Jurnal Riset Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri id-ID Wed, 29 Apr 2026 15:56:17 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KISAH LUQMAN AL-HAKIM: ANALISIS TAFSIR TARBAWI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/20820 <p>Pendidikan karakter merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk kepribadian generasi muslim yang berakhlak mulia. Di era modern yang penuh tantangan moral dan sosial, Al-Qur’an hadir sebagai sumber nilai yang kaya dan otentik, salah satunya melalui kisah Luqman Al-Hakim dalam Surah Luqman ayat 12-19. Namun, potensi pedagogis kisah tersebut belum sepenuhnya digali secara sistematis melalui pendekatan tafsir tarbawi dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kisah Luqman Al-Hakim berdasarkan pendekatan tafsir tarbawi, serta mengkaji relevansinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik. Sumber data primer berasal dari Surah Luqman ayat 12-19 beserta tafsir-tafsirnya, sedangkan sumber sekunder meliputi literatur pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan tafsir tarbawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Luqman Al-Hakim mengandung enam nilai pendidikan karakter utama yang saling berkaitan, yaitu: (1) nilai pendidikan tauhid dan kepercayaan kepada Allah sebagai landasan utama pembentukan karakter; (2) nilai pendidikan berbakti kepada orang tua yang mencerminkan rasa syukur dan tanggung jawab sosial; (3) nilai pendidikan akhlak mulia dan toleransi yang menekankan kerendahan hati serta penghormatan terhadap sesama; (4) nilai pendidikan tanggung jawab dan kesadaran sosial melalui konsep amar ma'ruf nahi munkar; (5) nilai pendidikan kesabaran dan ketahanan mental dalam menghadapi cobaan hidup; serta (6) nilai pendidikan keseimbangan dan moderasi (wasathiyyah) dalam bersikap dan bertutur kata. Nilai-nilai ini memiliki relevansi tinggi untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan Islam modern, baik melalui pendekatan terpadu dalam mata pelajaran, pembiasaan budaya sekolah, maupun keteladanan pendidik dan orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir tarbawi merupakan pendekatan yang efektif untuk menggali dimensi pedagogis Al-Qur'an, khususnya dalam upaya penguatan pendidikan karakter generasi muslim yang berakhlak mulia.</p> <p><em>Character education is a fundamental pillar in shaping the moral personality of Muslim generations. In the modern era, marked by increasing moral and social challenges, the Qur’an serves as a rich and authentic source of values, particularly through the story of Luqman Al-Hakim in Surah Luqman verses 12–19. However, the pedagogical potential of this narrative has not been systematically explored through the tarbawi tafsir approach in the context of contemporary Islamic education. This study aims to identify and analyze the values of character education contained in the story of Luqman Al-Hakim based on the tarbawi tafsir approach, and to examine their relevance in the context of contemporary Islamic education. This research employs a library research method with a qualitative descriptive-analytical approach. Primary data sources are derived from Surah Luqman verses 12–19 along with their commentaries, while secondary sources include literature on Islamic education, character education, and tarbawi tafsir. The findings reveal that the story of Luqman Al-Hakim contains six interconnected core values of character education: (1) the value of tawhid education and belief in Allah as the primary foundation of character formation; (2) the value of filial piety reflecting gratitude and social responsibility; (3) the value of noble morality and tolerance emphasizing humility and respect for others; (4) the value of responsibility and social awareness through the concept of amar ma'ruf nahi munkar; (5) the value of patience and mental resilience in facing life's trials; and (6) the value of balance and moderation (wasathiyyah) in attitude and speech. These values are highly relevant to be integrated into modern Islamic educational curricula, whether through an integrated subject approach, school culture habituation, or exemplary modeling by educators and parents. This study affirms that tarbawi tafsir is an effective approach to uncovering the pedagogical dimensions of the Qur'an, particularly in efforts to strengthen the character education of Muslim generations with noble morals.</em></p> Alfarida, M. Askari, Novita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/20820 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PERAN AL-QUR'AN DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA: ANALISIS TAFSIR ATAS AYAT-AYAT WASATHIYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/20898 <p>Moderasi beragama merupakan prinsip fundamental dalam Islam yang bersumber langsung dari ajaran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an dalam membangun paradigma moderasi beragama melalui kajian tafsir terhadap ayat-ayat wasathiyah, sekaligus mengkaji relevansinya dalam konteks kehidupan beragama di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah [2]: 143, QS. An-Nisa’ [4]: 135, QS. Al-Ma’idah [5]: 66, QS. Al-Hujurat [49]: 13, dan QS. Al-Furqan [25]: 67, beserta penafsiran dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan fondasi teologis dan etis yang kokoh dalam membangun sikap keberagamaan yang moderat melalui empat peran utama, yaitu: (1) menanamkan nilai keadilan dan keseimbangan (wasathiyah); (2) menumbuhkan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan melalui konsep ta’aruf dan tasamuh; (3) mendorong dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan; serta (4) menolak segala bentuk ekstremisme (tatharruf) dan sikap berlebihan (ghuluw). Kajian tafsir terhadap ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa Islam merupakan agama pertengahan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, inklusivitas, dan persaudaraan universal. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam dan kontekstual terhadap ayat-ayat wasathiyah menjadi sangat relevan dalam memperkuat moderasi beragama umat Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan radikalisme, intoleransi, dan fragmentasi sosial di era kontemporer.</p> <p><em>Religious moderation is a fundamental principle in Islam derived directly from the teachings of the Qur'an. This study aims to analyze the role of the Qur'an in building a paradigm of religious moderation through tafsir (exegetical) analysis of wasathiyah verses, and to examine their relevance in the context of contemporary religious life. This research employs a qualitative approach with a library research method. Primary data sources are derived from the Qur'an, particularly QS. Al-Baqarah [2]: 143, QS. An-Nisa' [4]: 135, QS. Al-Ma'idah [5]: 66, QS. Al-Hujurat [49]: 13, and QS. Al-Furqan [25]: 67, along with their interpretations from classical and contemporary tafsir works. The findings reveal that the Qur'an provides a strong theological and ethical foundation for building moderate religious attitudes through four main roles: (1) instilling values of justice and balance (wasathiyah); (2) fostering tolerance and appreciation of differences through the concepts of ta'aruf and tasamuh; (3) encouraging dialogue and deliberation in resolving differences; and (4) rejecting all forms of extremism (tatharruf) and ghuluw. The tafsir study of these verses proves that Islam is inherently a religion of the middle way that upholds justice, inclusivity, and universal brotherhood. A deep and contextual understanding of wasathiyah verses is highly relevant to strengthening religious moderation among Muslims in facing the challenges of radicalism, intolerance, and social fragmentation in the contemporary era.</em></p> Usnul Khatimah, M. Askari, Novita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/20898 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/21165 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan minat belajar siswa di era digital, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi literatur (library research). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari berbagai sumber pustaka berupa buku ilmiah, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi guru PAI di era digital mencakup pemanfaatan platform e-learning, video pembelajaran, aplikasi mobile edukatif, dan media sosial sebagai sarana dakwah kreatif yang terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa. Keberhasilan strategi tersebut dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, dan dukungan institusional. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi meliputi kesenjangan digital, rendahnya literasi digital sebagian guru, serta risiko terkikisnya nilai-nilai karakter akibat penggunaan teknologi yang tidak bijaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI di era digital memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keislaman secara seimbang, serta sinergi antara guru, sekolah, pemerintah, dan orang tua.</p> <p><em>This study aims to examine the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in improving students' learning interest in the digital era, as well as identifying the supporting and inhibiting factors in its implementation. The method used is a descriptive qualitative approach with library research. Data were collected through documentation from scientific books, journal articles, and relevant previous studies. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that PAI </em></p> <p><em>teachers' strategies in the digital era include the use of e-learning platforms, educational videos, mobile applications, and social media as creative da'wah tools, all of which have proven effective in increasing student engagement and learning interest. The success of these strategies is influenced by teachers' digital competence, availability of technological infrastructure, and institutional support. On the other hand, challenges include the digital divide, low digital literacy among some teachers, and the risk of eroding character values due to unwise use of technology. This study concludes that the transformation of PAI learning in the digital era requires a holistic approach that balances technology integration with Islamic values, supported by synergy among teachers, schools, government, and parents.</em></p> Nadia Izaz Fatahudin, M. Askari Zakariah, Novita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jri/article/view/21165 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000