KOMUNIKASI PEMASARAN FITUR SATSPAM IM3 SEBAGAI STRATEGI EDUKASI KEAMANAN DIGITAL BAGI PENGGUNA

(Studi Pada Pelanggan IM3 di Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Kota Palembang)

Penulis

  • Mei Sylia Putri UIN Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

SATSPAM, Keamanan Digital, Integrated Marketing Communication, IM3, Komunikasi Pemasaran

Abstrak

Maraknya penipuan digital seperti phishing, smishing, dan penyebaran tautan berbahaya telah menimbulkan kerugian finansial dan psikologis bagi masyarakat Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari seperempat masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan digital, dengan nilai kerugian mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Kondisi ini mendorong perusahaan telekomunikasi untuk berperan aktif dalam upaya perlindungan dan edukasi keamanan digital. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 merespons fenomena tersebut dengan menghadirkan fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) sebagai sistem perlindungan otomatis berbasis teknologi kecerdasan buatan. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam strategi komunikasi pemasaran fitur SATSPAM sebagai sarana edukasi keamanan digital bagi pelanggan IM3. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis pengalaman magang selama 3,5 bulan di Divisi Marketing Communication IM3 Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi pesan, integrasi media, koordinasi saluran komunikasi, dan pemanfaatan customer touchpoints menjadi indikator IMC yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran keamanan digital masyarakat. Program magang ini tidak hanya memperkuat literasi digital pelanggan, tetapi juga meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa di bidang komunikasi pemasaran.

The increasing prevalence of digital fraud, such as phishing, smishing, and the distribution of malicious links, has caused significant financial and psychological losses among Indonesian society. Data indicate that more than a quarter of the Indonesian population has experienced digital fraud, with total losses amounting to trillions of rupiah each year. This condition encourages telecommunication companies to take an active role in providing digital security protection and education. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), through its brand IM3, responds to this phenomenon by introducing the SATSPAM (Anti-Scam and Spam Unit) feature as an automatic protection system based on artificial intelligence technology. This article aims to analyze the implementation of Integrated Marketing Communication (IMC) in the marketing communication strategy of the SATSPAM feature as a means of digital security education for IM3 customers. The study employs a descriptive qualitative method based on a 3.5-month internship experience in the Marketing Communication Division of IM3 Palembang. The findings indicate that message consistency, media integration, coordination of communication channels, and the utilization of customer touchpoints are key IMC indicators that play an important role in increasing public awareness of digital security. This internship program not only strengthens customers’ digital literacy but also enhances students’ professional competencies in the field of marketing communication.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30