KEPEMIMPINAN PROFETIK NABI MUHAMMAD DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI
Kata Kunci:
Kepemimpinan Profetik, Nabi Muhammad, Masyarakat Madani, Peradaban Islam, Etika SosialAbstrak
Artikel ini mengkaji kepemimpinan Nabi Muhammad ﷺ dalam membangun masyarakat madani (berperadaban) serta relevansinya terhadap pembangunan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis kepustakaan terhadap sumber-sumber klasik Islam dan karya-karya ilmiah modern. Kajian ini menyoroti prinsip-prinsip dasar kepemimpinan Nabi Muhammad, seperti keadilan, musyawarah (shūrā), kesetaraan, integritas moral, dan kohesi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Nabi Muhammad tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga transformatif dalam ranah sosial dan politik, yang berhasil mempersatukan masyarakat Madinah yang majemuk melalui tata kelola pemerintahan yang inklusif, penegakan hukum, serta nilai-nilai etika sebagaimana tercermin dalam Piagam Madinah. Model kepemimpinan ini berkontribusi secara signifikan dalam membentuk masyarakat yang damai, adil, dan beradab berdasarkan prinsip saling menghormati dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Nabi Muhammad menawarkan kerangka komprehensif dan kontekstual dalam membangun masyarakat madani yang tetap relevan untuk menjawab tantangan kepemimpinan, pluralisme, dan keharmonisan sosial di era modern.
This article examines the leadership of Prophet Muhammad ﷺ in building a madani (civil) society and its relevance to contemporary social development. Using a qualitative descriptive approach through literature analysis of classical Islamic sources and modern scholarly works, this study explores the fundamental principles of the Prophet’s leadership, including justice, consultation (shūrā), equality, moral integrity, and social cohesion. The findings indicate that the leadership of Prophet Muhammad was not merely spiritual but also transformative in the social and political spheres, successfully uniting diverse communities in Medina through inclusive governance, legal order, and ethical values as reflected in the Constitution of Medina. This leadership model contributed significantly to the formation of a peaceful, just, and civilized society based on mutual respect and collective responsibility. The study concludes that the leadership of Prophet Muhammad offers a comprehensive and contextual framework for building a madani society that remains relevant in addressing modern challenges of leadership, pluralism, and social harmony.



