HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER
Kata Kunci:
Resiliensi, Kepatuhan, KemoterapiAbstrak
Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang memerlukan kemoterapi sebagai salah satu terapi utama. Efek samping kemoterapi dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Resiliensi berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi terhadap berbagai tantangan selama terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan resiliensi dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Resiliensi diukur menggunakan kuesioner CD-RISC dan kepatuhan menggunakan kuesioner kepatuhan kemoterapi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan α ≤ 0,05. Hasil menunjukkan mayoritas pasien memiliki resiliensi tinggi (90,9%) dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan kemoterapi yang tinggi (70,5%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p-value = 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,488, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah positif antara resiliensi dan kepatuhan kemoterapi. Resiliensi yang tinggi membantu pasien menghadapi tekanan fisik dan psikologis selama kemoterapi sehingga meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Semakin tinggi resiliensi pasien, semakin tinggi pula kepatuhan dalam menjalani kemoterapi.Tingginya kepatuhan kemoterapi kemungkinan berkaitan dengan tingginya resiliensi pasien. Kemampuan beradaptasi terhadap penyakit dan pengobatan membantu pasien tetap menjalani kemoterapi secara teratur.
Breast cancer is a malignant disease that requires chemotherapy as one of the primary treatments. The side effects of chemotherapy can affect patients’ adherence to treatment. Resilience plays a crucial role in helping patients adapt to various challenges during therapy. This study aims to determine the relationship between resilience and chemotherapy adherence in breast cancer patients at Baladhika Husada Jember Level III Hospital This is a quantitative study with a correlational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 44 respondents selected using purposive sampling. Resilience was measured using the CD-RISC questionnaire, and adherence was assessed using the chemotherapy adherence questionnaire. Data analysis employed the Spearman Rho test with α ≤ 0.05. The findings indicated that the majority of patients exhibited high resilience (90.9%), and most respondents demonstrated high chemotherapy adherence (70.5%). The Spearman Rho test results showed a p-value of 0.001 and a correlation coefficient of r = 0.488, indicating a significant, moderately strong, and positive relationship between resilience and chemotherapy adherence. High resilience helps patients cope with physical and psychological stress during chemotherapy, thereby improving treatment adherence. The higher the patient’s resilience, the higher their adherence to chemotherapy. High chemotherapy adherence is likely related to high patient resilience. The ability to adapt to the disease and treatment helps patients continue to undergo chemotherapy regularly




