ISLAM SEBAGAI WARISAN CHAMPA: ANALISIS SEJARAH MASUKNYA ISLAM DAN KONDISI MUSLIM MINORITAS DI VIETNAM
Kata Kunci:
Islam, Vietnam, Champa, Masyarakat Cham, Minoritas MuslimAbstrak
Penelitian ini membahas sejarah masuk dan perkembangan Islam di Vietnam serta kondisi masyarakat Muslim di negara tersebut pada masa kini. Islam pertama kali masuk ke wilayah Indochina melalui jalur perdagangan laut sejak abad ke-10 hingga ke-11 M, terutama di kawasan Kerajaan Champa yang terletak di Vietnam bagian tengah dan selatan. Interaksi antara pedagang Muslim dari Arab, Persia, India, dan dunia Melayu dengan masyarakat lokal menjadi pintu awal penyebaran Islam. Meskipun penyebarannya berlangsung perlahan dan berdampingan dengan pengaruh Hindu dan Buddha, Islam berhasil bertahan melalui proses akulturasi budaya yang kuat, khususnya di kalangan etnis Cham. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menelaah berbagai literatur dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Islam Vietnam saat ini—yang didominasi oleh komunitas Cham—terdiri atas dua kelompok utama, yaitu Cham Sunni dan Cham Bani. Sebagai minoritas, mereka menghadapi tantangan dalam pelestarian identitas keagamaan, pendidikan, dan sosial, namun tetap menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial-budaya Vietnam modern. Islam di Vietnam menjadi bukti bahwa penyebarannya terjadi melalui jalur damai, perdagangan, dan interaksi budaya, bukan melalui penaklukan militer.
This study discusses the historical development of Islam in Vietnam and the current condition of Muslim communities in the country. Islam first entered the Indochina region through maritime trade routes between the 10th and 11th centuries, primarily in the Champa Kingdom located in central and southern Vietnam. Interactions between Muslim traders from Arabia, Persia, India, and the Malay world and the local population facilitated the initial introduction of Islam. Although the spread of Islam was gradual and coexisted with the strong influence of Hinduism and Buddhism, it persisted through deep cultural acculturation, particularly among the Cham ethnic group. This research employs a library study with a descriptive qualitative approach, analyzing various historical sources and previous studies. The findings reveal that Vietnam’s Muslim community—dominated by the Cham people—consists of two main groups: Cham Sunni and Cham Bani. As a minority, they face challenges in preserving their religious identity, education, and social life, yet they continue to adapt and contribute to Vietnam’s modern socio-cultural landscape. The spread of Islam in Vietnam thus represents a peaceful process through trade and cultural interaction rather than military conquest.



