BELAJAR FISIKA TIDAK HANYA MENGHAFAL RUMUS : MENGANALISIS NILAI-NILAI DAN KETERBATASAN SAINS TERHADAP MANUSIA INDONESIA PADA ABAD-21

Penulis

  • Azzahra Silma Putri Agustin Universitas Jember
  • Arina Abidah Universitas Jember
  • Desta Van Aristanti Universitas Jember
  • M.Wildan Fakhri Ramadhan Universitas Jember
  • I Ketut Mahardika Universitas Jember
  • Kendid Mahmudi Universitas Jember
  • Habibah Khusna Baihaqi Universitas Jember

Kata Kunci:

Pembelajaran Fisika, Nilai Ilmiah, Keterbatasan Sains, Abad Ke-21, Karakter Ilmiah

Abstrak

Pendidikan fisika di Indonesia pada abad ke-21 menghadapi tantangan dalam mengubah paradigma pengajaran yang masih berfokus pada hafalan rumus dan penyelesaian soal, tanpa diimbangi pemahaman konsep, literasi sains, serta kesadaran akan nilai dan batasan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana pembelajaran fisika dapat diarahkan agar tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan nilai ilmiah seperti kejujuran, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab sosial, serta pemahaman bahwa sains memiliki batas dalam menjelaskan realitas manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran fisika di Indonesia masih minim dalam penerapan nilai ilmiah dan refleksi terhadap hakikat sains. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran berorientasi siswa yang mengintegrasikan nilai karakter, fenomena kontekstual, dan kesadaran kritis terhadap keterbatasan sains.

Physics education in Indonesia in the 21st century faces the challenge of changing the teaching paradigm, which still focuses on memorizing formulas and solving problems, without being balanced by conceptual understanding, scientific literacy, and awareness of the values and limitations of science. This article aims to analyze how physics learning can be directed so that it not only emphasizes cognitive aspects but also fosters scientific values such as honesty, curiosity, and social responsibility, as well as an understanding that science has limits in explaining human reality. The results of the study indicate that physics learning practices in Indonesia are still minimal in the application of scientific values and reflection on the nature of science. Therefore, a student-oriented learning strategy is needed that integrates character values, contextual phenomena, and critical awareness of the limitations of science.

Diterbitkan

2025-12-30