MODEL PENGUATAN KAPASITAS DESA BERBASIS POTENSI LOKAL: KOMPARASI DESA WISATA KAWALI DAN DESA SELAMANIK DALAM TATA KELOLA PEMBANGUNAN

Penulis

  • Shifa Zahratuni Salsabila Universitas Galuh
  • Paisal Topan Nugraha Universitas Galuh
  • Asep Nurwanda Universitas Galuh

Kata Kunci:

Penguatan Kapasitas Desa, Potensi Lokal, Kelembagaan Desa, Desa Wisata, Tata Kelola Pembangunan

Abstrak

Penguatan kapasitas desa merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan tata kelola pembangunan desa yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks desa yang memiliki karakteristik dan potensi lokal yang beragam. Setiap desa membutuhkan model penguatan kapasitas yang adaptif terhadap kebutuhan, tantangan, serta sumber daya yang dimilikinya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan model penguatan kapasitas desa berbasis potensi lokal yang diterapkan di Desa Wisata Kawali dan Desa Selamanik sebagai dua desa dengan orientasi pembangunan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi dokumen terhadap laporan pengabdian kepada masyarakat dan laporan penguatan kapasitas desa. Analisis difokuskan pada aspek tujuan penguatan kapasitas, strategi kelembagaan, peran aktor, serta implikasinya terhadap tata kelola pembangunan desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Desa Wisata Kawali menitikberatkan penguatan kapasitas pada penguatan kelembagaan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal, dengan menekankan peningkatan kapasitas pengelola wisata, penguatan jejaring kemitraan, dan pemanfaatan kearifan lokal sebagai basis pembangunan. Sementara itu, Desa Selamanik lebih berfokus pada penguatan kapasitas pemerintahan desa dan sumber daya aparatur dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, administrasi desa, serta pelayanan publik. Meskipun memiliki perbedaan orientasi dan strategi, kedua desa menunjukkan kesamaan dalam menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat sebagai elemen kunci dalam penguatan kapasitas desa. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas desa tidak dapat diterapkan secara seragam, melainkan harus dirancang secara kontekstual, adaptif, dan berbasis potensi lokal agar mampu mendukung tata kelola pembangunan desa yang berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28