ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP NYERI PADA REMAJA YANG MENGALAMI DISMENORE DIDESA PANCURAN GADING
Kata Kunci:
Dismenore, Remaja, Nyeri Haid, Relaksasi Genggam Jari, Terapi NonfarmakologisAbstrak
Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid yang tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan konsentrasi belajar, kualitas tidur, serta produktivitas remaja. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenore adalah teknik relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri pada remaja yang mengalami dismenore di Desa Pancuran Gading. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada dua responden remaja putri yang mengalami nyeri dismenore. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan selama tiga hari, dua kali sehari, dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua responden setelah dilakukan terapi relaksasi genggam jari. Selain itu, responden tampak lebih rileks, ekspresi wajah lebih tenang, dan aktivitas ringan dapat dilakukan tanpa gangguan berarti. Kesimpulannya, teknik relaksasi genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja.
Dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. Poorly managed menstrual pain may decrease concentration, disrupt sleep quality, and reduce overall productivity. One non-pharmacological intervention that can be used to relieve dysmenorrhea pain is the finger hold relaxation technique. This study aimed to analyze the effect of the finger hold relaxation technique on reducing pain intensity among adolescents experiencing dysmenorrhea in Pancuran Gading Village. The method used was a case study with a descriptive approach involving two adolescent female respondents who experienced dysmenorrhea. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The intervention was administered for three consecutive days, twice daily, with a duration of 15–20 minutes per session. The results showed a decrease in pain scale scores in both respondents after the application of the finger hold relaxation technique. In addition, the respondents appeared more relaxed, their facial expressions became calmer, and they were able to perform light activities without significant discomfort. In conclusion, the finger hold relaxation technique is effective as a non-pharmacological nursing intervention in reducing dysmenorrhea pain among adolescents.



