ANALISIS FAKTOR KUNCI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA ERA RASULULLAH SAW

Penulis

  • Akhmad Marwazy UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Farras Yasmin Prasya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Najmah Zaahirah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhamad Arif Fahmi Jayaputra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Asy Syifa Salsabila UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhammad Septian Arsyad Syarif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nurul Hidayati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kata Kunci:

Pengembangan SDM, Manajemen Rasulullah, Keadilan EkonomiKeadilan Ekonomi, Musyawarah, Kepemimpinan Islami, Pemberdayaan Masyarakat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penting yang mendasari pengembangan masyarakat Islam di Madinah pada masa kepemimpinan Rasulullah SAW. Metode yang digunakan adalah kualitatif-analisis isi (content analysis) historis-deskriptif dengan merujuk pada sumber primer dan sekunder sirah nabawiyah dan kitab hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat di Madinah didukung oleh tiga faktor kunci: (1) Faktor Ideologis-Spiritual, berpusat pada Masjid sebagai pusat multidimensi; (2) Faktor Sosial-Kelembagaan, dengan konsep mua'khah (persaudaraan) yang diinstitusionalisasi melalui Piagam Madinah; dan (3) Faktor Ekonomi, melalui pembentukan pasar independen yang bebas riba dan penguatan sistem filantropi (zakat dan wakaf). Tiga faktor ini berkontribusi pada pembentukan peradaban madani yang inklusif dan mandiri, serta menjadi model yang relevan untuk pengembangan masyarakat Islam kontemporer.

This research aims to analyze the crucial factors underlying the development of the Islamic society in Medina during the leadership of the Prophet Muhammad SAW. The method used is qualitative-content analysis with a historical-descriptive approach, referencing primary and secondary sources of sirah nabawiyah and hadith collections. The findings indicate that community development in Medina was supported by three key factors: (1) The Ideological-Spiritual Factor, centered on the Mosque as a multi-dimensional hub; (2) The Social-Institutional Factor, with the concept of mua'khah (brotherhood) institutionalized through the Charter of Medina; and (3) The Economic Factor, through the establishment of an independent, interest-free market and the strengthening of the philanthropy system (zakat and waqf). These three factors contributed to the formation of an inclusive and self-sufficient civilizational model that remains relevant for contemporary Islamic community development.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30