PERAN STRATEGIS KEPALA DAERAH DALAM MENDORONG PARADIPLOMASI UNTUK DIPLOMASI EKONOMI DAERAH

Penulis

  • Istiq Agustina Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Andini Ika Febriyanti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Desta Nindia Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Luki Oka Prasetio Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kata Kunci:

Paradiplomasi, Diplomasi Ekonomi, Kepemimpinan Kepala Daerah, Otonomi Daerah, Tata Kelola Pemerintahan

Abstrak

ABSTRAK

Paradiplomasi merupakan wujud keterlibatan pemerintah daerah dalam hubungan internasional untuk memperkuat pembangunan ekonomi lokal di era globalisasi dan desentralisasi. Dalam konteks otonomi daerah, paradiplomasi berperan strategis sebagai instrumen diplomasi ekonomi melalui promosi investasi, penguatan ekspor, dan kolaborasi lintas negara yang berorientasi pada peningkatan daya saing daerah. Keberhasilan praktik ini sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala daerah sebagai aktor utama yang menginisiasi kerja sama, membangun jejaring global, serta mengarahkan birokrasi agar adaptif terhadap dinamika internasional. Kepemimpinan strategis yang visioner mampu mengubah paradiplomasi dari aktivitas simbolik menjadi kebijakan publik yang terukur dan berkelanjutan. Dalam kerangka multi-level governance, paradiplomasi berfungsi komplementer terhadap diplomasi nasional, menjembatani kepentingan lokal dengan peluang global melalui tata kelola yang kolaboratif. Sinergi antara kepemimpinan kepala daerah, kapasitas kelembagaan, dan kerangka hukum otonomi daerah menjadi kunci bagi terwujudnya paradiplomasi yang efektif sebagai instrumen pembangunan ekonomi subnasional yang berdaya saing dan berorientasi keberlanjutan.

Paradiplomacy represents the involvement of local governments in international relations to strengthen local economic development in the era of globalization and decentralization. In the context of regional autonomy, paradiplomacy plays a strategic role as an instrument of economic diplomacy through investment promotion, export enhancement, and cross-border collaborations oriented toward improving regional competitiveness. The success of this practice is largely determined by the quality of leadership from regional heads as the primary actors who initiate cooperation, build global networks, and direct bureaucracy to be adaptive to international dynamics. Visionary strategic leadership is capable of transforming paradiplomacy from symbolic activities into measurable and sustainable public policies. Within the framework of multi-level governance, paradiplomacy functions complementarily to national diplomacy, bridging local interests with global opportunities through collaborative governance. Synergy among the leadership of regional heads, institutional capacity, and the legal framework of regional autonomy becomes the key to realizing effective paradiplomacy as an instrument for competitive and sustainability-oriented subnational economic development.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30