IMPLEMENTASI TEORI FRAUD HEXAGON DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
Studi Kasus pada Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di BEI Tahun 2020 – 2024
Kata Kunci:
Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuangan, F-Score, Perusahaan AsuransiAbstrak
Kecurangan laporan keuangan merupakan salah satu bentuk penyimpangan dalam penyajian laporan keuangan yang dapat merugikan berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen – elemen dalam teori fraud hexagon, yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi, terhadap kecurangan laporan keuangan. Kecurangan laporan keuangan dalam penelitian ini diukur menggunakan model F-Score. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 – 2024. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 80 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan kesempatan dan arogansi berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Sementara itu, rasionalisasi, kapabilitas, dan kolusi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh elemen teori fraud hexagon berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan asuransi.




