PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA
Kata Kunci:
Hipertensi, Tekanan Darah, Relaksasi Benson, Terapi NonfarmakologisAbstrak
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, terapi relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengontrol tekanan darah. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan terapi relaksasi Benson terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas dua penderita hipertensi, yaitu Ny. S (65 tahun) dan Ny. W (51 tahun). Terapi relaksasi Benson dilakukan selama 15–20 menit, satu kali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil: Sebelum intervensi, kedua responden berada pada kategori hipertensi sedang. Setelah tujuh hari terapi, tekanan darah keduanya menurun. Ny. S mencapai kategori high normal, sedangkan Ny. W menjadi hipertensi ringan. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson selama tujuh hari membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk mendukung terapi farmakologis.
Background: Hypertension is a non-communicable disease that can lead to complications such as stroke, heart disease, and kidney failure. In addition to pharmacological treatment, Benson relaxation therapy can be used as a non-pharmacological intervention to help control blood pressure. Objective: To describe the implementation of Benson relaxation therapy on blood pressure in patients with hypertension in the working area of Gambirsari Community Health Center. Methods: This study employed a case study with a quantitative descriptive design. The participants were two patients with hypertension, Mrs. S (65 years old) and Mrs. W (51 years old). Benson relaxation therapy was administered for 15–20 minutes once daily for seven consecutive days. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Results: Before the intervention, both participants were classified as having Stage 2 hypertension. After seven days of therapy, both participants experienced a reduction in blood pressure. Mrs. S reached the high-normal blood pressure category, while Mrs. W improved to Stage 1 hypertension. Conclusion: The implementation of Benson relaxation therapy for seven consecutive days helped reduce blood pressure in patients with hypertension. This therapy can be used as a simple, safe, and independent non-pharmacological nursing intervention to complement pharmacological treatment.




