MANIFESTASI FILOSOFI KEPASUNDANAN: PENELUSURAN JEJAK BUDAYA DAN IDENTITAS SUNDA DI MUSEUM SRI BADUGA
Kata Kunci:
Kepasundanan, Identitas Sunda, Museum Sri Baduga, Artefak Budaya, Tri TangtuAbstrak
Artikel ini mengeksplorasi representasi filosofi Kepasundanan sebagai fondasi identitas masyarakat Sunda melalui koleksi artefak di Museum Sri Baduga, Jawa Barat. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan semiotika budaya, penelitian ini menganalisis bagaimana objek material—mulai dari era prasejarah hingga masa kolonial—mengomunikasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan etis masyarakat Sunda. Hasil kajian menunjukkan bahwa Museum Sri Baduga bukan sekadar ruang penyimpanan benda kuno, melainkan medium dinamis yang mengartikulasikan konsep Tri Tangtu di Bumi dan Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh. Penelusuran ini menegaskan pentingnya museum dalam preservasi memori kolektif dan penguatan identitas kultural di tengah arus globalisasi.




