SOSIALISASI DASAR HAK ASASI MANUSIA DENGAN TEMA “ MENGENALI HAK POLITIK DAN HAK SUARA SEBAGAI GENERASI Z” PADA ANAK KELAS XI SMK NEGERI 4 SAMARINDA
Kata Kunci:
Generasi Z, Literasi Politik Generasi ZAbstrak
Kegiatan pengabdian kepada siswa/i di SMK Negeri 4 Samarinda ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai hak politik dan pentingnya suara dalam proses demokrasi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya literasi politik di kalangan generasi muda, sehingga partisipasi mereka dalam pemilu sering kali dipandang sebagai formalitas tanpa memahami makna strategis dari suara yang diberikan. Generasi Z memang cenderung lebih aktif di ruang digital, namun belum sepenuhnya memanfaatkan potensi tersebut untuk berpartisipasi secara sehat dan konstruktif dalam kehidupan politik. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMK Negeri 4 Samarinda dengan melibatkan 31 siswa/i sebagai peserta melalui metode ceramah normatif-yuridis dan diskusi interaktif.Secara teoretis, kegiatan ini berlandaskan pada Teori Hak Asasi Manusia, yang menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak yang melekat sejak lahir, termasuk hak politik untuk memilih dan dipilih dalam sistem pemerintahan. Dalam konteks Indonesia, hak tersebut dijamin oleh Pasal 28D ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Teori ini menjadi dasar penting bahwa hak politik merupakan bagian dari hak asasi yang harus dilindungi oleh negara. Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menggunakan hak suara bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kesadaran terhadap hak asasi manusia.Selain itu, kegiatan ini juga didasari oleh Teori Demokrasi, yang menekankan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan disalurkan melalui partisipasi politik, terutama dalam pemilihan umum. Joseph Schumpeter dalam bukunya Capitalism, Socialism and Democracy (1942) menjelaskan bahwa demokrasi adalah mekanisme institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu memperoleh kekuasaan melalui kompetisi mendapatkan suara rakyat. Dalam konteks kegiatan ini, teori demokrasi menunjukkan bahwa pemahaman Generasi Z terhadap pentingnya hak suara akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.Lebih lanjut, kegiatan ini juga relevan dengan Teori Partisipasi Politik, yang memandang bahwa partisipasi merupakan kegiatan warga negara untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teori ini mengajarkan bahwa partisipasi tidak hanya terbatas pada memberikan suara dalam pemilu, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam diskusi publik, pendidikan politik, serta kepedulian terhadap kebijakan pemerintah. Melalui teori ini, kegiatan sosialisasi di sekolah menjadi wadah yang strategis untuk membangun kesadaran politik sejak dini agar siswa mampu menjadi warga negara yang aktif dan kritis.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai memahami arti penting partisipasi politik, mekanisme pemilu, serta peran suara generasi muda dalam menentukan arah kebijakan publik. Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan politik sejak dini melalui peran sekolah, keluarga, dan media agar Generasi Z tidak hanya menjadi pemilih aktif, tetapi juga agen perubahan yang mampu menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia.



