KEPEMIMPINAN DAN PERSPEKTIF ISLAM
Kata Kunci:
Islam, Kepemimpinan Islam, Khalifah, Tauhid, Amanah, Keadilan, Tabligh, Fathanah, Syariat, Musyawarah, Nabi Muhammad Saw, Etika Bisnis Islami, Kemaslahatan Umat, Kepemimpinan Spiritual, Bisnis RasulullahAbstrak
Penelitian ini membahas konsep kepemimpinan dalam Islam dengan merujuk pada prinsip-prinsip teologis yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, serta contoh historis dari Rasulullah SAW dan para khalifah. Islam memandang kepemimpinan sebagai amanah ilahi yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga berakar pada nilai tauhid, keadilan, amanah, tabligh, fathanah, dan tanggung jawab moral. Pemimpin dalam Islam berperan sebagai khalifah di muka bumi yang wajib menegakkan syariat, menjaga persatuan umat, menciptakan kemaslahatan sosial, dan mencegah kemungkaran. Dalam tinjauan akademik, kepemimpinan Islam berbeda dari model kepemimpinan sekuler karena mengutamakan keterikatan spiritual dan pertanggungjawaban hingga akhirat. Rasulullah SAW menjadi teladan utama yang tidak hanya berperan sebagai kepala negara dan pemimpin umat, tetapi juga sebagai pebisnis yang sukses dan berakhlak mulia. Melalui sikap jujur, amanah, profesional, dan kedisiplinan dalam perdagangan, Rasulullah menunjukkan model kepemimpinan ekonomi berbasis integritas moral, segmentasi pasar yang tepat, pelayanan konsumen yang baik, serta strategi pemasaran yang unik dan berorientasi maslahat. Oleh karena itu, kajian ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam tidak hanya mengandalkan kekuatan struktural, tetapi menuntut kecerdasan spiritual, sosial, dan etis yang dapat diterapkan dalam pemerintahan, organisasi, hingga aktivitas ekonomi modern. Temuan ini diharapkan menjadi landasan konseptual bagi pengembangan model kepemimpinan dan etika bisnis Islami di era kontemporer.
This study discusses the concept of leadership in Islam by referring to theological principles derived from the Qur’an, the Sunnah, and historical examples from the Prophet Muhammad (peace be upon him) and the caliphs. Islam views leadership as a divine trust (amanah) that is not merely oriented toward power, but is deeply rooted in the values of tawhid (monotheism), justice, trustworthiness, tabligh (communicative responsibility), fathanah (wisdom and intelligence), and moral accountability. In Islam, a leader acts as a khalifah (vicegerent) on earth who is obliged to uphold Islamic law, maintain the unity of the ummah, create social welfare (maslahah), and prevent wrongdoing.From an academic perspective, Islamic leadership differs from secular leadership models in that it emphasizes spiritual commitment and accountability extending into the hereafter. The Prophet Muhammad (peace be upon him) serves as the primary role model, not only as a head of state and leader of the community, but also as a successful and ethical businessman. Through honesty, trustworthiness, professionalism, and discipline in trade, the Prophet demonstrated a model of economic leadership based on moral integrity, appropriate market segmentation, excellent customer service, and distinctive marketing strategies oriented toward public welfare.Therefore, this study emphasizes that leadership in Islam does not rely solely on structural authority, but requires spiritual, social, and ethical intelligence that can be applied in governance, organizational management, and modern economic activities. These findings are expected to serve as a conceptual foundation for the development of Islamic leadership and business ethics models in the contemporary era.



