PERAN MEDIA INTERAKTIF DIGITAL DALAM PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR
Kata Kunci:
Media Interaktif Digital, Toleransi Beragama, Sekolah Dasar, Pendidikan Karakter, Keberagaman, Teknologi Pendidikan, Harmoni SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media interaktif digital dalam pembentukan sikap toleransi beragama di lingkungan sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka yang komprehensif dan mendalam. Toleransi beragama merupakan nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya di era digital dimana anak-anak sekolah dasar telah terpapar dengan berbagai platform teknologi yang dapat mempengaruhi pembentukan sikap dan karakter mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber referensi berupa jurnal ilmiah terakreditasi nasional, buku-buku pendidikan karakter, hasil penelitian tentang media digital dalam pendidikan, dan dokumentasi kebijakan pendidikan Indonesia yang berkaitan dengan pembentukan toleransi beragama di sekolah dasar. Analisis dilakukan terhadap efektivitas berbagai jenis media interaktif digital seperti aplikasi pembelajaran, game edukasi, video interaktif, platform pembelajaran online, dan multimedia presentation dalam memfasilitasi pemahaman siswa tentang keragaman agama dan pengembangan sikap toleran terhadap perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif digital memiliki potensi yang sangat besar dalam pembentukan sikap toleransi beragama siswa sekolah dasar melalui berbagai mekanisme pembelajaran yang engaging, interactive, dan sesuai dengan karakteristik digital natives, dengan indikator keberhasilan meliputi peningkatan pemahaman tentang keragaman agama, pengembangan empati terhadap perbedaan, peningkatan keterampilan komunikasi lintas budaya, dan internalisasi nilai-nilai toleransi dalam perilaku sehari-hari. Media interaktif digital terbukti efektif dalam menciptakan learning environment yang inclusive, memfasilitasi dialog konstruktif antar siswa dari berbagai latar belakang agama, dan mengembangkan critical thinking skills dalam memahami dan menghargai perbedaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi media interaktif digital yang dirancang dengan pendekatan pedagogis yang tepat dan konten yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi strategi inovatif dan efektif dalam membangun generasi muda Indonesia yang toleran, inklusif, dan harmonis dalam keberagaman, sehingga berkontribusi terhadap penguatan persatuan dan kesatuan bangsa di era digital.
This study aims to analyze the role of digital interactive media in shaping religious tolerance attitudes in elementary school environments through a comprehensive and in-depth literature review approach. Religious tolerance is a fundamental value in social life that must be instilled from an early age, especially in the digital era where elementary school children are increasingly exposed to various technological platforms that can influence the formation of their attitudes and character. The method used in this research is a literature study by analyzing various reference sources, including nationally accredited scientific journals, books on character education, research findings on digital media in education, and documentation of Indonesian educational policies related to the development of religious tolerance in elementary schools. The analysis focuses on the effectiveness of various types of digital interactive media such as learning applications, educational games, interactive videos, online learning platforms, and multimedia presentations in facilitating students’ understanding of religious diversity and fostering a tolerant attitude toward differences. The results of the study indicate that digital interactive media have great potential in shaping elementary school students’ attitudes of religious tolerance through engaging and interactive learning mechanisms that align with the characteristics of digital natives. The success indicators include increased understanding of religious diversity, the development of empathy toward differences, improved cross-cultural communication skills, and the internalization of tolerance values in daily behavior. Digital interactive media have been proven effective in creating an inclusive learning environment, facilitating constructive dialogue among students from different religious backgrounds, and developing critical thinking skills to understand and appreciate diversity. The conclusion of this study emphasizes that the implementation of digital interactive media designed with appropriate pedagogical approaches and content aligned with the values of Pancasila can serve as an innovative and effective strategy to build a young Indonesian generation that is tolerant, inclusive, and harmonious in diversity, thereby contributing to strengthening national unity and cohesion in the digital era.



