https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/issue/feedJurnal Spektrum Ekonomi2026-07-30T18:56:00+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24186PENERAPAN KONSEP MULTI AKAD (HYBRID CONTRACT) DALAM PRODUK PEMBIAYAAN ANEKA GUNA DI BANK RIAU KEPRI SYARIAH2026-07-13T09:14:45+00:00Anata Kinantianatakinanti45@gmail.comRahmi Isrianirahmiisriani@uinbukittinggi.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan praktik pembiayaan perbankan syariah yang semakin kompleks, sehingga menuntut adanya inovasi akad melalui skema multi akad (hybrid contract) yang mampu menyesuaikan kebutuhan nasabah tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks ini, Bank Riau Kepri Syariah menerapkan pembiayaan aneka guna dengan mengombinasikan beberapa akad, seperti murabahah, ijarah multijasa, dan musyarakah mutanaqishah, yang penggunaannya disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan pembiayaan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penerapan konsep multi akad dalam pembiayaan aneka guna serta menilai kesesuaian implementasinya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan melibatkan pihak internal Bank Riau Kepri Syariah yang terkait dengan pembiayaan aneka guna, serta pihak nasabah yang menggunakan produk pembiayaan tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, sehingga diperoleh gambaran yang sistematis mengenai penerapan konsep multi akad (hybrid contract) dalam pembiayaan aneka guna di Bank Riau Kepri Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multi akad dalam pembiayaan aneka guna di Bank Riau Kepri Syariah dilakukan melalui tahapan yang sistematis, dimulai dari analisis kebutuhan nasabah, penentuan akad yang sesuai, hingga implementasi pembiayaan berdasarkan kesepakatan para pihak. Kombinasi akad murabahah digunakan untuk pembiayaan berbasis jual beli, ijarah multijasa untuk pembiayaan jasa, serta musyarakah mutanaqishah untuk skema kepemilikan bertahap. Selain itu, penerapan multi akad tersebut telah mengacu pada prinsip-prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku, sehingga secara umum dinilai sesuai dengan hukum ekonomi syariah</p> <p><em>This research is motivated by the increasingly complex evolution of Sharia banking financing practices, which necessitates contract innovation through multi-contract (hybrid contract) schemes capable of meeting customer needs without compromising Sharia principles. In this context, Bank Riau Kepri Syariah implements multi-purpose financing by combining several contracts such as murabahah, ijarah multijasa (multi-service lease), and musyarakah mutanaqishah (diminishing partnership) tailored to the specific financing requirements of customers. This study aims to analyze the application mechanism of the multi-contract concept in multi-purpose financing and to assess the alignment of its implementation with Sharia principles. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and document analysis, involving internal Bank Riau Kepri Syariah personnel associated with multi-purpose financing as well as customers utilizing the product. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing/verification to obtain a systematic overview of the multi-contract (hybrid contract) application in multi-purpose financing at Bank Riau Kepri Syariah. The research findings indicate that the application of multi-contracts in multi-purpose financing at Bank Riau Kepri Syariah follows a systematic process, ranging from analyzing customer needs and determining appropriate contracts to implementing the financing based on mutual agreement. Combinations of contracts are utilized: murabahah for sale-and-purchase-based financing, ijarah multijasa for service-based financing, and musyarakah mutanaqishah for gradual ownership schemes. Furthermore, the application of these multi-contracts adheres to Sharia principles and applicable regulations; thus, it is generally considered compliant with Sharia economic law</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/23706PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PERSEPSI KEGUNAAN DAN KEMUDAHAN TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN QRIS PADA WARUNG MADURA DI DKI JAKARTA2026-06-29T11:30:46+00:00Farizah Kartika Apriliafarzapr21@gmail.comRiswandiriswandi@unj.ac.idAditya Pratamaadityapratama@unj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan terhadap niat menggunakan QRIS pada pemilik Warung Madura di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (t = 2,271; sig. = 0,025), persepsi kegunaan (t = 4,315; sig. = 0,000), dan persepsi kemudahan (t = 7,220; sig. = 0,000; Beta = 0,525) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan QRIS, dengan persepsi kemudahan sebagai variabel paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman keuangan digital, manfaat yang dirasakan, serta kemudahan penggunaan sistem secara bersama-sama mendorong niat pemilik Warung Madura untuk mengadopsi QRIS sebagai alat pembayaran digital.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of financial literacy, perceived usefulness, and perceived ease of use on the intention to use QRIS among Warung Madura owners in DKI Jakarta. This research uses a quantitative approach with a survey method on 120 respondents selected through purposive sampling, analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that financial literacy (t = 2.271; sig. = 0.025), perceived usefulness (t = 4.315; sig. = 0.000), and perceived ease of use (t = 7.220; sig. = 0.000; Beta = 0.525) each have a positive and significant effect on the intention to use QRIS, with perceived ease of use as the most dominant variable. This indicates that digital financial understanding, perceived benefits, and ease of use collectively drive Warung Madura owners intention to adopt QRIS as a digital payment method. </em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24482ANALISIS KOMPARATIF PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT, TRADE OPENNESS, DAN URBANISASI TERHADAP EMISI KARBON DIOKSIDA DI KAWASAN ASEAN DAN AMERIKA LATIN2026-07-21T05:38:40+00:00Emfawani Hermanwaniemfa802@gmail.comSiti Fatimah Zahrasitifatimah@unj.ac.idSri Indah Nikensariindah_nikensari@unj.ac.id<p>Peningkatan emisi karbon dioksida sebagai dampak dari aktivitas ekonomi global masih menjadi ancaman yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang tidak dapat dipulihkan. Tren emisi karbon dioksida menunjukkan bahwa negara berkembang mengalami peningkatan emisi yang lebih signifikan dibanding negara maju. Peningkatan ini juga terjadi di kawasan ASEAN dan Amerika Latin yang didominasi oleh negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Foreign Direct Investment, Trade Openness, dan Urbanisasi terhadap Emisi karbon dioksida di kawasan ASEAN dan Amerika Latin selama periode 2016-2024. Negara yang diteliti di kawasan ASEAN meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan negara yang diteliti di kawasan Amerika Latin meliputi Argentina, Brazil, Kolombia, Ecuador, Mexico, dan Venezuela. Data yang digunakan bersumber dari World Bank dan dianalisis menggunakan metode regresi data panel Fixed Effect Model untuk kawasan Amerika Latin dan Random Effect Model untuk kawasan ASEAN. Proses pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI memiliki pengaruh negatif dan signifikan di kedua kawasan, kemudian trade openness berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida di kedua kawasan. Sedangkan, urbanisasi menunjukkan hasil yang berbeda yaitu urbanisasi berpengaruh positif dan signifikan di kawasan ASEAN, namun berpengaruh negatif dan signifikan di kawasan Amerika Latin. Temuan ini menunjukkan bahwa FDI berpotensi menekan emisi, sementara keterbukaan perdagangan cenderung meningkatkan emisi. Perbedaan pengaruh urbanisasi mencerminkan perbedaan karakteristik pembangunan dan tata kelola perkotaan di masing-masing kawasan.</p> <p><em>The rise in carbon dioxide emissions resulting from global economic activity remains a threat that could cause irreversible environmental damage. Trends in carbon dioxide emissions indicate that developing countries are experiencing a more significant increase in emissions than developed countries. This increase is also occurring in the ASEAN and Latin American regions, which are dominated by developing countries. This study aims to examine the effects of Foreign Direct Investment, Trade Openness, and Urbanization on carbon dioxide emissions in the ASEAN and Latin American regions during the 2016–2024 period. The countries studied in the ASEAN region include Indonesia, Malaysia, the Philippines, Cambodia, Thailand, and Vietnam. Meanwhile, the countries studied in Latin America include Argentina, Brazil, Colombia, Ecuador, Mexico, and Venezuela. The data used were sourced from the World Bank and analyzed using the Fixed Effects Model for the Latin American region and the Random Effects Model for the ASEAN region. Data analysis was conducted using EViews 13 software. The results show that FDI has a significant negative effect in both regions, while trade openness has a significant positive effect on carbon dioxide emissions in both regions. Meanwhile, urbanization shows differing results: it has a significant positive effect in the ASEAN region but a significant negative effect in the Latin American region. These findings suggest that FDI has the potential to reduce emissions, while trade openness tends to increase them. The differing effects of urbanization reflect the distinct characteristics of urban development and governance in each region.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24155ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOPI INDONESIA KE NEGARA TUJUAN EKSPOR TERBESAR TAHUN 2015-20242026-07-12T10:41:29+00:00Athirah Azhar Septianiathirahazharseptiani01@gmail.comSri Indah Nikensariindah_nikensari@unj.ac.idSiti Fatimah Zahrasitifatimah@unj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia ke negara tujuan ekspor terbesar tahun 2015-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel yang mencakup enam negara tujuan ekspor terbesar selama periode 2015-2024. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari UN Comtrade, World Bank, CEPII, dan UNCTAD. Objek penelitian adalah komoditas kopi dengan kode HS 090111 (tidak disangrai, tidak dihilangkan kafeinnya), yang berkontribusi besar terhadap ekspor kopi Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan bantuan software Eviews13 dan Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak ekonomi dan Revealed Comparative (RCA) berpengaruh positif dan signifikan, sebaliknya Gross Domestic Bruto (GDP) negara tujuan dan nilai tukar riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor kopi Indonesia. Sementara itu, populasi negara tujuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor kopi Indonesia. Berdasarkan hasil regresi, analisis potensi ekspor kopi menunjukkan bahwa Amerika Serikat, Malaysia, Mesir, Italia, Jerman, dan Jepang merupakan negara-negara yang memiliki permintaan ekspor yang tinggi selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas dan produksi dalam negeri, penguatan daya saing ekspor dan efisiensi biaya produksi, serta menjaga stabilitas nilai tukar sebagai strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan volume ekspor kopi Indonesia di pasar internasional.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24774PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM), KUALITAS PRODUK, DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK IPHONE DENGAN CITRA MEREK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING2026-07-28T13:45:48+00:00Zhafran Hafizhzhafranhafizh42@gmail.comYulasmiyulasmi@upiyptk.ac.idDella Asmaria Putridellaasmariaputri03@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (e-WOM), Kualitas Produk, dan Influencer Marketing terhadap Minat Beli Konsumen pada produk iPhone dengan Citra Merek sebagai variabel intervening. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen produk iPhone, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (e-WOM) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Citra Merek, Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Merek, Influencer Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Merek, Electronic Word of Mouth (e-WOM) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Minat Beli Konsumen, Kualitas Produk tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Minat Beli Konsumen, Influencer Marketing tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Minat Beli Konsumen, Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Konsumen, Citra Merek tidak mampu memediasi pengaruh Electronic Word of Mouth (e-WOM) terhadap Minat Beli Konsumen, Citra Merek mampu memediasi pengaruh Kualitas Produk terhadap Minat Beli Konsumen, dan Citra Merek mampu memediasi pengaruh Influencer Marketing terhadap Minat Beli Konsumen</p> <p>This study aims to analyze the influence of Electronic Word of Mouth (e-WOM), Product Quality, and Influencer Marketing on Consumer Purchase Intention toward iPhone products, with Brand Image as an intervening variable. Data were collected through the distribution of questionnaires to respondents. The population of this study consisted of iPhone consumers, with a sample of 100 respondents selected based on the sampling technique that met the research criteria. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) approach through the SmartPLS application. The results of the study indicate that Electronic Word of Mouth (e-WOM) has no positive and insignificant effect on Brand Image, Product Quality has a positive and significant effect on Brand Image, Influencer Marketing has a positive and significant effect on Brand Image, Electronic Word of Mouth (e-WOM) has no positive and insignificant effect on Consumer Purchase Intention, Product Quality has no positive and insignificant effect on Consumer Purchase Intention, Influencer Marketing has no positive and insignificant effect on Consumer Purchase Intention, Brand Image has a positive and significant effect on Consumer Purchase Intention, Brand Image is unable to mediate the effect of Electronic Word of Mouth (e-WOM) on Consumer Purchase Intention, Brand Image is able to mediate the effect of Product Quality on Consumer Purchase Intention, and Brand Image is able to mediate the effect of Influencer Marketing on Consumer Purchase Intention</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24423ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENGGUNAKAN PRODUK TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN SYARIAH CABANG UJUNG GURUN PADANG2026-07-19T05:20:18+00:00Widdiya Listi2003widyawidya@gmail.comAmsah Hendri Doniamsahhendridoni@uinbukittinggi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh investasi, gaya hidup dan nilai religius terhadap keputusan nasabah di Pegadaian Syariah Cabang Ujung Gurun Padang baik secara parsial maupun simultan. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini yaitu masih belum optimalnya keputusan nasabah dalam menggunakan produk tabungan emas, khusunya dalam pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Tring!. Meskipun jumlah nasabah cukup tinggi, masih terdapat nasabah yang belum aktif bertransaksi, yang menunjukkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapagan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 98 nasabah dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisi regrresi linear berganda, uji koefisisen determinasi(R2), serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial investasi dan gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusa nasabah. Sementara itu nilai religius secara parsial berpengaruh signifikan namun denga arah negatif terhadap keputusan nasabah. Namun, apanila diuji secara bersama-sama, investasi, gaya hidup dan nilai religius berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,567 menunjukkan bahwa 56,7 % variasi keputusan nasabah dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti kepercayaan, kualitas pelayanan dan promosi produk.</p> <p><em>This study aims to determine and analyze the influence of investment, lifestyle, and religious values on customer decisions at Pegadaian Syariah Ujung Gurun Padang Branch, both partially and simultaneously. The problem faced in this study is that customer decisions in using the gold savings product are still not optimal, especially in utilizing digital services through the Tring! application. Although the number of customers is relatively high, there are still customers who are not actively conducting transactions, indicating the existence of factors influencing these decisions. This research is field research using a quantitative approach. The sample consisted of 98 customers using a saturated sampling technique. Data collection techniques were carried out through questionnaires and observations. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, coefficient of determination test (R²), and hypothesis testing through t-tests and F-tests. The results of the study indicate that partially, investment and lifestyle have a positive and significant influence on customer decisions. Meanwhile, religious values partially have a significant influence but in a negative direction on customer decisions. However, when tested simultaneously, investment, lifestyle, and religious values significantly influence customer decisions. The coefficient of determination value of 0.567 indicates that 56.7% of the variation in customer decisions can be explained by these three variables, while the remaining percentage is influenced by other factors outside this study, such as trust, service quality, and product promotion.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24126PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN BERBASIS DIGITAL TERHADAP KINERJA OPERASIONAL RETAIL MALL DENGAN KEPUASAN TENANT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI2026-07-11T07:06:35+00:00Ina Ginawatiinaginawanti@gmail.comAceng Abdul Hamidkangaceng88@gmail.com<p>Perkembangan industri retail mall di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan perilaku konsumen, meningkatnya persaingan dengan platform e-commerce, serta tuntutan tenant terhadap pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Kondisi tersebut mendorong pengelola retail mall untuk menerapkan Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) berbasis digital sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional dan menjaga keberlangsungan hubungan dengan tenant. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen berbasis digital terhadap kinerja operasional retail mall dengan kepuasan tenant sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap tenant retail mall di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 150 tenant. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen berbasis digital berpengaruh positif terhadap kepuasan tenant dan kinerja operasional retail mall. Selain itu, kepuasan tenant terbukti memediasi hubungan antara Sistem Pengendalian Manajemen berbasis digital dan kinerja operasional. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam proses pengendalian mampu meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, kualitas pelayanan kepada tenant, serta mendukung pencapaian tujuan strategis pengelola retail mall.</p> <p><em>The retail mall industry in Indonesia is facing increasingly complex challenges due to changing consumer behavior, the rapid growth of e-commerce, and higher expectations from tenants regarding service quality and operational transparency. These challenges encourage shopping mall management to implement Digital Management Control Systems (DMCS) to improve operational effectiveness and strengthen tenant relationships. This study aims to examine the effect of Digital Management Control Systems on retail mall operational performance with tenant satisfaction as a mediating variable. A quantitative research approach was employed using a survey of 150 retail mall tenants in Indonesia selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that Digital Management Control Systems have a significant positive effect on tenant satisfaction and operational performance. Furthermore, tenant satisfaction partially mediates the relationship between Digital Management Control Systems and operational performance. These findings suggest that integrating digital technology into management control practices enhances decision-making effectiveness, service quality, and the achievement of strategic objectives in retail mall management..</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24685PENGARUH LIFESTYLE, DIGITAL PAYMENT, DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (EWOM) TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA2026-07-27T06:29:05+00:00Rakhma Auliarakhmaaulia351@gmail.comSanti Susantissusanti@unj.ac.idSuparnosuparno@feunj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lifestyle, digital payment, dan electronic word of mouth (EWOM) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan gaya hidup modern, kemudahan transaksi melalui pembayaran digital, serta meningkatnya paparan informasi, ulasan, dan rekomendasi produk melalui media digital yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 FEB UNJ angkatan 2022 sebanyak 626 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 244 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang berarti semakin tinggi gaya hidup mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku konsumtif; (2) digital payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang menunjukkan bahwa kemudahan dan efisiensi transaksi digital dapat mendorong peningkatan intensitas pembelian; (3) EWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang menunjukkan bahwa paparan ulasan, opini, dan rekomendasi produk melalui media digital dapat memengaruhi keputusan konsumsi mahasiswa; dan (4) secara simultan, lifestyle, digital payment, dan EWOM berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengelola gaya hidup, menggunakan digital payment secara bijak, serta bersikap kritis terhadap informasi, ulasan, dan rekomendasi produk yang diperoleh melalui media digital</p> <p><em>This study aims to analyze the effects of lifestyle, digital payment, and electronic word of mouth (EWOM) on the consumptive behavior of students at the Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta. The background of this study is based on the development of modern lifestyles, the convenience of transactions through digital payments, and the increasing exposure to product information, reviews, and recommendations through digital media, which have the potential to encourage students’ consumptive behavior. This study employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 626 undergraduate students of FEB UNJ from the 2022 cohort, with a sample of 244 respondents determined using the proportional random sampling technique. Data were collected through a questionnaire using a 1–5 Likert scale and analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics 26. The results showed that: (1) lifestyle had a positive and significant effect on students’ consumptive behavior, meaning that the higher the students’ lifestyle, the higher their tendency toward consumptive behavior; (2) digital payment had a positive and significant effect on students’ consumptive behavior, indicating that the convenience and efficiency of digital transactions can encourage an increase in purchase intensity; (3) EWOM had a positive and significant effect on students’ consumptive behavior, indicating that exposure to product reviews, opinions, and recommendations through digital media can influence students’ consumption decisions; and (4) lifestyle, digital payment, and EWOM simultaneously had a significant effect on students’ consumptive behavior. These findings highlight the importance of increasing students’ awareness of managing their lifestyle, using digital payments wisely, and critically evaluating product information, reviews, and recommendations obtained through digital media</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24328ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN DURIAN BAWOR PADA GUBUK DURIAN2026-07-16T08:48:03+00:00Aris Setiawanarisstwn2003@gmail.comEko Wahyu Budimanekowahyu.wahyu@gmail.comRima Dewi Oryza Sativarimadewioryza@gmail.com<p>Sektor hortikultura merupakan subsektor pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya komoditas durian. Tingginya minat masyarakat terhadap durian mendorong berkembangnya usaha penjualan durian, termasuk Gubuk Durian di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Dalam menghadapi persaingan usaha, kepuasan konsumen menjadi aspek penting bagi keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik konsumen Durian Bawor di Gubuk Durian serta menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan 40 responden yang dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi laki-laki (57,5%), berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, dan sebagian besar bekerja sebagai wirausaha. Secara parsial, harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, ditunjukkan oleh nilai Fhitung 12,247 > Ftabel 2,859 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,771 menunjukkan bahwa 77,1% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Kesimpulannya, harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan merupakan faktor penting yang memengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian Durian Bawor di Gubuk Durian.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24068PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA MELALUI KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR BUPATI PASAMAN BARAT2026-07-09T12:05:57+00:00Bramantiotiob1592@gmail.comSelvi Yona Sariselviyonasari@upiyptk.ac.idOlandari Mulyadi olandarimulyadi@upiyptk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Kantor Bupati Pasaman Barat. Populasi penelitian meliputi seluruh pegawai Kantor Bupati Pasaman Barat, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 50 responden.Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Selain itu, motivasi kerja serta komitmen organisasi juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya, disiplin kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja secara langsung. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung mengindikasikan bahwa komitmen organisasi mampu memediasi hubungan antara disiplin kerja dengan kepuasan kerja, serta hubungan antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja. Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa peningkatan kepuasan kerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh tingkat disiplin kerja dan motivasi kerja, tetapi juga dipengaruhi oleh kuatnya komitmen organisasi sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antarvariabel. Dengan demikian, Kantor Bupati Pasaman Barat perlu mengoptimalkan upaya peningkatan komitmen organisasi melalui penerapan disiplin kerja yang konsisten serta pemberian motivasi kerja secara berkesinambungan guna meningkatkan kepuasan kerja pegawai.</p> <p><em>This research investigates the influence of work discipline and work motivation on job satisfaction, with organizational commitment serving as an intervening variable among employees of the Pasaman Barat Regent's Office. The population of this study included all employees working at the Pasaman Barat Regent's Office, while a sample of 50 respondents was selected for data collection and analysis. The results reveal that both work discipline and work motivation exert a positive and significant influence on organizational commitment. In addition, work motivation and organizational commitment significantly and positively affect employees' job satisfaction. In contrast, work discipline does not directly exert a significant influence on job satisfaction. The analysis of indirect effects further confirms that organizational commitment serves as a significant mediating variable in the relationship between work discipline and job satisfaction, as well as between work motivation and job satisfaction. These findings suggest that employees' job satisfaction is influenced not only by the levels of work discipline and work motivation but also by the degree of organizational commitment. Organizational commitment plays a key mediating role in strengthening the relationships among these variables. Accordingly, the Pasaman Barat Regent's Office is encouraged to reinforce employees' organizational commitment by consistently implementing work discipline policies and continuously fostering work motivation, thereby enhancing overall job satisfaction.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24574FORMULASI STRATEGI MULTI-DIMENSI DAN TRANSFORMASI DAUR ULANG DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN BANK SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS2026-07-23T03:45:11+00:00Sindi Laras Sitorussindisitorus73@gmail.comNovliza Eka Patrisianovlizaekapatrisia@gmail.com<p>Akselerasi volume limbah rumah tangga akibat peningkatan populasi serta dinamika pola konsumsi masyarakat menjadi tantangan utama ekologis di Indonesia. Sebagai bentuk solusi terpadu, bank sampah berbasis komunitas hadir mengintegrasikan instrumen lingkungan, sosial, serta ekonomi melalui implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Meskipun kuantitas bank sampah menunjukkan tren kenaikan, tingkat keberlanjutan operasionalnya kerap terhambat oleh partisipasi warga yang rendah, keterbatasan alokasi dana, tata kelola organisasi yang belum solid, serta dinamika fluktuasi harga komoditas daur ulang. Kajian ini bertujuan membedah strategi keberlanjutan unit bank sampah menggunakan kerangka deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa daya tahan operasional bank sampah ditopang oleh lima pilar utama: kelembagaan, sosial, ekonomi, ekologi, serta regulasi kebijakan. Rangkaian langkah strategis yang direkomendasikan mencakup pemantapan tata kelola internal, adopsi teknologi digital dalam sistem administrasi, variasi sumber pendapatan, peningkatkan keterlibatan publik, pembangunan kemitraan lintas sektor, serta eksekusi skema ekonomi sirkular. Penerapan komprehensif dari strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi bank sampah sekaligus menyokong pencapaian target pembangunan berkelanjutan.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24280ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT GENERASI MUDA TERHADAP PROFESI PERTANIAN DI DESA KERTASARI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES2026-07-15T08:26:53+00:00Ajang Ali Basyarajangali660@gmail.comKhusnul Khotimahbundanusai@gmail.comSuci Nur Utamiid.sucinurutami@gmail.comM. Dini Aditamuhammaddiniaditia@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap profesi pertanian di Desa Kertasari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori, sampel sebanyak 43 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa faktor psikososial, fisik, dan ekonomi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat generasi muda (F = 3,403; sig = 0,007). Secara parsial, estimasi pendapatan menjadi determinan paling dominan dan responsif dengan kontribusi positif terbesar (0,250), diikuti oleh aspek keahlian (0,108) dan pengaruh teman sebaya (0,082). Sebaliknya, motivasi diri (-0,250) dan harapan masa depan (-0,163) memberikan pengaruh negatif, mencerminkan adanya benturan antara ekspektasi idealis pemuda dan realitas ketidakpastian sektor pertanian tradisional di lapangan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya orientasi finansial rasional dan kapasitas teknis. Disarankan adanya intervensi kebijakan berupa standardisasi harga pasar, subsidi input produksi, serta pelatihan smart farming berbasis teknologi untuk mentransformasi pertanian menjadi sektor usaha yang kompetitif.</p> <p><em>This study aims to analyze the factors influencing young people's interest in agricultural professions in Kertasari Village, Banjarharjo District, Brebes Regency. Through a quantitative approach with an explanatory survey method, a sample of 43 respondents was selected using a simple random sampling technique. The data were then analyzed using multiple linear regression. The F-test results showed that psychosocial, physical, and economic factors simultaneously had a significant influence on young people's interest (F = 3.403; sig = 0.007). Partially, estimated income was the most dominant and responsive determinant with the largest positive contribution (0.250), followed by expertise (0.108) and peer influence (0.082). Conversely, self-motivation (-0.250) and future expectations (-0.163) had a negative influence, reflecting the clash between idealistic youth expectations and the reality of uncertainty in the traditional agricultural sector on the ground. The implications of this study emphasize the importance of rational financial orientation and technical capacity. Policy interventions such as market price standardization, production input subsidies, and technology-based smart farming training are recommended to transform agriculture into a competitive business sector.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/23839ANALISIS PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA UMKM AHUI MIE PANGSIT DI KOTA BATAM2026-07-02T11:39:23+00:00Golan Hasangolan.hasan@uib.ac.idKendy Setiawan Hartono1941203.kendy@uib.eduKevin Salim2041167.kevin@uib.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelanggan pada UMKM Ahui mie pangsit di Kota Batam melalui penerapan tiga komponen utama Customer Relationship Management (CRM), yaitu operasional, analitis, dan kolaboratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRM operasional telah diterapkan melalui pelayanan langsung kepada pelanggan, pengelolaan pesanan, serta respons terhadap keluhan yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. CRM analitis masih terbatas pada pencatatan sederhana terkait preferensi dan kebiasaan pelanggan tanpa dukungan sistem yang terintegrasi, sehingga pemanfaatan data belum optimal. Sementara itu, CRM kolaboratif terlihat dari penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai sarana komunikasi dua arah, promosi, serta membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Secara keseluruhan, penerapan ketiga komponen CRM tersebut mampu meningkatkan loyalitas pelanggan, namun diperlukan pengembangan agar UMKM mie pangsit di Batam mampu meningkatkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, meskipun masih diperlukan optimalisasi pada aspek teknologi untuk mendukung daya saing usaha</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24530PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KREATIVITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN TANAH DATAR2026-07-22T07:13:17+00:00Rani Adestiadestirani@gmail.comVicky Brama Kumbaravickybrama@upiyptk.ac.idM. Afuanm.afuan@upiyptk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kretivitas sebagai Variabel Intervening pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tanah Datar. Dalam peneltian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Komunikasi Organisasi terhadap Kreativitas, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kreativitas, Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Karyawan, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan, Terdapat berpengaruh positif dan signifikan antara Kreativitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Kreativitas, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan melalui Kreativitas</p> <p><em>This study aims to examine the influence of organizational communication and work discipline on employee performance, with creativity serving as an intervening variable, at the Ministry of Religious Affairs Office in Tanah Datar Regency. The study employs Structural Equation Modeling (SEM) analysis using Partial Least Squares (PLS). The results indicate that there is a positive and significant influence of organizational communication on creativity and of work discipline on creativity; there is no positive and significant influence of organizational communication on employee performance; there is a positive and significant influence of work discipline on employee performance and of creativity on employee performance; and there is a positive and significant influence of organizational communication on employee performance through creativity, as well as of work discipline on employee performance through creativity</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24162ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN TENTANG PEMASARAN JASA PENDIDIKAN2026-07-13T02:27:23+00:00Alvonso Zamoranoalvonsozamorano26@gmail.comTaufik Hidayatth090402@gmail.comYuspianiyuspiani@uin-alauddin.ac.idAwaliah Musgamyawaliah.musgami@uin-alauddin.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan terkait pemasaran jasa pendidikan, implementasi pemasaran jasa pendidikan di lembaga pendidikan, serta dampak, tantangan, dan rekomendasi kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur, peraturan, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan, seperti otonomi pendidikan, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), penjaminan mutu, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas, mendukung pelaksanaan pemasaran jasa pendidikan. Implementasi pemasaran dilakukan melalui pengembangan program unggulan, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi digital. Kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, transparansi informasi, dan daya saing lembaga pendidikan. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti kesenjangan sumber daya, risiko komersialisasi pendidikan, persaingan yang tidak sehat, dan belum optimalnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan pengawasan, dan pengembangan kualitas layanan agar pemasaran jasa pendidikan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze educational policies related to educational service marketing, the implementation of educational service marketing in educational institutions, as well as the impacts, challenges, and policy recommendations for improving educational quality. The method used is a library research approach with a qualitative descriptive method through the analysis of relevant literature, regulations, and scientific journals. The results of the study indicate that educational policies, such as educational autonomy, School-Based Management (SBM), quality assurance, and the principles of transparency and accountability, support the implementation of educational service marketing. The implementation of educational marketing is carried out through the development of flagship programs, improvement of service quality, and the utilization of digital technology. These policies have positive impacts on improving educational quality, information transparency, and the competitiveness of educational institutions. However, several challenges remain, including disparities in resources, the risk of commercialization of education, unhealthy competition, and inadequate supervision. Therefore, strengthening policies, improving supervision, and enhancing service quality are necessary to ensure that educational service marketing can support sustainable educational quality improvement.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24816PENGARUH WORK LIFE BALANCE, LINGKUNGAN KERJA DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. SIRUKAM DAIRY FARM KABUPATEN SOLOK2026-07-29T13:58:07+00:00Fadil Ahmadfadilahmad0605@gmail.comRobby Dharmarobby_dharma@upiyptk.ac.idYosi Puspita Sariyosipuspita18@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan berusaha menganalisis Pengaruh Work Life Balance, Lingkungan Kerja Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kepuasan Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Sirukam Dairy Farm Kabupaten Solok. Penelitian ini adalah model Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat bantu analisis SmartPLS 3.0. Populasi dan sampel penelitian ini adalah karyawan PT. Sirukam Dairy Farm Kabupaten Solok. Hasil penelitian menemukan Terdapat pengaruh signifikan antara Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi. Terdapat pengaruh signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Komitmen Organisasi. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Komitmen Organisasi. Terdapat pengaruh signifikan antara Work Life Balance terhadap Kepuasan Karyawan. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Karyawan. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Kepuasan Karyawan. Terdapat pengaruh signifikan antara Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Karyawan. Komitmen Organisasi mampu memediasi Work Life Balance terhadap Kepuasan Karyawan. Komitmen Organisasi mampu memediasi Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Karyawan. Komitmen Organisasi tidak mampu memediasi Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Kepuasan Karyawan.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24454PENGARUH VISUAL MERCHANDISING DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA TOKO KOSMETIK DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT2026-07-20T06:03:30+00:00Jasmi Julitajasmijulita8@gmail.comCut Mega PutriCutmegaputri@utu.ac.idChairiyatonChairiyaton@utu.ac.idMardaletamardaleta@utu.ac.idYusnaidiyusnaidi@utu.ac.id<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh visual merchandising dan store atmospehere terhadap minat beli konsumen pada toko kosmetik di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di Toko Kosmetik yang berada di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Penentuan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan rumus cochran diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Teknik Pengumpulan data primer melalui kuesioner yang diolah menggunakan sistem aplikasi SPSS versi 23. Metode analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, koefisien determinasi. Hasil uji linear berganda diperoleh positif antara visual merchandising (X1) dan store atmosphere (X2) terhadap minat beli konsumen (Y). Nilai koefisien determinasi sebesar 53% terhadap minat beli konsumen dan sisanya 47% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Uji t diperoleh nilai t hitung 4,612 > t tabel 1,984 atau nilai sig 0,000 < 0,05, terdapat pengaruh secara parsial antara visual merchandising terhadap minat beli konsumen. Diperoleh Uji T diperoleh nilai t hitung 4,274 > t tabel 1,984 atau nilai sig 0,000 < 0,05, terdapat pengaruh secara parsial antara store atmosphere terhadap minat beli konsumen. Hasil uji F diperoleh nilai f hitung 54,800 > t tabel 3,09 atau nilai sig 0,000 < 0,05, maka H3 diterima dan H0 ditolak, terdapat pengaruh secara simultan antara visual merchandising dan store atmosphere terhadap minat beli konsumen pada Toko Kosmetik di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat</p> <p><em>The purpose of this study is to determine the effect of visual merchandising and store atmosphere on consumer purchasing interest in cosmetic stores in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency. This study uses a quantitative descriptive approach. The population in this study are consumers who shop at cosmetic stores in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency. The sample was determined using convenience sampling with the Cochran formula, resulting in a sample of 100 respondents. Primary data collection techniques were conducted through questionnaires processed using the SPSS version 23 application system. Data analysis methods used validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and determination coefficients. The results of the multiple linear test showed a positive relationship between visual merchandising (X1) and store atmosphere (X2) on consumer purchasing interest (Y). The coefficient of determination value was 53% for consumer purchasing interest, and the remaining 47% was influenced by other factors not examined. The t test obtained a t value of 4.612 > t table 1.984 or a sig value of 0.000 < 0.05, indicating a partial effect between visual merchandising and consumer purchasing interest. The t-test obtained a t-value of 4.274 > t-table 1.984 or a sig value of 0.000 < 0.05, indicating a partial influence between store atmosphere and consumer purchasing interest. The F test results obtained a calculated f value of 54.800 > t table 3.09 or a sig value of 0.000 < 0.05, so H3 is accepted and H0 is rejected. There is a simultaneous effect between visual merchandising and store atmosphere on consumer purchasing interest at cosmetic stores in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24148IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK BERBASIS SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KUALITAS LEMBAGA PENDIDIKAN2026-07-12T04:46:44+00:00Muh Hisyamhisyam.thamrin12@gmail.comRidwan Idrisridwan.idris@uin-alauddin.ac.idSt Syamsudduhast.syamsudduha@uin-alauddin.ac.idMuhammad Munzirmuhammadmunzir@iainpare.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategik berbasis sekolah dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Manajemen strategik berbasis sekolah merupakan pendekatan pengelolaan pendidikan yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program secara mandiri sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategik berbasis sekolah berperan penting dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan melalui perumusan visi dan misi yang jelas, penyusunan program kerja yang terarah, pengelolaan sumber daya yang efektif, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, penerapan manajemen strategik memungkinkan sekolah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan secara lebih sistematis sehingga mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan, prestasi peserta didik, dan daya saing lembaga. Keberhasilan implementasi manajemen strategik berbasis sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, komitmen warga sekolah, serta dukungan masyarakat dan pemerintah. Dengan demikian, manajemen strategik berbasis sekolah dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of school-based strategic management in improving the quality of educational institutions. School-based strategic management is an educational management approach that empowers schools to plan, implement, and evaluate various programs independently according to their needs and potential. This study employed a qualitative approach with library research. Data were obtained through a review of various scientific sources, such as books, journals, articles, and documents relevant to the research topic. Data analysis techniques were carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of school-based strategic management plays a significant role in improving the quality of educational institutions through the formulation of a clear vision and mission, the development of targeted work programs, effective resource management, increased competency of educators, and the involvement of various stakeholders in the decision-making process. In addition, the implementation of strategic management enables schools to identify opportunities and challenges more systematically, thereby improving the quality of educational services, student achievement, and institutional competitiveness. The success of the implementation of school-based strategic management is greatly influenced by the leadership of the principal, the commitment of the school community, and the support of the community and government. Thus, school-based strategic management can be an effective strategy in realizing quality and competitive educational institutions.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24706PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA RSIA MUTIARA BUNDA2026-07-27T10:17:34+00:00Tiara Monikatiaramnka97@gmail.comVicky Brama Kumbarabrama@upiyptk.ac.idDori Mittra Candanadorimittra@upiyptk.ac.id<p><strong>−</strong> RSIA Mutiara Bunda menghadapi permasalahan terkait Loyalitas karyawan. Fenomena ini menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan dan peran kepuasan kerja sebagai mekanisme penghubung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada RSIA Mutiara Bunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Stuctural Equation Model (SEM) dengan Partial Least Square (PLS), outer model, inner model, software SmartPLS3. Dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja, Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi terhadap Loyalitas Karyawan, Terdapat berpengaruh positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Loyalitas Karyawan, Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan terhadap Loyalitas Karyawan, Terdapat berpengaruh positif dan signifikan antara Kepuasan Kerja terhadap Loyalitas Karyawan, Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi Terhadap Loyalitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan Terhadap Loyalitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja</p> <p><em>RSIA Mutiara Bunda faces challenges related to employee loyalty. This phenomenon highlights the need for a deeper understanding of the factors influencing employee loyalty and the role of job satisfaction as a mediating mechanism. This study aims to analyze the effects of compensation, work environment, and leadership style on employee loyalty, with job satisfaction serving as an intervening variable at RSIA Mutiara Bunda. This study employed a quantitative approach using the Structural Equation Modeling (SEM) method with Partial Least Squares (PLS). Data were analyzed through the outer model and inner model using SmartPLS 3 software. The study involved a sample of 103 respondents. The results indicate that compensation does not have a positive and significant effect on job satisfaction. The work environment has a positive and significant effect on job satisfaction, and leadership style also has a positive and significant effect on job satisfaction. Compensation does not have a positive and significant effect on employee loyalty. In contrast, the work environment has a positive and significant effect on employee loyalty, while leadership style does not have a positive and significant effect on employee loyalty. Job satisfaction has a positive and significant effect on employee loyalty. Furthermore, job satisfaction does not mediate the relationship between compensation and employee loyalty. However, job satisfaction positively and significantly mediates the relationship between the work environment and employee loyalty, as well as the relationship between leadership style and employee loyalty</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24371PENGARUH INDEPENDENSI, BATASAN WAKTU, LOCUS OF CONTROL, TEKANAN KETAATAN, DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI KOTA MEDAN2026-07-17T08:20:46+00:00Endang Maya Sari Sitanggangendangmayasarisitanggang@gmail.comYulita Triadiartiyulita@unimed.ac.id<p>Kinerja auditor menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas, sehingga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari karakteristik individu maupun lingkungan kerja auditor. Auditor dituntut untuk mampu mempertahankan sikap independen, mengelola batasan waktu secara efektif, memiliki locus of control yang baik, mampu menghadapi tekanan ketaatan secara profesional, serta didukung oleh kompetensi yang memadai agar dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Independensi, Batasan Waktu, Locus of Control, Tekanan Ketaatan, dan Kompetensi Auditor terhadap Kinerja Auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada KAP di kota Medan, dengan sampel berjumlah 47 responden. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Independensi, Batasan Waktu, Locus of Control, Tekanan Ketaatan, dan Kompetensi Auditor, sedangkan variabel dependen adalah Kinerja Auditor. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4 melalui pengujian outer model, inner model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor, Batasan Waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor, Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor, Tekanan Ketaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor, serta Kompetensi Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor. Selain itu, secara simultan kelima variabel independen mampu menjelaskan variasi Kinerja Auditor dengan sangat baik, yang ditunjukkan oleh nilai R-Square sebesar 0,861. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan independensi, kemampuan mengelola batasan waktu, locus of control, kemampuan menghadapi tekanan ketaatan, dan kompetensi auditor berperan penting dalam meningkatkan kinerja auditor.</p> <p><em>Auditor performance is a critical aspect in producing high-quality audits; therefore, it is influenced by various factors stemming from both the auditor’s individual characteristics and the work environment. Auditors are required to maintain independence, manage time constraints effectively, possess a healthy locus of control, handle compliance pressure professionally, and be supported by adequate competencies to achieve optimal performance. This study aims to analyze the influence of Independence, Time Budget Pressure, Locus of Control, Obedience Pressure, and Auditor Competence on Auditor Performance.</em> <em>The population for this study consisted of auditors working at public accounting firms in the city of Medan, with a sample of 47 respondents. The data used are primary data obtained through the distribution of questionnaires to the respondents. The independent variables in this study consist of of Independence, Time Budget Pressure, Locus of Control, Obedience Pressure, and Auditor Competence, while the dependent variable is Auditor Performance. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of the SmartPLS version 4 software, including outer model evaluation, inner model evaluation, and hypothesis testing. The results of the study indicate that Independence has a positive and significant effect on Auditor Performance; Time Budget Pressure have a positive and significant effect on Auditor Performance; Locus of Control has a positive and significant effect on Auditor Performance; Obedience Pressure has a positive and significant effect on Auditor Performance; and Auditor Competence has a positive and significant effect on Auditor Performance. Furthermore, collectively, these five independent variables explain the variation in auditor performance very well, as indicated by an R-Square value of 0.861. Thus, it can be concluded that enhancing independence, effective time budget management, locus of control, the ability to deal with obedience pressure professionally, and auditor competence play a crucial role in improving auditor performance. </em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24110ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM PENCATATAN KEUANGAN DIGITAL PADA UMKM DI KECAMATAN BARUMUN KABUPATEN PADANG LAWAS2026-07-11T02:51:07+00:00Siti Masitoh Hasibuanmasitoh.hsb13@gmail.comTolentinotolentinopiliang@gmail.com<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam penerapan sistem pencatatan keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pencatatan keuangan digital pada UMKM di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang telah maupun belum memanfaatkan sistem pencatatan keuangan digital. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pencatatan keuangan digital memberikan kemudahan dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pemantauan kondisi keuangan usaha secara lebih efektif dan efisien. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan pengetahuan mengenai aplikasi keuangan, serta minimnya pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pelatihan, dan dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait agar pemanfaatan sistem pencatatan keuangan digital dapat berjalan optimal dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan UMKM.</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting regional economic growth. However, many MSME owners still face challenges in financial management, particularly in implementing digital financial recording systems. This study aims to analyze the implementation of digital financial recording systems among MSMEs in Barumun District, Padang Lawas Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting their implementation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving MSME owners who had and had not adopted digital financial recording systems. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of digital financial recording systems facilitates transaction recording, financial statement preparation, and business financial monitoring more effectively and efficiently. Nevertheless, several obstacles remain, including low digital literacy, limited knowledge of financial applications, and insufficient training and assistance for MSME owners. Therefore, enhancing education, training programs, and support from the government and related stakeholders is essential to optimize the adoption of digital financial recording systems and improve the financial management capabilities of MSMEs.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24683PENGARUH TINGKAT QUALITY OF WORK LIFE, KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PRESTASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. EVERBRIGHT (ABC) PADANG2026-07-27T06:07:44+00:00Fajar Alfaresfajaralfares341@gmail.comSelvi Yona Sariselviyonasari@upiyptk.ac.idBayu Pratama Azkabayupratamaazka@upiyptk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan berusaha menganalisis Pengaruh Tingkat Quality Of Work Life, Knowledge Management Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Prestasi Kerja Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada PT. Everbright (ABC) Padang. Penelitian ini adalah model Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat bantu analisis SmartPLS 3.0. Populasi dan sampel penelitian ini adalah karyawan PT. Everbright (ABC) Padang. Hasil penelitian menemukan Terdapat pengaruh signifikan antara Tingkat Quality Of Work Life terhadap Kepuasan Kerja. Terdapat pengaruh signifikan antara Knowledge Management terhadap Kepuasan Kerja. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Kepuasan Kerja. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Tingkat Quality Of Work Life terhadap Prestasi Kerja. Terdapat pengaruh signifikan antara Knowledge Management terhadap Prestasi Kerja. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Prestasi Kerja. Terdapat pengaruh signifikan antara Kepuasan Kerja terhadap Prestasi Kerja. Kepuasan Kerja mampu memediasi Tingkat Quality Of Work Life terhadap Prestasi Kerja. Kepuasan Kerja mampu memediasi Knowledge Management terhadap Prestasi Kerja. Kepuasan Kerja tidak mampu memediasi Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Prestasi Kerja</p> <p>This study aims to analyze the influence of Quality of Work Life, Knowledge Management, and Information Technology Usage on Job Performance, with Job Satisfaction serving as a mediating variable, at PT. Everbright (ABC) Padang. The study employs a Structural Equation Modeling (SEM) approach using SmartPLS 3.0 software for analysis. The population and sample for this study consist of employees at PT. Everbright (ABC) Padang. The results indicate a significant influence of Quality of Work Life on Job Satisfaction and a significant influence of Knowledge Management on Job Satisfaction. However, the influence of Information Technology Usage on Job Satisfaction was found to be insignificant. Regarding Job Performance, the study found an insignificant influence from Quality of Work Life and Information Technology Usage, but a significant influence from Knowledge Management. Job Satisfaction was found to have a significant influence on Job Performance. Furthermore, Job Satisfaction was found to mediate the relationship between Quality of Work Life and Job Performance, as well as the relationship between Knowledge Management and Job Performance; however, it did not mediate the relationship between Information Technology Usage and Job Performance</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24318PENGARUH UPAH MINIMUM DAN JUMLAH UNIT USAHA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI JAWA TIMUR PERIODE 2010-20242026-07-16T06:20:28+00:00Muchtarmuchtaralam99@gmail.comSupriyantosupriyantoaji67@gmail.comNur Aini Aulia Juliantiauliajulianti094@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh upah minimum dan jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri di Provinsi Jawa Timur selama periode 2010–2024. Sektor industri pengolahan berperan sebagai salah satu pilar utama perekonomian Jawa Timur yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar guna menekan tingkat pengangguran di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 29 kabupaten dan kota. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan bantuan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, variabel upah minimum dan jumlah unit usaha berpengaruh positif serta signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Jawa Timur. Sementara itu, hasil uji simultan juga memperlihatkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, kebijakan terkait upah minimum serta pengembangan unit usaha perlu terus diperhatikan dan dijaga agar tidak menimbulkan hambatan dalam proses penyerapan tenaga kerja. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah variabel yang digunakan serta rentang waktu observasi yang terbatas.</p> <p><em>This study aims to examine the effect of minimum wages and the number of business units on labor absorption in the industrial sector in East Java Province during the period 2010–2024. The manufacturing industry sector plays a role as one of the main pillars of the East Java economy, which is expected to absorb a large number of workers to reduce the unemployment rate in the region. This study uses secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of East Java Province, with a sample of 29 regencies and cities. The analysis method used is a quantitative approach, with the assistance of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software version 2025. The results of the analysis indicate that partially, the minimum wage and the number of business units have a positive and significant effect on labor absorption in the industrial sector of East Java. Meanwhile, the results of the simultaneous test also show that both variables together have a positive and significant effect on increasing labor absorption. This study indicates that increasing the minimum wage and the growth in the number of business units have an important contribution in expanding employment opportunities in the industrial sector. Therefore, policies related to minimum wages and the development of business units need to be continuously monitored and maintained to avoid creating obstacles in the labor absorption process. The limitations of this study lie in the number of variables used and the limited observation period.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24066ANALISIS PERAN PEMILIK DALAM PENGELOLAAN USAHA PADA UMKM NESSA CAKE & BAKERY2026-07-09T11:28:17+00:00Destri Natalia Harefadestrinataliah24@gmail.comSiti Haidatul Fadillahsitifadillah8521@gmail.comRani Agus Sagitaraniagussagita2108@gmail.comVick Brama Kumbaravickybrama@upiyptk.ac.id<p>Kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) ini dilaksanakan di UMKM Nessa Cake & Bakery yang berlokasi di Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatra Barat. PKL ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan teoritis mengenai pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam lingkungan kerja nyata pada usaha mikro kecil menengah yang bergerak di bidang produksi kue dan roti.Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan operasional usaha, meliputi proses produksi kue dan roti, pengelolaan bahan baku, pencatatan keuangan sederhana, pelayanan pelanggan, serta pengemasan dan distribusi produk. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pengdokumentasian produk dan membantu pemasaran melalui media sosial sebagai bagian dari pengembagan usaha.Permasalahan utama yang dijumpai selama PKL adalah keterbatasan tenaga kerja terlatih dan manajemen produksi yang belum terstruktur, sehingga menyebabkan keterlambatan pemenuhan pesanan dan beban kerja yang tidak merata. Kondisi ini mencerminkan pentingnya pengembangan SDM dalam aspek keterampilan produksi dan manajemen usaha serta perlunya peningkatan sistem operasional di lingkungan UMKN Nessa Cake & Bakery.</p> <p><em>This field internship (PKL) was conducted at Nessa Cake & Bakery, an MSME located in Lubuk Begalung, Padang City, West Sumatra. The internship aimed to apply theoretical knowledge regarding human resource (HR) training and development within the real-world work environment of a micro, small, and medium enterprise specializing in cake and bread production.During the internship, the student was directly involved in various business operations, including cake and bread production, raw material management, basic financial record-keeping, customer service, and product packaging and distribution. Additionally, the student carried out product documentation and assisted with social media marketing as part of the business's development efforts.The primary challenges encountered during the internship were a shortage of trained personnel and a lack of structured production management, which resulted in delayed order fulfillment and an uneven distribution of workload. These conditions highlight the importance of HR development—specifically regarding production skills and business management—as well as the need to improve operational systems at Nessa Cake & Bakery.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jse/article/view/24568PENGARUH KESEJAHTERAAN KARYAWAN DAN HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PTP INTI 4 KINALI PASAMAN BARAT2026-07-23T02:34:06+00:00 Rizkia Rahmarizkiarahma1003@gmail.comVicky Brama Kumbaravickybrama@upiyptk.ac.idRamdani Bayu Putraramdhani_bayu@upiyptk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kesejahteraan Karyawan dan Hubungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening pada PTP Inti 4 Kinali Pasaman Barat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 karyawan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Kesejahteraan Karyawan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kepuasan Kerja, Hubungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja, Kesejahteraan Karyawan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Produktivitas Kerja, Hubungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja, Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja, Kepuasan Kerja tidak mampu memediasi pengaruh Kesejahteraan Karyawan terhadap Produktivitas Kerja, serta Kepuasan Kerja mampu memediasi pengaruh Hubungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja.</p> <p><em>This study aims to examine and analyze the effect of Employee Welfare and Work Relationships on Work Productivity, with Job Satisfaction serving as an intervening variable at PTP Inti 4 Kinali, West Pasaman. Data were collected through the distribution of questionnaires to all company employees. The population of this study consisted of 46 employees, and the sampling technique used was saturated sampling, in which the entire population was selected as the research sample. The data were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) approach based on Partial Least Squares (PLS) with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that Employee Welfare has a positive but insignificant effect on Job Satisfaction, while Work Relationships have a positive and significant effect on Job Satisfaction. Furthermore, Employee Welfare has a positive but insignificant effect on Work Productivity, whereas Work Relationships have a positive and significant effect on Work Productivity. Job Satisfaction has a positive and significant effect on Work Productivity. In addition, Job Satisfaction is unable to mediate the relationship between Employee Welfare and Work Productivity, but it successfully mediates the relationship between Work Relationships and Work Productivity.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Ekonomi