GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS BORU TAHUN 2025
Kata Kunci:
Anemia, Paritas, Usia Ibu, Usia KehamilanAbstrak
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan penting yang dapat meningkatkan resiko komplikasi bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian anemia serta mendeskripsikannya berdasarkan paritas, usia ibu dan usia kehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pengumpulan data. Populasi serta sampel berjumlah 65 ibu hamil anemia, dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pada Puskesmas Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa dari total responden berdasarkan paritas sebagian besar adalah multigravida 37 orang (56,92%), diikuti primigravida 22 orang (33,85%) dan grandemultigravida 6 0rang (9,23%). Berdasarkan usia ibu kelompok usia ibu 20 – 35 tahun mendominasi 47 orang (72,31%), usia >35 tahun 14 orang (21,54% dan usia <20 4 orang (6,15%). Berdasarkan usia kehamilan trimester I memiliki jumlah terbanyak 38 orang (58,46%), diikuti trimester II 14 orang (21, 54%) dan trimester III 13 orang (20,0%) Kesimpulan penelitian ini adalah keseluruhan responden yang berjumlah 65 ibu hamil anemia di wilayah UPTD Puskesmas Boru tahun 2025 terdistribusi anemia ringan 39 (60%) dan anemia sedang 26 (40%).
Anaemia in pregnant women is a significant health problem that can increase the risk of complications for the mother and fetus. This study aims to identify the incidence of anaemia and describe it based on parity, maternal age, and gestational age. The study employs a descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling. The data are analysed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. The population and sample are 65 anaemic pregnant women, with secondary data obtained from medical records at the Boru Community Health Centre, Wulanggitang District, East Flores Regency in 2025. The results show that based on parity, out of 65 respondents, there are 37 women are multigravida (56,92 %), followed by 22 women are primigravida (33,85%, and 6 women are grandemultigravida (9,23 %). Based on maternal age, the 20-35 age group dominated with 47 women (72,31%), 14 women (21,54%) over 35 years old, and 4 women (6,15%) under 29 years old. Based on gestational age, the first tri-semester has the largest number with 38 women (58,46%), followed by 14 women (21,54%) in the second tri-semester and 13 women (20 %) in the third tri-semester. The conclusion of this study is that of the 65 pregnant women respondents with anaemia at the Boru Community Health Centre are in 2025, there are 38 women (65 %) have mild anaemia and 26 women (40 %) have moderate anaemia.




