PENGARUH IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL LEARNING CYCLE (ELC) TERHADAP KEMAMPUAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN TENGGELAM PADA WARGA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BONDOYUDO
Kata Kunci:
Experiential Learning Cycle (ELC), Korban Tenggelam, Pertolongan Pertama, Warga DASAbstrak
Kejadian tenggelam merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di wilayah perairan dan membutuhkan penanganan cepat serta tepat untuk mencegah kematian dan komplikasi serius. Rendahnya kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam menjadi salah satu faktor tingginya risiko kematian di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Experiential Learning Cycle (ELC) terhadap kemampuan pertolongan pertama korban tenggelam pada warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama korban tenggelam. Hasil: Rata-rata kemampuan warga sebelum pelatihan (pre-test) sebesar 21,81 dan meningkat menjadi 91,51 setelah pelatihan (post-test). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p < 0,001 dan nilai z = -5,310. Analisis : Terdapat peningkatan kemampuan warga setelah diberikan pelatihan menggunakan metode Experiential Learning Cycle (ELC), yang menunjukkan bahwa metode ELC berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pertolongan pertama korban tenggelam. Diskusi: Implementasi Experiential Learning Cycle (ELC) berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pertolongan pertama pada korban tenggelam pada warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden dalam melakukan pertolongan pertama.
Drowning incidents are one of the most common emergencies in aquatic areas and require prompt and appropriate intervention to prevent death and serious complications.The public’s limited ability to provide first aid to drowning victims is one of the factors contributing to the high risk of death in the Bondoyudo River Basin (DAS). Objective: This study aims to determine the effect of implementing the Experiential Learning Cycle (ELC) on the ability to provide first aid to drowning victims among residents in the Bondoyudo River Basin. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population in this study consisted of residents in the The study sample consisted of 37 respondents selected using purposive sampling. The research instruments included a knowledge questionnaire and an observation sheet for first aid skills for drowning victims. Results: The average skill level of residents before training (pre-test) was 21.81 and increased to 91.51 after training (post-test). The results of statistical analysis showed a p-value < 0.001 and a z-value = -5.310. Analysis: There was an increase in residents’ skills after receiving training using the Experiential Learning Cycle (ELC) method, which indicates that the ELC method has a significant effect on the ability to provide first aid to drowning victims. Discussion: The implementation of the Experiential Learning Cycle (ELC) has contributed to improving the first aid skills of residents in the Bondoyudo River Basin when assisting drowning victims. These findings indicate that experiential learning methods can enhance respondents’ knowledge and skills in providing first aid.




