TINJAUAN LITERATUR TENTANG ILMU MENURUT IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB AYYUHAL WALAD

Penulis

  • Mir'atul Azizah Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • H. Mudzakkir Ali Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Nurul Azizah Universitas Wahid Hasyim Semarang

Kata Kunci:

Ilmu, Imam Ghazali, Kitab Ayyuhal Walad

Abstrak

Islam adalah sebuah agama yang memosisikan ilmu dalam posisi mulia. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang berpikir. Manusia dianugerahi akal dan pikiran yang menjadikan dia lebih unggul dari makhluk yang lain dan disebut sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah tugas utama menjaga dan memakmurkan bumi beserta isinya. Ilmu merupakan hal penting dalam Islam. Ia merupakan kebutuhan utama bagi manusia dalam mengemban peran sebagai khilafah di bumi ini. Tanpa ilmu pengetahuan mustahil seorang manusia mampu melangsungkan kehidupan. Ilmu, menurut Imam Al-Ghazali, merupakan sarana untuk mencapai hakikat.Ini berarti bahwa untuk memahami hakikat tersebut, seseorang perlu memiliki pengetahuan atau ilmu tentangnya. Imam al-Ghazali menulis kitab Ayyuhal Walad, yang juga disebut "ar-Risalah al-Waladiyah". Diterjemahkan dari bahasa parsi ke dalam bahasa Arab oleh sejumlah ulama. kitab ayyuhal walad melarang untuk tidak boleh menjadi orang yang bangkrut. Artian orang yang bangkrut ini adalah orang yang mempunyai ilmu namun tidak mengamalkannya. Memahami dan mengamalkan ilmu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Hanya dengan mempraktikkan apa yang telah dipelajari, seseorang dapat meraih rahmat dan berkah dari Allah. Oleh karena itu, marilah kita berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku yang aktif dalam menerapkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan diri dan masyarakat

Islam is a religion that places knowledge in a noble position. Humans were created by Allah as thinking beings. Humans have been gifted with intellect and reason, which make them superior to other creatures and designated as khalifah (stewards) on Earth. As khalifah, the primary task is to protect and prosper the Earth and all that is within it.Knowledge is essential in Islam; it is the primary necessity for humans in carrying out their role as khalifah on this Earth. Without knowledge, it is impossible for a human to conduct a meaningful life. According to Imam Al-Ghazali, knowledge is a means to achieve the haqiqah (the ultimate truth). This means that to understand this truth, one must possess knowledge about it.Imam Al-Ghazali wrote the book Ayyuhal Walad, also known as "ar-Risalah al-Waladiyah," which was translated from Persian into Arabic by several scholars. The book Ayyuhal Walad warns against becoming a "bankrupt" person. A "bankrupt" person, in this context, is defined as someone who possesses knowledge but fails to practice it. Understanding and practicing knowledge are two inseparable things. Only by practicing what one has learned can a person attain mercy and blessings from Allah. Therefore, let us commit ourselves to not just being observers, but also active practitioners in applying knowledge for the well-being of ourselves and society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30