ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI SDM, ASIMETRI INFORMASI DAN WHISTLEBLOWING TERHADAP FRAUD PADA BUMDes DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

Penulis

  • Dina Adnyani Putri Universitas Bumigora
  • Ni Ketut Sriwinarti Universitas Bumigora
  • Baiq Dinda Puspita Ayu Universitas Bumigora

Kata Kunci:

Kompetensi SDM, Asimetri Informasi, Whistleblowing, Fraud, BUMDes

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), asimetri informasi, dan whistleblowing terhadap terjadinya fraud pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Masalah utama adalah masih banyaknya BUMDes yang tidak beroperasi optimal dan adanya indikasi penyalahgunaan dana akibat rendahnya kompetensi pengelola serta kurangnya transparansi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengelola BUMDes, perangkat desa, dan tokoh masyarakat menggunakan teknik sampling jenuh, serta metode kualitatif melalui wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pengelolaan dan faktor-faktor yang memengaruhi fraud. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda, sementara data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) kompetensi SDM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fraud, hal ini dikarenakan dimana para pengelola BUMDes belum memahi akuntansi secara baik dan ketidak pahaman mengenai aturan administrasi dapat meningkatnya resiko terjadinya fraud (2) asimetri informasi berpengaruh positif dan signifikan. (3) Whistleblowing tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud, hal ini disebabkan kurangnya pehaman masyarakat terkait sisitem whistleblowing dan sisitem ini blum berjalan secara optimal. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memengaruhi terjadinya fraud.Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pengelola melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan transparansi dan akses informasi bagi masyarakat, serta pengembangan sistem whistleblowing yang menjamin perlindungan bagi pelapor guna meningkatkan tata kelola BUMDes dan meminimalkan risiko fraud.

This study aims to analyze and empirically examine the effects of human resource (HR) competence, information asymmetry, and whistleblowing on fraud in Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Gangga District, North Lombok Regency. The main issues include suboptimal BUMDes performance and indications of fund misuse due to limited managerial competence and low transparency.The study employs a mixed methods approach, combining quantitative questionnaires distributed to BUMDes managers, village officials, and community representatives using a census sampling technique, and qualitative in-depth interviews to gain a comprehensive understanding of management practices and factors influencing fraud. Quantitative data were analyzed using multiple linear regression, while qualitative data were analyzed descriptively.The results indicate that HR competence has a negative and significant effect on fraud, while information asymmetry has a positive and significant effect. Whistleblowing does not significantly affect fraud due to the strong family-oriented culture within BUMDes management. Simultaneously, all three variables significantly influence the occurrence of fraud.The study highlights the importance of improving managerial competence through continuous training, enhancing transparency and public access to information, and developing a whistleblowing system that ensures protection for reporters to improve BUMDes governance and minimize fraud risk.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28