PENGARUH PENGETAHUAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS LEPASAN KECAMATAN BAKUMPAI KABUPATEN BARITO KUALA
Kata Kunci:
Pengetahuan, Pola Asuh, StuntingAbstrak
Latar Belakang: Desa Lepasan merupakan desa dengan kejadian stunting tertinggi di wilayah Kecamatan Bakumpai dengan angka kejadian sebanyak 38 kasus (19%). Stunting memiliki banyak penyebab, baik secara langsung maupun tidak langsung.Tujuan: Menganalisis pengaruh pengetahuan dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki balita. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden dengan balita yang mengalami stunting, yaitu sebanyak 36 orang (65,5%), pengetahuan yang cukup tentang stunting sebanyak 30 orang (54,5%) dan pola asuh balita yang cukup sebanyak 49 orang (89,1%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p value 0,006 (pengetahuan) dan 0,015 (pola asuh) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.Kesimpulan: Pengetahuan (p value 0,006) dan pola asuh (p value 0,015) memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.
Background: Lepasan village has the highest incidence of stunting in Bakumpai sub-district with 38 cases (19%). Stunting has many causes, both direct and indirect.Objectives: Analyse the effect of knowledge and parenting on the incidence of Stunting in Toddlers in the Lepasan Health Centre Area, Bakumpai District Barito Kuala Regency.Methods: This study is an Analytical Observational study with a cross sectional design. The study population was all parents who had toddlers. The sample in this study was 55 people who were taken using accidental sampling technique. Data were analysed using univariate and bivariate analysis (chi square).Results: The results showed that the majority of respondents in this study were respondents with toddlers who were stunted, namely 36 people (65.5%), 30 people (54.5%) had sufficient knowledge about stunting and 49 people (89.1%) had adequate parenting patterns. The results of statistical tests using the chi square test showed a p value of 0.006 (knowledge) and 0.015 (parenting patterns) so it can be concluded that there is an influence of knowledge and parenting patterns on the incidence of stunting in toddlers in the Puskesmas Lepasan area, Bakumpai District, Barito Kuala Regency.Conclusion: Knowledge (p value 0.006) and parenting (p value 0.015) are relationship with the incidence of Stunting in Toddlers in the Lepasan Health Centre Area, Bakumpai District Barito Kuala Regency.



