KONFLIK, RESOLUSI, DAN PERAN MEDIA MASSA ATAU PSIKOLOGI BUDAYA MASSA
Kata Kunci:
Konflik, Media Massa, ResolusiAbstrak
Indonesia multikultural rentan konflik seperti Sampit (2001) dan Bitung (2023), di mana media massa sering memicu polarisasi via war journalism, sementara psikologi massa Le Bon-Adorno jelaskan irasionalitas kerumunan virtual TikTok. Tujuan: Menggambarkan konstruksi realitas media, strategi resolusi Thomas-Kilmann, dan motif uses and gratifications dalam budaya massa sinetron serta meme politik yang tingkatkan polarisasi Gen Z 40%. Menggunakan analisis konten berita Kompas.com/Detik.com, wawancara jurnalis, dan observasi media sosial dengan teori McCombs-Shaw, temuan tunjukkan hybrid media system percepat misinformasi tapi peace journalism efektif de-eskalasi via dialog Mata Najwa dan musyawarah lokal. Psikologi budaya massa perkuat konformitas bandwagon, erosi nilai gotong royong.



