KERESAHAN KOLEKTIF (COLLECTIVE ANXIETY) PADA MASYARAKAT SEKITAR DAERAH PERTAMBANGAN TANPA IZIN (PETI)
Kata Kunci:
Pertambangan Tanpa Izin (PETI), Keresahan Kolektif, Psikologi Sosial, Degradasi Lingkungan, Kesejahteraan PsikososialAbstrak
Pertambangan Tanpa Izin (PETI) merupakan persoalan sosial-ekologis yang berdampak luas, tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan kondisi psikologis masyarakat di sekitarnya. Aktivitas PETI memicu pencemaran lingkungan, konflik horizontal, serta ketidakpastian ekonomi yang pada akhirnya melahirkan keresahan kolektif di tingkat komunitas. Keresahan ini tidak sekadar muncul sebagai kecemasan individu, melainkan berkembang menjadi emosi sosial yang dialami dan dirasakan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena keresahan kolektif (collective anxiety) pada masyarakat sekitar wilayah PETI melalui pendekatan literature review. Berbagai literatur yang relevan dalam bidang psikologi sosial, psikologi lingkungan, dan kajian pertambangan dianalisis untuk memahami faktor penyebab, pola kemunculan, serta implikasi psikososial dari keresahan kolektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keresahan kolektif dipengaruhi oleh interaksi antara degradasi lingkungan, konflik sosial, lemahnya kepercayaan terhadap institusi, serta perasaan tidak berdaya secara komunal. Keresahan kolektif berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis masyarakat, melemahnya kohesi sosial, dan meningkatnya ketegangan antarwarga. Namun, dalam kondisi tertentu, keresahan ini juga berpotensi menjadi dasar munculnya solidaritas dan kesadaran kolektif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap dinamika keresahan kolektif penting sebagai landasan dalam merancang intervensi psikososial dan kebijakan publik yang lebih berorientasi pada kesejahteraan komunitas di wilayah terdampak PETI.
Illegal mining (Pertambangan Tanpa Izin/PETI) is a persistent socio-ecological issue that affects not only environmental sustainability but also the social and psychological well-being of surrounding communities. Environmental degradation, social conflict, and economic uncertainty caused by illegal mining activities often generate collective anxiety within affected communities. This form of anxiety goes beyond individual psychological responses and develops into a shared emotional experience shaped through social interaction and group identification. This study aims to examine the phenomenon of collective anxiety among communities living near illegal mining areas through a literature review approach. Relevant studies in social psychology, environmental psychology, and mining-related research were analyzed to explore the contributing factors, patterns, and psychosocial consequences of collective anxiety. The findings indicate that collective anxiety is influenced by a complex interaction of ecological damage, social conflict, low institutional trust, and a sense of collective helplessness. Collective anxiety has significant implications, including decreased psychological well-being, weakened social cohesion, and heightened social tension. However, the literature also suggests that collective anxiety may function as a potential source of social solidarity when communities are able to transform shared concerns into collective action. Understanding this dynamic is essential for developing community-based psychological interventions and public policies that address not only environmental damage but also the psychosocial needs of communities affected by illegal mining activities.



