EDUKASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PADA REMAJA DI YAYASAN SMP NUR ADIA

Penulis

  • Irfan Sazali Nasution Yayasan Pendidikan Nur Adila
  • Anggun Suci Fadilla Yayasan Pendidikan Nur Adila
  • Ajeng Sintia Bella Yayasan Pendidikan Nur Adila
  • Nafisa Balqis Harahap Yayasan Pendidikan Nur Adila

Kata Kunci:

Edukasi Kesehatan, PPOK, Kesehatan Paru-Paru, Remaja, Penyuluhan Kesehatan

Abstrak

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian apabila tidak dicegah sejak dini. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai faktor risiko gangguan kesehatan paru-paru, seperti paparan asap rokok, penggunaan rokok elektronik (vape), polusi udara, dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru-paru dan pencegahan PPOK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 di Yayasan Pendidikan Nur Adia dengan melibatkan 15 orang peserta. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan mencapai 90,67% dan meningkat menjadi 100% setelah penyuluhan diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 9,33%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan paru-paru dan pencegahan PPOK. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is one of the non-communicable diseases that has become a global health concern due to its impact on respiratory function, quality of life, morbidity, and mortality. Although COPD is more commonly found in adults, several risk factors begin to develop during adolescence, including exposure to cigarette smoke, electronic cigarette (vape) use, air pollution, and lack of physical activity. Therefore, promotive and preventive efforts through health education are needed to improve adolescents’ knowledge regarding lung health and COPD prevention. This community service activity was conducted on May 5, 2026, at Yayasan Pendidikan Nur Adia involving 15 participants. The methods used included health education sessions, interactive discussions, question-and-answer activities, and evaluation through pretest and posttest. The results showed that participants’ knowledge increased from 90.67% before the intervention to 100% after the educational program, with an improvement of 9.33%. These findings indicate that health education is effective in improving adolescents’ understanding of lung health and COPD prevention. Continuous educational activities are recommended to promote healthy lifestyles and increase health awareness among adolescents.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29