IMPLEMENTASI ASAS KEADILAN DAN PEMERATAAN DALAM PEMBAGIAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DI DESA PASEBAN TEBO
Kata Kunci:
Keadilan, Pemerataan, BLTAbstrak
Data penerima bantuan yang tidak akurat menjadi masalah besar dalam penyaluran bantuan pemerintah. Sering kali, data yang digunakan tidak terintegrasi antar instansi atau tidak diperbarui dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asas keadilan dan pemerataan dalam pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Paseban, mengetahui dampak ekonomi penerimaan bantuan terhadap masyarakat, serta merumuskan cara menanggulangi ketidakmerataan dalam penyaluran BLT berdasarkan perspektif Ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi asas keadilan dan pemerataan dalam penyaluran BLT di Desa Paseban sudah berjalan sesuai prinsip yang ditetapkan pemerintah, meskipun masih terdapat kendala berupa ketidakakuratan data penerima dan persepsi subjektif masyarakat mengenai keadilan distribusi. Dampak ekonomi dari penerimaan BLT cukup signifikan bagi masyarakat penerima, terutama dalam meningkatkan daya beli dan pemenuhan kebutuhan pokok, namun manfaatnya bersifat sementara dan belum mampu menciptakan kemandirian ekonomi. Dalam perspektif Ekonomi Islam, penanggulangan ketidakmerataan penyaluran BLT dapat dilakukan melalui penerapan prinsip keadilan (al-‘adl), amanah (al-amānah), dan musyawarah (asy-syūrā), dengan menekankan transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pendataan serta pengawasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyaluran BLT di Desa Paseban telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Optimalisasi dapat dicapai melalui perbaikan sistem pendataan, peningkatan transparansi, serta penerapan nilai-nilai Ekonomi Islam sebagai landasan etis dalam distribusi bantuan.
Inaccurate recipient data is a major problem in the distribution of government aid. Often, the data used is not integrated across agencies or is not properly updated. This research aims to analyze the implementation of the principles of justice and equity in the distribution of Direct Cash Assistance (BLT) in Paseban Village, to examine the economic impact of receiving the assistance on the community, and to formulate ways to overcome inequality in its distribution from the perspective of Islamic Economics. The research method used is qualitative with a descriptive approach, employing interviews, observations, and documentation as data collection instruments. The findings show that the implementation of justice and equity in the distribution of BLT in Paseban Village has generally followed the principles set by the government, although some challenges remain, such as inaccurate recipient data and subjective perceptions of fairness among the community. The economic impact of BLT is relatively positive, as it improves the purchasing power of beneficiary households and helps meet their basic needs. However, its benefits are temporary and insufficient to create long-term economic independence. From the perspective of Islamic Economics, inequality in BLT distribution can be addressed by applying the principles of justice (al-‘adl), trustworthiness (al-amānah), and consultation (asy-shūrā), emphasizing transparency and community involvement in the verification and monitoring processes. In conclusion, the distribution of BLT in Paseban Village has been implemented but has not yet achieved optimal results. Optimization can be realized through improvements in data accuracy, increased transparency, and the application of Islamic economic values as an ethical foundation for fair distribution.



