https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/issue/feedJurnal Studi Multidisipliner2026-08-31T04:51:14+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25788PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN EARNINGS PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM2026-08-26T05:26:25+00:00Ivan Faradilaivanfaradila23@gmail.comWoro Dwi Hartantyworo.wdh@bsi.ac.id<p>Perusahaan sub sektor <em>Food and Beverage</em> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, selama periode 2021–2025, sektor ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari fluktuasi harga bahan baku hingga ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fundamental perusahaan, yang diproksikan melalui <em>Return on Assets</em> (ROA), <em>Debt to Equity Ratio</em> (DER), dan <em>Earnings Per Share</em> (EPS) terhadap Harga Saham. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif dan teknik <em>purposive sampling,</em> data dianalisis melalui regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, ROA dan EPS berpengaruh signifikan terhadap Ln Harga Saham, sedangkan DER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap Ln Harga Saham. Nilai <em>Adjusted R Square</em> sebesar 0,723 mengindikasikan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 72,3% variasi Harga Saham, sementara 27,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24987SUMBER FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM2026-08-04T03:30:24+00:00Penri Antopenrianto123@gmail.comYundri Akhyaryundri.akhyar@uin-suska.ac.idParlindungan Simbolonabukhofifah06@gmail.com<p>Filsafat pendidikan Islam merupakan landasan konseptual yang mengarahkan tujuan, kurikulum, metode, dan praktik pendidikan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di era globalisasi dan transformasi digital, pendidikan Islam dituntut mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sumber-sumber filsafat pendidikan Islam serta relevansinya dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, As-Sunnah, kitab tafsir, buku filsafat pendidikan Islam, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan sumber utama filsafat pendidikan Islam, sedangkan ijma', qiyas, dan ijtihad berfungsi sebagai sumber pengembangan dalam menjawab persoalan pendidikan yang terus berkembang. Selain itu, pemikiran Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Hasan Langgulung, dan Ahmad Tafsir memberikan kontribusi penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sumber-sumber filsafat pendidikan Islam tetap relevan sebagai landasan filosofis dalam mengembangkan sistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, moral, dan sosial sehingga menghasilkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan global secara bertanggung jawab.</p> <p><em>Islamic educational philosophy serves as the conceptual foundation for educational goals, curriculum development, teaching methods, and educational practices based on the values of the Qur'an and the Sunnah. In the era of globalization and digital transformation, Islamic education is expected to preserve Islamic values while adapting to the rapid development of science and technology. This study aims to analyze the sources of Islamic educational philosophy and examine their relevance to the development of contemporary Islamic education. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from the Qur'an, the Sunnah, Qur'anic commentaries, books on Islamic educational philosophy, and relevant scholarly publications. The data were analyzed through content analysis involving data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that the Qur'an and the Sunnah are the primary sources of Islamic educational philosophy, while ijma' (scholarly consensus), qiyas (analogical reasoning), and ijtihad (independent reasoning) function as complementary sources for addressing contemporary educational issues. Furthermore, the educational ideas of Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Khaldun, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Hasan Langgulung, and Ahmad Tafsir significantly contribute to the development of an integrative Islamic educational paradigm. The study concludes that the sources of Islamic educational philosophy remain highly relevant as the philosophical foundation for developing an educational system that integrates spiritual, intellectual, moral, and social values while preparing learners to face global challenges responsibly</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25748ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN DESA TANGRU2026-08-24T11:54:40+00:00Sahrilsarillbangmo5@gmail.comJamiluddin Jabircc9jamil@mail.comRusmawatirusmawati0990@gmail.com<p>Kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan serta memengaruhi kondisi pelayanan dan umur rencana perkerasan. Kerusakan yang terjadi pada permukaan jalan perlu diidentifikasi dan dinilai secara sistematis agar dapat diketahui tingkat kondisi perkerasan serta kebutuhan penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan serta menganalisis kondisi perkerasan pada ruas Jalan Desa Tangru menggunakan metode <em>Pavement Condition Index</em> (PCI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, pengukuran dimensi kerusakan, dan dokumentasi kondisi perkerasan pada setiap unit sampel. Data yang diperoleh meliputi jenis kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, luas atau ukuran kerusakan, serta jumlah kerusakan pada masing-masing unit sampel. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan prosedur metode PCI dengan menghitung nilai <em>density</em>, <em>deduct value</em> (DV), <em>total deduct value</em> (TDV), <em>corrected deduct value</em> (CDV), dan nilai PCI. Nilai <em>density</em> diperoleh berdasarkan perbandingan antara luas kerusakan dengan luas unit sampel, kemudian digunakan untuk menentukan nilai DV berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kerusakan. Nilai DV selanjutnya dijumlahkan untuk memperoleh TDV dan dikoreksi menggunakan kurva CDV sehingga diperoleh nilai PCI pada setiap unit sampel. Nilai PCI tersebut digunakan untuk menentukan tingkat kondisi perkerasan, mulai dari kondisi gagal hingga kondisi sempurna. Hasil penilaian kondisi perkerasan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Desa Tangru dan menjadi dasar dalam menentukan prioritas serta kebutuhan penanganan dan pemeliharaan jalan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam melakukan pemeliharaan dan penanganan kerusakan secara tepat, efektif, dan berkelanjutan sehingga kondisi jalan dapat dipertahankan dan pelayanan terhadap pengguna jalan dapat ditingkatkan.</p> <p><em>Road damage is one of the problems that can reduce the comfort and safety of road users and affect the serviceability and design life of pavement. Road damage needs to be identified and assessed systematically in order to determine the pavement condition and the appropriate treatment required. This study aims to identify the types and levels of road damage and analyze the pavement condition of Tangru Village Road using the Pavement Condition Index (PCI) method. This research uses a quantitative descriptive method through field surveys, measurements of pavement damage, and documentation of pavement conditions in each sample unit. The data collected include the type of damage, severity level, dimensions or area of damage, and the amount of damage in each sample unit. The data were then analyzed based on the PCI method by calculating density, deduct value (DV), total deduct value (TDV), corrected deduct value (CDV), and PCI values. The density value was determined by comparing the area of damage with the area of each sample unit and was then used to obtain the DV value based on the type and severity of damage. The DV values were subsequently summed to obtain the TDV, which was then corrected using the CDV curve to determine the PCI value for each sample unit. The PCI values were used to classify the pavement condition, ranging from failed to excellent. The results of the pavement condition assessment are expected to provide an overview of the level of damage occurring along Tangru Village Road and serve as a basis for determining priorities and appropriate road maintenance and rehabilitation treatments. Therefore, this study is expected to provide useful information for relevant authorities in planning effective, efficient, and sustainable road maintenance and treatment programs, thereby maintaining pavement condition and improving the level of service for road users.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25669PERBEDAAN PENGARUH ISOMETRIC SUPINE HOLD DAN ISOMETRIC PRONE HOLD TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA SSB MAS2026-08-22T04:01:10+00:00Rivaldo Febrilian Rohaendirivaldofebrilianrohaendi@gmail.comMuhamad Ali Jafarguest@jurnalhst.comRizky Wulandariguest@oaj.jurnalhst.com<p>Latar Belakang: Nyeri otot hamstring merupakan salah satu masalah yang sering dialami pemain sepak bola akibat aktivitas berulang seperti sprint, akselerasi, deselerasi, dan perubahan arah yang cepat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otot, keterbatasan gerak, serta penurunan performa saat bermain. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri otot hamstring adalah latihan kontraksi isometrik. Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold merupakan latihan isometrik yang bertujuan meningkatkan aktivasi neuromuskular, memperbaiki fungsi otot hamstring, serta menghasilkan efek analgesik melalui mekanisme exercise-induced hypoalgesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold terhadap penurunan nyeri otot hamstring serta membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut pada pemain sepak bola. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold terhadap penurunan nyeri otot hamstring serta mengetahui perbedaan efektivitas kedua intervensi tersebut pada pemain sepak bola SSB MAS Yogyakarta usia 14–15 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest two group design. Subjek penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Isometric Supine Hold dan kelompok Isometric Prone Hold, masing-masing 10 responden. Intervensi diberikan selama 2 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu. Pengukuran nyeri otot hamstring dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isometric Supine Hold memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Isometric Prone Hold juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kelompok Isometric Supine Hold mengalami penurunan rerata nyeri sebesar 4,60, sedangkan kelompok Isometric Prone Hold mengalami penurunan rerata nyeri sebesar 3,60. Namun, hasil uji perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi (p > 0,05). Kesimpulan: Isometric Supine Hold dan Isometric Prone Hold sama-sama berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri otot hamstring pada pemain sepak bola. Namun, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi tersebut sehingga keduanya memiliki efektivitas yang relatif sama dalam menurunkan nyeri otot hamstring.</p> <p> </p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25023PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA KEPEMIMPINAN BANI UMAYYAH DI SPANYOL2026-08-06T01:40:41+00:00Miswandiwandi.diamond654@gmail.comWaldi Saputraellya.roza@uin-suska.ac.idSri Wahyuniwaldisaputra@stit-alkifayahriau.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perluasan wilayah Islam ke Spanyol serta perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kepemimpinan Bani Umayyah. Perluasan wilayah ini merupakan salah satu pencapaian penting dalam sejarah peradaban Islam yang dimulai pada awal abad ke-8 melalui ekspedisi militer yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Tariq ibn Ziyad. Penaklukan wilayah Al-Andalus menjadi titik awal berkembangnya peradaban Islam di kawasan Eropa Barat. Di tengah kondisi politik yang penuh tantangan dan tekanan, Bani Umayyah mampu bangkit dan membangun pusat-pusat ilmu pengetahuan yang mendorong kemajuan dalam berbagai bidang seperti filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari berbagai sumber sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan ekspansi wilayah dan dukungan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan menjadikan Bani Umayyah sebagai salah satu dinasti penting dalam membentuk peradaban Islam yang berpengaruh luas. Dengan demikian, masa kepemimpinan Bani Umayyah tidak hanya ditandai oleh ekspansi politik dan militer, tetapi juga oleh kebangkitan intelektual yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24992INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN2026-08-04T06:22:29+00:00Penri Antopenrianto123@gmail.comMasmudimasmudi.budi@yahoo.co.idZalismanzalisman.14@gmail.comSri Wahyuniayusriwahyuni039@gmai.com<p>Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi untuk memperoleh informasi mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran, efektivitas proses pembelajaran, serta kualitas hasil belajar peserta didik. Keberhasilan suatu evaluasi sangat dipengaruhi oleh kualitas instrumen yang digunakan. Instrumen evaluasi yang memenuhi aspek validitas, reliabilitas, objektivitas, dan praktikalitas akan menghasilkan informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, jenis, karakteristik, serta implementasi instrumen evaluasi pembelajaran berdasarkan berbagai hasil penelitian dan literatur ilmiah terkini. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui telaah sistematis terhadap buku dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen evaluasi pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki proses pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru, dan mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif. Di era digital, pengembangan instrumen evaluasi berbasis teknologi menjadi kebutuhan yang semakin penting agar proses penilaian lebih efektif, efisien, objektif, dan mampu mengakomodasi perkembangan kompetensi abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kompetensi dalam merancang dan menggunakan instrumen evaluasi yang berkualitas sehingga hasil evaluasi dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.</p> <p><em>Learning evaluation is an essential component of the educational system that aims to obtain information regarding the achievement of learning objectives, the effectiveness of the instructional process, and students' learning outcomes. The quality of evaluation is strongly influenced by the quality of the assessment instruments employed. Instruments that meet the criteria of validity, reliability, objectivity, and practicality are capable of providing accurate information for educational decision-making. This article aims to examine the concepts, principles, types, characteristics, and implementation of learning evaluation instruments based on recent scholarly literature. This study employed a qualitative library research approach by reviewing scientific books and journal articles published between 2020 and 2026. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using descriptive-analytical techniques. The findings indicate that learning evaluation instruments serve not only to measure students' achievement but also to improve instructional quality, enhance teachers' professionalism, and support comprehensive competency development. In the digital era, technology-based assessment instruments have become increasingly important to ensure that evaluation processes are more effective, efficient, objective, and responsive to twenty-first-century learning competencies. Therefore, teachers are expected to possess the competence to design and implement high-quality evaluation instruments that contribute to continuous educational improvement.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25776PERAN MUSYRIF DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SANTRI DI MARHALAH MUTAWASITHAH KELAS TUJUH MA’HAD AL-IHSAN SURABAYA2026-08-26T01:48:38+00:00Ismailismailhanafi1927@gmail.comAbdul Rohman Hadiabdulrohmanhadi09@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam mengenai peran musyrif dalam membentuk karakter religius santri Marhalah Mutawassitoh kelas tujuh di Ma’had Al-Ihsan Surabaya. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama pengasuhan, yaitu pengawasan (supervising), pembimbingan (mentoring), dan pengasuhan (nurturing). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dihimpun melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Model Interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran musyrif sebagai supervising diwujudkan melalui penegakan disiplin ibadah harian secara ketat melalui pengondisian bangun pagi pukul 03.30 WIB dan sterilisasi asrama selama jam belajar; (2) Peran sebagai mentoring diterapkan melalui metode keteladanan (Uswah Hasanah) dengan membersamai santri dalam ibadah dan pemberian sanksi edukatif-religius untuk membangun kesadaran spiritual; serta (3) Peran sebagai nurturing dilakukan secara humanis sebagai orang tua pengganti (substitute parents) untuk menjaga stabilitas emosional santri dari krisis adaptasi (homesick). Integrasi ketiga peran ini terbukti efektif dalam mempercepat akselerasi pembentukan karakter religius santri baru di lingkungan ma'had.</p> <p><em>This study aims to describe and analyze in depth the role of musyrif in shaping the religious character of seventh-grade santri of Marhalah Mutawassitoh at Ma’had Al-Ihsan Surabaya. The focus of the research is directed at three main aspects of boarding care: supervising, mentoring, and nurturing. This study adopt-ed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman Interactive Model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicated that:(1) The role of musyrif as supervising is implemented through strict enforcement of daily worship discipline by conditioning wake-up time at 03.30 AM and steri-lizing dormitories during formal learning hours; (2) The role as mentoring is ap-plied through the method of exemplary behavior (Uswah Hasanah) by accompa-nying santri during congregational prayers and providing educational-religious sanctions to build spiritual awareness; and (3) The role as nurturing is carried out humanely as substitute parents to maintain the emotional stability of santri facing adaptation crises (homesick). The integration of these three roles is proven to be effective in accelerating the formation of the religious character of new santri in the ma'had environment.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25747KONTRIBUSI MASJID AL MUHAJIRIN TERHADAP PENDIDIKAN KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA TURIREJO LAWANG KABUPATEN MALANG2026-08-24T11:38:27+00:00Muh. Wusmul Iltihammuhammadwusmul051021@gmail.comAbdul Rohman Hadiabdulrohmanhadi09@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Masjid Al-Muhajirin Desa Turirejo terhadap pendidikan keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al-Muhajirin berperan sebagai pusat pendidikan Islam nonformal melalui kegiatan seperti pengajian rutin, pembelajaran Al-Qur’an, Madrasah Diniyah, kajian keislaman, dan pembinaan akhlak. Kegiatan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman agama, kesadaran beribadah, serta kepedulian sosial Masyarakat. Meskipun menghadapi kendala pada aspek manajemen organisasi dan partisipasi masyarakat yang belum merata, Masjid Al-Muhajirin tetap memberikan dampak positif terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen dan pengembangan program yang lebih inovatif agar peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.</p> <p><em>This study aims to determine the contribution of Al-Muhajirin Mosque in Turirejo Village to the religious education of the community. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques.</em> <em>The findings reveal that Al-Muhajirin Mosque plays an important role as a center of non-formal Islamic education through various activities, such as regular religious gatherings, Qur'anic learning programs, Madrasah Diniyah (Islamic religious classes), Islamic studies, and moral development programs. These activities contribute to improving religious understanding, increasing awareness of worship, and strengthening social responsibility among community members.</em> <em>Although the mosque faces challenges related to organizational management and uneven community participation, Al-Muhajirin Mosque continues to have a positive impact on the religious life of the community. Therefore, strengthening organizational management and developing more innovative programs are necessary to optimize the mosque's role as a center for education and community empowerment. </em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25648PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA2026-08-21T10:59:39+00:00 Shevany Ferinda Kusuma Wardanashevanyferindakusumawardana@gmail.comDyah Rahmawatie Ratna Budi Utamidyahrahmawatie@unisa-surakarta.ac.id<p>Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, terapi relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengontrol tekanan darah. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan terapi relaksasi Benson terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas dua penderita hipertensi, yaitu Ny. S (65 tahun) dan Ny. W (51 tahun). Terapi relaksasi Benson dilakukan selama 15–20 menit, satu kali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil: Sebelum intervensi, kedua responden berada pada kategori hipertensi sedang. Setelah tujuh hari terapi, tekanan darah keduanya menurun. Ny. S mencapai kategori high normal, sedangkan Ny. W menjadi hipertensi ringan. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson selama tujuh hari membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk mendukung terapi farmakologis.</p> <p><em>Background: Hypertension is a non-communicable disease that can lead to complications such as stroke, heart disease, and kidney failure. In addition to pharmacological treatment, Benson relaxation therapy can be used as a non-pharmacological intervention to help control blood pressure. Objective: To describe the implementation of Benson relaxation therapy on blood pressure in patients with hypertension in the working area of Gambirsari Community Health Center. Methods: This study employed a case study with a quantitative descriptive design. The participants were two patients with hypertension, Mrs. S (65 years old) and Mrs. W (51 years old). Benson relaxation therapy was administered for 15–20 minutes once daily for seven consecutive days. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Results: Before the intervention, both participants were classified as having Stage 2 hypertension. After seven days of therapy, both participants experienced a reduction in blood pressure. Mrs. S reached the high-normal blood pressure category, while Mrs. W improved to Stage 1 hypertension. Conclusion: The implementation of Benson relaxation therapy for seven consecutive days helped reduce blood pressure in patients with hypertension. This therapy can be used as a simple, safe, and independent non-pharmacological nursing intervention to complement pharmacological treatment.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/25017PERAN KEBERADAAN ORANGTUA TERHADAP TUMBUHKEMBANG BICARA ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA2026-08-05T10:28:21+00:00M.Amin Akkasamin.akkas@uinjkt.ac.idSindi Ayudia Pamasindiayudiapama@gmail.comAnisa Siti Nurjanahanisasitinurjanah@fkip.unsri.ac.id<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran keberadaan orang tua terhadap tumbuhkembang bicara awal anak di lingkungan keluarga. Sebab keberadaan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mensiasati tumbuhkembang bicara anak pada masa awal anak bersosialisasi dengan lingkungan keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengalaman komunikasi kepada anak. Pembahasan didasarkan pada hasil penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif karena datanya disajikan bukan melalui uji statistik dalam analisis datanya akan tetapi mengarah kepada content analysis. Studi kepustakaan yang dimaksud adalah rangkaian tindakan yang berkaitan dengan membaca dan mencatat data yang diperlukan, mengolah bahan penelitian dan mengumpulkan data dari perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada beberapa peran dan keterlibatan orang tua dalam proses tumbuhkembang bicara anak melalui komunikasi yang terjadi dua arah antara anak dan orang tua sebab orang tua menjadi model berbahasa bagi anak dalam belajar berbicara melalui proses interaksi yang berlangsung secara terus-menerus. Peran kedua adanya pemberian stimulasi bahasa kepada anak, Ketiga pola asuh orang tua yang mendukung, pemberian kesempatan bersosialisasi, serta penciptaan lingkungan rumah yang kaya bahasa dapat membantu meningkatkan kemampuan bicara dan bahasa anak. Oleh karena itu, orangtua harus memiliki strategi dan keberadaan orang tua tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai kehadiran yang aktif, responsif dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak.</p> <p><em>This article aims to analyze the role of parental presence in children's early speech growth and development in the family environment. Because the existence of parents has a very important role in circumventing children's speech growth and development in the early days of children socializing with the family environment because the family is the first environment that provides communication experiences to children. The discussion is based on the results of literature studies with a qualitative approach because the data is presented not through statistical tests in the data analysis but leads to content analysis. The literature study in question is a series of actions related to reading and recording the necessary data, processing research materials and collecting data from the library. The results of the study show that there are several roles and involvement of parents in the process of children's speech growth and development through two-way communication that occurs between children and parents because parents become language models for children in learning to speak through a continuous interaction process. The second role is to provide language stimulation to children, Third, supportive parental parenting, providing opportunities for socialization, and creating a language-rich home environment can help improve children's speech and language skills. Therefore, parents must have a strategy and the existence of parents is not only interpreted physically, but also as an active, responsive and consistent presence in the child's daily life.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner