PANDANGAN KRITISISME IMMANUEL KANT TERHADAP KONSEP WAKTU
Kata Kunci:
Immanuel Kant, Waktu, Ruang, Filsafat KritisismeAbstrak
Tujuan dari penulisan ini adalah membahas tentang pandangan Immanuel Kant terkait konsep waktu. Penelitian menggunakaan pendekatan kepustakaan dengan metode studi pustaka. Kant merupakan seorang filsuf Jerman. Dia berusaha merumuskan epistemologi baru sebagai sumber pengetahuan yang menengahi pandangan 2 aliran besar yang mendominasi yaitu aliran rasionalisme dan empirisme. Menurut Kant, pengetahuan manusia diperoleh dari kombinasi antara daya penerimaan indera dan pemikiran rasional. Kant berpandangan bahwa waktu adalah bentuk murni yang mengatur kesan-kesan pengalaman batiniah manusia. Waktu bukanlah suatu konsep melainkan prakondisi apriori bagi kemungkinan adanya pengalaman. Waktu nyata secara empiris pada subjek yang mengalami, namun bersifat transenden ideal.
The purpose of this writing is to discuss Immanuel Kant's views regarding the concept of time. The research uses a literature approach with the literature study method. Kant was a German philosopher. He tried to formulate a new epistemology as a source of knowledge that mediated the views of 2 major schools that dominated, namely rationalism and empiricism. According to Kant, human knowledge is obtained from a combination of sensory receptivity and rational thinking. Kant held that time is a pure form that governs the impressions of man's inner experience. Time is not a concept but an a priori precondition for the possibility of experience. Real time is empirically empirical on experiential, yet transcendent subjects ideal




