https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/issue/feedJurnal Spektrum Ekonomi2026-05-30T17:33:59+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21583IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI ERA GLOBALISASI2026-05-04T04:23:19+00:00Lutfia Lukinitalutfialukinita@gmail.comAnnisa' Faza Syawaliafazaannisa3@gmail.comIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p>Kemiskinan tetap menjadi masalah struktur yang rumit di Indonesia, terutama dengan fenomena globalisasi saat ini yang memperlebar kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti proses implementasi kebijakan publik dalam program pengentasan kemiskinan dalam bentuk beberapa bantuan sosial, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Tunai Langsung (BLT), dan Kartu Pintar Indonesia (KIP). Melalui tinjauan pustaka deskriptif dengan penerapan pendekatan implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah dalam implementasi program pengentasan kemiskinan, antara lain ketidakakuratan data penerima manfaat, koordinasi antar lembaga yang buruk, dan inefisiensi distribusi. Menurut temuan, program bantuan sosial telah terbukti cukup berhasil dalam menjaga daya beli, meskipun ada kebutuhan untuk transformasi dalam hal tata kelola dan peningkatan sistem data melalui pembentukan DTSEN dan SIKS-NG. Selain itu, sangat penting untuk menggeser strategi kebijakan ke program pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan daripada program bantuan sosial, yang membutuhkan pemimpin daerah yang visioner.</p> <p><em>Poverty remains an intricate structure problem in Indonesia, especially with the current phenomena of globalization which widen the gap between socio-economic groups. The purpose of this paper is to examine the implementation process of public policy in poverty reduction programs in the forms of several social assistance, namely the Family Hope Program (PKH), Non-Cash Food Assistance (BPNT), Direct Cash Assistance (BLT), and the Indonesia Smart Card (KIP). Through a descriptive literature review with the application of Van Meter and Van Horn policy implementation approach, this research identifies several problems within the implementation of poverty reduction programs, among others the inaccuracy of data on beneficiary, poor inter-agency coordination, and distribution inefficiency. According to the findings, social assistance programs have proved to be quite successful in preserving purchasing power, although there is a necessity for transformation in terms of governance and upgrading the data system through the establishment of the DTSEN and SIKS-NG. In addition, it is crucial to shift the policy strategy into a more sustainable economic empowerment program rather than social assistance program, which requires visionary regional leaders.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21492ANALISIS PERBEDAAN RASIO PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PSAK 16 TERKAIT PROCEEDS BEFORE INTENDED USE2026-04-30T04:22:54+00:00Astrid Melia Putriastridmeliaputri668@gmail.comFitra Dharmafitra.dharma@feb.unila.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 16 terkait proceeds before intended use. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio profitabilitas yang terdiri dari Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), serta rasio solvabilitas yang terdiri dari Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif pada perusahaan sektor industrials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 perusahaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan uji beda (Wilcoxon Signed Rank Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada rasio keuangan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 16, namun tidak seluruh rasio menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PSAK 16 memberikan dampak terhadap penyajian laporan keuangan, khususnya pada nilai aset dan laba, yang selanjutnya memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21573ANALISIS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER SYARIAH MELALUI JALUR PEMBIAYAAN TERHADAP PENGUATAN UMKM SYARIAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH2026-05-04T01:55:12+00:00Fathan Arhanfathanarhan83@gmail.comIchsan Iqbalichsaniqbal@iainptk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transmisi kebijakan moneter syariah melalui jalur pembiayaan terhadap penguatan UMKM syariah di Indonesia dengan menggunakan perspektif maqasid syariah sebagai kerangka evaluatif kesejahteraan sektor riil. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya studi transmisi kebijakan moneter syariah yang masih berorientasi pada pendekatan makroekonomi kuantitatif dan belum banyak mengintegrasikan indikator kesejahteraan berbasis maqasid syariah pada level mikro UMKM sebagai instrumen evaluasi efektivitas kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan terhadap artikel ilmiah bereputasi, dokumen kebijakan Bank Indonesia dan OJK, serta laporan industri keuangan syariah periode 2020–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pembiayaan merupakan kanal transmisi strategis dalam meningkatkan akses modal produktif, stabilitas usaha, dan keberlanjutan ekonomi UMKM syariah, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kapasitas intermediasi lembaga keuangan syariah dan tingkat literasi keuangan pelaku usaha. Secara teoretis, penelitian ini menawarkan model analisis integratif transmisi kebijakan moneter syariah berbasis indikator maqasid syariah sebagai pendekatan evaluasi kesejahteraan sektor riil. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan integrasi indikator kesejahteraan multidimensi berbasis maqasid syariah dalam desain evaluasi kebijakan moneter syariah untuk memperkuat efektivitas pengembangan UMKM secara inklusif dan berkelanjutan.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21555ANALISIS KEBIJAKAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BOS SEBAGAI PILAR STRATEGIS MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS2026-05-02T11:42:34+00:00Nayva Risalwa Wibowo25040674325@mhs.unesa.ac.idSyarief Ananda Maghribi25040674315@mhs.unesa.ac.idIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p><strong>Abstrak </strong>− Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan akuntabilitas pengelolaan Dana Bantuan Operasioanal Sekolah (Dana BOS) sebagai instrumen strategis dalam mendukung pencapaian SDGs 4. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap regulasi, laporan realisasi Dana BOS 2020-2024, data APM BPS, aporan SDGs Bappenas, serta jurnal ilmiah, analisis dilakukan dengan teknik content analysis menggunaan model implementasi kebijakan George C. Edward III dan kerangka Input-Output-Outcome. Hasil menunjukkan bahwa Dana BOS berkontribusi pada peningkatan akses pendidikan dan perbaikan ketepatan pelaporan melalui digitalisasi ARKAS, namun akuntabilitas masih belum optimal secara substantif, ditandai oelh ketidaksesuaian pennggunaan dana, kesenjangan kapasitas didaerah 3T, dan mutu pembelajaran yang belum meningkat signifikan. Disimpulkan bahwa Dana BOS efektif sebagai pilar akses, tetapi belum maskimal dalam mendorong kualitas pendidikan, sehingga diperlukan penguatan akuntabilitas berbasis hasil, peningkatan kapasitas manajerial, dan kolaborasi multipihak.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> − This study analyzes the implementation of accountability policies in the management of School Operational Assistance Funds (Dana BOS) as a strategic instrument to support the achievement of SDG 4. It employs a descriptive qualitative approach through a literature study of regulations, BOS realization reports from 2020–2024, BPS Net Enrollment Rate (APM) data, Bappenas SDGs reports, and relevant scientific journals. Data are analyzed using content analysis based on the policy implementation model of George C. Edward III and the Input–Output–Outcome framework. The results show that Dana BOS contributes to improving access to education and the timeliness of reporting through the digitalization of ARKAS; however, accountability remains substantively suboptimal, as indicated by inconsistencies in fund usage, capacity gaps in 3T (disadvantaged, frontier, and outermost) regions, and learning outcomes that have not significantly improved. The study concludes that Dana BOS is effective as an access pillar but not yet optimal in enhancing education quality, thus requiring a shift toward results-based accountability, strengthening managerial capacity, and fostering multi-stakeholder collaboration.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/22051ANALISIS PENDAPATAN DAERAH KOTA MEDAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH2026-05-20T12:07:00+00:00Flora Novita Sianipar25040674377@mhs.unesa.ac.idAndini Mutia Afandi25040674383@mhs.unesa.ac.idEva Hany Famida001901830evafamida@unesa.ac.idMelda Fadiyah Hidayat0026119206meldahidayat@mhs.unesa.ac.id<p>Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan daerah Kota Medan dan perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, atau data yang dikumpulkan dari sumber lain seperti jurnal ilmiah, laporan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan daerah Kota Medan masih didominasi oleh Pendapatan Daerah Asli (PPN), dengan kontribusinya melebihi 50% dari total pendapatan. Hal ini mencerminkan tingkat kemandirian fiskal yang cukup baik. Namun, realisasi PPN masih belum mencapai target, menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan dan pengumpulan pendapatan daerah. Lebih lanjut, ketergantungan yang tinggi pada dana transfer dan keterlambatan pencairan Dana Pendapatan Dalam Negeri (PPN) patut diperhatikan. Mengenai masalah pengeluaran, ketidakseimbangan pendapatan dan pengeluaran, yang menciptakan defisit anggaran dan alokasi belanja modal yang rendah, merupakan masalah serius. Pendapatan daerah merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, namun optimalisasi pengelolaannya sangat penting.</p> <p>This study was conducted to analyze Medan City's regional revenue and support regional development. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. The data used in this study is secondary data, or data collected from other sources such as scientific journals, reports, and documentation. The results of the analysis indicate that Medan City's regional revenue is still dominated by Original Regional Revenue (VAT), with its contribution exceeding 50% of total revenue. This reflects a fairly good level of fiscal independence. However, VAT realization has still not reached the target, indicating problems in the management and collection of regional revenue. Furthermore, the high dependence on fund transfers and delays in the disbursement of Domestic Revenue Funds (VAT) are noteworthy. Regarding expenditure issues, the imbalance between revenue and expenditure, which creates a budget deficit and low allocation of capital expenditure, is a serious problem. Regional revenue is a very important factor in supporting economic growth, but optimizing its management is crucial.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21523MEMBANGUN KEPERCAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN LEMBAGA YANG TRANSPARAN DAN BERPRESTASI2026-05-01T03:48:47+00:00Arif Wahyudiuncbtsmkn3@gmail.comRahmahrahmahh873@gmail.comArdianardianahmad205@gmail.comSuriagirisuriagiri1965@gmail.comNur Effendiefendisaja9@gmail.com<p>Transparansi dalam pengelolaan lembaga merupakan fondasi penting bagi masyarakat demokratis, karena mendorong akuntabilitas, mengurangi korupsi, dan meningkatkan kepercayaan publik. Artikel ini membahas hubungan antara praktik pengelolaan yang transparan dengan kinerja lembaga, serta bagaimana keterbukaan, akuntabilitas, dan tata kelola partisipatif berkontribusi dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan pendekatan kajian literatur, penelitian ini mensintesis temuan dari jurnal dan buku mengenai good governance dan kinerja kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi tidak hanya memperkuat legitimasi, tetapi juga mendorong prestasi lembaga, sehingga semakin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.</p> <p><em>Transparency in institutional governance is a cornerstone of democratic societies, fostering accountability, reducing corruption, and enhancing public trust. This paper explores the relationship between transparent management practices and institutional performance, emphasizing how openness, accountability, and participatory governance contribute to building societal trust. Using a literature review approach, the study synthesizes findings from journals and books on good governance and institutional performance. The results highlight that transparency not only strengthens legitimacy but also drives institutional achievements, ultimately reinforcing citizen confidence in public institutions.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21688PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN RETURN ON ASSETS (ROA)TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2019-20232026-05-07T08:56:14+00:00Dhea Lupitadhelupitaa18@gmail.comHardi Mulyonohardi_mulyono@univbinainsan.ac.idIndrawati Mara Kesumaindrawati_marakesuma@univbinainsan.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return On Assets (ROA) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Subsektor Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 83 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data menggunakan metode sekunder. Penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dan secara simultan bahwa Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai R2 sebesar 17,4%. Disimpulkan bahwa baik secara parsial maupun simultan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21516THE IMPACT OF ONLINE PROMOTIONS ON IMPULSIVE BUYING AMONG PRESIDENT UNIVERSITY STUDENT2026-04-30T13:50:47+00:00Atika Salsabilatika.salsabil@student.president.ac.idDelisya Najwa Tatiana Darmawandelisya.darmawan@student.president.ac.id<p><em>In today’s digital era, online shopping has become very common, especially among students. Promotions offered, such as discount offers, cash back, and free shipping, tend to drive consumers to make impulsive buying because these promotions do not require consumers to prepare purchases beforehand. This study aims to explore the impact of online promotions on impulsive buying behavior conducted among students at President University, specifically by using a qualitative approach through semi-structured interviews toward students who conduct shopping through e-commerce. The data obtained then analyzed using thematic analysis by categorizing the respondent into several themes to gain insights of their behaviors. The analysis shows that online promotions have a strong influence to increase purchase interests and cause unplanned purchases, which is also supported by emotional aspects, such as fear of missing out (FOMO), and curiosity. Overall, online promotions have proven to significantly increase impulsive buying behavior, but this behavior is also driven by internal factors, including emotions and self-control.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21581ANALISIS PENGGUNAAN STANDAR GRI DALAM PELAPORAN KEBERLANJUTAN DI INDONESIA2026-05-04T04:20:13+00:00Putri Nabilahputinabilah1326@gmail.comFirstya Trista Faradibafirstyatrista@gmail.comTitiek Rachmawatititiekrachmawati@untag-sby.ac.id<p>Dalam era Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) saat ini, akuntansi keberlanjutan menjadi semakin penting. Global Reporting Initiative (GRI) tetap menjadi salah satu standar internasional yang paling banyak diadopsi untuk pelaporan keberlanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar GRI dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan di Indonesia dan korelasinya dengan praktik akuntansi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka, studi ini meneliti berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa standar GRI secara signifikan membantu perusahaan dalam mengungkapkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan mereka secara transparan. Namun, beberapa tantangan implementasi masih ada di Indonesia, termasuk kurangnya pemahaman yang mendalam, keterbatasan sumber daya manusia, dan tidak adanya peraturan wajib yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi standar GRI dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan non-keuangan dalam kerangka akuntansi Indonesia.</p> <p><em>In the current Environmental, Social, and Governance (ESG) era, sustainability accounting has become increasingly pivotal. The Global Reporting Initiative (GRI) remains one of the most widely adopted international standards for sustainability reporting. This study aims to analyze the implementation of GRI standards in corporate sustainability reporting in Indonesia and its correlation with sustainable accounting practices. Using a qualitative descriptive approach through a literature review, this study examines various relevant scientific sources. The findings indicate that GRI standards significantly assist companies in transparently disclosing their economic, social, and environmental performance. However, several implementation challenges persist in Indonesia, including a lack of deep understanding, limited human resources, and the absence of stringent mandatory regulations. This research concludes that the adoption of GRI standards can strengthen the transparency and accountability of non-financial reporting within the Indonesian accounting framework.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21572EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI BANDUNG2026-05-04T01:29:24+00:00Melyn Ajeng Hartini25040674236@unesa.mhs.ac.idVerlita Keyzia Putri25040674258@unesa.mhs.ac.idIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mempelajari literatur melalui berbagai dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), peraturan-peraturan serta jurnal ilmiah yang terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari George C. Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH berperan cukup baik dalam membantu keluarga miskin mengurangi beban pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, serta memastikan mereka tetap bisa mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan sosial. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hambatan, seperti akurasi data penerima bantuan, kualitas pengawasan, risiko ketergantungan, serta koordinasi antar lembaga yang belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, PKH dapat dianggap cukup efektif sebagai program perlindungan sosial, tetapi masih perlu diperkuat agar upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Bandung dapat berjalan lebih berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of the Family Hope Program (PKH) implementation in alleviating poverty in Bandung City. This study employed a qualitative approach, examining various official government documents, data from the Central Bureau of Statistics (BPS), regulations, and related scientific journals. The analysis employed George C. Edward III's policy implementation theory, which encompasses aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results indicate that PKH plays a significant role in helping poor families reduce their daily expenses and ensuring access to education, healthcare, and social services. However, several obstacles remain in its implementation, such as the accuracy of recipient data, the quality of oversight, the risk of dependency, and inadequate coordination between institutions. Therefore, PKH can be considered quite effective as a social protection program, but it still needs to be strengthened to ensure more sustainable poverty alleviation efforts in Bandung.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21541ANALISIS EFISIENSI BELANJA MODAL PADA SEKTOR PENDIDIKAN DI KOTA SURABAYA2026-05-02T04:58:14+00:00Nayla Dwiandita Natasya Putri25040674368@mhs.unesa.ac.idNabila Septiya Kirani25040674367@mhs.unesa.ac.idEva Hany Fanidaevafanida@unesa.ac.idMelda Fadiyah Hidayatmeldahidayat@unesa.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efisiensi pengelolaan anggaran sektor pendidikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis belanja modal pada sektor pendidikan di Kota Surabaya periode 2022-2025 serta mengevaluasi dampak alokasi tersebut terhadap kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan Constant Return to Scale (CRS) yang berorientasi pada input. Variabel input meliputi anggaran belanja pendidikan dan jumlah sekolah, sedangkan variabel output mencakup Angka Melek Huruf (AMH), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Surabaya secara konsisten mencapai skor efisiensi sempurna sebesar 1,00 selama periode pengamatan. Nilai slack variabel yang nihil mengindikasikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan telah terserap secara produktif tanpa adanya pemborosan anggaran. Keberhasilan ini tercermin dari capaian RLS yang stabil pada angka 11 tahun pada 2025, yang memosisikan Surabaya sebagai best practice dalam tata kelola anggaran pendidikan untuk meningkatkan kualitas modal manusia.</p> <p><em>This research is motivated by the importance of efficiency in managing education sector budgets to support economic growth and community welfare amidst fiscal constraints. This study aims to measure the technical efficiency level of capital expenditure in the education sector in Surabaya City for the 2022-2025 period and evaluate the impact of such allocations on educational quality. The method employed is Data Envelopment Analysis (DEA) with an input-oriented Constant Return to Scale (CRS) approach. Input variables include the education budget and the number of schools, while output variables encompass the Literacy Rate (AMH), Expected Years of Schooling (HLS), and Mean Years of Schooling (RLS). The results indicate that Surabaya City consistently achieved a perfect efficiency score of 1.00 throughout the observation period. A zero slack variable value indicates that every rupiah allocated was absorbed productively without any budget wastage. This success is reflected in the stable RLS achievement of 11 years in 2025, positioning Surabaya as a best practice in education budget governance to enhance human capital quality</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21716ANALISIS PROGRAM MERDEKA BELAJAR PADA PERSPEKTIF SDGS 4 (QUALITY EDUCATION) DALAM MENDORONG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA2026-05-08T12:14:44+00:00Fannisa Nabila Shafira25040674313@mhs.unesa.ac.idAmanda Dhealita Putri Pungkita25040674348@mhs.unesa.ac.idIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Merdeka Belajar dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas di Indonesia, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi dan relevansi lulusan di pasar kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui penelaahan dokumen kebijakan, laporan capaian SDG, dan data statistik ketenagakerjaan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil: Temuan menunjukkan bahwa secara konseptual, Merdeka Belajar selaras dengan target SDG 4 dalam menciptakan fleksibilitas akademik dan integrasi keterampilan praktis. Namun, secara implementasi, masih terdapat tantangan berupa disparitas infrastruktur digital dan ketidaksiapan birokrasi di beberapa daerah. Kesimpulan: Program Merdeka Belajar telah memberikan fondasi yang kuat bagi transformasi mutu pendidikan, namun memerlukan penguatan pada sisi standarisasi mutu nasional agar dampaknya merata di seluruh institusi pendidikan tinggi.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar program from the perspective of Sustainable Development Goals (SDG) 4 on quality education in Indonesia, and to evaluate its impact on improving the quality of higher education and the relevance of graduates in the job market. Methods: This study used a descriptive qualitative approach using a literature review. Data were collected through a review of policy documents, SDG achievement reports, and employment statistics, which were then analyzed using content analysis techniques. Results: The findings indicate that conceptually, Merdeka Belajar aligns with the SDG 4 target of creating academic flexibility and integrating practical skills. However, in terms of implementation, challenges remain, such as disparities in digital infrastructure and bureaucratic unpreparedness in some regions. Conclusion: The Merdeka Belajar program has provided a strong foundation for transforming education quality, but requires strengthening national quality standards to ensure equitable impact across all higher education institutions.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/21518PATTERNS AND MOTIVATIONS FOR USING BUY NOW PAY LATER (BNPL) FOR NON-ESSENTIAL PURCHASES AMONG BUSINESS STUDENTS2026-05-01T01:20:02+00:00Ulfah Syamrotulfuadahulfah.syamrotulfuadah@student.president.ac.idNaila Zulfa Syaulia Arifinnaila.arifin@student.president.ac.id<p><em>The rapid growth of Buy Now Pay Later (BNPL) services has raised concerns about impulsive and non-essential purchases, particularly among young people who are still developing their financial literacy. This study aims to explore the motivations and usage patterns of BNPL for non-essential purchases among business students. This study employs a qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews with seven business students who actively use BNPL for non-essential items. The findings reveal four motivations: cash flow management, frictionless consumption, sensitivity to promotions, and justified purchases. Three usage patterns identified are price perception distortion leading to bill shock, impulsive purchases during flash sales, and the business student paradox—the gap between sound financial knowledge and persistent consumptive behavior. This study concludes that business students actively seek functional, hedonic, and cognitive satisfaction from BNPL, and that high financial literacy alone is insufficient to prevent consumptive behavior in a digital environment designed to encourage spending</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomi