PERBEDAAN PENGARUH ISOMETRIC SUPINE HOLD DAN ISOMETRIC PRONE HOLD TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA SSB MAS
Kata Kunci:
Isometric Supine Hold, Isometric Prone Hold, Nyeri Otot Hamstring, Pemain Sepak BolaAbstrak
Latar Belakang: Nyeri otot hamstring merupakan salah satu masalah yang sering dialami pemain sepak bola akibat aktivitas berulang seperti sprint, akselerasi, deselerasi, dan perubahan arah yang cepat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otot, keterbatasan gerak, serta penurunan performa saat bermain. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri otot hamstring adalah latihan kontraksi isometrik. Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold merupakan latihan isometrik yang bertujuan meningkatkan aktivasi neuromuskular, memperbaiki fungsi otot hamstring, serta menghasilkan efek analgesik melalui mekanisme exercise-induced hypoalgesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold terhadap penurunan nyeri otot hamstring serta membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut pada pemain sepak bola. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold terhadap penurunan nyeri otot hamstring serta mengetahui perbedaan efektivitas kedua intervensi tersebut pada pemain sepak bola SSB MAS Yogyakarta usia 14–15 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest two group design. Subjek penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Isometric Supine Hold dan kelompok Isometric Prone Hold, masing-masing 10 responden. Intervensi diberikan selama 2 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu. Pengukuran nyeri otot hamstring dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isometric Supine Hold memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Isometric Prone Hold juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kelompok Isometric Supine Hold mengalami penurunan rerata nyeri sebesar 4,60, sedangkan kelompok Isometric Prone Hold mengalami penurunan rerata nyeri sebesar 3,60. Namun, hasil uji perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi (p > 0,05). Kesimpulan: Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold sama-sama berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring pada pemain sepak bola. Namun, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi tersebut sehingga keduanya memiliki efektivitas yang relatif sama dalam menurunkan nyeri otot hamstring.




