DETERMINASI AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN: PENDEKATAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Marcello Antony Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Carmel Meiden Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie

Kata Kunci:

Literature Review, Audit Report Lag

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis faktor-faktor yang memengaruhi Audit Report Lag (ARL) pada perusahaan publik di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menganalisis 58 artikel ilmiah terakreditasi SINTA yang diterbitkan pada periode 2022–2026, yang dipilih dari 337 artikel awal yang diperoleh melalui basis data Publish or Perish dengan menggunakan proses penyaringan terstruktur berdasarkan metode PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Report Lag merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor keuangan, operasional, dan tata kelola perusahaan. Di antara variabel yang paling banyak diteliti, ukuran perusahaan (35 penelitian) menunjukkan hasil yang tidak konsisten dengan tiga arah pengaruh, yaitu negatif, positif, dan tidak signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa pengaruhnya bergantung pada konteks penelitian. Profitabilitas (34 penelitian) menunjukkan bukti yang relatif lebih konsisten dengan dominasi pengaruh negatif (38,2%), sejalan dengan Signaling Theory, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang lebih baik cenderung mempercepat penyelesaian proses audit sebagai sinyal positif kepada pasar. Sementara itu, solvabilitas (17 penelitian) didominasi oleh hasil yang tidak berpengaruh signifikan (52,9%), yang menunjukkan bahwa tingkat leverage tidak secara langsung memengaruhi lamanya penyelesaian audit dalam kondisi ekonomi yang normal. Dari sisi metodologi, sebagian besar penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda (38 artikel) dan berlandaskan Agency Theory (28 penggunaan) serta Signaling Theory (26 penggunaan). Objek penelitian masih terkonsentrasi pada sektor properti, real estat, dan konstruksi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu mendapat perhatian, antara lain perlunya perluasan cakupan sektor industri, penggunaan metode analisis yang lebih beragam, serta integrasi variabel moderasi seperti reputasi auditor dan mekanisme tata kelola perusahaan agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi.

This study aims to systematically map the determinants of Audit Report Lag (ARL) in publicly listed companies in Indonesia through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The study analyzed 58 SINTA-accredited scientific articles published between 2022 and 2026, selected from an initial pool of 337 articles retrieved via the Publish or Perish database using a structured PRISMA screening process. The findings reveal that ARL is a multidimensional phenomenon influenced by a combination of financial, operational, and corporate governance factors. Among the most frequently examined variables, firm size (35 studies) produced inconsistent results across three directions—negative, positive, and non-significant—indicating its context-dependent nature. Profitability (34 studies) demonstrated relatively more consistent evidence, with a dominant negative effect (38.2%) consistent with Signaling Theory, suggesting that firms with better financial performance tend to accelerate audit completion as a positive market signal. Solvability (17 studies) was predominantly found to have no significant effect (52.9%), implying that leverage levels do not directly affect audit duration under normal economic conditions. Methodologically, most studies employed multiple linear regression (38 articles) and were grounded in Agency Theory (28 uses) and Signaling Theory (26 uses). Research objects were concentrated in the property, real estate, and construction sectors. These findings highlight significant research gaps, including the need for broader sectoral coverage, adoption of diverse analytical methods, and integration of moderating variables such as auditor reputation and corporate governance mechanisms to produce more comprehensive and generalizable conclusions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29