PERBANDINGAN KONSUMSI AIR MINERAL DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN DAN KADAR AIR TUBUH PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN DENGAN LATIHAN SUBMAKSIMAL
Kata Kunci:
Hidrasi, Air Mineral, Minuman Isotonik, Berat Badan, Kadar Air Tubuh, Latihan SubmaksimalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan berat badan dan kadar air tubuh setelah konsumsi air mineral dan minuman isotonik sebelum latihan submaksimal pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga status hidrasi selama latihan submaksimal, karena peningkatan aktivitas metabolisme dan produksi panas tubuh selama latihan dapat memicu kehilangan cairan melalui mekanisme termoregulasi. Perbedaan kandungan elektrolit dan karbohidrat pada jenis cairan yang dikonsumsi diduga menghasilkan perubahan status hidrasi yang berbeda setelah latihan submaksimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) dan desain two group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 mahasiswa laki-laki yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok air mineral dan kelompok minuman isotonik dengan masing-masing kelompok terdiri atas 15 subjek. Seluruh subjek menjalani latihan submaksimal berupa lari selama 12 menit dengan intensitas 64–76% HRmax. Pemberian cairan dilakukan dengan dosis 7,5 ml/kg berat badan sebelum latihan. Variabel penelitian meliputi perubahan berat badan dan perubahan kadar air tubuh sebagai indikator status hidrasi. Pengukuran dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) sebelum dan sesudah latihan. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene’s Test, dan Independent Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami penurunan berat badan dan kadar air tubuh setelah latihan submaksimal. Kelompok air mineral mengalami penurunan berat badan sebesar –0,547 ± 0,106 kg dan kadar air tubuh sebesar –0,993 ± 0,293%, sedangkan kelompok minuman isotonik mengalami penurunan lebih kecil yaitu –0,453 ± 0,091 kg dan –0,780 ± 0,259%. Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada perubahan berat badan (p = 0,015) dan kadar air tubuh (p = 0,044). Hal ini menunjukkan bahwa minuman isotonik lebih baik dalam mempertahankan status hidrasi dibandingkan air mineral karena kandungan elektrolit dan karbohidrat yang membantu absorpsi dan retensi cairan tubuh.




