PERAN AL-QUR'AN DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA: ANALISIS TAFSIR ATAS AYAT-AYAT WASATHIYAH

Penulis

  • Usnul Khatimah Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah
  • M. Askari Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah
  • Novita Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah

Kata Kunci:

Moderasi Beragama, Wasathiyah, Tafsir Al-Qur'an, Toleransi, Ekstremisme

Abstrak

Moderasi beragama merupakan prinsip fundamental dalam Islam yang bersumber langsung dari ajaran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an dalam membangun paradigma moderasi beragama melalui kajian tafsir terhadap ayat-ayat wasathiyah, sekaligus mengkaji relevansinya dalam konteks kehidupan beragama di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah [2]: 143, QS. An-Nisa’ [4]: 135, QS. Al-Ma’idah [5]: 66, QS. Al-Hujurat [49]: 13, dan QS. Al-Furqan [25]: 67, beserta penafsiran dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan fondasi teologis dan etis yang kokoh dalam membangun sikap keberagamaan yang moderat melalui empat peran utama, yaitu: (1) menanamkan nilai keadilan dan keseimbangan (wasathiyah); (2) menumbuhkan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan melalui konsep ta’aruf dan tasamuh; (3) mendorong dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan; serta (4) menolak segala bentuk ekstremisme (tatharruf) dan sikap berlebihan (ghuluw). Kajian tafsir terhadap ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa Islam merupakan agama pertengahan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, inklusivitas, dan persaudaraan universal. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam dan kontekstual terhadap ayat-ayat wasathiyah menjadi sangat relevan dalam memperkuat moderasi beragama umat Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan radikalisme, intoleransi, dan fragmentasi sosial di era kontemporer.

Religious moderation is a fundamental principle in Islam derived directly from the teachings of the Qur'an. This study aims to analyze the role of the Qur'an in building a paradigm of religious moderation through tafsir (exegetical) analysis of wasathiyah verses, and to examine their relevance in the context of contemporary religious life. This research employs a qualitative approach with a library research method. Primary data sources are derived from the Qur'an, particularly QS. Al-Baqarah [2]: 143, QS. An-Nisa' [4]: 135, QS. Al-Ma'idah [5]: 66, QS. Al-Hujurat [49]: 13, and QS. Al-Furqan [25]: 67, along with their interpretations from classical and contemporary tafsir works. The findings reveal that the Qur'an provides a strong theological and ethical foundation for building moderate religious attitudes through four main roles: (1) instilling values of justice and balance (wasathiyah); (2) fostering tolerance and appreciation of differences through the concepts of ta'aruf and tasamuh; (3) encouraging dialogue and deliberation in resolving differences; and (4) rejecting all forms of extremism (tatharruf) and ghuluw. The tafsir study of these verses proves that Islam is inherently a religion of the middle way that upholds justice, inclusivity, and universal brotherhood. A deep and contextual understanding of wasathiyah verses is highly relevant to strengthening religious moderation among Muslims in facing the challenges of radicalism, intolerance, and social fragmentation in the contemporary era.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29