 31 anak (77,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain flashcard terhadap perkembangan kognitif anak kelas 1 dan 2 di SDN 01 Ngadirejo Kabupaten Malang.Peningkatan perkembangan kognitif yang diperoleh menunjukkan bahwa media flashcard dapat dimanfaatkan sebagai sarana stimulasi pembelajaran yang mendukung proses penerimaan dan pengolahan informasi pada anak melalui penyajian visual yang menarik. Oleh karena itu, terapi bermain flashcard dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif stimulasi untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.</p> <p><em>Cognitive development is an important aspect of the growth and development process of school-age children, as it is related to the ability to think, process information, remember, and solve problems. Appropriate stimulation is needed to optimize cognitive development. One form of stimulation that can be applied is play therapy using flashcard media. This study aimed to analyze the effect of flashcard play therapy on the cognitive development of first- and second-grade students at SDN 01 Ngadirejo, Malang Regency. This study employed a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design. A total of 40 respondents were selected using the total sampling technique. Data were collected using a cognitive development observation sheet administered before and after the implementation of flashcard play therapy. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before the intervention, most respondents were in the moderate cognitive development category, accounting for 22 children (55%). After the implementation of flashcard play therapy, the majority of respondents were in the good cognitive development category, accounting for 31 children (77.5%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p &lt; 0.05), indicating that flashcard play therapy had a significant effect on the cognitive development of first- and second-grade students at SDN 01 Ngadirejo, Malang Regency. The improvement in cognitive development suggests that flashcards can be utilized as a learning stimulation medium that supports children’s ability to receive and process information through engaging visual presentations. Therefore, flashcard play therapy may serve as an alternative stimulation strategy to support the cognitive development of school-age children</em></p> Lely Chkartiko Purbaningrum Nining Loura Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NIAT MENERAPKAN GAYA HIDUP SEHAT BERKELANJUTAN DI KALANGAN MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/24753 <p>Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi berbagai determinan yang mungkin memengaruhi adopsi dan pemeliharaan jangka panjang perilaku gaya hidup sehat oleh siswa di wilayah Kota Batam. Variabel motivasi dan identitas diri dalam studi ini diintegrasikan dengan perluasan TPB agar diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses yang membentuk niat perilaku sekaligus pendekatan yang lebih komprehensif untuk studi perilaku berkelanjutan. Ringkasan konstruk yang termasuk dalam studi ini ditampilkan pada Tabel 2; motivasi, keyakinan perilaku, keyakinan normatif, keyakinan kontrol, dan identitas diri diperlakukan sebagai variabel eksogen, sedangkan niat merupakan variabel endogen yang ditargetkan untuk prediksi. Kemudian, penelitian ini merupakan studi survei kuantitatif, dengan menggunakan instrumen kuesioner terstruktur pada pekerja paruh waktu yang terdaftar secara resmi dan/atau merupakan mahasiswa aktif di beberapa universitas di Kota Batam (n = 112). Implikasi uji empiris menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keyakinan perilaku siswa, keyakinan normatif, dan keyakinan kontrol. Sementara itu, model kedua menunjukkan bahwa identitas diri merupakan variabel penting dalam menentukan niat siswa untuk menjalani gaya hidup sehat secara harian. Selain itu, keyakinan perilaku terbukti berfungsi sebagai variabel mediasi yang sesuai dalam hubungan motivasi–niat, sedangkan keyakinan normatif dan keyakinan kontrol tidak menunjukkan adanya mediasi dalam proses ini.</p> <p><em>This study aimed to explore the various determinants that may influence the adoption and long-term maintenance of healthy lifestyle behaviors by students in Batam City. The motivation and self-identity variables in this study were integrated with an extension of the TPB to gain a comprehensive understanding of the processes that shape behavioral intentions and to provide a more comprehensive approach to the study of sustainable behavior. A summary of the constructs included in this study is presented in Table 2; motivation, behavioral beliefs, normative beliefs, control beliefs, and self-identity were treated as exogenous variables, while intention was the endogenous variable targeted for prediction. Furthermore, this study was a quantitative survey study, using a structured questionnaire instrument among officially registered part-time workers and/or active students at several universities in Batam City (n = 112). The implications of the empirical test indicate that motivation has a positive and significant effect on students' behavioral beliefs, normative beliefs, and control beliefs. Meanwhile, the second model indicates that self-identity is an important variable in determining students' intentions to adopt a healthy lifestyle on a daily basis. Furthermore, behavioral beliefs were shown to function as an appropriate mediating variable in the motivation-intention relationship, while normative beliefs and control beliefs did not show any mediation in this process</em></p> Rizni Aulia Qadri Vandy Alfredo Fitriana Aidnilla Sinambela Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7 STRATEGIC DEXTERITY RECOMPOSITION: DEVELOPING AND VALIDATING A NEW STRATEGIC MANAGEMENT CONSTRUCT THROUGH EXPLORATORY FACTOR ANALYSIS IN TOURISM RESORTS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jreb/article/view/23918 <p><em>Tourism resorts in Indonesia's eastern and emerging regions face volatile demand, rapid digitalization, and intense competition for scarce, heterogeneous resources. Resource-Advantage Theory of Competition (RAToC) explains comparative advantage through resource combination and collaboration, while Dynamic Capability Theory (DCT) explains sensing, seizing, and transforming, yet no validated construct integrates both into one resort-relevant measure. This study conceptualizes and tests Strategic Dexterity Recomposition (SDR), grounded in RAToC and DCT, examining whether twelve theoretically derived indicators cohere into one reflective factor. A quantitative, cross-sectional design surveyed 102 resort Directors/Senior Managers across five Indonesian provinces (Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat). Twelve single-item indicators spanning sensing, seizing, transforming, and collaborating/coordinating clusters were measured on a seven-point Likert scale and analyzed via principal-component Exploratory Factor Analysis. Sampling adequacy was superb (KMO = .926), and Bartlett's test was significant (χ² = 586.064, df = 66, p &lt; .001). One component was extracted (eigenvalue = 6.315), explaining 52.63% of variance. Eight indicators exceeded the .50 communality/loading thresholds (.520–.813), while four (SDR2, SDR6, SDR9, SDR11) fell below the communality threshold despite loadings above .60. SDR is preliminarily supported as unidimensional, bridging RAToC's resource-recomposition logic with DCT's sensing-seizing-transforming logic, though four require revision before confirmatory testing.</em></p> Inke Rentandatu Christian Herdinata Tommy Christian Efrata Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Revolusi Ekonomi dan Bisnis 2026-07-30 2026-07-30 9 7