TEOLOGI KENYAMANAN RUANG PUBLIK: KONTEKSTUAL HADIS KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN DALAM MANAJEMEN FISIK PERPUSTAKAAN
Kata Kunci:
Studi Hadis, Manajemen Perpustakaan, Ruang Publik, Kebersihan, Estetika IslamAbstrak
Perpustakaan modern tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan ruang publik ketiga (the third place) yang menuntut kenyamanan fisik yang tinggi. Namun, banyak perpustakaan institusi keagamaan dan sekolah masih menghadapi kendala manajemen sarana prasarana yang berdampak pada rendahnya minat baca. Di sisi lain, khazanah hadis memiliki perhatian besar terhadap kebersihan dan keindahan, namun sering kali terbatas dimaknai dalam konteks fikih ritual. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep "Teologi Kenyamanan Ruang Publik" melalui kontekstualisasi hadis-hadis kebersihan (higienitas) dan keindahan (estetika) ke dalam manajemen fisik perpustakaan. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu’i) dan analisis interdisipliner, hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama: pertama, teologi higienitas yang bersumber dari prinsip thaharah menuntut adanya SOP sterilisasi koleksi dari debu/jamur, optimalisasi tata udara, dan pembatasan polusi sensorik. kedua, manifestasi estetika Islam berbasis nilai al-jamal dan itqan diwujudkan melalui psikologi tata warna dinding yang menenangkan, pencahayaan presisi, dan kerapian penataan buku di rak (shelving) sesuai sistem klasifikasi baku. Penelitian ini memperkaya epistemologi ilmu perpustakaan berbasis nilai Islam, sekaligus menjadi panduan praktis bagi pengelola untuk menciptakan ruang baca yang higienis, estetis, dan transformatif.
Modern libraries are no longer mere book warehouses, but rather "the third place" that demands high physical comfort. However, many libraries in religious institutions and schools still face facilities management issues, leading to low reading motivation. On the other hand, the treasury of hadith pays great attention to cleanliness and aesthetics, yet its interpretation is frequently confined to ritual jurisprudence (fiqh). This study aims to formulate the concept of "Theology of Public Space Comfort" by contextualizing the hadiths on cleanliness (hygiene) and beauty (aesthetics) into library physical management. Utilizing a library research method with a thematic (maudhu’i) approach and interdisciplinary analysis, the results show two primary findings: first, the hygiene theology rooted in the principle of thaharah demands SOPs for sterilizing collections from dust/fungi, optimizing ventilation systems, and limiting sensory pollution. Second, the manifestation of Islamic aesthetics based on the values of al-jamal and itqan is realized through calming wall color psychology, precise lighting, and neat book arrangement on shelves (shelving) according to standard classification systems. Theoretically, this study enriches the epistemology of Islamic-based library science, while practically serving as a guide for library managers to create a hygienic, aesthetic, and transformative reading space




