INOVASI PEMBAYARAN TRANSAKSI DIGITAL MELALUI QRIS: ANALISIS RISIKO DAN MANFAAT DALAM PELAYANAN PUBLIK

Penulis

  • Marcella Saputri Wantura Universitas Nusa Cendana
  • Maria Kurniati Silvana Andricus Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

QRIS, Pembayaran Digital, Pelayanan Publik, Risiko, Manfaat, Quishing

Abstrak

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berkembang dari standar pembayaran ritel menjadi bagian dari inovasi pelayanan publik, termasuk dalam penarikan retribusi daerah. Inovasi ini menjanjikan efisiensi dan transparansi, tetapi juga membawa risiko keamanan, kesenjangan literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur. Makalah ini bertujuan menganalisis manfaat dan risiko penerapan QRIS dalam pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap 11 artikel jurnal terbitan 2022–2026, yang dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat utama QRIS meliputi efisiensi waktu, pencatatan transaksi otomatis yang mendukung transparansi dan akuntabilitas, potensi optimalisasi pendapatan asli daerah, berkurangnya risiko uang tunai, serta perluasan inklusi keuangan. Risiko dan hambatan utamanya mencakup penipuan melalui kode QR yang dipalsukan (quishing), rendahnya literasi digital, jaringan internet yang belum stabil, resistensi terhadap perubahan, serta batasan teknis dan regulatif. Dukungan pemerintah dan kepercayaan pengguna turut menentukan keberlanjutan penggunaan. Manfaat tersebut dapat dipertahankan jika diimbangi sosialisasi berkelanjutan, pendampingan petugas, penguatan infrastruktur, verifikasi keaslian kode QR, dan koordinasi dengan penyedia jasa pembayaran. Sebagian besar bukti berasal dari studi kasus berskala kecil sehingga generalisasi perlu dilakukan dengan hati-hati.

The Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has evolved from a retail payment standard into part of public service innovation, including local levy collection. This innovation promises efficiency and transparency, yet it also brings security risks, digital literacy gaps, and infrastructure limitations. This paper analyzes the benefits and risks of QRIS in public services using a descriptive qualitative approach and a literature study of 11 journal articles published between 2022 and 2026, analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the main benefits are time efficiency, automatic transaction recording that supports transparency and accountability, potential improvement of local own-source revenue, reduced cash-handling risks, and wider financial inclusion. The main risks and barriers include fraud through tampered QR codes (quishing), low digital literacy, unstable internet connectivity, resistance to change, and technical and regulatory limits. Government support and user trust also shape long-term adoption. These benefits can be sustained when accompanied by continuous outreach, officer assistance, stronger infrastructure, QR code authenticity verification, and coordination with payment service providers. Most of the evidence comes from small-scale case studies, so generalization should be made with caution.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31