ETNOMATEMATIKA KULCAPI DAN PENENTUAN NADA DASAR DALAM MUSIK TRADISIONAL KARO
Kata Kunci:
Etnomatematika, Kulcapi Karo, Rasio, Fret, Budaya LokalAbstrak
Etnomatematika mengkaji keterkaitan antara konsep matematika dan praktik budaya dalam kehidupan masyarakat. Salah satu warisan budaya masyarakat Karo yang mengandung nilai matematis adalah alat musik tradisional kulcapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola matematika dalam penentuan jarak antar fret pada kulcapi Karo serta menemukan konstanta matematis yang digunakan pengrajin secara turun-temurun tanpa perhitungan formal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang pengrajin kulcapi dan objek penelitian berupa empat kulcapi dengan variasi panjang yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan etnomatematika dengan menelaah rasio dan pola numerik pada letak fret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fret keempat yang berfungsi sebagai nada dasar selalu terletak pada sekitar seperempat panjang total kulcapi, meskipun panjang instrumen bervariasi antara 78–82 cm. Temuan ini menunjukkan adanya rasio matematis konstan sebesar 1 : 4 yang secara implisit diterapkan oleh pengrajin. Jarak antar fret tidak bersifat linear, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuatan kulcapi Karo mengandung struktur matematis yang jelas dan dapat diformulasikan
Ethnomathematics examines the relationship between mathematical concepts and cultural practices in society. One of the cultural heritages of the Karo community that contains mathematical values is the traditional musical instrument called kulcapi. This study aims to identify mathematical patterns in determining the distances between frets on the Karo kulcapi and to reveal the mathematical constants implicitly applied by craftsmen through generational practice without formal calculations. This research employed a descriptive qualitative approach involving one kulcapi craftsman and four kulcapi instruments with varying lengths as the research objects. Data were collected through direct observation, measurement, interviews, and documentation. The data were analyzed using an ethnomathematical approach by examining ratios and numerical patterns in fret placement. The results indicate that the fourth fret, which functions as the fundamental tone, is consistently located at approximately one-quarter of the total length of the kulcapi, despite variations in instrument length ranging from 78 to 82 cm. This finding demonstrates the existence of a constant mathematical ratio of 1:4 implicitly applied by the craftsmen. The distances between frets are not linear, this study concludes that the construction of the Karo kulcapi embodies a clear and formulable mathematical structure



