HUBUNGAN ANTARA OLAHRAGA TERATUR DENGAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN
Kata Kunci:
olahraga teratur, kesehatan mental, mahasiswa ilmu keolahragaanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara olahraga teratur dengan kesehatan mental mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya permasalahan kesehatan mental di kalangan mahasiswa akibat tekanan akademik, sosial, dan tuntutan perkuliahan, meskipun mahasiswa ilmu keolahragaan memiliki kedekatan dengan aktivitas fisik. Olahraga teratur dipandang sebagai salah satu faktor gaya hidup yang berpotensi berperan dalam menjaga stabilitas kesehatan mental mahasiswa. Kondisi ini menjadi penting karena mahasiswa sering menghadapi stres akademik, kecemasan, serta tekanan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus. Oleh sebab itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi strategi sederhana namun efektif dalam membantu mahasiswa menjaga keseimbangan emosional dan psikologis selama menjalani masa perkuliahan. Penelitian ini juga difokuskan pada konteks mahasiswa Ilmu Keolahragaan yang memiliki karakteristik perkuliahan berbasis praktik fisik, sehingga menarik untuk dikaji lebih spesifik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang angkatan 2022–2025, dengan sampel sebanyak 100 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner olahraga teratur yang mengukur frekuensi, durasi, dan intensitas olahraga, serta kuesioner kesehatan mental yang mencakup aspek gejala psikis, somatik, afektif, dan kesejahteraan emosional. Pengukuran olahraga teratur dilakukan untuk mengetahui tingkat keteraturan aktivitas fisik mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan pengukuran kesehatan mental digunakan untuk menggambarkan kondisi psikologis mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji normalitas dan linearitas. Analisis ini dipilih karena penelitian bertujuan melihat keeratan hubungan antara dua variabel tanpa memberikan perlakuan khusus pada responden, sehingga data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata mahasiswa secara objektif dan terukur.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga teratur dengan kesehatan mental mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (p < 0,05). Mahasiswa yang melakukan olahraga secara teratur cenderung memiliki tingkat kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang kurang teratur berolahraga. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga teratur berperan sebagai faktor pendukung dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa. Hubungan positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keteraturan mahasiswa dalam berolahraga, maka semakin baik pula kondisi emosional dan psikologis yang dimiliki. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu mahasiswa mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, serta memperkuat ketahanan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan akademik. Dengan demikian, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran jasmani, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa olahraga teratur memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental mahasiswa. Oleh karena itu, olahraga teratur disarankan untuk dijadikan bagian dari gaya hidup mahasiswa, serta dapat dimanfaatkan oleh program studi sebagai salah satu upaya pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan rutinitas olahraga secara konsisten sebagai bentuk upaya preventif dalam menjaga kesehatan mental. Program studi juga dapat mengembangkan kegiatan yang mendukung mahasiswa tetap aktif secara fisik, sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih sehat, seimbang, dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program pembinaan mahasiswa berbasis aktivitas fisik dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi.
This study aims to determine the relationship between regular exercise and the mental health of students in the Sports Science Study Program at Malang State University. The background of this study is based on the increasing mental health problems among students due to academic, social, and lecture demands, even though sports science students are closely related to physical activities. Regular exercise is seen as one of the lifestyle factors that has the potential to play a role in maintaining the stability of students' mental health. Furthermore, previous studies have suggested that physical activity not only contributes to physiological fitness but also provides psychological benefits, such as reducing stress levels and enhancing emotional balance among university students.This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The research population consists of all active students in the Sports Science Study Program at Malang State University from the 2022–2025 cohorts, with a sample of 100 students selected using purposive sampling. The research instruments consisted of a regular exercise questionnaire that measured the frequency, duration, and intensity of exercise, as well as a mental health questionnaire that covered aspects of psychological, somatic, affective, and emotional well-being symptoms. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test after meeting the normality and linearity tests. This methodological approach was chosen because it allows the researcher to objectively examine the degree of association between two measurable variables without providing any intervention to the participants.The results of the analysis showed that there was a significant relationship between regular exercise and the mental health of students in the Sports Science Study Program at Malang State University (p < 0.05). Students who exercised regularly demonstrated better mental health conditions than students who exercised less regularly. These findings indicate that regular exercise plays a supporting role in maintaining and improving students' mental health. In this context, regular physical activity may serve as an adaptive strategy for students in coping with academic pressures and emotional challenges during their university life.Based on these research results, it can be concluded that regular exercise has a significant relationship with students' mental health. Therefore, regular exercise is recommended to be made part of students' lifestyles and can be utilized by study programs as one of the supporting efforts in improving students' mental well-being. In addition, the findings of this study are expected to provide scientific contributions for the development of student welfare programs that integrate physical activity as a key component in promoting mental health within higher education settings.



