HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN FATIGUE PADA PASIEN KEMOTERAPI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER

Penulis

  • Moch. Rizal Vahlefi Universitas Muhammadiyah Jember
  • Ginanjar Sasmito Adi Universitas Muhammadiyah Jember
  • Mohammad Ali Hamid Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Kecemasan, Fatigue, Kemoterapi, Kanker Payudara

Abstrak

Latar belakang: Kecemasan sering dialami pasien kemoterapi kanker payudara dan dapat memperburuk fatigue, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan fatigue pada pasien kemoterapi kanker payudara di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 50 pasien, dengan teknik consecutive sampling diperoleh 44 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton anxiety rating scale (HARS) yang dimodifikasi untuk mengukur kecemasan dan kuesioner Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue Scale (FACIT-Fatigue) yang dimodifikasi untuk mengukur fatigue. Uji statistik menggunakan Spearman Rho. Hasil: Mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan (43,2%) dan fatigue ringan (54,5%). Uji Spearman Rho menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,704, yang berarti terdapat hubungan kuat antara kecemasan dan fatigue. Diskusi: Korelasi ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecemasan pasien, semakin berat fatigue yang dialami. Kesimpulan: Diperlukan skrining kecemasan rutin sebelum dan sesudah kemoterapi, teknik relaksasi napas dalam, konseling singkat oleh perawat, serta dukungan keluarga untuk menurunkan tingkat fatigue pada pasien kemoterapi kanker payudara.

introduction: Anxiety is often experienced by breast cancer chemotherapy patients and can worsen fatigue, which leads to a decrease in quality of life. This study aims to analyze the relationship between anxiety level and fatigue in breast cancer chemotherapy patients at Baladhika Husada Level III Hospital, Jember. Method: This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 50 patients, and 44 respondents were obtained through consecutive sampling technique. Data were collected using a modified Hamilton anxiety rating scale (HARS questionnaire to measure anxiety and a modified Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue Scale (FACIT-Fatigue) questionnaire to measure fatigue. The statistical test used was Spearman Rho. Results: The majority of patients experienced mild anxiety (43.2%) and mild fatigue (54.5%). The Spearman Rho test showed p = 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.704, indicating a strong relationship between anxiety and fatigue. Discussion: This correlation indicates that the higher the patient's anxiety, the more severe the fatigue experienced. Conclusion: Routine anxiety screening before and after chemotherapy, deep breathing relaxation techniques, brief counseling by nurses, and family support are needed to reduce fatigue levels in breast cancer chemotherapy patients.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29