DETERMINAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA SANTRI DIPONDOK DARUL HIJRAH
Kata Kunci:
Diare, Santri, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Sanitasi Lingkungan, Pondok PesantrenAbstrak
Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di lingkungan pesantren. Kondisi sanitasi yang kurang memadai serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal dapat meningkatkan risiko terjadinya diare. Pondok Pesantren Darul Hijrah merupakan salah satu pesantren dengan kasus diare cukup tinggi pada tahun 2024, yaitu sebanyak 137 kasus dari 1.086 santri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian penyakit diare pada santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah berdasarkan kebiasaan jajan, cuci tangan, membuang sampah, penggunaan jamban, dan kondisi sanitasi lingkungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 137 santri yang mengalami diare pada Desember 2024, dengan jumlah sampel 30 responden yang dipilih secara random. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel kebiasaan jajan, cuci tangan, membuang sampah, penggunaan jamban, dan sanitasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan jajan kurang baik (60,0%), perilaku cuci tangan kurang baik (66,7%), perilaku membuang sampah baik (56,7%), penggunaan jamban baik (63,3%), dan sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat (53,3%).Simpulan: Determinan kejadian penyakit diare pada santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah dipengaruhi oleh perilaku individu (kebiasaan jajan, cuci tangan, membuang sampah, penggunaan jamban) serta kondisi sanitasi lingkungan. Upaya peningkatan PHBS dan perbaikan sanitasi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menurunkan risiko kejadian diare di pesantren.
Background: Diarrhea remains a major public health problem in Indonesia, including in Islamic boarding schools (pesantren). Poor sanitation conditions and the lack of optimal clean and healthy living behavior (CHLB) increase the risk of diarrhea. Darul Hijrah Islamic Boarding School reported a high number of diarrhea cases in 2024, with 137 cases out of 1,086 students. Objective: This study aims to identify the determinants of diarrhea among students at Darul Hijrah Islamic Boarding School based on snacking habits, handwashing behavior, waste disposal practices, latrine use, and environmental sanitation conditions.Methods: This research employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 137 students who experienced diarrhea in December 2024, with a total sample of 30 respondents selected randomly. The research instrument was a questionnaire covering variables of snacking habits, handwashing, waste disposal, latrine use, and sanitation. Data were analyzed using univariate analysis to obtain the frequency distribution of each variable.Results: The findings revealed that most respondents had poor snacking habits (60.0%), poor handwashing behavior (66.7%), good waste disposal practices (56.7%), good latrine use (63.3%), and poor environmental sanitation (53.3%).Conclusion: The determinants of diarrhea incidence among students at Darul Hijrah Islamic Boarding School are influenced by individual behaviors (snacking habits, handwashing, waste disposal, and latrine use) and environmental sanitation. Strengthening CHLB practices and improving sanitation facilities are essential to reduce the risk of diarrhea in boarding school environments.



