Jurnal Studi Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm
id-IDJurnal Studi MultidisiplinerANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA BANK SYARIAH DI ERA DIGITAL BANKING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24101
<p>Evolusi perbankan digital telah menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara operasional perbankan syariah di Indonesia. Namun, di balik perkembangan teknologi itu, terdapat sejumlah risiko operasional yang harus diidentifikasi dan diatasi dengan cara yang menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional yang dihadapi oleh bank syariah dalam era perbankan digital, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi mitigasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik telaah pustaka dan analisis dokumen peraturan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa risiko operasional di bank syariah pada zaman digital mencakup risiko keamanan siber, risiko sistem teknologi informasi yang gagal, risiko kepatuhan syariah di platform digital, risiko penipuan digital, dan risiko kesalahan dari sumber daya manusia. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan pengelolaan risiko yang terintegrasi antara teknologi, regulasi, dan nilai-nilai syariah.</p> <p><em>The evolution of digital banking has resulted in significant changes in the way Islamic banks operate in Indonesia. However, behind these technological developments, there are a number of operational risks that must be identified and addressed comprehensively. This study aims to analyze the operational risks faced by Islamic banks in the digital banking era, identify their causal factors, and formulate mitigation strategies in accordance with Sharia principles. The methodology applied is a qualitative descriptive approach through literature review techniques and regulatory document analysis. The study results reveal that operational risks in Islamic banks in the digital age include cybersecurity risks, risks of failed information technology systems, risks of Sharia compliance on digital platforms, risks of digital fraud, and risks of human resource errors. These results demonstrate the importance of strengthening integrated risk management between technology, regulations, and Sharia values.</em></p> MarsyahNurwahyuniAngraeniKamaruddin Arsyad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENINGKATAN LITERASI AKUNTANSI DAN PEMBUKUAN SEDERHANA BAGI UMKM MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24253
<p>Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, tetapi banyak yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, dan pemisahan keuangan pribadi dengan usaha. Program pengabdian masyarakat di bidang akuntansi dikembangkan untuk meningkatkan literasi akuntansi dan keterampilan pembukuan sederhana melalui pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil berbagai program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar akuntansi, kemampuan menyusun catatan kas harian dan laporan laba rugi sederhana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan bagi keberlanjutan usaha. Meski demikian, tantangan seperti rendahnya konsistensi pencatatan, keterbatasan literasi digital, dan resistensi sebagian pelaku usaha masih memerlukan pendampingan berkelanjutan serta dukungan kolaboratif dari perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas lokal.</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the economy, yet many still face challenges in financial management, particularly in recording transactions, preparing simple financial statements, and separating personal from business finances. Community service programs in the field of accounting were developed to enhance accounting literacy and simple bookkeeping skills through training, hands-on practice, and mentoring. The results of various programs demonstrate an improvement in participants' understanding of basic accounting concepts, their ability to prepare daily cash records and simple income statements, as well as an increased awareness of the importance of financial record-keeping for business sustainability. Nevertheless, challenges such as a lack of consistency in record-keeping, limited digital literacy, and resistance from some business owners still require ongoing mentoring and collaborative support from universities, the government, and local communities.</em></p>D.Wilan Arita MustikaSyahid Ashadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP TINGKAT NYERI POST OPERASI APENDEKTOMI DI RUANG TERATAI II RSUD KARTINI KARANGANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24501
<p>Apendektomi merupakan tindakan bedah pada apendisitis akut yang masih sering dilakukan dan membutuhkan manajemen nyeri pasca operasi yang efektif untuk mempercepat pemulihan pasien. Di RSUD Kartini Karanganyar, angka kejadian apendektomi menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Penanganan nyeri saat ini masih dominan mengandalkan farmakoterapi dan teknik relaksasi napas dalam, namun belum mencakup metode nonfarmakologis mandiri yang lebih variatif. Tujuan: Mendiskripsikan hasil implementasi penerapan teknik relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post operasi apendektomi di ruang Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua responden yang dilakukan apendektomi di ruang Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Pengukuran skala nyeri dilakukan menggunakan lembar Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah penerapan relaksasi genggam jari selama 10 menit,sehari satu kali selama tiga hari perawatan. Hasil: Adanya penurunan skor skala nyeri setelah penerapan relaksasi genggam jari pada Sdr. R dan Sdr. B dengan penurunan skor skala nyeri dari skala nyeri berat ke skala nyeri sedang. Kesimpulan: Penerapan relaksasi genggam jari efektif menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi apendektomi.</p> <p><em>Appendectomy is a surgical procedure for acute appendicitis that is still commonly performed and requires effective postoperative pain management to accelerate patient recovery. At RSUD Kartini Karanganyar the incidence of appendectomy has shown an upward trend every year. Current pain management still relies predominantly on pharmacotherapy and deep breathing relaxation techniques, but does not yet include a wider variety of self-administered nonpharmacological methods. Objective: To describe the results of implementing the finger-gripping relaxation technique on postoperative pain levels following appendectomy in the Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Methods: This study employed a descriptive case study design involving two participants who underwent appendectomies in the Teratai II RSUD KartiniKaranganyar. Pain levels were assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after a 10-minute finger-gripping relaxation exercise, performed once daily for three days of hospitalization. Results: There was a decrease in pain scale scores after the implementation of finger grip relaxation therapy in Mr. R and Mr. B, with pain intensity decreasing from severe pain to moderate pain. Conclusion: The application of finger-grip relaxation is effective in reducing pain.</em></p>Jessica Octavia RamadhaniIrma Mustika SariBambang Purwoko
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA: ANTARA INTERVENSI POLITIK DAN KEPASTIAN HUKUM YANG BERKEADILAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23783
<p>Intervensi kepentingan politik dalam praktik peradilan di Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang memperparah ketegangan antara keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis ketegangan ketiga nilai dasar hukum tersebut, mengkaji bentuk dan dampak intervensi politik dalam peradilan Indonesia, serta merumuskan rekonstruksi penegakan hukum yang berkeadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan filsafat hukum dan sosiologi hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi politik menciptakan distorsi sistematis: mengorbankan keadilan substantif demi kepentingan elite, memanipulasi kemanfaatan hukum untuk kelompok berkuasa, serta merusak kepastian hukum melalui putusan yang inkonsisten dan tidak terprediksi. Rekonstruksi penegakan hukum yang diusulkan bertumpu pada penguatan independensi yudisial, reformasi seleksi dan pengawasan hakim, serta internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai bingkai filosofis hukum Indonesia.</p> <p><em>Political interference in the administration of justice in Indonesia is one of the main factors exacerbating the tension between justice, utility, and legal certainty. This article aims to analyze the philosophical foundations of the tension among these three fundamental legal values, examine the forms and impacts of political interference in the Indonesian judiciary, and formulate a reconstruction of fair law enforcement. The method used is normative legal research employing approaches from the philosophy of law and sociology of law. The findings indicate that political interference creates systematic distortions: sacrificing substantive justice for the sake of elite interests, manipulating the utility of the law for the benefit of those in power, and undermining legal certainty through inconsistent and unpredictable rulings. The proposed reconstruction of law enforcement is based on strengthening judicial independence, reforming the selection and oversight of judges, and internalizing the values of Pancasila as the philosophical framework of Indonesian law</em></p>Syahira OktivaDarmayani Tandi TasikMauldinaMuhammad Syafiq Bintang RamadhanRamadhan4, Elviandri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107MAKNA INTEGRITAS MANAJER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS: SUATU PENDEKATAN FENOMENOLOGI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24145
<p>Integritas merupakan fondasi utama dalam pengambilan keputusan bisnis yang beretika, tetapi dalam praktiknya manajer sering dihadapkan pada dilema antara pencapaian target organisasi, tuntutan pemangku kepentingan, dan komitmen terhadap nilai-nilai moral. Sebagian besar penelitian tentang etika bisnis lebih menekankan pendekatan normatif atau kuantitatif, sehingga pengalaman subjektif manajer dalam memaknai integritas masih relatif jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna integritas berdasarkan pengalaman hidup para manajer dalam menghadapi proses pengambilan keputusan bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA). Informan penelitian berjumlah 12 orang manajer dari berbagai perusahaan swasta di Indonesia yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman mereka dalam menghadapi dilema etika bisnis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan IPA yang meliputi pembacaan berulang, pengkodean, identifikasi tema-tema utama, dan interpretasi makna pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas dimaknai sebagai keselarasan antara nilai pribadi, tanggung jawab profesional, keberanian moral, dan konsistensi dalam mengambil keputusan meskipun menghadapi tekanan organisasi. Pengalaman para manajer juga menunjukkan bahwa budaya organisasi, keteladanan pimpinan, serta refleksi moral menjadi faktor yang memperkuat atau melemahkan praktik integritas dalam pengambilan keputusan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model fenomenologis mengenai makna integritas manajerial yang menjelaskan keterkaitan antara nilai personal, pengalaman menghadapi dilema etika, budaya organisasi, dan proses pengambilan keputusan bisnis. Temuan ini memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan kajian etika bisnis dan implikasi praktis bagi organisasi dalam membangun budaya integritas melalui kepemimpinan yang etis dan sistem tata kelola yang mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.</p>Kris Banarto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KERENTANAN KEAMANAN PORTAL E-GOVERNMENT DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS BERDASARKAN OWASP TOP 10:2025 DAN IMPLIKASINYA BAGI KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI PALEMBANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24467
<p>Transformasi digital pelayanan publik memperluas ketergantungan instansi pemerintah pada aplikasi berbasis web dan sekaligus meningkatkan kebutuhan pengendalian keamanan aplikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kerentanan, metode pengujian, dan strategi mitigasi pada portal e-government, kemudian merumuskan implikasinya bagi perencanaan audit keamanan website Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review dan melaporkan proses seleksi berdasarkan PRISMA 2020. Sebanyak 32 dokumen akademik terbitan 2022 sampai 2026 dipilih dari Google Scholar, IEEE Xplore, Garuda, dan Semantic Scholar. Temuan yang semula menggunakan OWASP Top 10:2021 direklasifikasi secara semantik ke OWASP Top 10:2025 berdasarkan jenis kerentanan yang dilaporkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kategori yang paling sering muncul adalah A05:2025 Injection pada 16 studi (50,00%), A02:2025 Security Misconfiguration pada 14 studi (43,75%), dan A01:2025 Broken Access Control pada 12 studi (37,50%). OWASP ZAP merupakan alat yang paling sering digunakan, yaitu pada 12 studi (37,50%), tetapi frekuensi penggunaan tidak diperlakukan sebagai bukti tunggal efektivitas. Temuan ini tidak membuktikan adanya kerentanan pada website Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, melainkan menyediakan dasar empiris untuk menyusun ruang lingkup pengujian langsung, prioritas mitigasi, dan tata kelola audit berkala.</p> <p><em>The digital transformation of public services has increased government reliance on web applications and, at the same time, the need for stronger application security controls. This study identifies vulnerability patterns, testing methods, and mitigation strategies reported in e-government research and formulates their implications for planning a security audit of the Class I TPI Immigration Office of Palembang website. A Systematic Literature Review was conducted and reported using PRISMA 2020. Thirty-two academic documents published between 2022 and 2026 were selected from Google Scholar, IEEE Xplore, Garuda, and Semantic Scholar. Findings originally classified under OWASP Top 10:2021 were semantically recoded into OWASP Top 10:2025 according to the reported vulnerability type. The synthesis identified A05:2025 Injection in 16 studies (50.00%), A02:2025 Security Misconfiguration in 14 studies (43.75%), and A01:2025 Broken Access Control in 12 studies (37.50%). OWASP ZAP was the most frequently used tool, appearing in 12 studies (37.50%); however, frequency of use was not treated as stand-alone evidence of effectiveness. These results do not demonstrate that the Palembang immigration website is vulnerable. Instead, they provide an empirical basis for defining the scope of direct testing, prioritizing mitigation, and establishing periodic security audits.</em></p>Rayyan Rizqiki KurniawanRasona Sunara AkbarOkky Pratama Martadireja
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS HASIL PRAKTEK PENATAAN SANGGUL BACK MESS PADA SISWA KELAS XI SMK PARIWISATA IMELDA MEDAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24554
<p>Permasalahan pada skripsi ini adalah hasil praktik penataan sanggul Back Mess pada siswa kelas XI SMK Pariwisata Imelda Medan belum optimal seluruhnya. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang kesulitan dalam membedakan bentuk penataan rambut, melakukan penyasakan, menghaluskan serat rambut, mempertahankan ketahanan bentuk sanggul, serta menempatkan model Back Mess pada posisi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil praktek penataan sanggul back mesh siswa XI SMK Pariwisata Imelda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa kelas XI di SMK Pariwisata Imelda yang sedang mengambil mata pelajaran penataan rambut. Jumlah populasi 30 orang, sampel diambil dengan teknik total sampling sehingga jumlah sampel diambil dari seluruh populasi sebanyak 30 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan dengan kisi-kisi sebanyak 5 indikator dengan skor pada rentang 4-1 yang dinilai oleh 3 orang pengamat. Hasil praktek penataan rambut backmesh diperoleh hasil dari setiap indikator analisis prakek penataan sanggul backmesh dikategorikan tinggi dengan jumlah 9 orang diperoleh nilai rata-rata >88,2. Berdasarkan pengolahan data pada lembar pengamatan dari 5 indikator diperoleh rata-rata nilai tertinggi terdapat pada indikator 3,4 dan 5 dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,3 yaitu terdapat pada indikator kesesuaian hasil penataan sanggul back mesh dengan desain yang ditentukan, ketepatan bentuk hasil sanggul back mesh dan ketepatan hasil akhir sanggul back mesh serta rata-rata skor terendah siswa dengan nilai rata-rata terendah yaitu 3 terdapat pada indikator 1 yaitu ketepatan hasil bentuk bun rambut pada sanggul back mesh. Secara keseluruhan hasil praktek penataan sanggul backmess yang diperoleh siswa seluruhnya baik dengan rata-rata penilaian mendapat skor 3,3.</p> <p><em>The issue addressed in this thesis is that the results of the "Back Mess" bun styling practical work among Grade XI students at SMK Pariwisata Imelda Medan were not yet fully optimal. This is evident from the fact that some students still struggled to distinguish between different hairstyle shapes, perform backcombing, smooth out hair strands, maintain the bun's structural integrity, and position the "Back Mess" style correctly. This study aims to determine the results of the practicw of arranging back mesh buns by students of the 11th Imelda Tourism Vocational School This research is a quantitative study with a descriptive approach. The subjects of this study consisted of eleventh-grade students at Imelda Tourism Vocational School who were taking hairdressing. The population was 30 people, and the sample was taken using a total sampling technique, resulting in a total sample size of 30 people from the entire population. The data collection method was carried out using an observation sheet with a grid of 5 indicators with a score ranging from 4 to 1, assessed by 3 observers. The results of the backmesh hair styling practice obtained from each indicator of the analysis of the backmesh bun styling practice were categorized as high with a total of 9 people obtaining an average value of >88.2. Based on data processing on the observation sheet of 5 indicators, the highest average value was obtained in indicators 3, 4 and 5 with the highest average value of 3.3, which was found in the indicator of the suitability of the results of the back mesh bun styling with the specified design, the accuracy of the shape of the back mesh bun results and the accuracy of the final results of the back mesh bun and the lowest average score of students with the lowest average value of 3 was found in indicator 1, namely the accuracy of the results of the hair bun shape on the back mesh bun. Overall, the results of the backmess bun styling practice obtained by all students were good with an average assessment score of 3.3.</em></p>Lettysia Fernandita ManurungSiti Wahidah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM SURAT KABAR KORAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24079
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa yang terdapat dalam teks berita pada surat kabar cetak (koran). Sebagai media massa yang dikonsumsi oleh masyarakat luas, surat kabar idealnya menjadi sarana edukasi bahasa yang baik dan benar. Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kekeliruan penggunaan bahasa akibat tuntutan tenggat waktu produksi yang cepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap sampel artikel berita yang terbit pada edisi tertentu. Analisis data dilakukan berdasarkan kaidah tata bahasa baku bahasa Indonesia (PUEBI/EYD dan KBBI). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan berbahasa yang mencakup beberapa aspek, yaitu kesalahan bidang fonologi (kesalahan ejaan dan tanda baca), kesalahan bidang morfologi (afiksasi yang tidak tepat), dan kesalahan bidang sintaksis (struktur kalimat tidak efektif atau rancu). Kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah kesalahan ejaan dan ketidaktepatan pemilihan kata (diksi). Faktor utama penyebab kesalahan ini diduga adalah kurangnya ketelitian dalam proses penyuntingan (editing) serta keterbatasan ruang halaman koran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelola media massa untuk lebih meningkatkan kualitas penyuntingan bahasa demi menjaga martabat bahasa Indonesia di ruang publik.</p> <p><em>This study aims to identify, classify, and analyze the forms of language errors found in news texts in printed newspapers. As a mass medium consumed by the general public, newspapers should ideally serve as a tool for proper and correct language education. However, in practice, various language errors are still frequently found due to the demands of fast production deadlines. The method used in this study is a descriptive qualitative method with scrutiny and note-taking techniques on a sample of news articles published in specific editions. Data analysis was conducted based on the standard rules of Indonesian grammar (EYD and KBBI). The results of the study indicate the presence of language errors covering several aspects, namely phonological errors (spelling and punctuation errors), morphological errors (improper affixation), and syntactic errors (ineffective or ambiguous sentence structures). The most dominant errors found are spelling mistakes and inappropriate word choice (diction). The main factors causing these errors are suspected to be a lack of thoroughness in the editing process and the limited space of newspaper pages. This research is expected to contribute to mass media managers to further improve the quality of language editing in order to maintain the dignity of the Indonesian language in the public sphere.</em></p>Sartika Celsinikifia SitumorangMartua Reynhat Sitanggang GusarEnejelika BaruDidiex Anjasmara SR Pasaribu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107REKONSTRUKSI MAQASID HUKUM KELUARGA DALAM MERESPON KEENGGANAN MENIKAH PADA GENERASI Z
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24180
<p>Fenomena keengganan menikah pada Generasi Z menunjukkan adanya perubahan orientasi sosial, ekonomi, dan kultural terhadap institusi perkawinan. Ketidakstabilan ekonomi, tuntutan karier, kekhawatiran terhadap konflik rumah tangga, perubahan pola relasi gender, serta berkembangnya nilai individualisme menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi sikap Generasi Z dalam menunda bahkan menghindari perkawinan. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan bagi hukum keluarga Islam yang selama ini cenderung menempatkan perkawinan dalam kerangka normatif dan legal-formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena keengganan menikah pada Generasi Z serta merekonstruksi maqasid hukum keluarga sebagai kerangka responsif terhadap perubahan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan maqasid al-shari'ah. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur hukum keluarga Islam, maqasid al-shari'ah, serta kajian yang berkaitan dengan karakteristik dan perilaku perkawinan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqasid hukum keluarga perlu direkonstruksi dari paradigma yang berorientasi pada pembentukan perkawinan secara formal menuju paradigma yang menekankan kesiapan, kemaslahatan, ketahanan, dan keberlanjutan keluarga. Perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta perlu dikontekstualisasikan dengan perlindungan terhadap kesehatan relasional, kesiapan psikologis, keadilan gender, dan keamanan ekonomi calon pasangan. Dengan demikian, rekonstruksi maqasid hukum keluarga dapat menjadi basis konseptual bagi pengembangan hukum dan kebijakan keluarga yang lebih adaptif, preventif, dan responsif terhadap keengganan menikah pada Generasi Z.</p> <p><em>The reluctance to marry among Generation Z reflects a shift in social, economic, and cultural orientations toward the institution of marriage. Economic instability, career demands, concerns over marital conflict, changing gender relations, and the rise of individualistic values are among the factors influencing Generation Z to postpone or even avoid marriage. This phenomenon poses a challenge to Islamic family law, which has often positioned marriage within a predominantly normative and legal-formal framework. This study aims to analyze marriage reluctance among Generation Z and reconstruct the maqasid of family law as a responsive framework for contemporary social changes. The study employs normative legal research using conceptual and maqasid al-shari'ah approaches. Data are collected through a literature review of Islamic family law, maqasid al-shari'ah, and scholarly studies concerning the characteristics and marital attitudes of Generation Z. The findings indicate that the maqasid of family law should be reconstructed from a paradigm primarily oriented toward the formal establishment of marriage to one that emphasizes marital readiness, welfare, resilience, and family sustainability. The protection of religion, life, intellect, lineage, and property should be contextualized by incorporating relational well-being, psychological readiness, gender justice, and economic security for prospective spouses. Therefore, reconstructing the maqasid of family law may provide a conceptual foundation for developing family laws and policies that are more adaptive, preventive, and responsive to marriage reluctance among Generation Z.</em></p>Akhmad Ali TrigiyatnoSiti QomariyahSyarief BasirZudi Rahmanto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERAN PASTRY KITCHEN DALAM PENYEDIAAN PRODUK BAKERY DAN DESSERT BAGI TAMU HOTEL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24491
<p>Pastry kitchen merupakan salah satu bagian penting dalam operasional hotel, khususnya pada departemen Food and Beverage Product, yang bertanggung jawab dalam penyediaan produk bakery dan dessert bagi tamu. Keberadaan pastry kitchen tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi makanan pelengkap, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam membentuk pengalaman makan, kepuasan tamu, serta citra hotel secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pastry kitchen dalam penyediaan produk bakery dan dessert bagi tamu hotel, mulai dari fungsi operasional, proses produksi, standar kualitas, hubungan dengan kepuasan tamu, hingga tantangan dan upaya peningkatan kualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi konseptual terhadap praktik operasional hotel, dokumentasi, serta analisis terhadap teori-teori yang relevan dalam bidang perhotelan dan tata boga. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pastry kitchen berperan dalam perencanaan menu, pengolahan produk, penyajian, pengendalian kualitas, serta pengembangan inovasi produk bakery dan dessert sesuai standar hotel. Kualitas produk pastry yang baik, meliputi rasa, tekstur, tampilan, higienitas, konsistensi, dan kreativitas, berpengaruh terhadap persepsi dan kepuasan tamu. Dengan demikian, pastry kitchen memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan hotel, meningkatkan nilai pengalaman tamu, serta memperkuat citra hotel sebagai penyedia layanan akomodasi dan kuliner yang berkualitas.</p> <p><em>The pastry kitchen is one of the important sections in hotel operations, particularly within the Food and Beverage Product Department, which is responsible for providing bakery and dessert Products for guests. The existence of the pastry kitchen serves not only as a supporting food Production unit but also has a strategic contribution in shaping the dining experience, guest satisfaction, and the overall image of the hotel. This article aims to analyze the role of the pastry kitchen in providing bakery and dessert Products for hotel guests, covering its operational functions, Production processes, quality standards, relationship with guest satisfaction, as well as challenges and efforts to improve quality. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including literature study, conceptual observation of hotel operational practices, documentation, and analysis of relevant theories in the fields of hospitality and culinary arts. The discussion results show that the pastry kitchen plays a role in menu planning, Product processing, presentation, quality control, and the development of bakery and dessert Product innovations in accordance with hotel standards. Good pastry Product quality, including taste, texture, appearance, hygiene, consistency, and creativity, influences guests’ perceptions and satisfaction. Therefore, the pastry kitchen has an important role in supporting hotel services, enhancing the value of guest experiences, and strengthening the hotel’s image as a provider of quality accommodation and culinary services. </em></p>Putri Mei LaniNabila Salma RamadaniOctavianti Paramita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107STUDI KOMPARATIF KOMUNIKASI VISUAL BRAND @APPLE DAN @SAMSUNGMOBILE PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24143
<p>Instagram telah menjadi salah satu media sosial yang berperan penting dalam membangun komunikasi visual dan citra merek bagi perusahaan global. Apple dan Samsung sebagai dua perusahaan teknologi terbesar memanfaatkan Instagram untuk menyampaikan pesan visual yang merepresentasikan identitas serta strategi branding masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komunikasi visual pada akun Instagram resmi @apple dan @samsungmobile menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi terhadap unggahan Instagram yang dipilih berdasarkan karakteristik visualnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apple lebih menonjolkan visual yang minimalis, estetis, dan bermakna simbolik untuk membangun citra premium, sedangkan Samsung lebih menekankan visual yang informatif dengan fokus pada inovasi teknologi, fitur produk, dan performa perangkat. Meskipun kedua brand sama-sama memanfaatkan komunikasi visual sebagai strategi branding digital, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam membangun makna visual dan persepsi audiens. Apple lebih mengedepankan pengalaman emosional melalui estetika visual, sedangkan Samsung lebih menekankan keunggulan teknologi dan inovasi produk melalui penyajian visual yang komunikatif.</p> <p><em>Instagram telah menjadi salah satu media sosial yang berperan penting dalam membangun komunikasi visual dan citra merek bagi perusahaan global. Apple dan Samsung sebagai dua perusahaan teknologi terbesar memanfaatkan Instagram untuk menyampaikan pesan visual yang merepresentasikan identitas serta strategi branding masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komunikasi visual pada akun Instagram resmi @apple dan @samsungmobile menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi terhadap unggahan Instagram yang dipilih berdasarkan karakteristik visualnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apple lebih menonjolkan visual yang minimalis, estetis, dan bermakna simbolik untuk membangun citra premium, sedangkan Samsung lebih menekankan visual yang informatif dengan fokus pada inovasi teknologi, fitur produk, dan performa perangkat. Meskipun kedua brand sama-sama memanfaatkan komunikasi visual sebagai strategi branding digital, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam membangun makna visual dan persepsi audiens. Apple lebih mengedepankan pengalaman emosional melalui estetika visual, sedangkan Samsung lebih menekankan keunggulan teknologi dan inovasi produk melalui penyajian visual yang komunikatif.</em></p>Muhammad Hanif AhdaFadhly AkbarFenny Anita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107EDUKASI POLA ASUH POSITIF UNTUK MENGENALI TANTRUM ANAK USIA DINI DI POSYANDU NUSA INDAH IV MENGGER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24458
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini didasarkan pada tahap penting perkembangan anak usia dini, yang merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter dan kecerdasan emosional. Namun, masa ini sering kali ditandai dengan amukan yang tidak selalu dipahami oleh orang tua. Tanpa pendekatan pengasuhan yang positif, orang tua cenderung merespons dengan hukuman atau pengabaian, yang berpotensi mengganggu perkembangan optimal anak. Masalah utamanya adalah orang tua memiliki pemahaman yang terbatas mengenai strategi penanganan amukan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui diskusi interaktif, yang diikuti oleh 15 orang tua. Keberhasilan diukur menggunakan pra-tes dan post-tes melalui kuesioner, serta evaluasi kepuasan peserta pada lima aspek penilaian. Hasilnya menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 69,99 menjadi 78,66, dengan peningkatan tertinggi sebesar 30 poin (dari 55 menjadi 85). Enam puluh persen responden setuju dengan isi materi yang disampaikan. Inti dari kegiatan ini adalah bahwa pendidikan pengasuhan yang positif dan efektif membantu orang tua memahami dan menangani amukan pada anak usia dini, yang mendukung perkembangan optimal anak. Namun, waktu penyampaian materi masih perlu ditingkatkan agar kegiatan di masa mendatang menjadi lebih efektif</p> <p><em>This community service activity is based on the important stage of early childhood development, which is a critical time for forming character and emotional intelligence. However, this time is often marked by tantrums that are not always understood by the parents. Without a positive parenting approach, parents are more likely to respond with punishment or neglect, which can potentially interfere with a child's optimal development. The main problem is that parents have limited understanding of appropriate tantrum management strategies that suit the characteristics of young children. The activity was carried out through interactive discussion, attended by 15 parents. Success is measured using pre-test and post-test through questionnaires, as well as participant satisfaction evaluations on five aspects of assessment. The results show an average score increase from 69.99 to 78.66, with the highest improvement being 30 points (from 55 to 85). Sixty percent of the respondents agreed with the content of the material presented. The main point of this activity is that positive and effective parenting education helps parents understand and deal with tantrums in young children, which supports the child's optimal development. However, the timing of the material delivery still needs improvement to make future activities more effective. </em></p>Kahla Alifah Putri WibowoDanis Darajati Komara HikmahSalsabilaDavina Dewi KinasihVania Yunara PutriSalimah QolbiyyahAfifah Nurhanifah FadholiNazwa Fatimatu ZahraNajwa Firyal NabilahRifqi Farisan AkbarPratidina Ekanesia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KINERJA PENGUASA DINASTI UMAYYAH DALAM MENATA PEMERINTAHAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24520
<p>Dinasti Umayyah merupakan salah satu kekhalifahan dalam sejarah Islam yang berperan penting dalam perkembangan sistem pemerintahan dan administrasi negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah para penguasa Dinasti Umayyah dalam menata dan mengembangkan sistem pemerintahan setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber buku dan jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penguasa Dinasti Umayyah melakukan berbagai pembaruan dalam sistem pemerintahan, antara lain menerapkan sistem monarki turun-temurun, membentuk sistem administrasi negara yang lebih terorganisasi, membagi wilayah pemerintahan menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh gubernur, serta mengembangkan lembaga keuangan negara seperti baitul mal. Selain itu, Dinasti Umayyah juga melakukan perluasan wilayah kekuasaan dan memperkuat sistem birokrasi pemerintahan. Langkah-langkah tersebut memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas politik dan perkembangan peradaban Islam pada masa itu.</p> <p><em>Dinasti Umayyah merupakan salah satu kekhalifahan dalam sejarah Islam yang berperan penting dalam perkembangan sistem pemerintahan dan administrasi negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah para penguasa Dinasti Umayyah dalam menata dan mengembangkan sistem pemerintahan setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber buku dan jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penguasa Dinasti Umayyah melakukan berbagai pembaruan dalam sistem pemerintahan, antara lain menerapkan sistem monarki turun-temurun, membentuk sistem administrasi negara yang lebih terorganisasi, membagi wilayah pemerintahan menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh gubernur, serta mengembangkan lembaga keuangan negara seperti baitul mal. Selain itu, Dinasti Umayyah juga melakukan perluasan wilayah kekuasaan dan memperkuat sistem birokrasi pemerintahan. Langkah-langkah tersebut memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas politik dan perkembangan peradaban Islam pada masa itu.</em></p>MasmudiEllya RozaWaldi Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN GUDANG TERHADAP DEGRADASI MATERIAL PENYIMPANAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN TERMODINAMIKA PADA GUDANG KAWASAN PESISIR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24061
<p>Gudang yang berada di kawasan pesisir memiliki karakteristik lingkungan berupa suhu tinggi, kelembapan relatif tinggi, serta paparan ion klorida dari udara laut yang berpotensi mempercepat degradasi material selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembapan gudang terhadap kualitas material serta mengidentifikasi material yang paling rentan mengalami degradasi pada lingkungan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi literatur yang didukung pengukuran suhu serta kelembapan gudang menggunakan Environmental Meter EN510. Data dianalisis berdasarkan karakteristik termodinamika lingkungan penyimpanan dan dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu mengenai degradasi material pada kondisi kelembapan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa material besi merupakan material yang paling rentan mengalami korosi akibat kombinasi kelembapan relatif tinggi dan kandungan ion klorida di udara. Material kayu mengalami peningkatan kadar air yang menyebabkan pembengkakan (swelling), deformasi, dan pertumbuhan jamur. Material rubber mengalami proses thermal aging yang ditandai dengan penurunan elastisitas dan munculnya retak mikro, sedangkan PVC memiliki ketahanan terbaik terhadap pengaruh kelembapan, namun tetap mengalami degradasi akibat paparan suhu tinggi dalam jangka panjang. Penerapan pengendalian suhu pada kisaran 25–30°C, kelembapan relatif 45–60%, penggunaan sistem dehumidifikasi, ventilasi yang memadai, serta pelapisan pelindung pada material terbukti dapat memperlambat laju degradasi dan memperpanjang umur simpan material di gudang kawasan pesisir. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan gudang serta mengurangi kerugian akibat kerusakan material selama penyimpanan.</p> <p><em>Warehouses located in coastal areas are exposed to environmental conditions characterized by high temperatures, high relative humidity, and airborne chloride ions originating from seawater. These conditions accelerate the degradation of stored materials through heat transfer, moisture transfer, and physicochemical changes governed by thermodynamic principles. This study aims to analyze the effects of warehouse temperature and relative humidity on the quality and service life of wooden, rubber, polyvinyl chloride (PVC), and steel materials stored in a coastal warehouse environment. A quantitative descriptive approach combined with a literature review was employed. Environmental parameters, including temperature and relative humidity, were measured using a thermo-hygrometer and analyzed using thermodynamic concepts related to heat and mass transfer. The results indicate that steel is the most vulnerable material due to accelerated atmospheric corrosion caused by high humidity and chloride deposition. Wood exhibits moisture absorption leading to swelling, dimensional instability, fungal growth, and a reduction in mechanical strength. Rubber undergoes thermal-oxidative aging, resulting in reduced elasticity, increased hardness, and microcrack formation. In contrast, PVC demonstrates the highest resistance to humid coastal environments, although prolonged exposure to elevated temperatures may cause thermal degradation and reduced flexibility. The study also suggests that maintaining warehouse temperatures between 25–30°C and relative humidity between 45–60%, together with adequate ventilation, dehumidification systems, and appropriate protective coatings, can significantly reduce material degradation and extend service life. These findings provide practical recommendations for warehouse management in coastal regions to improve storage conditions, minimize material deterioration, and enhance inventory reliability.</em></p>Alfatih Krisnanto IrawanAlthesa AndrovaMuhamad Safi’i Yafid Effendi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI DAN PERILAKU MENABUNG TERHADAP KEPUASAN HIDUP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24165
<p>Kepuasan hidup sebagai salah satu dimensi kesejahteraan subjektif tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan keuangan pribadi dan perilaku menabung terhadap kepuasan hidup karyawan PT Semua Dari Alam (Alamme). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori terhadap 100 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan hidup, demikian pula perilaku menabung. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan hidup dengan kemampuan menjelaskan variansi sebesar 51,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pribadi yang lebih baik, melalui perencanaan keuangan dan perilaku menabung yang konsisten, berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan hidup karyawan. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai hubungan antara perilaku keuangan dan kesejahteraan subjektif serta menegaskan pentingnya program literasi dan kesejahteraan finansial di lingkungan kerja untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan.</p> <p><em>Life satisfaction as one of the dimensions of subjective well-being is not only influenced by income levels, but also by the individual's ability to manage personal finances. This study aims to analyze the influence of personal financial planning and saving behavior on the life satisfaction of employees of PT All Dari Alam (Alamme). The study used a quantitative approach with an explanatory design of 100 employees. Data were collected through a four-point Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results of the study show that personal financial planning has a positive and significant effect on life satisfaction, as well as saving behavior. Simultaneously, the two variables had a significant effect on life satisfaction with the ability to explain the variance of 51.8%. These findings suggest that better personal financial management, through financial planning and consistent saving behaviors, contributes to increased employee life satisfaction. This research enriches the literature on the relationship between financial behavior and subjective well-being and emphasizes the importance of financial literacy and well-being programs in the workplace to improve the quality of life of employees</em></p>Dhifanya RizqanGatot Iwan Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS KARAKTERISTIK KHALAYAK DAKWAH DIGITAL MEDIA SOSIAL YOUTUBE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24486
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografis, psikografis, dan perilaku konsumsi media khalayak channel YouTube Adi Hidayat, serta mengkaji bagaimana karakteristik tersebut berhubungan dengan konten dakwah yang disajikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer diperoleh melalui analisis konten terhadap 30 video Ustadz Adi Hidayat, Analisis data menggunakan teori Uses and Gratifications dan Mediatisasi Agama. Khalayak channel Adi Hidayat didominasi oleh generasi Z dan milenial (82%), berusia 17–35 tahun, dengan latar belakang pendidikan menengah–tinggi. Secara psikografis, mereka memiliki motif religiusitas afiliatif dan pencarian ketenangan batin (Ansori & Jaya, 2025; Risdiana dkk., 2020). Konten dakwah yang paling diminati adalah tafsir Al-Qur’an tematik dan motivasi ibadah (Amalia, 2019). Perilaku konsumsi menunjukkan frekuensi menonton tinggi (2–4 kali/minggu) dan partisipasi aktif melalui komentar. Karakteristik khalayak yang heterogen menuntut strategi pengemasan konten yang adaptif (Hakim, 2024). Penggunaan bahasa populer, analogi kontekstual, dan respons terhadap isu kekinian menjadi faktor utama daya tarik.</p>Ramlah ArraihanahRamsiah Tasruddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PENERAPAN PSAK 115 DALAM PENGAKUAN PENDAPATAN, KINERJA KEUANGAN, DAN NILAI PERUSAHAAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24675
<p>Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 115 mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan membawa perubahan mendasar dalam praktik pengakuan pendapatan di Indonesia melalui model lima tahap yang mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) 15, yaitu identifikasi kontrak, identifikasi kewajiban pelaksanaan, penentuan harga transaksi, alokasi harga transaksi, dan pengakuan pendapatan pada saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi. Perubahan ini berpotensi menggeser gambaran kinerja keuangan dan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan, namun kajian yang secara komprehensif mensintesis keterkaitan antara ketiga aspek tersebut masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penerapan metode pengakuan pendapatan PSAK 115, mensintesis pengaruhnya terhadap kinerja keuangan, serta mengevaluasi keterkaitannya dengan nilai perusahaan berdasarkan bukti empiris terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan menelaah dan menganalisis 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan pokok: pertama, penerapan metode pengakuan pendapatan berlangsung secara bertahap dan tidak seragam antarsektor maupun antarskala perusahaan; kedua, penerapan standar ini menekan sejumlah rasio kinerja keuangan pada periode transisi awal, namun secara bertahap meningkatkan kualitas dan transparansi kinerja keuangan dalam jangka menengah-panjang; dan ketiga, peningkatan kinerja keuangan tersebut berperan sebagai jalur mediasi yang mengangkat nilai perusahaan secara tidak langsung dan bertahap (lagged effect), seiring waktu yang dibutuhkan pasar untuk memaknai informasi akuntansi baru sebagai sinyal positif. Penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya memperluas cakupan sektor dan periode observasi guna memperkuat generalisasi temuan.</p>FreanggaTrinandari Prasetya Nugrahanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107STATISTIKA DESKRIPTIF DAN INFERENSIAL SEBAGAI DASAR ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN KUANTITATIF: SEBUAH KAJIAN PUSTAKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24121
<p>Statistika merupakan salah satu ilmu yang berperan penting dalam proses penelitian, baik pada tahap pengumpulan, pengolahan, penyajian, maupun penarikan kesimpulan atas data yang diperoleh. Namun demikian, masih banyak peneliti pemula yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar statistika sebelum menerapkannya dalam analisis data penelitian kuantitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesiskan konsep dasar statistika deskriptif dan inferensial sebagai fondasi analisis data penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah dan membandingkan berbagai sumber literatur statistika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman yang utuh terhadap statistika deskriptif—meliputi penyajian data, ukuran tendensi sentral, ukuran penyebaran data, serta bentuk distribusi data—merupakan prasyarat penting sebelum peneliti melangkah ke tahap statistika inferensial yang mencakup analisis keterkaitan (korelasi dan regresi), teori peluang, distribusi probabilitas, serta pengujian hipotesis. Kesalahan dalam memilih teknik statistik yang sesuai dengan jenis data dan bentuk hipotesis penelitian dapat berakibat pada kesimpulan penelitian yang bias. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi mahasiswa dan peneliti pemula dalam memahami alur berpikir statistika sebelum melakukan analisis data yang lebih kompleks.</p> <p><em>Statistics plays an important role in the research process, from data collection and processing to presentation and drawing conclusions. However, many novice researchers still struggle to understand basic statistical concepts before applying them to quantitative research data analysis. This article aims to review and synthesize the basic concepts of descriptive and inferential statistics as the foundation of data analysis in quantitative research. The method used is a literature study (library research), examining and comparing various statistical literature sources. The results show that a thorough understanding of descriptive statistics—covering data presentation, measures of central tendency, measures of dispersion, and the shape of data distribution—is an essential prerequisite before researchers proceed to inferential statistics, which covers correlation and regression analysis, probability theory, probability distributions, and hypothesis testing. Errors in selecting a statistical technique appropriate to the type of data and the form of the research hypothesis can result in biased research conclusions. This article is expected to serve as an initial reference for students and novice researchers in understanding the logical flow of statistics before conducting more complex data analysis.</em></p>Prihaten MaskhuliahAdriana Widi Yaningrum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KUALITAS LAYANAN DIGITAL TERHADAP KEPUASAN NASABAH PERBANKAN: STUDI PADA MAHASISWA DI BANDUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24435
<p>Perkembangan teknologi digital dalam industri perbankan telah mengubah pola transaksi dan cara nasabah dalam mengakses layanan keuangan. Mahasiswa sebagai salah satu kelompok pengguna aktif layanan perbankan digital membutuhkan layanan yang cepat, mudah, aman, dan efisien untuk mendukung aktivitas sehari‑hari. Selain kualitas layanan digital, budaya organisasi juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan nasabah melalui sikap pelayanan, profesionalisme, serta kemampuan perusahaan dalam merespons kebutuhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kualitas layanan digital terhadap kepuasan nasabah perbankan pada mahasiswa di Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap mahasiswa pengguna layanan perbankan digital guna memperoleh informasi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan layanan perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang berorientasi pada pelayanan serta kualitas layanan digital yang baik mampu menciptakan rasa nyaman, kepercayaan, dan kepuasan nasabah. Kemudahan penggunaan aplikasi, kecepatan transaksi, serta pelayanan yang responsif menjadi faktor utama yang memengaruhi pengalaman positif nasabah. Sebaliknya, gangguan sistem, pelayanan yang lambat, dan kurangnya respons terhadap keluhan dapat menurunkan tingkat kepuasan nasabah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kualitas layanan digital memiliki pengaruh penting dalam membentuk kepuasan nasabah perbankan, khususnya pada mahasiswa di Bandung sebagai pengguna aktif layanan digital. </p>Joshua Nicholas BalubunMochammad Haikal PutraRaia Nur Azizah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) ANGKUTAN MINIBUS PADA RUTE ENREKANG–MAKASSAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24511
<p>Sektor transportasi memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat antarkota, termasuk pergerakan antara Kota Enrekang dan Kota Makassar yang berjarak kurang lebih 211 km. Minibus menjadi salah satu pilihan moda yang banyak digunakan oleh masyarakat karena dianggap memiliki kecepatan dan efisiensi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya Biaya Operasional Kendaraan pada angkutan minibus trayek Enrekang–Makassar serta mengidentifikasi komponen biaya tidak tetap yang dominan. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik <em>Revealed Preference</em>, di mana data primer dikumpulkan melalui wawancara pengemudi serta pengukuran langsung kondisi lalu lintas dan geometrik jalan. Analisis BOK mengikuti pedoman RSNI Perhitungan BOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total BOK pada kecepatan rata-rata 52 km/jam adalah Rp6.998,02/km, yang terdiri atas biaya tidak tetap sebesar Rp6.109,84/km dan biaya tetap sebesar Rp888,18/km. Komponen biaya tidak tetap didominasi oleh biaya upah tenaga pemeliharaan (Rp4.786,55/km atau 68,4% dari total BOK), diikuti oleh biaya konsumsi BBM Rp889,00/km (12,7%), biaya suku cadang Rp350,18/km (5,0%), biaya ban Rp56,10/km (0,8%), dan biaya oli mesin Rp28,01/km (0,4%). Kinerja ruas Jalan Jenderal Sudirman pada jam sibuk sore hari mencapai derajat kejenuhan 0,64 dengan tingkat pelayanan C. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi biaya paling efektif adalah menekan komponen upah pemeliharaan melalui penjadwalan servis yang lebih terkontrol, serta mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang meningkatkan konsumsi BBM.</p> <p><em>The transportation sector plays a strategic role in supporting intercity mobility, including movement between Enrekang City and Makassar City, approximately 211 km apart. Minibuses are widely used by the public as a fast and adequate mode of transport. This study aims to analyze the Vehicle Operating Cost (VOC/BOK) of minibus transportation on the Enrekang–Makassar route and to identify the dominant variable cost components. The study employed a field survey with a quantitative approach using the Revealed Preference technique, with primary data collected through driver interviews and direct measurements of traffic conditions and road geometry. The BOK analysis was performed in accordance with the RSNI Calculation Guidelines for Vehicle Operating Costs. The results show that the total BOK at an average speed of 52 km/h is IDR 6,998.02/km, comprising variable costs of IDR 6,109.84/km and fixed costs of IDR 888.18/km. The variable cost component is dominated by maintenance labor costs (IDR 4,786.55/km or 68.4% of total BOK), followed by fuel consumption costs IDR 889.00/km (12.7%), spare parts IDR 350.18/km (5.0%), tires IDR 56.10/km (0.8%), and engine oil IDR 28.01/km (0.4%). The performance of Jenderal Sudirman Road during the peak afternoon hour reaches a degree of saturation of 0.64 with Level of Service C. These findings suggest that the most effective cost-efficiency strategy is to control the maintenance labor component through more disciplined servicing schedules, whilst anticipating traffic congestion that tends to increase fuel consumption<strong>.</strong></em></p>Aulia RahmaMuflihah MantasaArsyad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107HAKIKAT DAN POTENSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM: KAJIAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23874
<p>Manusia merupakan salah satu objek kajian penting dalam filsafat Islam karena memiliki kedudukan yang istimewa sebagai makhluk yang dianugerahi akal, ruh, qalb, dan berbagai potensi lainnya. Kajian mengenai manusia tidak hanya berkaitan dengan hakikat keberadaannya, tetapi juga menyangkut sumber pengetahuan dan tujuan hidup yang menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia dalam perspektif filsafat Islam melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan, baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun pemikiran para cendekiawan Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis manusia merupakan makhluk yang tersusun atas unsur jasmani dan ruhani yang membentuk kesatuan utuh. Secara epistemologis, manusia memperoleh pengetahuan melalui potensi akal, indera, hati (qalb), serta wahyu yang menjadi sumber utama kebenaran dalam Islam. Adapun secara aksiologis, manusia memiliki tanggung jawab sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi yang berkewajiban memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan kehidupan. Untuk memperkaya pembahasan, artikel edisi pengembangan ini melengkapi kajian konseptual dengan tabel ringkasan konsep dan diagram visual yang memetakan istilah kemanusiaan dalam Al-Qur’an, unsur pembentuk hakikat manusia, lima potensi (fitrah) manusia beserta teori ilmiah pendukungnya, serta strategi aktualisasinya melalui pendidikan Islam. Dengan demikian, filsafat Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi juga pada pengembangan moral, spiritual, dan sosial menuju derajat insan kamil.</p> <p><em>Human beings are one of the central objects of study in Islamic philosophy due to their distinguished position as creatures endowed with intellect (aql), spirit (ruh), heart (qalb), and various other potentials. This article aims to analyze the concept of human beings from the perspective of Islamic philosophy through ontological, epistemological, and axiological approaches using a library research method. The findings reveal that, ontologically, human beings are composed of physical and spiritual dimensions that form an integrated whole. Epistemologically, human beings acquire knowledge through reason, sensory perception, the heart (qalb), and divine revelation. Axiologically, human beings bear the responsibility of serving as servants of Allah and vicegerents (khalifah) on earth. This expanded edition enriches the conceptual discussion with summary tables and visual diagrams mapping Qur’anic terms for humankind, the constitutive elements of human nature, the five human potentials (fitrah) together with their supporting scientific theories, and the strategies for actualizing them through Islamic education. Islamic philosophy therefore views human beings as multidimensional creatures oriented toward intellectual, moral, spiritual, and social development on the path toward insan kamil.</em></p>JamilaMuhaemin LatifMubarak Taswin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENGARUH KEPUASAN KEUANGAN DAN PRAKTIK MANAJEMEN KEUANGAN TERHADAP KEPUASAN HIDUP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24163
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan keuangan dan praktik manajemen keuangan terhadap kepuasan hidup Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan keuangan dan praktik manajemen keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan hidup, baik secara parsial maupun simultan. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 50,1% variasi kepuasan hidup, yang menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang efektif dan tingkat kepuasan terhadap kondisi keuangan merupakan determinan penting kesejahteraan subjektif Generasi Z. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai hubungan antara perilaku keuangan, kepuasan keuangan, dan kesejahteraan subjektif pada kelompok usia muda di negara berkembang. Secara praktis, temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan institusi keuangan dalam merancang program literasi serta kesejahteraan finansial yang mampu meningkatkan kualitas hidup Generasi Z.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of financial satisfaction and financial management practices on the life satisfaction of Generation Z in the city of Bandung. The research uses a quantitative approach with a descriptive-verifiable design. Data were collected through a survey of 150 respondents who were selected using purposive sampling techniques and analyzed using multiple linear regression. The results of the study show that financial satisfaction and financial management practices have a positive and significant effect on life satisfaction, both partially and simultaneously. Simultaneously, the two variables explain the 50.1% variation in life satisfaction, suggesting that effective financial management and level of satisfaction with financial conditions are important determinants of the subjective well-being of Generation Z. Theoretically, this study enriches the literature on the relationship between financial behavior, financial satisfaction, and subjective well-being in young age groups in developing countries. Practically, these findings are the basis for the government, educational institutions, and financial institutions in designing literacy and financial welfare programs that are able to improve the quality of life of Generation Z.</em></p>Merry StefanieGatot Iwan Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA ANAK PRASEKOLAH DI PAUD KECAMATAN SILO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24476
<p>Latar belakang: Peningkatan prevalensi overweight anak prasekolah di pedesaan dipicu oleh gaya hidup sedentari yang menurunkan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anak prasekolah di PAUD Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan case-control ini melibatkan sampel 128 anak prasekolah di PAUD Kecamatan Silo (64 kasus overweight, 64 kontrol normal) yang diambil melalui stratified random sampling proporsional dari sembilan desa. Status gizi ditentukan berdasarkan indikator BB/U, sedangkan tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner Pre-PAQ. Analisis data menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test dan uji koefisien korelasi (r). Hasil: Analisis menunjukkan mayoritas anak berada pada tingkat aktivitas fisik Level 1 (inaktif), yaitu 82,8% kelompok kasus dan 39,1% kelompok kontrol. Hasil uji statistik menghasilkan nilai p<0,001, menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian overweight. Nilai r=0,464 mengindikasikan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif, artinya optimalnya aktivitas fisik selaras dengan capaian berat badan normal. Kesimpulan dan Implikasi Keperawatan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya tingkat aktivitas fisik menjadi faktor yang berhubungan erat dengan peningkatan risiko kejadian overweight pada anak usia prasekolah di wilayah perdesaan. Implikasinya, perawat komunitas perlu berkolaborasi dengan keluarga dan pihak PAUD untuk memformulasikan intervensi promotif-preventif melalui restrukturisasi aktivitas fisik terintegrasi di sekolah serta edukasi pembatasan perilaku sedentari (screen time) di rumah.</p> <p><em>Background and Objective: The increasing prevalence of overweight among preschool children in rural areas is triggered by a sedentary lifestyle that reduces physical activity. This study aimed to analyze the relationship between physical activity levels and the incidence of overweight in preschool children at early childhood education centers (PAUD) in Silo District, Jember Regency. Method: This correlational analytical study with a case-control approach involved 128 preschool children (64 overweight cases and 64 normal controls) selected through proportionate stratified random sampling across nine villages. Nutritional status was determined based on the Weight-for-Age (WFA) indicator, while physical activity levels were measured using the Pre-PAQ questionnaire. Data were analyzed using the Fisher-Freeman-Halton Exact Test and the correlation coefficient (r) test. Results: The analysis showed that the majority of the children were at physical activity Level 1 (inactive), consisting of 82.8% in the case group and 39.1% in the control group. The statistical test yielded a p-value <0.001, indicating a significant relationship between physical activity levels and the incidence of overweight. The correlation coefficient value (r=0.464) indicated a moderate strength of association with a positive direction, meaning that optimal physical activity aligned with the achievement of normal body weight. Conclusion and Nursing Implications: This study concludes that a low level of physical activity is a factor closely associated with an increased risk of overweight among preschool-aged children in rural areas. Implicatively, community nurses need to collaborate with families and PAUD authorities to formulate promotive-preventive interventions through restructured, integrated physical activities at school and education on limiting sedentary behavior (screen time) at home. </em></p>Frida Gesti TauraZuhrotul Eka Yulis AnggraeniAyesie Natasa Zulka
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL NAIL ART DENGAN TEKNIK MARBLE PADA SISWA DI SMK GELORA JAYA NUSANTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24606
<p>Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengembangkan media pembelajaran video tutorial pada materi Nail art teknik Marble bagi siswa kelas XI Tata Kecantikan di SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. (2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran video tutorial pada materi Nail art teknik Marble bagi siswa kelas XI Tata Kecantikan di SMK Gelora Jaya Nusantara Medan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D dengan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahap pengembangan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Sasaran pengembangan media ini yaitu siswa kelas XI SMK Gelora Jaya Nusantara dengan jumlah sampel 30 orang. Penelitian ini menggunakan 3 ahli materi dan 3 ahli media untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Instrument penelitian yang digunakan yaitu angket kebutuhan siswa dan guru, angket validasi materi, angket validasi media, dan angket uji coba produk dengan teknik analisis data yaitu statistik deskriptif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa media video tutorial materi Nail art dengan teknik marble layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang sebenarnya di sekolah. Hal ini didapat dari hasil validasi ahli materi sebesar 90% kategori “Sangat Layak”, validasi ahli media sebesar 88% kategori “Sangat Layak” dan hasil uji coba kelompok kecil sebesar 83% dengan kategori “Sangat Layak”. Selanjutnya uji coba kelompok sedang dengan persentase sebesar 84% dengan kategori “Sangat Layak”, serta uji coba kelompok besar sebesar 91% dengan kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media video tutorial Nail art dengan teknik marble pada siswa di SMK Gelora Jaya Nusantara Medan layak digunakan.</p> <p><em>The objectives of this study are: (1) to develop video tutorial learning media on Marble technique Nail Art for 11th-grade Beauty Therapy students at SMK Gelora Jaya Nusantara Medan; and (2) to determine the feasibility of the video tutorial learning media on Marble technique Nail Art for 11th-grade Beauty Therapy students at SMK Gelora Jaya Nusantara Medan.This study utilized the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, consisting of five development phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The target of this media development was 11th-grade students at SMK Gelora Jaya Nusantara with a sample size of 30 students. This research involved 3 subject matter experts and 3 media experts to evaluate the feasibility of the developed learning media. The research instruments used were teacher and student needs assessment questionnaires, material validation questionnaires, media validation questionnaires, and product trial questionnaires, with descriptive statistics used as the data analysis technique. The results of the research indicate that the video tutorial learning media on Marble technique Nail Art is feasible for use in actual classroom instruction. This is demonstrated by the material expert validation result of 90% ("Very Feasible" category), media expert validation of 88% ("Very Feasible" category), and small-group trial results of 83% ("Very Feasible" category). Furthermore, the medium-group trial yielded 84% ("Very Feasible" category), and the large-group trial achieved 91% ("Very Feasible" category). Therefore, it can be concluded that the video tutorial learning media for Marble technique Nail Art for students at SMK Gelora Jaya Nusantara Medan is feasible for educational use.</em></p>Juni Friskila SibagariangNurhayati Irmiah Nurul Rangkuti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERSEPSI MAHASISWA SOSIOLOGI FISIP UNDANA TERHADAP APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA EDUKASI SELF CARE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24103
<p>Perkembangan media sosial, khususnya aplikasi TikTok, telah membawa perubahan dalam cara generasi muda memperoleh informasi dan pengetahuan. Selain sebagai media hiburan, TikTok kini dimanfaatkan sebagai media edukasi yang menyajikan berbagai konten mengenai self care atau perawatan diri. Kondisi tersebut mendorong penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana terhadap aplikasi TikTok sebagai media edukasi self care. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Informan penelitian berjumlah sepuluh mahasiswa aktif Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Nusa Cendana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori persepsi dari Bimo Walgito. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap TikTok sebagai media edukasi self care. Mahasiswa memanfaatkan TikTok untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan mental, pengelolaan stres, pengembangan diri, serta berbagai bentuk praktik self care yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengatur waktu istirahat, menjaga kesehatan mental, meningkatkan kesadaran diri, dan membangun pola pikir yang lebih positif. Proses persepsi mahasiswa terbentuk melalui tahapan memilih konten, memahami isi konten, dan memberikan penilaian terhadap manfaat konten yang dikonsumsi. Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil informan yang menunjukkan persepsi kurang positif karena menilai bahwa tidak semua konten self care di TikTok memiliki sumber yang dapat dipercaya serta adanya informasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi setiap individu. Persepsi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal, seperti pengetahuan dan pengalaman, serta faktor eksternal berupa lingkungan dan informasi yang diterima melalui media sosial.</p> <p><em>The development of social media, especially the TikTok application, has brought changes in the way the younger generation obtains information and knowledge. In addition to being a medium for entertainment, TikTok is now used as an educational medium that presents various content about self-care. This condition prompted this study, which aims to determine and analyze the perceptions of students in the Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Nusa Cendana University, towards the TikTok application as a self-care educational medium. This study used a qualitative descriptive method with a purposive sampling technique for determining informants. The research informants were ten active students in the Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Nusa Cendana University. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, literature studies, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study was analyzed using Bimo Walgito's perception theory. The results of this study indicate that most students have a positive perception of TikTok as a self-care educational medium. Students use TikTok to gain information on mental health, stress management, self-development, and various forms of self-care practices that can be applied in everyday life, such as managing rest time, maintaining mental health, increasing self-awareness, and developing a more positive mindset. Students' perceptions are formed through the stages of selecting content, understanding its contents, and assessing the benefits of the content consumed. However, a small number of informants showed less positive perceptions because they considered that not all self-care content on TikTok had reliable sources.There is information that may not be relevant to each individual's situation. Student perceptions are influenced by internal factors, such as knowledge and experience, as well as external factors such as the environment and information received through social media.</em></p>Atyesha Rambu BebaAelsthri NdandaraImanta I. Perangin AnginJacklin Stefany Manafe4
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PERBEDAAN HASIL PMV, ADAPTIVE COMFORT MODEL, DAN ACTUAL MEAN VOTE PADA KENYAMANAN TERMAL PASAR TRADISIONAL ACEH TAMIANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24411
<p>Kenyamanan termal merupakan faktor penting yang memengaruhi kenyamanan dan aktivitas pengguna pada bangunan berpenghawaan alami, termasuk pasar tradisional. Karakteristik pasar tradisional aceh tamiang yang memiliki ventilasi terbatas dan penggunaan skylight menyebabkan kondisi termal pada setiap area bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil penilaian kenyamanan termal menggunakan Predicted Mean Vote (PMV), Adaptive Comfort Model (ACM), dan Actual Mean Vote (AMV). Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif melalui pengukuran temperatur udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, temperatur radiasi rata-rata, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna pasar. Analisis PMV menggunakan CBE Thermal Comfort Tool, ACM mengacu pada ASHRAE Standard 55, sedangkan AMV diperoleh dari persepsi termal responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMV cenderung memprediksi kondisi lebih panas dibandingkan persepsi pengguna. Area skylight memiliki tingkat ketidaknyamanan termal tertinggi, sedangkan area ventilasi merupakan area paling nyaman. ACM menunjukkan hasil yang lebih mendekati AMV dibandingkan PMV. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ACM dan AMV lebih representatif dalam mengevaluasi kenyamanan termal pada pasar tradisional berpenghawaan alami, sedangkan penggunaan ketiga metode secara bersamaan memberikan evaluasi yang lebih komprehensif</p>AgustrianiAdi SafyanSisca Olivia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA NY. H DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PADA GASTROENTERITIS DI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24504
<p>Gastroenteritis merupakan peradangan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan diare, mual, muntah, dan nyeri abdomen sehingga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat melalui pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan medikal bedah pada Ny. H dengan diagnosis gastroenteritis di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami diare, mual, muntah, nyeri abdomen, serta tanda-tanda risiko defisit volume cairan. Tindakan keperawatan difokuskan pada pemantauan status hidrasi, manajemen cairan, pemantauan tanda vital, edukasi kesehatan, dan kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi diare, mual dan muntah, serta meningkatnya status hidrasi. Asuhan keperawatan yang tepat dan berkesinambungan berperan penting dalam mempercepat pemulihan pasien dengan gastroenteritis.</p> <p><em>Gastroenteritis is an inflammation of the gastrointestinal tract characterized by diarrhea, nausea, vomiting, and abdominal pain, which may lead to fluid and electrolyte imbalance. This condition requires appropriate management through comprehensive nursing care. This scientific paper aims to describe the implementation of medical-surgical nursing care for Mrs. H diagnosed with gastroenteritis at Army Hospital TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. The method used was a case study applying the nursing process, including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The assessment revealed that the patient experienced diarrhea, nausea, vomiting, abdominal pain, and signs of risk for fluid volume deficit. Nursing interventions focused on monitoring hydration status, fluid management, vital sign monitoring, health education, and collaboration in medical therapy. After the implementation of nursing care, the patient's condition improved, as evidenced by reduced frequency of diarrhea, nausea, and vomiting, along with improved hydration status. Appropriate and continuous nursing care plays an important role in accelerating the recovery of patients with gastroenteritis</em></p>Ravi Fathan Fahrezi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DALAM MENEMUKAN IDE POKOK DENGAN TEKNIK SKIPPING AYUNAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 AMFOANG UTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23815
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca cepat dalam menemukan ide pokok melalui penerapan teknik skipping ayunan visual pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Amfoang Utara. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca cepat siswa yang ditandai dengan kebiasaan membaca lambat, melakukan vokalisasi, regresi, dan kesulitan menemukan ide pokok dalam teks bacaan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Amfoang Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik skipping ayunan visual mampu meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa dalam menemukan ide pokok. Pada tahap pra-siklus, kemampuan membaca cepat siswa masih rendah dengan rata-rata ketuntasan belajar sebesar 52%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 71%, dan pada siklus II meningkat menjadi 89%. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam membaca lebih cepat, mengurangi kebiasaan vokalisasi dan regresi, serta lebih tepat dalam menemukan ide pokok paragraf. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik skipping ayunan visual efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat dalam menemukan ide pokok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Amfoang Utara.</p> <p><em>This study aims to describe the improvement of speed reading skills in identifying main ideas through the application of the visual skipping technique among eighth-grade students of SMP Negeri 3 Amfoang Utara. The problem addressed in this study is the low level of students' speed reading skills, characterized by slow reading habits, vocalization, regression, and difficulties in identifying the main ideas of reading texts. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were eighth-grade students of SMP Negeri 3 Amfoang Utara. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The results showed that the implementation of the visual skipping technique improvedo students' speed reading skills in identifying main ideas. In the pre-cycle stage, students' reading ability was still low, with a learning mastery average of 52%. After the implementation in cycle I, learning mastery increased to 71%, and in cycle II it increased to 89%. The improvement was evident from students' ability to read faster, reduce vocalization and regression habits, and identify paragraph main ideas more accurately. Based on the findings, it can be concluded that the visual skipping technique is effective in improving speed reading skills in identifying main ideas among eighth-grade students of SMP Negeri 3 Amfoang Utara.</em></p>Estin Merlin SkonoRonni M NdunArnot Kolnel
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KAJIAN POLITIK HUKUM TERHADAP TRANSFORMASI HUKUM POSITIVISME DALAM CAKRAWALA BERPIKIR HUKUM PROGRESIF GUNA MEWUJUDKAN KEADILAN SUBSTANTIF BAGI PENEGAK HUKUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24151
<p><em>The dominance of the legal positivism paradigm in Indonesia has placed the law within a rigid, textual, and mechanistic scheme, thereby tending to reduce the essence of law to a mere formal analysis of statutory regulations. This legalistic-positivistic way of thinking shackles the horizons of law enforcers, who often act as mere technicians of the law without considering the dynamics of truth beyond the text. Consequently, the law loses its original form as an instrument for seeking justice and becomes trapped in formalism that ignores moral values and conscience. Within the grip of positivism, the resolution of social problems is forced to submit entirely to the text of the law, which ultimately closes the space for discourse on interpretations outside the text and regards them as a deviation from legal certainty. Therefore, a radical paradigm transformation toward progressive law is required to break down these walls of formalism, so that the law can be returned to its fundamental nature as an instrument for achieving human justice, rather than a mere instrument of power enshrined in text. Through normative studies using statutory and case approaches, it is evident that the rigidity of legal texts in the modern legal system is a result of the transplantation of Western legal systems that are often inconsistent with the cultural and spiritual values of Indonesian society. Progressive law serves as a correction to the decline of law when understood only as the rule of law without being balanced by the rule of morality. This paradigm positions the law as a dynamic institution that is constantly in the process of formation (law in the making) to realize the happiness and welfare of society. The implementation of progressive legal interpretation by law enforcers is an inevitability to bridge legal gaps that arise due to the limitations of written texts in responding to the changing times. Based on the mandate of Article 5, paragraph (1) of Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power, law enforcers are obligated to explore, follow, and understand the legal values and sense of justice living within the community. By integrating conscience and substantive justice, law enforcers are required to have the courage to make legal breakthroughs in deciding various issues, ranging from petty theft cases that offend human conscience and systemic corruption crimes to agrarian disputes involving marginalized communities. This transformation will ultimately realize law enforcement that is more affirmative, humane, and capable of providing justice that is truly felt by the community in a tangible way.</em></p>Selly SalsabilaSufian HamimHeni Susanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0: OPTIMALISASI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24469
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi teknologi digital guna mendukung pendidikan berkelanjutan di era Society 5.0. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis penelitian pustaka, yang meliputi pencarian dan tinjauan terhadap berbagai artikel jurnal yang terakreditasi Sinta 5 dan Sinta 6 yang berkaitan dengan topik penelitian, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital secara optimal melalui kecerdasan buatan, pembelajaran adaptif, maupun media interaktif yang telah terbukti dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemampuan belajar mandiri para siswa. Namun, keberhasilan penerapannya sangat bergantung pada peningkatan literasi digital di kalangan guru dan siswa, jaminan akses yang merata terhadap infrastruktur, serta adanya kebijakan yang menjamin penggunaan teknologi secara aman dan etis. Berdasarkan temuan-temuan ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran seumur hidup di era Society 5.0 hanya dapat terwujud melalui integrasi antara inovasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to examine the optimization of digital technology to support sustainable education in the Society 5.0 era. The approach used is a qualitative, literature-based research method, which involves searching for and reviewing various Sinta 5 and Sinta 6 accredited journal articles related to the research topic, which are then analyzed using content analysis techniques. The results of the study show that the optimal use of digital technology through artificial intelligence, adaptive learning, and interactive media, has been proven to enhance students’ motivation, engagement, and ability to learn independently. However, the success of its implementation depends heavily on improving digital literacy among teachers and students, ensuring equitable access to infrastructure, and having policies in place that guarantee the safe and ethical use of technology. Based on these findings, this study concludes that lifelong learning in the Society 5.0 era can only be realized through the integration of technological innovation, human resource readiness, and consistent and sustainable policy support.</em></p>Syiffa Aulia AzzahraSalwa Amanda SyakiebSalsabrina Dwi RamadhaniAlief Ananta RahmanMochammad Noviadi Nugroho
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN KONSUMSI ALKOHOL BERLEBIH DENGAN PERUBAHAN HISTOPATOLOGI HEPAR: TINJAUAN SISTEMATIS DAN META-ANALISIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24556
<p>Konsumsi alkohol berlebih merupakan salah satu penyebab utama penyakit hati di dunia karena dapat menginduksi stres oksidatif, peroksidasi lipid, serta kerusakan struktural hepatosit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review dan meta-analysis guna mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan konsumsi alkohol berlebih dengan perubahan histopatologi hepar pada hewan uji rodensia. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis berdasarkan pedoman PRISMA melalui database Google Scholar dan Garuda terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2026 dengan menggunakan kriteria kelayakan PICOS. Sebanyak 10 artikel penelitian primer in vivo yang membandingkan kelompok paparan alkohol dengan kelompok kontrol sehat dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan perangkat lunak JASP. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berlebih secara konsisten menyebabkan pembengkakan sel berupa degenerasi parenkimatosa dan hidropik, penumpukan lemak (steatosis), infiltrasi sel peradangan (inflamasi), gangguan vaskular seperti dilatasi sinusoid, kongesti, dan hemoragi, hingga kematian sel hati (nekrosis) serta progresivitas fibrosis. Sementara itu, hasil meta-analysis menunjukkan bahwa efek gabungan (pooled effect size) paparan alkohol sebesar 3,701 belum signifikan secara statistik (t(9) = 2,08; p = 0,067; IK 95% = −0,3231 hingga 7,725). Hasil tersebut dipengaruhi oleh tingginya heterogenitas antarstudi (Qe(9) = 87,08; p < 0,001; τ² = 25,75), adanya potensi bias publikasi akibat dominasi penelitian dengan ukuran sampel kecil, serta ditemukannya studi pencilan (outlier) yang ekstrem. Dengan demikian, meskipun dampak destruktif alkohol terhadap jaringan hepar terbukti secara nyata melalui analisis histopatologi kualitatif, tingginya variabilitas metodologis antarpenelitian menyebabkan besaran efek gabungan secara kuantitatif belum dapat disimpulkan secara seragam.</p> <p><em>Excessive alcohol consumption is one of the leading causes of liver disease worldwide, as it induces oxidative stress, lipid peroxidation, and structural damage to hepatocytes. This study aimed to conduct a systematic review and meta-analysis to synthesize scientific evidence regarding the association between excessive alcohol consumption and histopathological changes in the liver of rodent models. A systematic literature search was performed following the PRISMA guidelines using the Google Scholar and Garuda databases to identify studies published between 2021 and 2026 based on the PICOS eligibility criteria. A total of 10 primary in vivo studies comparing alcohol-exposed groups with healthy control groups were included and analyzed qualitatively and quantitatively using JASP software. Qualitative analysis consistently demonstrated that excessive alcohol consumption induced cellular swelling, including parenchymatous and hydropic degeneration, lipid accumulation (steatosis), inflammatory cell infiltration, vascular alterations such as sinusoidal dilatation, congestion, and hemorrhage, hepatocyte death (necrosis), and progression to fibrosis. However, the quantitative meta-analysis revealed that the pooled effect size of alcohol exposure was 3.701, which did not reach statistical significance (t(9) = 2.08; p = 0.067; 95% CI = −0.3231 to 7.725). This finding was influenced by substantial inter-study heterogeneity (Qe(9) = 87.08; p < 0.001; τ² = 25.75), potential publication bias resulting from the predominance of small-sample studies, and the presence of extreme outlier studies. Therefore, although the destructive effects of alcohol on liver tissue were consistently demonstrated through qualitative histopathological analysis, the high methodological variability across studies prevented a uniform quantitative conclusion regarding the overall pooled effect size.</em></p>Christian Dame AdityaReva Laura Purba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU: SENGKETA ADMINISTRASI, TINDAK PIDANA PEMILU, DAN PERSELISIHAN HASIL PEMILU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24085
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyelesaian sengketa administrasi, tindak pidana pemilu, dan perselisihan hasil pemilihan umum sebagai satu kesatuan sistem keadilan pemilu (electoral justice system) untuk menjaga keabsahan hasil pemilu, kepastian hukum, serta stabilitas demokrasi di Indonesia. Pelaksanaan pemilu serentak menimbulkan kerumitan hukum yang berpotensi memicu berbagai sengketa, sementara Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 menjadikan seluruh perselisihan hasil pemilu maupun pemilihan kepala daerah berada secara permanen di bawah kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan MK sangat krusial dalam menjamin keadilan serta kepastian hukum pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme penyelesaian ketiga jenis sengketa tersebut serta merumuskan alternatif sistem penyelesaian sengketa pemilu yang lebih efektif sebagai respons atas sentralisasi penuh kewenangan pada MK. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kepustakaan, seperti buku, jurnal, serta regulasi terkait pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyelesaian sengketa pemilu di Indonesia sudah cukup lengkap dari segi pengaturan, namun dalam praktiknya masih ditemui hambatan berupa ancaman pidana yang belum menimbulkan efek jera, dilema antara peradilan cepat dan keadilan substantif, serta beban perkara yang menumpuk pada MK akibat sentralisasi seluruh sengketa hasil pemilu dan pemilihan kepala daerah. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan model penyelesaian sengketa hasil pemilu yang berjenjang sesuai tingkatan pemilihan sebagai alternatif yang lebih proporsional dan efektif, tanpa mengorbankan kepastian hukum maupun kualitas demokrasi di Indonesia.</p> <p><em>This study is motivated by the importance of resolving administrative disputes, election crimes, and disputes over election results as a unified electoral justice system to safeguard the validity of election outcomes, legal certainty, and democratic stability in Indonesia. The implementation of simultaneous elections gives rise to legal complexities that may trigger various disputes, while Constitutional Court Decision Number 85/PUU-XX/2022 has permanently placed all disputes over the results of both national elections and regional head elections under the sole authority of the Constitutional Court, making the roles of the Election Supervisory Body (Bawaslu), the State Administrative Court (PTUN), and the Constitutional Court crucial in guaranteeing electoral justice and legal certainty. This study aims to examine the mechanisms for resolving these three types of disputes and to formulate a more effective alternative dispute-resolution system in response to the full centralization of authority in the Constitutional Court. The method used is normative legal research with a statutory and literature-based approach, drawing on books, journals, and election-related regulations. The findings indicate that Indonesia's election dispute resolution system is fairly comprehensive in terms of regulation, yet in practice it still faces obstacles such as criminal sanctions that fail to produce a deterrent effect, a dilemma between speedy trial and</em></p> <p><em> </em></p> <p><em>substantive justice, and a mounting caseload at the Constitutional Court resulting from the centralization of all disputes over election and regional head election results. This study therefore proposes a tiered model for resolving election result disputes according to the level of election, as a more proportional and effective alternative that does not compromise legal certainty or the quality of democracy in Indonesia.</em></p>Rahmad PadliNoval RamadhaniMuhammad Imam RamadhaniMuhammad Irwansyah IrhaskaElviandri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KAJIAN PERENCANAAN STRUKTUR BAJA GEDUNG 10 LANTAI DAN WORKFLOW BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) TEKLA STRUCTURES
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24220
<p>Sebagian besar penelitian perencanaan struktur baja gedung bertingkat membahas analisis dan desain elemen secara terpisah dari proses dokumentasi Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini terdiri dari dua bagian dengan status metodologis berbeda: (1) perencanaan struktur baja gedung kantor 10 lantai seluas 875 m² per lantai dengan sistem Dual System (SRPMK+SCBF) menggunakan metode LRFD sesuai SNI 1729:2020 dan SNI 1726:2019, yang diuji secara komputasional terhadap ketentuan standar; dan (2) usulan kerangka konseptual integrasi hasil desain tersebut ke dalam workflow Building Information Modeling menggunakan Tekla Structures, yang bersifat preskriptif (usulan prosedur), bukan hasil eksekusi pemodelan langsung. Bagian pertama menghasilkan gaya geser dasar seismik 1.855 kN pada Kategori Desain Seismik D, dengan profil WF 400x200x8x13 untuk balok (DCR 0,64), H-400x400x13x21 untuk kolom (DCR 0,62), dan HSS 200x200x8 untuk bresing SCBF (DCR 0,63), serta estimasi total kebutuhan baja struktural 621,7 ton (71,1 kg/m²). Bagian kedua mengusulkan kerangka kerja yang menautkan profil dan kuantitas hasil desain langsung ke tahapan pemodelan BIM (setup grid, definisi material, pemodelan elemen dan sambungan, hingga output GA/Shop/Assembly Drawing dan Bill of Material) melalui mekanisme interoperabilitas IFC, sebagai usulan yang dapat diuji secara empiris pada penelitian lanjutan. Pemisahan eksplisit antara komponen yang diuji dan komponen yang diusulkan dimaksudkan untuk menjaga kejelasan metodologis dan menghindari klaim berlebih atas bagian yang belum divalidasi.</p> <p><em>Most studies on multi-storey steel structure design address structural analysis and element design separately from the Building Information Modeling (BIM) documentation process. This study consists of two parts with distinct methodological status: (1) the design of a 10-storey office building steel structure with an 875 m² floor area using a Dual System (SMRF+SCBF) and the LRFD method according to SNI 1729:2020 and SNI 1726:2019, which is computationally tested against code provisions; and (2) a proposed conceptual framework for integrating the design results into a Building Information Modeling workflow using Tekla Structures, which is prescriptive in nature (a proposed procedure), not the result of direct modeling execution. The first part yields a seismic base shear of 1,855 kN at Seismic Design Category D, with a WF 400x200x8x13 profile for beams (DCR 0.64), H-400x400x13x21 for columns (DCR 0.62), and HSS 200x200x8 for SCBF bracing (DCR 0.63), and an estimated total structural steel requirement of 621.7 tons (71.1 kg/m²). The second part proposes a framework linking the design profiles and quantities directly to BIM modeling stages through IFC interoperability, presented as a testable proposal for future empirical research. The explicit separation between the tested and proposed components is intended to preserve methodological clarity and avoid overstating the unvalidated part.</em></p>Oktavianus ChayadiSamudra SinulinggaGilbert Esra Temanta TariganEdison Hatoguan Manurung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107DAKWAH ISLAM DI ERA MEDIA PENYIARAN DIGITAL: ANALISIS TANTANGAN DAN PROSPEK DAKWAH FELIX SIAUW DI MEDIA SOSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24493
<p>Perkembangan media penyiaran digital telah mentransformasi praktik dakwah Islam dari pola konvensional menuju ruang komunikasi berbasis media sosial. Salah satu figur pendakwah digital yang aktif memanfaatkan platform Instagram, YouTube, dan TikTok adalah Felix Siauw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan karakteristik dakwah digital Felix Siauw, menganalisis tantangan dakwah Islam di era media penyiaran digital, serta mengidentifikasi prospeknya di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan, dokumentasi konten media sosial, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dakwah Felix Siauw bersifat adaptif terhadap karakter platform melalui video pendek, ceramah panjang, dan penguatan personal branding. Tantangan yang dihadapi meliputi fragmentasi perhatian audiens, dominasi algoritma media sosial, validitas informasi, potensi polarisasi opini, serta komersialisasi dakwah. Sementara itu, prospek dakwah di media digital terlihat pada perluasan jangkauan global, tingginya interaktivitas, relevansi dengan generasi muda, inovasi format komunikasi, dan penguatan literasi keagamaan melalui prinsip tabayyun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah di era digital ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara efektivitas komunikasi, kredibilitas pesan, dan tanggung jawab epistemik di ruang publik digital.</p>Muh. Agung Hidayat HardiRamsiah Tasruddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENGARUH MARBEL BERHITUNG TERHADAP CODING PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA TAWUN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24144
<p>Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang rendahnya kemampuan coding pada anak usia 5-6 tahun di TK DHARMA WANITA TAWUN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dan seberapa besar pengaruh marbel berhitung terhadap coding pada anak usia 5-6 tahun di TK DHARMA WANITA TAWUN. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis pre exsperimental design dengan one group pretest posttest design. Penelitian ini menggunakan subjek sejumlah 20 anak yang berusia 5-6 tahun di TK DHARMA WANITA TAWUN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan treatment sebesar 55.80 dan setelah diberikan treatment nilai rata-rata menjadi 75.35. Pada hasil uji-t dengan menggunakan paired sample t-test nilai Sig.(2-tailed) yaitu 0,00 yang artinya nilai Sig.(2-tailed)<0,05. Maka bisa dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa marbel berhitung berpengaruh terhadap coding pada anak usia 5-6 tahun di TK DHARMA WANITA TAWUN.</p>Rika Agustina Wening Sekar KusumaNur Cahyati Ngaisah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107URGENSI KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA PENYELESAIAN KONFLIK PRANATA SOSIAL MASYARAKAT MELAYU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24460
<p>Komunikasi merupakan bagian fundamental dalam kehidupan sosial masyarakat karena menjadi sarana untuk membangun hubungan, menyampaikan nilai, mempertahankan norma dan menjamin keberlangsungan berbagai pranata sosial. Dalam masyarakat Melayu, komunikasi memiliki kedudukan yang lebih luas daripada sekadar proses penyampaian pesan. Komunikasi menjadi bagian dari sistem budaya yang berhubungan dengan adat, agama, kesantunan, marwah dan tata hubungan sosial. Artikel ini bertujuan mengkaji urgensi komunikasi dalam pranata sosial Melayu, terutama pada pranata keluarga, adat, agama, pendidikan, ekonomi dan pemerintahan atau kepemimpinan masyarakat. Penulisan menggunakan metode studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah terakreditasi yang relevan dengan komunikasi, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Melayu. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi memiliki fungsi penting sebagai sarana sosialisasi dan pewarisan nilai, pembentukan identitas, pemeliharaan keteraturan sosial, penyelesaian konflik, dan pelestarian budaya. Dalam praktiknya, komunikasi Melayu menempatkan kesantunan, penghormatan, musyawarah serta kemampuan menjaga perasaan dan marwah orang lain sebagai prinsip penting. Pada era digital, prinsip-prinsip tersebut tetap relevan dan perlu dikontekstualisasikan dalam bentuk komunikasi baru agar pranata sosial Melayu tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan masyarakat.</p> <p><em>Communication is a fundamental part of people's social life because it is a means to build relationships, convey values, maintain norms and ensure the sustainability of various social institutions. In Malay society, communication has a broader position than just the process of delivering a message. Communication is part of a cultural system related to customs, religion, politeness, dignity and social relations. This article aims to examine the urgency of communication in the Malay social system, especially in the institutions of family, customs, religion, education, economy and government or community leadership. The writing uses the literature study method by utilizing sources in the form of books and articles from accredited scientific journals that are relevant to the communication, culture and social life of the Malay community. The results of the study show that communication has an important function as a means of socialization and inheritance of values, formation of identity, maintenance of social order, strengthening solidarity, conflict resolution, and cultural preservation. In practice, Malay communication places politeness, respect, deliberation, and the ability to safeguard the feelings and dignity of others as important principles. In the digital era, these principles remain relevant and need to be contextualized in the form of new communication so that the Malay social institution is still able to survive and develop in the midst of societal changes</em></p>M.Amin AkkasSuhertinaSindi Ayudia Pama
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS EFEKTIVITAS MANAJEMEN RISIKO DALAM PEKERJAAN PERKERASAN ASPAL PANAS (CAMPURAN ASPAL PANAS/HOTMIX) DI JALAN POROS PINRANG–PERBATASAN SULAWESI BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24538
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen risiko, mengevaluasi efektivitas penerapan manajemen risiko, serta mengidentifikasi risiko yang timbul pada pekerjaan perkerasan aspal panas (hotmix) di Jalan Poros Pinrang–Perbatasan Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian evaluatif dan eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang terlibat langsung dalam proyek, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, skala Likert, uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta analisis tingkat risiko berdasarkan nilai probabilitas dan dampak (Risk Score). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko pada pekerjaan perkerasan aspal telah terlaksana dengan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Nilai efektivitas manajemen risiko sebesar 55,52%, sehingga termasuk dalam kategori cukup efektif. Beberapa risiko masih berada pada kategori High Risk, sehingga memerlukan pengendalian yang berkelanjutan. Risiko dominan yang teridentifikasi meliputi ketidakpatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), risiko tertabrak kendaraan proyek maupun lalu lintas umum, paparan aspal panas, paparan debu dan kebisingan, serta kecelakaan akibat pengoperasian alat berat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan kerja di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan pelatihan keselamatan kerja, pengawasan yang lebih intensif, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat diperlukan untuk meminimalkan risiko, meningkatkan keselamatan kerja, dan mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of risk management, evaluate the effectiveness of its implementation, and identify the risks arising in hot mix asphalt pavement works on the Pinrang–West Sulawesi Border Road. This study employed a quantitative approach with an evaluative and explanatory research design. Data were collected through questionnaires distributed to 20 respondents directly involved in the project, field observations, and documentation studies. Data were analyzed using descriptive statistics, a Likert scale, validity and reliability tests, and risk level analysis based on probability and impact values (Risk Score). The results indicate that risk management in hot mix asphalt pavement works has been implemented fairly well but has not yet reached an optimal level. The effectiveness of risk management was 55.52%, indicating that it falls into the fairly effective category. Several risks remain in the High Risk category and therefore require continuous control measures. The dominant risks identified include non-compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE), accidents involving project vehicles and public traffic, exposure to hot asphalt, dust and noise exposure, and accidents caused by heavy equipment operations. These findings indicate that stronger supervision of occupational safety procedures is still required during project implementation. Therefore, improving occupational safety training, strengthening field supervision, and enhancing the commitment of all stakeholders are essential to minimize risks, improve occupational safety, and support the successful completion of the project.</em></p>NurafniJamiluddin JabirArsyad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107GRAMMATICAL ERRORS AND TRANSLATION QUALITY OF THE ENGLISH VERSION OF JAKARTA NATIONAL MUSEUM WEBSITE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24073
<p><em>This study investigates the grammatical errors and the resulting translation quality of the English version of the Jakarta National Museum official website. As a primary digital gateway for international tourists, the linguistic accuracy of the website is paramount to maintaining institutional credibility. Using a qualitative descriptive approach anchored in Dulay, Burt, and Krashen’s Surface Strategy Taxonomy and Nababan’s Translation Quality Assessment (TQA) model, this research analyzed 45 textual data points extracted from the website. The findings revealed that misinformation was the most dominant error type (42.2%), followed by omission (28.9%), addition (15.6%), and misordering (13.3%). Consequently, the translation quality scores suffered significantly, particularly in terms of acceptability and readability, driven largely by literal translation methods and L1 interference (interlingual transfer). This study provides constructive insights for public institutions regarding the critical need for professional proofreading in digital public diplomacy.</em></p> <p><em>This study investigates the grammatical errors and the resulting translation quality of the English version of the Jakarta National Museum official website. As a primary digital gateway for international tourists, the linguistic accuracy of the website is paramount to maintaining institutional credibility. Using a qualitative descriptive approach anchored in Dulay, Burt, and Krashen’s Surface Strategy Taxonomy and Nababan’s Translation Quality Assessment (TQA) model, this research analyzed 45 textual data points extracted from the website. The findings revealed that misinformation was the most dominant error type (42.2%), followed by omission (28.9%), addition (15.6%), and misordering (13.3%). Consequently, the translation quality scores suffered significantly, particularly in terms of acceptability and readability, driven largely by literal translation methods and L1 interference (interlingual transfer). This study provides constructive insights for public institutions regarding the critical need for professional proofreading in digital public diplomacy.</em></p>Af Yiyin Pamadeng LetteHumairah Arsyad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN C SEBAGAI ADJUVAN FE TERHADAP PERUBAHAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MUARA BULIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24174
<p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi, terutama anemia defisiensi besi yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian suplemen zat besi (Fe), namun penyerapannya seringkali belum optimal. Vitamin C diketahui dapat meningkatkan penyerapan zat besi sehingga digunakan sebagai adjuvan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian vitamin C sebagai adjuvan Fe terhadap perubahan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil di Puskesmas Muara Bulian.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospective cohort. Data diperoleh dari rekam medis ibu hamil tahun 2025 di Puskesmas Muara Bulian dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar Hb pada ibu hamil setelah pemberian intervensi. Median kadar Hb pada trimester I meningkat dari 10,2 g/dL menjadi 11 g/dL, trimester II dari 10,6 g/dL menjadi 11,4 g/dL, dan trimester III dari 10,8 g/dL menjadi 11,5 g/dL. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,01 pada seluruh trimester, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian Fe dengan vitamin C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian vitamin C sebagai adjuvan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Pemberian kombinasi Fe dan vitamin C terbukti efektif dalam meningkatkan kadar Hb, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.</p> <p><em>Anemia in pregnant women remains a significant health problem, particularly iron deficiency anemia, which can negatively impact both maternal and fetal health. One of the common interventions is iron (Fe) supplementation; however, its absorption is often not optimal. Vitamin C is known to enhance iron absorption and is therefore used as an adjuvant. This study aims to determine the relationship between the administration of vitamin C as an adjuvant to iron supplementation and changes in hemoglobin (Hb) levels in pregnant women at Muara Bulian Public Health Center. This study used an analytic observational design with a retrospective cohort approach. Data were obtained from medical records of pregnant women in 2025 at Muara Bulian Public Health Center, with a total sample of 85 respondents selected using total sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis. The normality test using Shapiro-Wilk showed that the data were not normally distributed (p<0.05), therefore the analysis was continued using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an increase in Hb levels after the intervention. The median Hb level in the first trimester increased from 10.2 g/dL to 11 g/dL, in the second trimester from 10.6 g/dL to 11.4 g/dL, and in the third trimester from 10.8 g/dL to 11.5 g/dL. The Wilcoxon test results showed p<0.01 for all trimesters, indicating a significant difference between Hb levels before and after the administration of Fe with vitamin C. In conclusion, there is a significant relationship between the administration of vitamin C as an adjuvant to iron supplementation and the increase in hemoglobin levels in pregnant women. The combination of Fe and vitamin C is proven to be effective in improving Hb levels and can be recommended as part of anemia prevention efforts in pregnant women</em></p>Rizky Dwi AmandaApt. Jelly PermatasariApt.Dra.Hj.Armini Hadriyati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24489
<p>Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang memiliki kedudukan dan fungsi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, serta menguraikan berbagai fungsinya dalam bidang pendidikan, pemerintahan, media massa, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial masyarakat yang majemuk. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan kebahasaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diperoleh sejak Sumpah Pemuda tahun 1928, sedangkan kedudukannya sebagai bahasa negara dikukuhkan melalui Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36. Fungsi bahasa Indonesia tidak hanya sebatas alat komunikasi, tetapi juga berperan sebagai lambang identitas nasional, alat pemersatu bangsa, sarana pengembangan kebudayaan, serta alat komunikasi resmi kenegaraan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia perlu terus dilakukan agar fungsinya sebagai pemersatu bangsa tetap terjaga di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.</p> <p><em>The Indonesian language serves as the national language of unity and holds a strategic position and function in the social, political, and cultural life of Indonesia. This article aims to examine the status of Indonesian as both the national language and the official state language, while also discussing its various functions in education, government, mass media, science, and Indonesia's multicultural society. This study employs a library research method by reviewing relevant scholarly sources, including journal articles, books, and language policy documents. The findings indicate that Indonesian gained its status as the national language through the Youth Pledge (*Sumpah Pemuda*) of 1928, while its position as the official state language was constitutionally established under Article 36 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Beyond functioning as a means of communication, Indonesian serves as a symbol of national identity, a unifying instrument for the nation, a medium for cultural development, and the official language of state administration. This study concludes that the continuous development and promotion of the Indonesian language are essential to preserving its role as a unifying force amid the challenges of globalization and rapid advances in information technology.</em></p>Eka Aulia VinataDeva Fransiska SariPutri Wulan DariVina ApriansiIra Yuniati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK ARSITEKTUR TRADISIONAL MELAYU PADA ISTANA RAJA SERUWAY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24710
<p>Istana Raja Seruway merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Seruway di Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki nilai budaya dan arsitektural tinggi. Bangunan ini menunjukkan adanya pengaruh arsitektur Melayu yang dipadukan dengan unsur kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur tradisional Melayu yang terdapat pada Istana Raja Seruway. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arsitektur Melayu pada Istana Raja Seruway dapat dilihat dari elemen-elemen bangunan seperti atap, bubungan, dinding, tiang, pintu, jendela, lantai, tangga, loteng, ornamen, dan warna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya pelestarian arsitektur tradisional Melayu di Aceh Tamiang.</p>Putri Aprida LestariArmelia DafrinaHendra Ayub
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107SCAFFOLDING INDEPENDENT EFL WRITING THROUGH AI CHATBOT PROMPTING GUIDANCE: A MIXED-METHODS STUDY ON ANALYTICAL EXPOSITION WRITING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24137
<p>Menulis teks Analytical Exposition secara mandiri merupakan tugas yang berat bagi siswa Sekolah Menengah Atas yang belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), karena menuntut kemampuan argumentasi, ketepatan tata bahasa, dan pengaturan diri yang belum banyak dikuasai siswa. Meskipun chatbot AI generatif semakin banyak digunakan untuk mendukung pembelajaran menulis EFL, penggunaan tanpa panduan berisiko mengalihkan upaya kognitif siswa alih-alih mengembangkannya. Penelitian ini mengembangkan dan menguji teknik Prompting Guidance, sebuah pendekatan pembelajaran yang melatih siswa menyusun prompt terstruktur sehingga chatbot AI berfungsi sebagai perancah (scaffold), bukan sebagai penghasil teks, sekaligus menggali persepsi siswa terhadap teknik tersebut. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest yang melibatkan 50 siswa kelas XI (25 kelas eksperimen, 25 kelas kontrol); data dikumpulkan melalui tes menulis, kuesioner persepsi, wawancara semi terstruktur, dan observasi kelas. Skor menulis kelas eksperimen meningkat signifikan dari pre-test ke post-test (selisih rata-rata = 6,81; t = 13,643; p < 0,001) dan mengungguli kelas kontrol pada post-test (selisih rata-rata = 4,18; t = 6,963; p < 0,001). Siswa menilai teknik ini sangat positif (M = 4,27) dan menunjukkan peningkatan perencanaan serta sikap kritis terhadap umpan balik AI, meskipun satu dari empat siswa yang diwawancarai masih sangat bergantung pada AI. Temuan ini memposisikan prompting terstruktur sebagai cara mengubah chatbot AI menjadi "More Knowledgeable Other" yang menumbuhkan, bukan menggantikan, kompetensi menulis mandiri siswa.</p> <p><em>Writing an Analytical Exposition text independently is a demanding task for senior high school English as a Foreign Language (EFL) learners, since it requires argumentative reasoning, grammatical accuracy, and self-regulation that many students have not yet mastered. While generative AI chatbots are increasingly used to support EFL writing, unguided use risks shifting cognitive effort away from students rather than developing it. This study developed and tested a Prompting Guidance technique, an instructional approach that trains students to compose structured prompts so that AI chatbots function as a scaffold rather than a text generator, and examined students' perceptions of the technique. A mixed-methods, Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest design was employed involving fifty eleventh-grade students (25 experimental, 25 control), with data drawn from writing tests, a perception questionnaire, semi-structured interviews, and classroom observation. The experimental group's writing scores improved significantly from pre- to post-test (mean gain = 6.81, t = 13.643, p < .001) and outperformed the control group on the post-test (mean difference = 4.18, t = 6.963, p < .001). Students rated the technique very positively (M = 4.27) and showed increased planning and critical evaluation of AI feedback, although one of the four interviewed students remained strongly AI-dependent. The findings position structured prompting as a way of turning AI chatbots into a "More Knowledgeable Other" that fosters, rather than replaces, independent writing competence.</em></p>Novan Kurnia RahardikaBuntara Adi Purwanto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERUBAHAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN DI PERSIA PADA MASA SULTAN SHAH ISMAIL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24437
<p>Artikel ini bertujuan membahas perubahan sosial dan keagamaan yang terjadi di Persia pada masa pemerintahan Shah Ismail sebagai tokoh pendiri Dinasti Safawi pada abad ke-16. Hal ini dikarenakan Shah Ismail menjadikan syiah menjadi dasar negara dan pemerintahan sehingga terjadi perubahan besar dalam tatanan pemerintahan dan tatanan keagamaan diPersia yang sebelumnya Adalah penganut Sunni. Adapun jenis penelitian ini adalah library research yakni kajian terhadap beberapa sumber literatur sejarah Islam digunakan dengan pendekatan kualitatif. Analisis data mengarah kepada content analysis dengan beberapa tahapan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shah Ismail setelah berdirinya Dinasti Safawi menetapkan mazhab Syiah Dua Belas Imam sebagai mazhab resmi negara. Penetapan tersebut menjadi faktor utama terjadinya transformasi sosial dan keagamaan di Persia karena masyarakat yang sebelumnya didominasi oleh tradisi Sunni secara bertahap diarahkan untuk mengikuti ajaran Syiah. Pemerintah Safawi juga memperkuat penyebaran mazhab Syiah melalui dukungan terhadap ulama, pembangunan lembaga keagamaan, serta kebijakan politik yang mendukung legitimasi kekuasaan berbasis agama. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi aspek keagamaan, tetapi juga membentuk identitas sosial dan politik masyarakat Persia. Dengan demikian, masa pemerintahan Shah Ismail menjadi periode penting yang menandai terbentuknya identitas keagamaan baru dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sosial dan keagamaan di Persia pada masa selanjutnya.</p> <p>This article aims to discuss the social and religious changes that occurred in Persia during the reign of Shah Ismail as the founding figure of the Safavid Dynasty in the 16th century. This is because Shah Ismail made Shia the basis of the state and government so that there was a major change in the order of government and religious order in Persia which was previously Sunni. This type of research is library research, which is the study of several sources of Islamic historical literature used with a qualitative approach. Data analysis leads to content analysis with several stages of work. The results of the study show that Shah Ismail after the establishment of the Safavid Dynasty established the Shia school of the Twelve Imams as the official school of the state. This determination became the main factor in the social and religious transformation in Persia because the society that was previously dominated by the Sunni tradition was gradually directed to follow Shia teachings. The Safawi government also strengthened the spread of the Shia school through support for scholars, the development of religious institutions, and political policies that supported the legitimacy of religion-based power. These changes not only affected religious aspects, but also shaped the social and political identity of Persian society. Thus, the reign of Shah Ismail was an important period that marked the formation of a new religious identity and had a profound influence on the social and religious development of Persia in the later period.</p>Penri AntoEllya RozaWaldi Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN MEMILIH LAYANAN JASA SALON CREAMBATH DI MARTUBUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24517
<p>Layanan jasa creambath merupakan salah satu perawatan favorit di Sari Salon dan D5 Salon Martubung, namun pihak salon masih perlu mengidentifikasi aspek layanan yang harus ditingkatkan guna menjaga loyalitas dan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap layanan creambath pada kedua salon tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 responden (15 responden persalon) yang dipilih melalui teknik purposive sampling pada bulan Juni 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert (1–5) berbasis Google Form berdasarkan lima dimensi kualitas layanan: kebersihan, kualitas layanan, profesionalisme staf, ketepatan waktu, dan ketersediaan produk, kemudian dianalisis menggunakan persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan konsumen Sari Salon merasa "Sangat Puas" pada seluruh indikator, dengan capaian tertinggi pada kebersihan (81,3%) dan kualitas layanan (78,3%). Sebaliknya, D5 Salon mencatat tingkat kepuasan lebih rendah, terutama pada profesionalisme staf (46,63%) dan ketersediaan produk (49,95%). Secara keseluruhan, konsumen di kedua salon merasa puas, namun Sari Salon secara konsisten unggul di semua aspek. Disarankan bagi D5 Salon untuk fokus meningkatkan pelatihan profesionalisme staf dan manajemen ketepatan waktu pelayanan.</p> <p><em>Creambath services are among the most popular treatments at Sari Salon and D5 Salon in Martubung; however, the salons still need to identify which service aspects require improvement to maintain customer loyalty and satisfaction. This study aims to analyze customer satisfaction levels regarding creambath services at both salons. A quantitative descriptive method was employed with a sample of 30 respondents (15 respondents per salon) selected via purposive sampling in June 2026. Data were collected using a Google Forms-based 5-point Likert scale questionnaire evaluating five service quality dimensions: cleanliness, service quality, staff professionalism, timeliness, and product availability, which were then analyzed using percentage and frequency distribution techniques. The results indicate that Sari Salon customers were "Very Satisfied" across all indicators, achieving the highest scores in cleanliness (81.3%) and service quality (78.3%). Conversely, D5 Salon recorded lower satisfaction levels, particularly in staff professionalism (46.63%) and product availability (49.95%). Overall, customers at both salons expressed satisfaction, though Sari Salon consistently outperformed D5 Salon across all dimensions. It is recommended that D5 Salon focus on enhancing staff professionalism training and service timeliness management.</em></p>Anggi De Cecillia SidaurukNurhayati TanjungIrmiah Nurul Rangkuti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS RASIO LIKUIDITAS (LDR) DAN PROFITABILITAS PT BANK RAKYAT INDONESIA (BBRI) PERIODE 2023-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23903
<p>Menganalisis tren rasio likuiditas dan profitabilitas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) selama periode 2023–2025, serta mengidentifikasi hubungan trade-off antara keduanya. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan BBRI yang telah diaudit, penelitian ini mengukur likuiditas melalui Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan profitabilitas diukur melalui Return on Equity (ROE) dan Net Interest Margin (NIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR BBRI meningkat signifikan dari 93,23% (2023) menjadi 99,21% (2024) dan diproyeksikan mencapai 99,61% (2025), melampaui batas aman Bank Indonesia (78–92%) yang mengindikasikan tekanan likuiditas serius. Sebaliknya, ROE menurun dari 24,5% (2023) menjadi 19,8% (2024) dan diproyeksikan 17,6% (2025), sementara NIM turun dari 7,1% menjadi 6,4% pada periode yang sama. Temuan ini mengonfirmasi adanya hubungan trade-off negatif antara likuiditas dan profitabilitas, di mana peningkatan LDR justru diikuti penurunan ROE dan NIM akibat memburuknya kualitas aset, peningkatan biaya dana, dan pertumbuhan ekuitas yang tidak proporsional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa manajemen BBRI perlu menyeimbangkan ekspansi kredit dengan pengelolaan likuiditas dan kualitas aset untuk menjaga kinerja keuangan yang berkelanjutan.</p> <p><em>Analyze the liquidity and profitability ratio trends of PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) during the 2023–2025 period, as well as to identify the trade-off relationship between the two. Using a quantitative descriptive approach with secondary data from BBRI's audited annual reports, this research measures liquidity through the Loan to Deposit Ratio (LDR), while profitability is measured through Return on Equity (ROE) and Net Interest Margin (NIM). The results show that BBRI's LDR increased significantly from 93.23% (2023) to 99.21% (2024) and is projected to reach 99.61% (2025), exceeding Bank Indonesia's safe threshold (78–92%), indicating serious liquidity pressure. Conversely, ROE declined from 24.5% (2023) to 19.8% (2024) and is projected at 17.6% (2025), while NIM decreased from 7.1% to 6.4% over the same period. These findings confirm a negative trade-off relationship between liquidity and profitability, where rising LDR is accompanied by declining ROE and NIM due to deteriorating asset quality, higher funding costs, and disproportionate equity growth. This study implies that BBRI's management needs to balance credit expansion with liquidity management and asset quality to maintain sustainable financial performance.</em></p>Viella AdeliaKasih PuspitasariGhina Kamilia FauziyyahAnisa Sulastri Az ZahraAndini Trihapsari CahyadiHafita Shalsa HariyaniPalupi Permata RahmiAsep Wahyu Mulyadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107IMPLEMENTASI STRATEGI KEWIRAUSAHAAN PADA USAHA KULINER WARUNG SORAJA MAUMERE KABUPATEN SIKKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24164
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan strategi kewirausahaan dalam bisnis kuliner Warung Saroja yang terletak di Maumere, Kabupaten Sikka. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, di mana pemilik Warung Saroja menjadi informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Warung Saroja menjalankan strategi kewirausahaan dengan cara yang sederhana namun konsisten, mencakup strategi memulai usaha dengan modal sendiri, pengembangan produk melalui variasi menu dan konsistensi rasa, strategi pelayanan yang fokus pada pelanggan, strategi pemasaran yang sederhana melalui tata letak produk dan pemanfaatan media sosial, pengelolaan keuangan yang memisahkan kebutuhan operasional dari tabungan usaha, serta strategi dalam menghadapi tantangan dengan tetap menjalankan usaha secara konsisten. Rencana pengembangan usaha di masa depan meliputi perluasan lokasi usaha dan penambahan variasi menu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan usaha mikro seperti Warung Saroja tidak selalu bergantung pada strategi bisnis yang rumit, tetapi juga ditentukan oleh konsistensi, ketekunan, serta orientasi yang kuat terhadap pelanggan.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of entrepreneurial strategies in the culinary business of Warung Saroja in Maumere, Sikka Regency. The approach used in this study is qualitative, employing a descriptive research type, in which the owner of Warung Saroja serves as the main informant. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation, which were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that Warung Saroja implements entrepreneurial strategies in a simple yet consistent manner, including strategies for starting the business with personal capital, developing products through menu variation and maintaining taste consistency, and providing customer-oriented service. The marketing strategy used is also simple, involving good product arrangement and the utilization of social media. The financial management carried out also separates operational needs from business savings, along with the strategy chosen to overcome obstacles by consistently continuing to run the business. Future business development plans include expanding the business area and adding menu variations. The conclusion of this study is that the success of a micro-enterprise such as Warung Saroja is not always determined by complex strategies, but rather by consistency, perseverance, and a strong focus on customers.</em></p>Abdulah MuisArmanti Masi TuanRuslan Haldi UmbuMaria Arlina FebiolaYasinta Hasni Dua EboAndrian Manggo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KARAKTERISTIK DAN KOMPETENSI PROFESIONALISME DAI DALAM DAKWAH BERBASIS MEDIA DIGITAL: STUDI KASUS @HANAN ATTAKI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24477
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kompetensi profesionalisme dai dalam dakwah berbasis media digital dengan studi kasus akun TikTok Hanan Attaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten dakwah pada akun TikTok Hanan Attaki, dokumentasi, serta studi pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik profesionalisme dai pada dakwah digital Hanan Attaki terlihat dari kompetensi keilmuan, etika dan integritas dakwah, serta kemampuan komunikasi yang dekat dengan audiens. Adapun kompetensi profesionalisme yang dimiliki meliputi kompetensi komunikasi dakwah digital, kompetensi pemanfaatan media digital, dan kompetensi sosial dalam memahami kebutuhan generasi muda sebagai audiens utama. Berdasarkan Teori Kredibilitas Sumber, profesionalisme dakwah Hanan Attaki memenuhi aspek expertise (keahlian), trustworthiness (kepercayaan), dan attractiveness (daya tarik), yang berperan dalam membangun kredibilitas serta meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dakwah di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu agama, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital dan karakteristik audiens media sosial.</p> <p><em>This study aims to analyze the characteristics and professional competencies of a da'I (Islamic preacher) in digital media-based da'wah (preaching), using Hanan Attaki's TikTok account as a case study. The research employs a qualitative approach utilizing the case study method. Data were gathered through observation of the da'wah content on Hanan Attaki's TikTok account, documentation, and a review of relevant literature. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, involving the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Hanan Attaki's professionalism in digital da'wah is evidenced by his scholarly competence, ethics and integrity in preaching, and communication skills that foster a close connection with the audience. His professional competencies include digital da'wah communication, the effective use of digital media, and social competence in understanding the needs of the younger generation—his primary audience. Based on Source Credibility Theory, Hanan Attaki's da'wah professionalism satisfies the aspects of expertise, trustworthiness, and attractiveness; these elements play a crucial role in establishing credibility and enhancing the effectiveness of delivering da'wah messages on social media. The study concludes that the success of digital da'wah is determined not only by mastery of religious knowledge but also by the ability to adaptto digital technology and the characteristics of the social media audience. </em></p>Narwan SahiddinRamsiah Tasruddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107TATA KELOLA SARANA PRASARANA PENDIDIKAN MELALUI SISTEM TERPADU DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI YAYASAN AL-LADUNNI PURWOSARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24664
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata kelola sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem terpadu di Yayasan Al-Ladunni Purwosari, menganalisis efektivitas pembelajaran setelah penerapan sistem terpadu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus kolektif. Informan penelitian terdiri atas Ketua Yayasan, kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan ketekunan pengamatan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola sarana dan prasarana dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang dikoordinasikan oleh yayasan. Sistem terpadu diterapkan melalui pembagian jadwal penggunaan fasilitas antara Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada pagi hari dan Madrasah Diniyah (MADIN) pada sore hari sehingga pemanfaatan fasilitas menjadi lebih optimal. Penerapan sistem tersebut berdampak pada meningkatnya efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan melalui penggunaan fasilitas secara maksimal, terciptanya lingkungan belajar yang lebih tertib dan nyaman, serta meningkatnya efisiensi penggunaan sarana pendidikan. Faktor pendukung meliputi komitmen yayasan, komunikasi yang baik, koordinasi antarlembaga, kedisiplinan warga sekolah, dan adanya jadwal penggunaan fasilitas yang jelas. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya intensitas penggunaan fasilitas yang mempercepat kerusakan, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta kendala dalam inventarisasi dan pengawasan fasilitas bersama</p>Rohmah Lailatul MaghfirohM. JamhuriAskhabul KiromAhmad Ma'ruf
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PENGARUH KONSENTRASI PASAR DAN PERTUMBUHAN ASET TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2020-2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24106
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sektor perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, namun dihadapkan pada tantangan seperti tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, terutama dominasi oleh PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), serta fluktasi pertumbuhan aset dan pangsa pasar yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari 6 Bank Umum Syariah (BUS) terbesar di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan(OJK) selama periode 2020-2024. Analisis data dilakukan menggunakan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi), analisi regresi linear berganda, serta uji hipotesis parsial (uiji t), dan simultan (uji F), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan uji hipotesis secara parsial konsentrasi pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,077 > 0,05. Secara parsial pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,032< 0,05. Pengaruh konsentrasi pasar dan pertumbuhan aset secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,031 < 0,05. Meskipun nilai F hitung (3,966) lebih besar dari Ftabel (3,34), namun hasil signifikansi menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Koefisien determinasi sebesar 0,227 menunjukkan bahwa 22,7% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh kedua variabel ini, sementara sisanya dijelaskan diluar model.</p> <p><em>This research is motivated by the Islamic banking sector in Indonesia showing significant growth, but faced with challenges such as high levels of market concentration, particularly the dominance of PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), as well as fluctuations in asset growth and market share that are not optimal. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The data used are secondary data in the form of annual financial reports from the six largest Islamic Commercial Banks (BUS) in Indonesia registered with the Financial Services Authority (OJK) for the period 2020-2024. Data analysis was performed using classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, autocorrelation), multiple linear regression analysis, as well as partial (t-test) and simultaneous (F-test) hypothesis tests and the coefficient of determination. The results of this study indicate that based on the partial hypothesis test, market concentration does not significantly affect the financial performance of Islamic banking with a significance value of 0.077 > 0.05. Partially, asset growth has a positive effect on the financial performance of Islamic banking with a significance value of 0.032 < 0.05. The simultaneous influence of market concentration and asset growth on Islamic banking financial performance was insignificant, with a significance value of 0.031 < 0.05. Although the calculated F value (3.966) was greater than the F table (3.34), the significance results indicated that the two independent variables together did not significantly influence financial performance. The coefficient of determination of 0.227 indicates that 22,7% of the variation in financial performance can be explained by these two variables, with the remainder being explained outside the model.</em></p>Danu HarisyamYenty Astarie DewiAriyun Anisah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI KELAS SOSIAL DALAM C- DRAMA TIONGKOK DI IQIYI: STUDI KASUS DRAMA PURSUIT OF JADE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24434
<p>Drama seri asal Tiongkok atau yang lazim disebut C-drama kini menjadi salah satu bentuk konten hiburan digital yang paling banyak diakses lintas negara, dan Pursuit of Jade merupakan salah satu judul yang paling ramai diperbincangkan setelah heat index-nya melonjak tinggi di Tencent maupun iQIYI. Drama ini menghadirkan dua kutub kelas sosial yang saling berhadapan, yakni Fan Changyu yang berasal dari keluarga jagal dan Xie Zheng yang berlatar bangsawan, sehingga cara drama ini menampilkan perbedaan status sosial keduanya menarik untuk dibedah lebih jauh. Artikel ini bertujuan membedah bagaimana tanda visual dan verbal dalam drama tersebut membangun makna denotatif maupun konotatif seputar kelas sosial, sekaligus menelusuri mitos dan ideologi kelas yang dibangun di baliknya. Kajian ini memakai pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis-interpretatif, dan menerapkan model tiga tahap semiotika Roland Barthes terhadap tiga belas adegan terpilih yang tersebar pada dua belas episode. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kelas bawah cenderung ditampilkan lewat busana sederhana, ruang kerja yang sempit, dan pola bicara yang lugas, sedangkan kelas atas hadir melalui busana formal, kediaman mewah, serta etiket yang terjaga rapi. Ditemukan pula empat mitos yang muncul berulang, yaitu superioritas kelas atas, mobilitas sosial yang digambarkan sebagai urusan personal, kemiskinan yang dipandang sebagai persoalan individu, dan kelas atas yang diposisikan sebagai pihak penyelamat keempatnya turut menaturalisasi ketimpangan sosial sebagai sesuatu yang wajar. Secara ideologis, drama ini berada pada posisi yang ambigu: memberi ruang simpati bagi tokoh kelas bawah, namun pada saat yang sama tetap melanggengkan hierarki kelas yang sudah mapan.</p> <p><em>Chinese drama series, commonly referred to as C-drama, have grown into one of the most widely consumed forms of digital entertainment across national borders, and Pursuit of Jade is among the titles that drew the most attention after its heat index surged on both Tencent and iQIYI. The drama juxtaposes two opposing social classes, represented by Fan Changyu, who comes from a butcher's family, and Xie Zheng, who belongs to the aristocracy, making the way the series stages their class difference worth examining. This article aims to unpack how visual and verbal signs in the drama construct denotative and connotative meanings of social class, while also tracing the myths and class. ideology embedded within its narrative. The study adopts a qualitative approach set within a critical-interpretive paradigm and applies Roland Barthes' three-stage semiotic model to thirteen selected scenes spread across twelve episodes. The findings indicate that the lower class tends to be depicted through plain clothing, cramped working spaces, and blunt speech patterns, while the upper class is portrayed through formal attire, opulent residences, and carefully maintained etiquette. Four recurring myths were identified: the superiority of the upper class, social mobility framed as a personal matter, poverty treated as an individual failing, and the upper class positioned as a savior figure—all of which work to naturalize social inequality as something ordinary. Ideologically, the drama occupies an ambiguous stance: it extends sympathy toward its lower-class protagonist while simultaneously reinforcing the very class hierarchy it appears to critique.</em></p>Bayu Dwi SetiawanSelvy Maria Widuhung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107ANALISIS POLA DISTRIBUSI PKL PADA AREA PASAR JEUNIEB KABUPATEN BIREUN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24510
<p><em>Street vendors represent an informal sector that plays a role in boosting local economic activity, particularly in traditional market areas. While the presence of street vendors at Jeunieb Market makes it easier for the community to obtain daily necessities, it also creates issues regarding disorganized public space usage and the disruption of pedestrian and vehicular traffic. This study aims to analyze the distribution patterns of street vendors in the Jeunieb Market area. A descriptive qualitative research method was employed, utilizing techniques such as field observation, documentation, location mapping, and interviews. The analysis was conducted based on T.G. McGee’s theories regarding the characteristics and distribution of the informal sector. The results indicate that the distribution patterns of street vendors at Jeunieb Market are dominated by linear arrangements along main road corridors and clustering in areas with high visitor activity, such as market entrances and parking zones. Factors influencing these distribution patterns include accessibility, activity intensity, the type of merchandise, and space availability.</em></p>Zaitun NafisEffan FahrizalEri Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PARTAI POLITIK DI INDONESIA: SEJARAH PERKEMBANGAN, TIPOLOGI, SISTEM KEPARTAIAN, DAN PENGATURAN IDEAL DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23820
<p>Partai politik merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi yang berfungsi sebagai sarana representasi politik, pendidikan politik, serta penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sejarah partai politik di Indonesia, tipologi dan sistem kepartaian, serta pengaturan ideal partai politik dalam perspektif demokrasi. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan partai politik di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Sistem multipartai pascareformasi berhasil memperluas representasi politik masyarakat, namun juga menimbulkan fragmentasi politik, koalisi yang cenderung pragmatis, serta menurunnya efektivitas pemerintahan. Tipologi partai politik di Indonesia menunjukkan keberagaman berdasarkan ideologi, orientasi, dan basis keanggotaan yang memengaruhi dinamika sistem kepartaian nasional. Di sisi lain, pengaturan partai politik masih memerlukan penyempurnaan, khususnya terkait organisasi sayap partai politik, penguatan kaderisasi, demokrasi internal, transparansi pendanaan, serta peningkatan representasi perempuan dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, reformasi regulasi dan penguatan kelembagaan partai politik menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sistem kepartaian yang demokratis, akuntabel, dan mampu mendukung konsolidasi demokrasi di Indonesia.</p>Kevin Okta ZakinFitria Nur AzizahMuhammad WahyudiElviandri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107KEBIJAKAN HUKUM KELUARGA ISLAM TENTANG PERNIKAHAN DINI: ANALISIS MAQASHID SYARI'AH DAN PERLINDUNGAN ANAK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24157
<p>Pernikahan dini masih menjadi salah satu persoalan hukum keluarga Islam yang menimbulkan perdebatan antara ketentuan fikih klasik, kebijakan hukum nasional, dan prinsip perlindungan anak. Di Indonesia, perubahan batas usia minimal perkawinan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi hak-hak anak serta menekan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkawinan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum keluarga Islam mengenai pernikahan dini melalui perspektif maqashid syari'ah serta mengkaji relevansinya dengan prinsip perlindungan anak dalam hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan maqashid syari'ah. Sumber data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta berbagai literatur ilmiah berupa buku dan jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan batas usia perkawinan merupakan bentuk maslahah yang sejalan dengan tujuan utama maqashid syari'ah, khususnya dalam menjaga agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Selain itu, kebijakan tersebut juga selaras dengan prinsip perlindungan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan berbagai instrumen hak asasi manusia. Harmonisasi antara hukum Islam dan hukum nasional menunjukkan bahwa pembatasan usia perkawinan bukanlah bentuk penyimpangan terhadap syariat, melainkan upaya mewujudkan kemaslahatan, mencegah kemudaratan, serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara komprehensif. Oleh karena itu, implementasi kebijakan hukum keluarga Islam perlu terus didukung melalui penguatan edukasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta optimalisasi peran pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan keluarga dalam mencegah praktik pernikahan dini.</p>Herda YantiAyub MursalinPauzi Muhammad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FIKSASI MENGGUNAKAN MADU DAN NBF 10% PADA KUALITAS PEWARNAAN HEMATOKSILIN-EOSIN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24470
<p>Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% adalah standar utama fiksasi jaringan untuk pewarnaan Hematoksilin-Eosin, namun bersifat karsinogenik dan toksik. Madu berpotensi menjadi alternatif alami yang aman dan murah karena kandungan bioaktif serta sifat asamnya mampu mempertahankan morfologi jaringan secara sebanding. Karena hasil penelitian terdahulu masih bervariasi dalam konsentrasi, waktu, dan jenis jaringan, Studi Literatur Sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi efektivitas madu dibandingkan NBF 10% sebagai agen fiksatif secara komprehensif. Penelitian Studi Literatur Sistematis menggunakan model PRISMA untuk memperoleh artikel penelitian dari tahun 2016–2026 dari Google Scholar dan ScienceDirect yang diseleksi berbasis kriteria inklusi-eksklusi spesifik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif guna memberikan gambaran komprehensif terkait pengaruh konsentrasi madu terhadap kualitas pewarnaan H&E sediaan histologis. Hasil menunjukkan bahwa Madu berpotensi sebagai fiksatif alternatif alami pengganti NBF 10% dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin karena sifat antimikroba, antioksidan, dan kemampuannya membentuk ikatan silang protein. Secara mikroskopis, madu mampu menghasilkan pewarnaan inti sel yang baik mendekati NBF 10%. Namun, kualitas pewarnaan sitoplasma dan preservasi makroskopisnya bervariasi karena jaringan cenderung lebih lembek. Efektivitas madu sangat bergantung pada konsentrasi, durasi fiksasi, dan jenis jaringan. Konsentrasi rendah berisiko memicu lisis sel, sedangkan konsentrasi terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi jaringan. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian eksperimental lebih lanjut dengan protokol yang terstandarisasi untuk memperoleh bukti efektivitas madu sebagai alternatif NBF 10%.</p> <p><em>Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% is the primary standard for tissue fixation in Hematoxylin-Eosin staining, but it is carcinogenic and toxic. Honey has the potential to be a safe and inexpensive natural alternative because its bioactive compounds and acidic properties can preserve tissue morphology comparably well. Since previous research results have varied in terms of concentration, duration, and tissue type, this Systematic Literature Review aims to comprehensively identify and evaluate the effectiveness of honey compared to 10% NBF as a fixative. This Systematic Literature Review used the PRISMA guidelines to identify research articles published between 2016 and 2026 from Google Scholar and ScienceDirect, selected based on specific inclusion and exclusion criteria. The collected data were then analyzed using descriptive and comparative methods to provide a comprehensive overview of the effect of honey concentration on the quality of H&E staining in histological specimens. The results indicate that honey has the potential to serve as a natural alternative fixative to 10% NBF in Hematoxylin-Eosin staining due to its antimicrobial and antioxidant properties, as well as its ability to form protein cross-links. Microscopically, honey produced good nuclear staining comparable to 10% NBF. However, the quality of cytoplasmic staining and macroscopic preservation varied because the tissue tended to be softer. The effectiveness of honey is highly dependent on concentration, fixation duration, and tissue type. Low concentrations have the risk of causing cell lysis, while concentrations that are too high can cause tissue dehydration. Therefore, further experimental research using standardized protocols is needed to establish evidence of honey’s effectiveness as an alternative to 10% NBF.</em></p>Ratna Anggun Kristiani NdruruJoy Miracle Tumigolung Kawer
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107PERBANDINGAN VARIASI WAKTU FIKSASI JARINGAN HISTOLOGI MENGGUNAKAN 10% NEUTRAL BUFFERED FORMALIN PADA PEWARNAAN HEMATOXYLIN EOSIN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/24559
<p>Pemeriksaan histopatologi merupakan metode diagnostik utama untuk menilai morfologi jaringan melalui tahapan histoteknik, dengan fiksasi sebagai langkah awal yang paling krusial. Fiksasi mengawetkan struktur sel menggunakan larutan Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% yang bekerja membentuk ikatan silang antarprotein guna mencegah autolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pengaruh variasi waktu fiksasi NBF 10% terhadap kualitas hasil pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Manfaat dari kajian ini adalah memberikan acuan ilmiah berbasis bukti bagi tenaga laboratorium patologi anatomi dalam menetapkan durasi fiksasi yang optimal guna meningkatkan akurasi diagnosis medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis panduan PRISMA dengan menelaah artikel jurnal primer bereputasi terbitan tahun 2016–2026. Hasil sintesis dari studi terdaftar menunjukkan bahwa fiksasi berdurasi sangat singkat (1–5 jam) pada jaringan prostat menghasilkan gambaran mikroskopis yang belum optimal, di mana fiksasi 1 jam memberikan hasil terburuk (70% sampel tidak jelas) dan fiksasi 5 jam memberikan hasil terbaik (80% sampel jelas), meskipun secara statistik tidak signifikan (p = 0,074). Sebaliknya, penelitian pada jaringan mioma uteri dengan variasi durasi lebih panjang menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan secara statistik (p = 0,006). Fiksasi selama 24 jam dan 48 jam menghasilkan morfologi sel, kejelasan inti, serta kontras warna yang jauh lebih unggul dibandingkan fiksasi 12 jam (p < 0,05), tanpa ada perbedaan signifikan antara kelompok 24 jam dan 48 jam (p = 1,000). Kesimpulannya, waktu fiksasi NBF 10% yang terlalu singkat (<12 jam) dapat menurunkan kualitas mikroskopis preparat, sedangkan durasi fiksasi ideal berkisar antara 24 hingga 48 jam untuk menghasilkan preparat HE bermutu tinggi yang mendukung ketepatan diagnosis.</p> <p><em>Histopathological examination is the primary diagnostic method for assessing tissue morphology through histotechnical procedures, with fixation serving as the most crucial initial step. Fixation preserves cellular structures using a 10% Neutral Buffered Formalin (NBF) solution, which works by forming cross-links between proteins to prevent autolysis. This study aims to examine and compare the effects of varying fixation times with 10% NBF on the quality of Hematoxylin-Eosin (HE) staining results. The benefit of this study is to provide evidence-based scientific guidance for anatomical pathology laboratory personnel in determining the optimal fixation duration to improve the accuracy of medical diagnoses. The research method employed a Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA guidelines, analyzing reputable primary journal articles published between 2016 and 2026. The results of the synthesis of the included studies indicate that very short fixation durations (1–5 hours) in prostate tissue yield suboptimal microscopic images, with 1-hour fixation yielding the worst results (70% of samples were unclear) and 5-hour fixation yielding the best results (80% of samples were clear), although this difference was not statistically significant (p = 0.074) . In contrast, a study on uterine fibroid tissue with longer fixation durations showed statistically significant differences in quality (p = 0.006). Fixation for 24 hours and 48 hours produced significantly superior cell morphology, nuclear clarity, and color contrast compared to 12-hour fixation (p < 0.05), with no significant difference between the 24-hour and 48-hour groups (p = 1.000). In conclusion, a fixation time with 10% NBF that is too short (<12 hours) can reduce the microscopic quality of the specimen, whereas the ideal fixation duration ranges from 24 to 48 hours to produce high-quality HE-stained specimens that support accurate diagnosis.</em></p>Suseno Adi PutraAlessandro Stefano KamengonFransisca Probo Setyoningrum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-07-302026-07-30107