Jurnal Studi Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm
id-IDJurnal Studi MultidisiplinerPENGARUH PENGGUNAAN E-COMMERCE TERHADAP KEPUTUSAN KEUANGAN MELALUI POLA KONSUMSI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22723
<p>Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya permasalahan keputusan keuangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh penggunaan e-commerce dan pola konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan e-commerce terhadap keputusan keuangan melalui pola konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi angkatan 2023–2024 sebanyak 283 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 166 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis jalur (path analysis), dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola konsumsi dan keputusan keuangan. Selain itu, pola konsumsi juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan keuangan. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa pola konsumsi mampu memediasi pengaruh e-commerce terhadap keputusan keuangan</p> <p><em>The problem in this study is the high level of students’ financial decision-making problems influenced by the use of e-commerce and consumption patterns among Economic Education students at Universitas Siliwangi. This study aims to determine the effect of e-commerce usage on financial decisions through consumption patterns of Economic Education students at Siliwangi University. This research uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study consists of 283 students of Economic Education at Siliwangi University from the 2023–2024 cohort, with a sample of 166 students selected using proportionate stratified random sampling technique. Data collection was carried out through questionnaires, while data analysis used classical assumption tests, path analysis, and the Sobel test. The results show that e-commerce usage has a positive and significant effect on consumption patterns and financial decisions. In addition, consumption patterns also have a significant effect on financial decisions. The Sobel test results indicate that consumption patterns are able to mediate the effect of e-commerce usage on financial decisions.</em></p>Shafa Salsabila RabaniEdi Fitriana AfrizaGugum Gumilar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106KEABSAHAN ALAT BUKTI SURAT DALAM HUKUM ACARA PERDATA MELALUI PERSIDANGAN SECARA ELEKTRONIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22923
<p>Mengingat masyarakat mengkehendaki proses penyelesaian perkara yang cepat, sederhana dan biaya ringan, Mahkamah Agung mengambil langkah baru dengan meluncurkan layanan berbasis teknologi informasi (E-Court) yang diperkuat dalam PERMA No. 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Di Pengadilan Secara Elektronik. Perkembangannya, sistem tersebut masih banyak menemui permasalahan, seperti pada saat pengajuan alat bukti berupa surat pada perkara perdata. Permasalahan yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah bagaimana urgensi PERMA No.1 Tahun 2019 dan Keabsahan Alat Bukti Surat dalam Hukum Acara Perdata melalui Persidangan Elektronik. Penelitian ini mempergunakan jenis penelitian hukum normatif, melalui pendekatan perundang-undangan, kasus dan analisa konsep hukum. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Selanjutnya dikumpulkan secara sistematis melalui studi dokumentasi dan disajikan secara deskripsi analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah Pelaksanaan PERMA No. 1 Tahun 2019 sangat urgen dilakukan karena sebagai landasan hukum penyelenggaraan administrasi perkara di pengadilan secara elektronik untuk mendukung terwujudnya tertib administrasi perkara yang profesional, transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan modern dan Alat bukti surat dalam persidangan elektronik dikatakan sah dengan menggungah alat bukti surat dan di verifikasi keasliannya juga dalam sidang offline atau tatap muka.</p> <p><em>Considering that the public wants a fast, simple and low cost case resolution process, the Supreme Court took a new step by launching information technology-based services (E-Court) which was strengthened in PERMA No. 1 of 2019 concerning the Administration of Cases and Trials in Courts Electronically. In its development, the system still faces many problems, such as when submitting evidence in the form of letters in civil cases. The problems that can be addressed in this research are how the urgency of PERMA No.1 Year 2019 and the validity of documentary evidence in Civil Procedure Law through Electronic Trials. This research uses a type of normative legal research, through the approach of legislation, cases and analysis of legal concepts. Sources of legal materials used are primary, secondary and tertiary legal materials. Furthermore, it is collected systematically through documentation study and presented in a descriptive analysis. The conclusion of this research is the implementation of PERMA No. 1 of 2019 is very urgent to do because as a legal basis for the implementation of case administration in court electronically to support the realization of a professional, transparent, accountable, effective, efficient and modern case administration and documentary evidence in electronic court is said to be valid by uploading documentary evidence and verified its authenticity also in offline or face-to-face trials.</em></p>Safinah TunnajahNayla Septiani HadianaSalsabila Nur Sheilla AiniFarahdinny Siswajanthy
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106TANGGUNG JAWAB PERDATA NOTARIS ATAS HILANGNYA MINUTA AKTA: TINJAUAN HUKUM ACARA PERDATA TERHADAP MEKANISME GUGATAN DAN PEMBUKTIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23264
<p>Penelitian ini menyelidiki kewajiban civil notaris dalam situasi hilangnya minuta akta sebagai dokumen resmi dalam profesi notaris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dasar hukum kewajiban notaris berdasarkan UU No. 30 Tahun 2004 mengenai Jabatan Notaris, mengidentifikasi akibat hukum sipil ketika minuta akta hilang (wanprestasi, dan gugatan atas tindakan melawan hukum), serta menganalisis proses gugatan dan pembuktian dalam hukum acara perdata di pengadilan. Metode yang diterapkan berupa pendekatan kualitatif-hukum dengan meneliti peraturan (UU Jabatan Notaris, KUHPerdata, HIR/RBg), menganalisis putusan pengadilan terkait hilangnya minuta akta, mengkaji kasus sengketa sipil notaris, dan melaksanakan wawancara dengan notaris, pengacara, serta hakim yang berwenang dalam sengketa sipil. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa notaris bertanggung jawab sepenuhnya atas penyimpanan minuta akta, hilangnya minuta tersebut mengakibatkan konsekuensi kewajiban sipil berupa ganti rugi, Rumusan Masalah yang dibahas adalah: (1) Apa saja dasar hukum kewajiban sipil notaris atas hilangnya minuta akta berdasarkan UU Jabatan Notaris dan KUHPerdata, beserta konsekuensi hukum wanprestasi dan tindakan melanggar hukum yang terjadi? (2) Apa mekanisme gugatan dan pembuktian dalam hukum acara perdata ketika sengketa tanggung jawab notaris atas hilangnya minuta akta muncul di pengadilan negeri Indonesia?</p> <p><em>This study investigates the civil obligations of notaries in situations of lost minutes of deeds as official documents in the notarial profession. The purpose of this study is to examine the legal basis of notary obligations based on Law No. 30 of 2004 concerning the Notary Office, identify the civil legal consequences when minutes of deeds are lost (default, and lawsuits for unlawful acts), and analyze the process of lawsuits and evidence in civil procedural law in court. The method applied is a qualitative-legal approach by examining regulations (Notary Office Law, Civil Code, HIR/RBg), analyzing court decisions related to the loss of minutes of deeds, reviewing cases of notarial civil disputes, and conducting interviews with notaries, lawyers, and judges authorized in civil disputes. The findings of this study indicate that notaries are fully responsible for the storage of minutes of deeds, the loss of these minutes results in civil obligations in the form of compensation, The problem formulation discussed is: (1) What are the legal bases for a notary's civil liability for the loss of minutes of a deed based on the Notary Law and the Civil Code, along with the legal consequences of default and unlawful acts that occur? (2) What are the mechanisms for filing lawsuits and providing evidence in civil procedural law when a dispute over a notary's liability for the loss of minutes of a deed arises in an Indonesian district court?</em></p>Vianty Saadiya WahyudiAmanda Tama MeilianiFuji YuliastutiYagas Jatara BenawaFarahdinny Siswajanthy
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106METODE PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22444
<p>Kemampuan bahasa anak merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta proses belajar anak. Pengembangan kemampuan bahasa anak perlu dilakukan secara tepat melalui metode pembelajaran yang menarik, aktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai metode yang dapat digunakan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan mengenai perkembangan bahasa anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode bercerita, bernyanyi, bermain peran, tanya jawab, dan penggunaan media gambar mampu meningkatkan kemampuan berbicara, mendengar, membaca awal, serta memperkaya kosakata anak. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi bahasa secara konsisten juga sangat memengaruhi keberhasilan perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, penerapan metode yang kreatif dan menyenangkan sangat diperlukan agar anak lebih aktif berkomunikasi dan percaya diri dalam menggunakan bahasa sehari-hari.</p> <p><em>Children's language skills are a crucial aspect of early childhood development because they influence communication skills, social interactions, and the learning process. Developing children's language skills requires appropriate instructional methods that are engaging, active, and developmentally appropriate. This article aims to explain various methods that can be used to develop early childhood language skills. The research method used is a literature study, reviewing various books, journals, and relevant research sources on children's language development. The results of the study indicate that storytelling, singing, role-playing, question-and-answer sessions, and the use of visual media can improve children's speaking, listening, and early reading skills, as well as enrich their vocabulary. Furthermore, the involvement of teachers and parents in consistently providing language stimulation significantly impacts the success of children's language development. Therefore, the application of creative and enjoyable methods is essential for children to be more active in communicating and confident in using everyday language.</em></p> Cut FahranafisaDelita Aprilia AndiniErlidayanti BarusMusfira DainiSalwa FatanahFaizatul Faridy
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106KEMAMPUAN MENGANALISIS POSTER MENGGUNAKAN MODEL RESPON KREATIF PADA SISWA KELAS XI IPA SMA SUDIRMAN KOTA KUPANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22782
<p>Skripsi berjudul, “Kemampuan Menganalisis Poster Menggunakan Model Respon Kreatif Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Sudirman Kota Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026”. Di bimbing oleh Ona Diana Bani, S.Pd.,M.Hum., selaku pembimbing I dan Arnot A. Kolnel, S.Pd.,M.Hum., selaku pembimbing II. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menganalisis poster menggunakan model respon kreatif pada siswa kelas XI IPA Sudirman Kota Kupang tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan menganalisis poster menggunakan model respon kreatif pada siswa kelas XI IPA SMA Sudirman Kota Kupang serta manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menganalisis poster dan motivasi belajar pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif guna memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data secara mendalam dan sistematis untuk memberikan gambaran fakta yang akurat dilapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menganalisis poster menggunakan model respon kreatif pada siswa kelas XI IPA SMA Sudirman Kota Kupang tahun pelajaran 2025/2026 berdasarkan aspek kesesuaian tema dengan nilai rata-rata 100, aspek kejelasan pesan dengan nilai rata-rata 75, aspek kreativitas bahasa dengan nilai rata-rata 55,35,gamabar poster dengan nilai rata-rata 100 dan nilai rata-rata kelas 82,25. Persentase kemampuan menganalisis poster menggunakan model respon kreatif pada siswa kelas XI IPA SMA Sudirman Kota Kupang tahun pelajaran 2025/2026 terbagi menjadi 3 kategori yaitu sangat mampu 35,71%, mampu 35,71%, cukup mampu 28,57% .</p> <p><em>The thesis is entitled, "Ability to Analyze Posters Using Creative Response Models in Class XI Science Students at Sudirman High School, Kupang City, Academic Year 2025/2026". Supervised by Ona Diana Bani, S.Pd., M.Hum., as supervisor I and Arnot A. Kolnel, S.Pd., M.Hum., as supervisor II. The problem raised in this research is how the ability to analyze posters using a creative response model in class XI IPA Sudirman, Kupang City students for the 2025/2026 academic year. This research aims to describe the ability to analyze posters using a creative response model in class The research method used is a qualitative descriptive method to make it easier for researchers to carry out in-depth and systematic data analysis to provide an accurate picture of the facts in the field. The data collection techniques used are observation, tests and documentation. The results of the research show that the ability to analyze posters using a creative response model in class The percentage of ability to analyze posters using a creative response model in class.</em></p>Nince KononiOna Diana BaniArnot A. Kolnel
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106TATA BAHASA KASUS NOVEL LASKAR PELANGI BERDASARKAN PERSPEKTIF CHARLES J. FILLMORE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23203
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penggunaan tata bahasa kasus dalam novel legendaris “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata ini yang menggunakan teori tata bahasa kasus Charles J. Fillmore. Tata bahasa kasus merupakan modifikasi dari tata bahasa transformasi yang memperkenalkan kembali kerangka kerja konseptual hubungan-hubungan semantik tradisional ke dalam kerangka generatif, dengan penekanan peran kasus struktur dalam (deep struktur) yang kemudian terealisasi dalam struktur permukaan (struktur permukaan). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan tekniknya adalah teknik catat. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu membaca novel, menganalisis kesinambungan antara peran kebahasaan sesuai dengan teori tata bahasa kasus Charles J. Fillmore, serta mencatat semua analisis yang telah didapat. Meskipun analisis sudah banyak dibahas, penelitian ini secara spesifik mengisi celah pada aspek analisis novel legendaris yang ditulis oleh Andrea Hirata, yaitu novel “Laskar Pelangi”. Penelitian ini mengambil judul tersebut untuk memberikan perspektif baru dalam tata bahasa kasus dalam perspektif Charles J. Fillmore.</p> <p><em>This study aims to examine in depth the use of case grammar in the legendary novel "Laskar Pelangi" by Andrea Hirata using the case grammar theory of Charles J. Fillmore. Case grammar is a modification of transformational grammar that reintroduces the conceptual framework of case relations from traditional grammar, but the distinction between the inner structure and the surface structure of generative grammar. This type of research is descriptive qualitative research. The data collection techniques used, namely reading, analyzing, and taking notes. Data analysis in this study went through three stages, namely reading novels, analyzing the continuity between the role of language in accordance with the grammatical theory of the case of Charles J. Fillmore, and recording all the analyses that have been obtained. Although the analysis has been widely discussed, this study specifically fills the gap in the analytical aspect of the novel written by Andrea Hirata, namely the novel "Laskar Pelangi" This research takes the title to provide a new perspective in case grammar in the perspective of Charles J. Fillmore</em></p>Frida SetyawatiSyifa MawadatuzidaAzam Fattah Firdausa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106MENGANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23296
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan karakteristik peserta didik sehingga setiap individu memperoleh kesempatan belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen yang relevan dengan pembelajaran berdiferensiasi serta Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik. Penerapan pendekatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi, motivasi, pemahaman materi, serta perkembangan karakter dan sikap religius peserta didik. Meskipun demikian, implementasi pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru, keterbatasan waktu, dan kurangnya sarana pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of differentiated learning in improving the quality of Islamic Religious Education (IRE) learning. Differentiated learning is an approach that adapts the learning process to students' needs, interests, and characteristics, allowing each learner to achieve optimal learning outcomes. This study employed a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected from various sources, including books, scientific journals, articles, and relevant documents related to differentiated learning and Islamic Religious Education. Data collection was carried out through documentation studies, while data analysis used content analysis techniques. The findings indicate that differentiated learning in Islamic Religious Education can be implemented through content differentiation, process differentiation, and product differentiation tailored to students' learning needs. The implementation of this approach contributes positively to improving learning quality, as reflected in increased participation, learning motivation, understanding of learning materials, and the development of students' character and religious attitudes. However, several challenges remain, including limited teacher understanding, time constraints, and inadequate learning facilities. Therefore, support from various stakeholders is needed to optimize the implementation of differentiated learning in Islamic Religious Education</em></p>Tengku Yumna Syadza ZahraNur FauziahTiara FazilaIka Kurnia Sofiani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PERAN ALAT DIGITAL DALAM MENDUKUNG PROJECT INTEGRATION MANAGEMENT: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22698
<p>Project Integration Management (PIM) merupakan inti dari seluruh proses manajemen proyek karena berfungsi mengintegrasikan dan mengoordinasikan semua area pengetahuan yang ada dalam sebuah proyek. Di era transformasi digital, alat-alat berbasis teknologi informasi telah menjadi komponen penting dalam mendukung efektivitas PIM. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk memetakan peran alat digital dalam setiap proses PIM, mengidentifikasi tantangan implementasi yang dihadapi, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan adopsinya. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore, menghasilkan 15 sumber terseleksi dari periode 1989 hingga 2022. Kajian ini menggunakan panduan PRISMA 2020 sebagai kerangka pelaporan dan pendekatan sintesis tematik (thematic synthesis) sebagai metode analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa alat digital seperti perangkat lunak manajemen proyek, platform kolaborasi berbasis cloud, sistem business intelligence, dan teknologi pemodelan informasi bangunan (BIM) secara signifikan meningkatkan koordinasi lintas tim, kecepatan pengambilan keputusan, dan visibilitas kemajuan proyek. Namun demikian, keberhasilan implementasi alat-alat ini sangat bergantung pada faktor manusia, organisasi, dan teknis khususnya kepemimpinan manajer proyek, kesiapan infrastruktur digital, dan tingkat penerimaan pengguna</p> <p><em>Abstract: Project Integration Management (PIM) is the core of all project management processes, functioning to integrate and coordinate all knowledge areas within a project. In the era of digital transformation, information technology-based tools have become key components in supporting PIM effectiveness. This systematic literature review aims to map the role of digital tools across each PIM process, identify implementation challenges, and analyze factors influencing successful adoption. Literature was searched from Scopus, Web of Science, and IEEE Xplore databases, yielding 15 selected sources from 1989 to 2022. PRISMA 2020 guidelines served as the reporting framework, and thematic synthesis was applied as the analytical method. Findings indicate that digital tools including project management software, cloud-based collaboration platforms, business intelligence systems, and Building Information Modeling (BIM) technology—significantly enhance cross-team coordination, decision-making speed, and project progress visibility. However, successful implementation depends heavily on human, organizational, and technical factors, especially project manager leadership, digital infrastructure readiness, and user acceptance levels</em></p>Monica Ellya YuliawanOei Fuk JinYohanes Calvinus
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENDEKATAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG MEMILIKI KEAKTIFAN BELAJAR RENDAH DI KELAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22825
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang tidak terlalu aktif di kelas. Penelitian dilakukan di SMP Swasta PAB 10 Medan Estate dan dirancang sebagai studi kasus. Metode purposive sampling memilih satu guru sebagai peserta penelitian. Observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis tematik digunakan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan humanistik yang berfokus pada kebutuhan dan situasi siswa mereka. Dengan menyediakan bahan praktik yang diperlukan dalam pembelajaran dan memberikan penghargaan kepada siswa yang rajin belajar, guru memperhatikan keterbatasan keuangan siswa. Keadaan ekonomi keluarga, kurangnya dukungan orang tua, dan keterbatasan sumber daya pembelajaran adalah beberapa faktor yang memengaruhi tingkat keaktifan belajar siswa. Guru menggunakan pendekatan dan strategi yang lebih baik untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar. Siswa menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, menjadi lebih aktif dalam praktik, dan menunjukkan keterlibatan yang lebih baik dalam proses belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan guru yang humanistik dan responsif terhadap kebutuhan siswa berperan penting dalam meningkatkan keinginan siswa untuk belajar.</p>Shofiiya NaailahDwika Adelia HasibuanWilliana DamanikNur Sakinah Siagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106TUJUAN DAN FUNGSI HUKUM ADAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23253
<p>Hukum adat merupakan salah satu sistem hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Keberadaan hukum adat memiliki peran penting dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat, menjaga ketertiban, serta menyelesaikan berbagai sengketa secara musyawarah dan kekeluargaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tujuan dan fungsi hukum adat dalam kehidupan masyarakat Jambi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka dan analisis berita terkait penerapan hukum adat di Jambi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum adat memiliki tujuan untuk menciptakan ketertiban, keadilan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, hukum adat juga berfungsi sebagai alat pengendalian sosial, sarana penyelesaian sengketa, pelestarian budaya, dan penguatan integrasi sosial masyarakat. Analisis terhadap pemberitaan mengenai peran lembaga adat dalam penyelesaian konflik di Jambi menunjukkan bahwa hukum adat masih relevan dan efektif digunakan sebagai alternatif penyelesaian sengketa di tengah perkembangan masyarakat modern. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan hukum adat perlu terus dilakukan agar nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.</p> <p><em>Customary law is one of the legal systems that lives and develops within Indonesian society, including in Jambi Province. The existence of customary law plays an important role in regulating social life, maintaining public order, and resolving disputes through deliberation and kinship-based approaches. This article aims to analyze the objectives and functions of customary law in the life of Jambi society using a qualitative research method through literature review and analysis of news reports related to the implementation of customary law in Jambi. The results of the study indicate that customary law aims to create order, justice, and harmony within society. In addition, customary law functions as a means of social control, dispute resolution, cultural preservation, and social integration. The analysis of news reports concerning the role of customary institutions in resolving conflicts in Jambi demonstrates that customary law remains relevant and effective as an alternative mechanism for dispute resolution in modern society. Therefore, the preservation and strengthening of customary law should continue to be promoted in order to maintain local cultural values and contribute to the creation of a harmonious society.</em></p>Jefrry Ardian FirmansyahNabila Jihan SakinahYogi PratamaM Zikri ArdianZenil VazaniA Fikri ZailaniFatonahDenny Defrianti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DAN PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL: KAJIAN HISTORIS-STRATEGIS TENTANG FAKTOR KEBERHASILAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERADABAN DUNIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23554
<p>Artikel ini mengkaji secara historis-strategis kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M/857 H. Menggunakan pendekatan sejarah naratif-analitis dengan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini menelaah tiga aspek utama: pertama, profil dan pembentukan karakter Sultan Muhammad II sebagai pemimpin Islam; kedua, strategi militer dan kepemimpinan dalam pengepungan Konstantinopel; ketiga, dampak penaklukan terhadap dinamika peradaban dunia, khususnya hubungan Barat dan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penaklukan Konstantinopel tidak semata-mata ditentukan oleh faktor militer, melainkan merupakan resultante dari pendidikan Islam yang sistematis, kepemimpinan yang visioner, inovasi teknologi persenjataan, spiritualitas tinggi, serta konsolidasi kekuatan negara yang dilakukan secara terencana. Penaklukan ini menandai berakhirnya Abad Pertengahan di Eropa, sekaligus menegaskan posisi Kesultanan Utsmani sebagai kekuatan adidaya dunia abad ke-15. Selain itu, perlakuan Sultan Al-Fatih yang manusiawi terhadap kaum Kristiani yang ditaklukkan mencerminkan nilai-nilai Islam dalam tata kelola kemenangan yang relevan untuk dikaji dalam konteks kepemimpinan kontemporer.</p> <p>This article examines Sultan Muhammad Al-Fatih's leadership in the conquest of Constantinople in 1453 CE/857 AH from a historico-strategic perspective. Employing a narrative-analytical historical approach with a descriptive-qualitative method, this study explores three main aspects: first, the profile and character formation of Sultan Muhammad II as an Islamic leader; second, military strategy and leadership in the siege of Constantinople; third, the impact of the conquest on world civilizational dynamics, particularly West-Islam relations. The findings demonstrate that the success of the conquest was not determined solely by military factors, but was rather the resultant of systematic Islamic education, visionary leadership, weapons technology innovation, high spirituality, and planned state power consolidation. The conquest marked the end of the Medieval Age in Europe while affirming the Ottoman Sultanate's position as a global superpower in the 15th century. Furthermore, Sultan Al-Fatih's humane treatment of the defeated Christian population reflects Islamic values in the governance of victory, which remains highly relevant for examination in the context of contemporary leadership</p>Nur RahmanAndi Abdul HamzahDarussalam Syamsuddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN PASCA CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22771
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas token economy dalam meningkatkan kepercayaan diri pada mahasiswi korban pasca cyberbullying. Partisipan adalah seorang perempuan berusia 22 tahun yang mengalami cyberbullying selama tiga tahun (kelas 2 SMP hingga 1 SMA) dengan dampak rendahnya kepercayaan diri di media sosial, ditandai oleh penggunaan nama samaran, foto profil bukan wajah, akun selalu privat, dan kecemasan saat berinteraksi daring. Metode penelitian menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Intervensi token economy dilakukan dalam empat sesi, dengan partisipan diberikan tugas-tugas terstruktur yang dinilai melalui self-report berskala (1-10). Token (poin) diberikan berdasarkan capaian skor, yang dapat ditukarkan dengan reward di akhir intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kepercayaan diri dari pre-test (61) menjadi post-test (115) pada Skala Lauster, serta peningkatan skor perilaku dari 4 menjadi 10 selama fase intervensi. Total poin token yang terkumpul adalah 14 poin, melampaui batas syarat reward (>10 poin). Token economy terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri korban pasca cyberbullying pada konteks media sosial.</p> <p><em>This study aims to examine the effectiveness of token economy in increasing self-confidence of a female university student who experienced cyberbullying for three years (7th to 10th grade). The participant showed low self-confidence on social media, characterized by using a pseudonym, not displaying a face profile photo, keeping accounts private, and experiencing anxiety during online interactions. The method used was Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design. The token economy intervention was delivered in four sessions, with the participant given structured tasks assessed through a self-report scale (1-10). Tokens (points) were given based on achievement scores, exchangeable for a reward at the end of the intervention. Results showed an increase in self-confidence scores from pre-test (61) to post-test (115) on the Lauster Scale, as well as an increase in behavioral scores from 4 to 10 during the intervention phase. Total tokens collected were 14 points, exceeding the reward threshold (>10 points). Token economy proved effective in increasing self-confidence of post-cyberbullying victims in the social media context.</em></p>Salsa Riski AuliaNadila Velya FathanMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106TEOLOGI KENYAMANAN RUANG PUBLIK: KONTEKSTUAL HADIS KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN DALAM MANAJEMEN FISIK PERPUSTAKAAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23196
<p>Perpustakaan modern tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan ruang publik ketiga (the third place) yang menuntut kenyamanan fisik yang tinggi. Namun, banyak perpustakaan institusi keagamaan dan sekolah masih menghadapi kendala manajemen sarana prasarana yang berdampak pada rendahnya minat baca. Di sisi lain, khazanah hadis memiliki perhatian besar terhadap kebersihan dan keindahan, namun sering kali terbatas dimaknai dalam konteks fikih ritual. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep "Teologi Kenyamanan Ruang Publik" melalui kontekstualisasi hadis-hadis kebersihan (higienitas) dan keindahan (estetika) ke dalam manajemen fisik perpustakaan. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu’i) dan analisis interdisipliner, hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama: pertama, teologi higienitas yang bersumber dari prinsip thaharah menuntut adanya SOP sterilisasi koleksi dari debu/jamur, optimalisasi tata udara, dan pembatasan polusi sensorik. kedua, manifestasi estetika Islam berbasis nilai al-jamal dan itqan diwujudkan melalui psikologi tata warna dinding yang menenangkan, pencahayaan presisi, dan kerapian penataan buku di rak (shelving) sesuai sistem klasifikasi baku. Penelitian ini memperkaya epistemologi ilmu perpustakaan berbasis nilai Islam, sekaligus menjadi panduan praktis bagi pengelola untuk menciptakan ruang baca yang higienis, estetis, dan transformatif.</p> <p><em>Modern libraries are no longer mere book warehouses, but rather "the third place" that demands high physical comfort. However, many libraries in religious institutions and schools still face facilities management issues, leading to low reading motivation. On the other hand, the treasury of hadith pays great attention to cleanliness and aesthetics, yet its interpretation is frequently confined to ritual jurisprudence (fiqh). This study aims to formulate the concept of "Theology of Public Space Comfort" by contextualizing the hadiths on cleanliness (hygiene) and beauty (aesthetics) into library physical management. Utilizing a library research method with a thematic (maudhu’i) approach and interdisciplinary analysis, the results show two primary findings: first, the hygiene theology rooted in the principle of thaharah demands SOPs for sterilizing collections from dust/fungi, optimizing ventilation systems, and limiting sensory pollution. Second, the manifestation of Islamic aesthetics based on the values of al-jamal and itqan is realized through calming wall color psychology, precise lighting, and neat book arrangement on shelves (shelving) according to standard classification systems. Theoretically, this study enriches the epistemology of Islamic-based library science, while practically serving as a guide for library managers to create a hygienic, aesthetic, and transformative reading space</em></p>KhaerunnisaTasbihSubehan Halik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KOMPERATIF PEMIKIRAN PENDIDKAN AL-GAZALI DAN IBNU KHALDUN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KONTEMPORER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23276
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun serta relevansinya terhadap pendidikan kontemporer. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dianalisis melalui analisis isi dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan pada pembentukan akhlak dan spiritualitas, sedangkan Ibnu Khaldun berfokus pada pengembangan intelektual dan sosial. Meskipun memiliki perbedaan, keduanya memandang pendidikan sebagai sarana pembentukan kepribadian manusia. Pemikiran kedua tokoh masih relevan dalam pendidikan kontemporer, terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.</p> <p><em>This study aims to analyze the educational thoughts of Al-Ghazali and Ibn Khaldun and their relevance to contemporary education. The study used a literature review method with a descriptive qualitative approach. Data were analyzed through content analysis and comparative analysis. The results show that Al-Ghazali emphasiz ed education on moral and spiritual development, while Ibn Khaldun focused on intellectual and social development. Despite their differences, both viewed education as a means of shaping human personality. The thoughts of both figures remain relevant in contemporary education, particularly in strengthening educational character and implementing learner-centered learning.</em></p>Nur jannatul WahyuniFeby JumainiSiti SyafiraIka Kurnia Sofiani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106KUALITAS LINGKUNGAN ALAM SEKITAR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESTINASI WISATA KERENG BANGKIRAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22680
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas lingkungan alam sekitar serta implikasinya terhadap kunjungan wisatawan di destinasi wisata Kereng Bangkirai yang terletak di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia, yang dikenal sebagai kawasan ekowisata dengan ekosistem rawa gambut dan akses menuju Taman Nasional Sebangau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara langsung kepada 20 orang wisatawan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, serta didukung wawancara dengan pengelola dan masyarakat sekitar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap kondisi lingkungan dan pengaruhnya terhadap minat berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan menilai kualitas lingkungan alam di Kereng Bangkirai masih tergolong baik, terutama dari aspek keasrian alam, pemandangan, dan suasana yang alami, meskipun beberapa responden menilai pengelolaan kebersihan dan fasilitas pendukung masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan alam memiliki peran penting dalam menarik minat kunjungan wisatawan serta mendukung keberlanjutan destinasi wisata</p> <p><em>This study aims to analyze the quality of the surrounding natural environment and its implications for tourist visits at the Kereng Bangkirai tourist destination located in Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia, which is known as an ecotourism area with peat swamp ecosystems and access to Sebangau National Park. This research uses a qualitative approach with data collection conducted through direct interviews with 20 tourists selected using an accidental sampling technique, supported by interviews with site managers and local community members. The collected data were analyzed descriptively to identify tourists’ perceptions of environmental conditions and their influence on visiting interest. The results show that most tourists perceive the environmental quality of Kereng Bangkirai as relatively good, particularly in terms of natural scenery, environmental authenticity, and the tranquil atmosphere. However, several respondents noted that waste management and supporting facilities still need improvement. These findings indicate that environmental quality plays an important role in attracting tourist visits and supporting the sustainability of the tourism destination</em></p>Suherman JuhariJunita PurbaRatri Andini SuwandaRisnauli Simbolon
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE PADA TAHAP PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22807
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat penerapan keadilan restoratif dalampenyelidikan kejahatan kekerasan di Kepolisian Barru. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris denganpendekatan legislatif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kesepakatanantara korban dan pelaku merupakan faktor utama tidak terjadinya keadilan restoratif, di mana korban lebih memilih untuk melanjutkan kasus ke pengadilan untuk mendapatkan hukuman bagi pelaku. Selain itu, korban seringkali mengajukan syarat yang tidak dapat dipenuhi oleh pelaku, seperti biaya rehabilitasi. Penerapan keadilan restoratif di Kepolisian Barru dilakukan melalui mediasi antara pelaku, korban, dan keluarga korban, dengan melibatkan pihak netral seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama.Proses ini mengikuti ketentuan dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang PenghentianTindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif, dan kasus-kasus yang berhasil diselesaikan secara restoratif cenderung stabil setiap tahunnya</p> <p><em>This study aims to analyze the factors that hinder the application of restorative justice in the investigation of violent crimes in the Barru Police. The method used is empirical research with a legislative approach and case studies. The results of the study show that the lack of agreement between the victim and the perpetrator is the main factor in the non-occurrence of restorative justice, where the victim prefers to continue the case to the court to get punishment for the perpetrator. In addition, victims often apply conditions that cannot be fulfilled by the perpetrator, such as rehabilitation costs. The application of restorative justice at the Barru Police is carried out through mediation between the perpetrator, the victim, and the victim's family, by involving neutral parties such as community leaders and religious leaders. This process follows the provisions in Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penghentian Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif, and cases that are successfully resolved restoratively tend to be stable every year</em></p>Hariyono By HeAldi SuhadaFadlan AlfarizyAbiansyah Ronny Tua Purba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENGUKURAN DAN ANALISIS KECEPATAN LARI MAHASISWA KELAS PORKES B PADA BERBAGAI JARAK SPRINT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23238
<p>Kecepatan merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang penting dalam menunjang performa olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan kecepatan lari mahasiswa Kelas B melalui pengukuran pada berbagai jarak sprint, yaitu sprint 20 meter, sprint 30 meter, dan flying 30 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes kecepatan lari. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa Kelas B yang mengikuti pelaksanaan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui rata-rata, nilai tertinggi, dan nilai terendah dari setiap tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang diperoleh mahasiswa pada sprint 20 meter adalah 3,54 detik, sprint 30 meter sebesar 4,88 detik, dan flying 30 meter sebesar 4,25 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akselerasi mahasiswa tergolong cukup baik, namun kemampuan mempertahankan kecepatan maksimal masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, diperlukan program latihan yang terstruktur dan berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan lari mahasiswa, khususnya pada fase kecepatan maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program latihan fisik yang lebih efektif dan efisien.</p> <p><em>Speed is one of the most important components of physical fitness that supports sports performance. This study aimed to determine the sprinting speed ability of Class B students through measurements at various sprint distances, namely the 20-meter sprint, 30-meter sprint, and flying 30-meter sprint. The research employed a quantitative descriptive method, with data collected through running speed tests. The participants were Class B students who took part in the speed testing sessions. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine the mean, highest, and lowest scores for each test. The results showed that the average time achieved by the students in the 20-meter sprint was 3.54 seconds, the 30-meter sprint was 4.88 seconds, and the flying 30-meter sprint was 4.25 seconds. These findings indicate that the students' acceleration ability was relatively good; however, their ability to maintain maximum speed still requires improvement. Therefore, a structured and continuous training program is needed to enhance students’ sprinting performance, particularly in the maximum-speed phase. This study is expected to serve as an evaluation reference for developing more effective and efficient physical training programs.</em></p>Maryatur Royan Muhammad Zikri Egha Ricky Pratama Zelita Rahayu Mohd AdrizalEly Yuliawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106MAKNA SIMBOLIK DALAM PROSES SIRAMAN ADAT JAWA DI DESA KEBONAGUNG, KOTA KENDAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23509
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik benda-benda yang digunakan dalam prosesi siraman pada pernikahan adat Jawa di Kota Kendal melalui kajian antropolinguistik Robert Sibarani. Tradisi pernikahan adat Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang sarat dengan nilai filosofis, simbol, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik. Data penelitian berupa benda-benda simbolik yang digunakan dalam prosesi siraman, yaitu air siraman dari tujuh sumber, bunga setaman, gayung tempurung kelapa, kendi tanah liat, dan kain jarik. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan makna simbolik setiap benda berdasarkan perspektif antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap benda dalam prosesi siraman memiliki makna budaya yang merepresentasikan nilai, norma, dan pandangan hidup masyarakat Jawa. Air siraman melambangkan kesucian dan harapan akan keselamatan, bunga setaman melambangkan keharuman nama dan keluhuran budi pekerti, gayung tempurung kelapa melambangkan kemanfaatan hidup, kendi tanah liat melambangkan perubahan status kehidupan, dan kain jarik melambangkan kesederhanaan serta penghormatan terhadap tradisi leluhur. Temuan ini menunjukkan bahwa prosesi siraman tidak hanya berfungsi sebagai ritual pra-pernikahan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya, pendidikan moral, dan pelestarian identitas masyarakat Jawa. Dengan demikian, simbol-simbol budaya dalam prosesi siraman menjadi bentuk komunikasi budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.</p>Chilya Sofia Tahta ArsilaSilfia Natanaya Nafisa Ramadhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN GAYA HIDUP PENDERITA DIABETES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22746
<p>Latar belakang: Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan produksi atau kerja insulin, dengan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan meningkatkan risiko kematian. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyatakan prevalensi penderita diabetes tahun 2024 berjumlah 13.797. Data dari puskesmas sungai jingah kasus diabetes sebanyak 591 kasus. Masih terdapat pengetahuan yang kurang dengan gaya hidup yang tidak baik mengenai diabetes.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah penderiya diabetes di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 18 orang (60%), sedangkan responden dengan gaya hidup kurang baik sebanyak 19 orang (63,33%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ada hubungan antara pengetahuan dan gaya hidup diabetes melitus yaitu p-value <0,001.Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tentang diabetes berhubungan dengan penerapan gaya hidup yang lebih sehat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan mempromosikan gaya hidup sehat bagi penderita diabetes di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah.</p> <p><em>Background: Diabetes is a chronic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production or function, with complications that can reduce quality of life and even increase the risk of death. The Banjarmasin City Health Office stated that the prevalence of diabetes in 2024 was 13,797. Data from the Sungai Jingah Community Health Center shows 591 cases of diabetes. There is still a lack of awareness regarding diabetes, particularly regarding unhealthy lifestyles. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and the lifestyle of diabetes sufferers in the working area of Sungai Jingah Health Center.Methods: This study employed a quantitative design with a correlational and cross-sectional approach. The population was patients with diabetes in the Sungai Jingah Community Health Center (Puskesmas) area. A purposive sampling technique was used to select 30 individuals. Data were collected through a questionnaire and then analyzed using the Chi-Square test. Results: The results of this study showed that 18 respondents (60%) had insufficient knowledge, while 19 respondents (63.33%) had an unhealthy lifestyle. Based on the results of the Chi-Square test, there is a relationship between knowledge and lifestyle regarding diabetes mellitus, with a p-value <0.001. Conclusions: Increasing knowledge about diabetes is related to the adoption of a healthier lifestyle. This study is expected to provide a basis for developing intervention programs to improve knowledge and promote a healthy lifestyle among diabetes patients in the working area of Sungai Jingah Community Health Center.</em></p>Ariatul munaAnita HerawatiEsti YuandariM. Fajriannor TM
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN PEMAHAMAN POTENSI DIRI MELALUI PENDEKATAN TRAIT AND FACTOR DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SISWA SMA PASUNDAN 4 KOTA BANDUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23185
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman potensi diri melalui pendekatan Trait and Factor dengan pengambilan keputusan karier siswa SMA Pasundan 4 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun oleh peneliti dengan skala Likert empat poin serta wawancara semi terstruktur dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai data pendukung. Instrumen penelitian terdiri atas 25 butir pernyataan yang mengukur variabel pemahaman potensi diri dan pengambilan keputusan karier. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi, sedangkan data wawancara dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pemahaman potensi diri dan pengambilan keputusan karier yang cukup baik. Selain itu, ditemukan adanya hubungan positif antara pemahaman potensi diri dengan pengambilan keputusan karier siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman siswa terhadap potensi dirinya, semakin baik pula kemampuan pengambilan keputusan karier yang dimiliki. Pendekatan Trait and Factor dinilai relevan dalam mendukung layanan bimbingan karier di sekolah.</p>Ananda Aulia NabilahHawa Maulida LutfiHilmiyani BestariJasmine Julia AthirYoga Firmansyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN FATIGUE PADA PASIEN KEMOTERAPI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23270
<p>Latar belakang: Kecemasan sering dialami pasien kemoterapi kanker payudara dan dapat memperburuk fatigue, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan fatigue pada pasien kemoterapi kanker payudara di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 50 pasien, dengan teknik consecutive sampling diperoleh 44 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton anxiety rating scale (HARS) yang dimodifikasi untuk mengukur kecemasan dan kuesioner Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue Scale (FACIT-Fatigue) yang dimodifikasi untuk mengukur fatigue. Uji statistik menggunakan Spearman Rho. Hasil: Mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan (43,2%) dan fatigue ringan (54,5%). Uji Spearman Rho menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,704, yang berarti terdapat hubungan kuat antara kecemasan dan fatigue. Diskusi: Korelasi ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecemasan pasien, semakin berat fatigue yang dialami. Kesimpulan: Diperlukan skrining kecemasan rutin sebelum dan sesudah kemoterapi, teknik relaksasi napas dalam, konseling singkat oleh perawat, serta dukungan keluarga untuk menurunkan tingkat fatigue pada pasien kemoterapi kanker payudara.</p> <p><em>introduction: Anxiety is often experienced by breast cancer chemotherapy patients and can worsen fatigue, which leads to a decrease in quality of life. This study aims to analyze the relationship between anxiety level and fatigue in breast cancer chemotherapy patients at Baladhika Husada Level III Hospital, Jember. Method: This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 50 patients, and 44 respondents were obtained through consecutive sampling technique. Data were collected using a modified Hamilton anxiety rating scale (HARS questionnaire to measure anxiety and a modified Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue Scale (FACIT-Fatigue) questionnaire to measure fatigue. The statistical test used was Spearman Rho. Results: The majority of patients experienced mild anxiety (43.2%) and mild fatigue (54.5%). The Spearman Rho test showed p = 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.704, indicating a strong relationship between anxiety and fatigue. Discussion: This correlation indicates that the higher the patient's anxiety, the more severe the fatigue experienced. Conclusion: Routine anxiety screening before and after chemotherapy, deep breathing relaxation techniques, brief counseling by nurses, and family support are needed to reduce fatigue levels in breast cancer chemotherapy patients.</em></p>Moch. Rizal VahlefiGinanjar Sasmito AdiMohammad Ali Hamid
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106STRATEGI DAKWAH TUAN GURU DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22676
<p>Pendakwah merupakan orang yang mengambil dakwah khusus dalam bidang dakwah Islam, dengan kesungguhan luar biasa. Ia adalah petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami mana jalan yang boleh dilalui dan mana jalan yang tidak boleh dilalui oleh muslim dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, ia di tengah-tengah masyarakat sebagai pemuka agama memiliki peran yang sangat penting. Yang dimaksud skripsi ini adalah strategi dakwah yang digunakan oleh Tuan Guru dalam meningkatkan ukhuwah islamiyah masyarakat. Dengan demikian, yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi dakwah Tuan Guru dalam meningkatkan ukhuwah islamiyah masyarakat di Dusun Lokon.? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah Tuan Guru dalam meningkatkan dalam meningkatkan ukhuwah islamiyah masyarakat di Dusun Lokon. Metode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Kemudian sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Dusun Lokon. Hasil temuan di lapangan peneliti mengetahui strategi dakwah yang digunakan oleh Tuan dalam meningkatkan ukhuwah masyarakat di Dusun Lokon adalah dengan menggunakan metode dakwah Bil Lisan yakni dengan rutin mengadakan pengajian, kajian-kajian kitab Dan melalui bidang pendidikan, sholawatan maupun hiziban</p>AmrullahIdham Khalid
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN PENERIMAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22793
<p>Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan stres sehingga mempengaruhi penerimaan ibu terhadap kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan mekanisme koping dengan penerimaan kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember. Metode: metode penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember sebanyak 203 orang. Sampel penelitian berjumlah 134 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan penerimaan kehamilan pada ibu hamil. Mayoritas ibu hamil memiliki mekanisme koping yang adaptif (94.8%), dan mayoritas ibu hamil memiliki penerimaan kehamilan yang baik (95.5%). Analisis: Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho yang menunjukkan p-value < 0,0001 (α = 0,05)., mengindikasikan adanya hubungan antara mekanisme koping dengan penerimaan kehamilan. Diskusi: penelitian ini adalah terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan penerimaan kehamilan pada ibu hamil, sehingga semakin adaptif mekanisme koping yang digunakan maka semakin baik penerimaan kehamilan. Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan intervensi psikologis, edukasi, dan dukungan emosional guna membantu ibu hamil mengembangkan mekanisme koping adaptif sehingga penerimaan kehamilan dapat meningkat.</p> <p><em>Introduction: Pregnancy was a process that involved physical and psychological changes which could cause stress, thereby affecting a mother’s acceptance of her pregnancy. This study aims to identify the relationship between coping mechanisms and pregnancy acceptance among pregnant women at Balung Regional Hospital, Jember Regency. Methods: The research method employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all pregnant women who underwent checkups at Balung Regional Hospital in Jember Regency, totaling 203 individuals. The study sample consisted of 134 respondents selected using non-probability sampling. Results: The study results indicate a significant association between coping mechanisms and acceptance of pregnancy among pregnant women. The majority of pregnant women have adaptive coping mechanisms (94.8%), and the majority of pregnant women have good pregnancy acceptance (95.5%). Analysis: Data analysis using Spearman’s rho test showed a p-value < 0.0001 (α = 0,05). indicates a relationship between coping mechanisms and acceptance of pregnancy. Discuss: The conclusion of this study is that there is a relationship between coping mechanisms and pregnancy acceptance among pregnant woman the better the acceptance of pregnancy. These findings highlight the importance of healthcare professionals in providing psychological interventions, education, and emotional support to help pregnant women develop adaptive coping mechanisms, thereby increasing their acceptance of pregnancy.</em></p>Nivita Widiyah SariDiyan IndriyaniAyesie Natasa Zulka
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENGARUH PENERAPAN BUDGETING TERHADAP PENGENDALIAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23234
<p><em>Rapid technological developments have brought about significant changes in the financial system. College students, particularly those from Generation Z, are among the groups most likely to use digital financial services due to their ease of access, attractive features, and efficiency. Generation Z is a productive age group that grew up in the digital era. This convenience can also pose various challenges, such as increased consumer behavior, impulsive shopping tendencies, data security risks, and the importance of personal financial literacy and management. This study used a quantitative approach with data collection techniques in the form of questionnaires distributed to students living away from home. Respondents in this study had varying pocket money receipt patterns: weekly, biweekly, and monthly. The results showed that budgeting significantly reduced consumer behavior among students living away from home. Students who are able to manage their budgets well tend to have more controlled consumption levels. Thus, budgeting can be an effective strategy in helping students living away from home manage their finances more wisely and reduce consumer behavior.</em></p>Muhammad Daffa AlfarizaRandikha Wirayuda PermanaRosya Widya UtamiZulfa AudinSuhendi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGAJUAN SURAT IZIN GURU DAN STAF BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE RAD PADA TK IMMANUEL PONTIANAK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23454
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi pengajuan surat izin guru dan staf berbasis web pada TK Kristen Immanuel Pontianak. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses administrasi, mempermudah pengajuan izin, serta mendukung proses persetujuan secara digital. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu Requirements Planning, User Design, Construction, dan Cutover. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel 11 sebagai framework, MySQL sebagai sistem manajemen basis data, serta diuji menggunakan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing (UAT) dengan kuesioner Skala Likert. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi berbasis web yang menyediakan fitur autentikasi pengguna, pengajuan surat izin, pengelolaan persetujuan dan penolakan izin, layanan notifikasi, serta pembuatan laporan. Sistem berhasil membantu guru dan staf dalam mengajukan izin serta memudahkan admin dan kepala sekolah dalam mengelola dan memantau proses persetujuan. Hasil UAT menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 90,15%, yang menunjukkan bahwa sistem diterima dengan sangat baik oleh pengguna. Sistem yang dikembangkan berhasil mendigitalisasi proses pengajuan surat izin di TK Kristen Immanuel Pontianak sehingga kegiatan administrasi menjadi lebih efektif, evaluasi efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Implementasi sistem ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan informasi di lingkungan sekolah.</p> <p><em>This research aims to design and develop a web-based information system for submitting permission letters to teachers and staff at Immanuel Christian Kindergarten in Pontianak. This system is expected to improve the efficiency of the administrative process, simplify permit applications, and support the digital approval process. This research used the Rapid Application Development (RAD) method, which consists of four stages: Requirements Planning, User Design, Construction, and Cutover. Data collection was conducted through observation, interviews, and literature review. The system was developed using Laravel 11 as the framework and MySQL as the database management system. It was tested using Black Box Testing and User Acceptance Testing (UAT) with a Likert-scale questionnaire. This research resulted in a web-based information system that provides user authentication, permit application, approval and denial management, notification services, and report generation. The system successfully assisted teachers and staff in submitting permits and facilitated the administration and principal in managing and monitoring the approval process. The UAT results showed a user satisfaction rate of 90.15%, indicating that the system was very well received by users. The developed system successfully digitized the permit application process at Immanuel Christian Kindergarten in Pontianak, resulting in more effective administration, efficient evaluation, and well-documented processes. Implementation of this system contributed to improving the quality of service and information management within the school</em></p>ErawatySri MurniBadariatul Lailiah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106STRATEGI MANAJEMEN RADIO DAKWAH DI ERA DISRUPSI DIGITAL: STUDI PERSAINGAN DEWI ANJANI 104.6 FM LOMBOK TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22726
<p>Disrupsi digital telah menggeser pola konsumsi media dakwah dari radio konvensional ke platform streaming dan media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen Radio Dewi Anjani 104.6 FM Lombok Timur dalam mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan media baru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer program, tiga penyiar, dan lima pendengar loyal, serta observasi partisipatif selama Mei-Juni 2023. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi kunci: pertama, konvergensi media melalui siaran on-air yang diintegrasikan dengan live streaming Facebook dan distribusi potongan konten di TikTok; kedua, segmentasi mad’u yang fokus pada ibu-ibu dan lansia Sasak dengan keterbatasan literasi digital; ketiga, penguatan branding lokal berbasis Bahasa Sasak dan otoritas Tuan Guru; keempat, kolaborasi kelembagaan dengan menjadi radio resmi pengajian akbar di Lombok Timur. Temuan ini menegaskan bahwa radio dakwah komunitas dapat bertahan dalam persaingan digital apabila manajemen mampu melakukan inovasi konvergensi tanpa kehilangan identitas kelokalan dan modal sosial keagamaan.</p>Rahmawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PERAN KEGIATAN KEAGAMAAN ASRAMA BAITUL AMANAH PUTRI DALAM MENINGKATKAN SIKAP RELIGIUSITAS MAHASANTRI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23019
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Asrama Baitul Amanah Putri dalam meningkatkan sikap religiusitas mahasantri. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembinaan spiritual dan karakter religius di tengah tantangan kehidupan mahasiswa pada era modern yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari narasumber melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun keabsahan data dijaga melalui perpanjangan keikutsertaan peneliti di lapangan, triangulasi sumber dan teknik, serta analisis kasus negatif untuk memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang meliputi shalat berjamaah, Aurot Tahsiin, kajian kitab, dan muraja’ah kitab memiliki peran yang signifikan dalam membentuk dan meningkatkan religiusitas mahasantri. Shalat berjamaah menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan solidaritas sosial. Aurot Tahsiin membiasakan mahasantri untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT; kajian kitab memperluas pemahaman mengenai akidah, tauhid, fikih, dan tasawuf, sedangkan muraja’ah kitab memperkuat pemahaman serta membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman keagamaan, kegiatan-kegiatan tersebut juga berkontribusi dalam pembentukan karakter religius, seperti sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik. Dengan demikian, kegiatan keagamaan yang diterapkan secara rutin dan terstruktur di Asrama Baitul Amanah Putri terbukti berperan positif dalam mendukung perkembangan spiritual dan pembentukan karakter religius mahasantri.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of religious activities conducted at the Baitul Amanah Putri Dormitory in enhancing the religiosity of its female student residents (mahasantri). The background of this research is based on the importance of spiritual development and religious character building amid the challenges faced by university students in the modern era, which is heavily influenced by technological advancement and globalization. This study employs a qualitative method with a case study approach. The data sources consist of primary data obtained directly from informants through observation and interviews, as well as secondary data derived from books, journals, and other supporting documents. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The validity of the data was ensured through prolonged engagement in the field, source and technique triangulation, and negative case analysis to ensure the credibility of the research findings.The results indicate that religious activities, including congregational prayers, Aurot Tahsiin (collective remembrance and supplication), Islamic book studies, and muraja'ah (review of religious lessons), play a significant role in fostering and enhancing the religiosity of the mahasantri. Congregational prayers cultivate discipline, responsibility, and social solidarity; Aurot Tahsiin habituates students to engage in dhikr and draw closer to Allah SWT; Islamic book studies deepen their understanding of Islamic creed (aqidah), monotheism (tauhid), Islamic jurisprudence (fiqh), and Sufism (tasawuf); while muraja'ah strengthens comprehension and promotes a sustainable learning culture. In addition to improving worship practices and religious understanding, these activities also contribute to the development of religious character traits such as discipline, responsibility, social awareness, and good morals. Therefore, the religious activities that are routinely and systematically implemented at the Baitul Amanah Putri Dormitory have a positive impact on supporting the spiritual development and the formation of the religious character of the mahasantri.</em></p>Nurhalimah ManikLutfiah Aini SitompulRabbiatul adawiyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23265
<p>Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang memerlukan kemoterapi sebagai salah satu terapi utama. Efek samping kemoterapi dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Resiliensi berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi terhadap berbagai tantangan selama terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan resiliensi dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Resiliensi diukur menggunakan kuesioner CD-RISC dan kepatuhan menggunakan kuesioner kepatuhan kemoterapi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan α ≤ 0,05. Hasil menunjukkan mayoritas pasien memiliki resiliensi tinggi (90,9%) dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan kemoterapi yang tinggi (70,5%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p-value = 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,488, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah positif antara resiliensi dan kepatuhan kemoterapi. Resiliensi yang tinggi membantu pasien menghadapi tekanan fisik dan psikologis selama kemoterapi sehingga meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Semakin tinggi resiliensi pasien, semakin tinggi pula kepatuhan dalam menjalani kemoterapi.Tingginya kepatuhan kemoterapi kemungkinan berkaitan dengan tingginya resiliensi pasien. Kemampuan beradaptasi terhadap penyakit dan pengobatan membantu pasien tetap menjalani kemoterapi secara teratur.</p> <p><em>Breast cancer is a malignant disease that requires chemotherapy as one of the primary treatments. The side effects of chemotherapy can affect patients’ adherence to treatment. Resilience plays a crucial role in helping patients adapt to various challenges during therapy. This study aims to determine the relationship between resilience and chemotherapy adherence in breast cancer patients at Baladhika Husada Jember Level III Hospital This is a quantitative study with a correlational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 44 respondents selected using purposive sampling. Resilience was measured using the CD-RISC questionnaire, and adherence was assessed using the chemotherapy adherence questionnaire. Data analysis employed the Spearman Rho test with α ≤ 0.05. The findings indicated that the majority of patients exhibited high resilience (90.9%), and most respondents demonstrated high chemotherapy adherence (70.5%). The Spearman Rho test results showed a p-value of 0.001 and a correlation coefficient of r = 0.488, indicating a significant, moderately strong, and positive relationship between resilience and chemotherapy adherence. High resilience helps patients cope with physical and psychological stress during chemotherapy, thereby improving treatment adherence. The higher the patient’s resilience, the higher their adherence to chemotherapy. High chemotherapy adherence is likely related to high patient resilience. The ability to adapt to the disease and treatment helps patients continue to undergo chemotherapy regularly</em></p>Berlian Passa RespagegeWahyudi WidadaCipto Susilo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PERBANDINGAN KONSUMSI AIR MINERAL DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN DAN KADAR AIR TUBUH PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN DENGAN LATIHAN SUBMAKSIMAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22644
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan berat badan dan kadar air tubuh setelah konsumsi air mineral dan minuman isotonik sebelum latihan submaksimal pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga status hidrasi selama latihan submaksimal, karena peningkatan aktivitas metabolisme dan produksi panas tubuh selama latihan dapat memicu kehilangan cairan melalui mekanisme termoregulasi. Perbedaan kandungan elektrolit dan karbohidrat pada jenis cairan yang dikonsumsi diduga menghasilkan perubahan status hidrasi yang berbeda setelah latihan submaksimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) dan desain two group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 mahasiswa laki-laki yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok air mineral dan kelompok minuman isotonik dengan masing-masing kelompok terdiri atas 15 subjek. Seluruh subjek menjalani latihan submaksimal berupa lari selama 12 menit dengan intensitas 64–76% HRmax. Pemberian cairan dilakukan dengan dosis 7,5 ml/kg berat badan sebelum latihan. Variabel penelitian meliputi perubahan berat badan dan perubahan kadar air tubuh sebagai indikator status hidrasi. Pengukuran dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) sebelum dan sesudah latihan. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene’s Test, dan Independent Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami penurunan berat badan dan kadar air tubuh setelah latihan submaksimal. Kelompok air mineral mengalami penurunan berat badan sebesar –0,547 ± 0,106 kg dan kadar air tubuh sebesar –0,993 ± 0,293%, sedangkan kelompok minuman isotonik mengalami penurunan lebih kecil yaitu –0,453 ± 0,091 kg dan –0,780 ± 0,259%. Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada perubahan berat badan (p = 0,015) dan kadar air tubuh (p = 0,044). Hal ini menunjukkan bahwa minuman isotonik lebih baik dalam mempertahankan status hidrasi dibandingkan air mineral karena kandungan elektrolit dan karbohidrat yang membantu absorpsi dan retensi cairan tubuh.</p>Salmanhaji Arbai
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22788
<p>Latar belakang: Ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan di Indonesia masih cukup tinggi dan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Oleh karena itu, mekanisme koping yang baik diperlukan ibu hamil trimester III untuk mengatasi stres menjelang persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan mekanisme koping dengan kesiapan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember sebanyak 136 orang. Sampel penelitian sebanyak 101 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho (α = 0,05). Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kesiapan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember (p value = 0,0001 ; r = 0,509). Hal ini menunjukkan bahwa semakin adaptif mekanisme koping yang dimiliki ibu hamil, maka kesiapan dalam menghadapi persalinan akan semakin meningkat, yang berarti mekanisme koping memiliki hubungan sebesar 50,9% terhadap kesiapan menghadapi persalinan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara mekanisme koping dengan kesiapan persalinan. Pelayanan kesehatan perlu mengintegrasikan skrining psikologis dalam layanan ANC dan menyediakan media edukasi seperti leaflet guna memperkuat mekanisme koping adaptif dan kesiapan mental ibu hamil.</p> <p><em>Background: Maternal unpreparedness for childbirth in Indonesia is still significant and is one of the factors causing the high Maternal Mortality Rate (MMR). Appropriate coping mechanisms are crucial for pregnant women in their third trimester to manage stress and anxiety in order to build psychological readiness for childbirth. This study aims to identify the relationship between coping mechanisms and readiness for childbirth in pregnant women in their third trimester at Balung Regional Hospital, Jember Regency. Method: This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were 136 pregnant women in their third trimester at Balung Regional Hospital, Jember Regency. A sample of 101 respondents was taken using a purposive sampling technique. Data analysis used the Spearman's rho correlation test (α = 0.05). Results: There is a significant relationship between coping mechanisms and readiness to face childbirth in pregnant women in the third trimester at Balung Regional Hospital, Jember Regency (p value = 0.0001; r = 0.509). This indicates that the more adaptive coping mechanisms possessed by pregnant women, the readiness to face childbirth will increase, which means that coping mechanisms have a relationship of 50.9% to readiness to face childbirth, while the rest is influenced by other factors. Conclusion: There is a significant positive relationship between coping mechanisms and readiness to face childbirth. The implication is that health services need to integrate psychological screening in ANC services and provide educational media such as leaflets to strengthen adaptive coping mechanisms and mental readiness of pregnant women.</em></p>Septia WidariDiyan IndriyaniSri Wahyuni Adriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106REKONSTRUKSI MUHAMMAD ARKOUN DALAM -MENAFSIRKAN AL-QUR’AN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23216
<p>Perkembangan studi Al-Qur'an kontemporer mendorong lahirnya berbagai pendekatan penafsiran yang bertujuan menjaga relevansi Al-Qur'an dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu pemikir Muslim yang menawarkan pendekatan kritis terhadap penafsiran Al-Qur'an adalah Muhammad Arkoun. Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi penafsiran Al-Qur'an menurut Muhammad Arkoun serta kontribusinya dalam pengembangan studi tafsir kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan berbagai karya yang berkaitan dengan pemikiran Muhammad Arkoun, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arkoun mengkritik dominasi penafsiran tekstual dan dogmatis yang cenderung mengabaikan dimensi historis dan sosial. Ia menawarkan pendekatan multidisipliner dengan memadukan linguistik, antropologi, sejarah, semiotika, dan hermeneutika kritis untuk memahami Al-Qur'an secara lebih kontekstual. Melalui konsep dekonstruksi dan the unthought (yang tak terpikirkan), Arkoun berupaya membuka kembali ruang-ruang penafsiran yang selama ini terabaikan dalam tradisi intelektual Islam. Rekonstruksi tersebut tidak bertujuan mengubah substansi Al-Qur'an, melainkan memperbarui metode penafsiran agar tetap relevan dengan persoalan sosial dan intelektual kontemporer. Dengan demikian, pemikiran Arkoun memberikan kontribusi penting bagi pengembangan tafsir Al-Qur'an yang lebih dinamis, kritis, dan kontekstual.</p> <p><em>The development of contemporary Qur’anic studies has encouraged the emergence of various interpretive approaches aimed at maintaining the relevance of the Qur’an in responding to modern challenges. One prominent Muslim thinker who proposed a critical approach to Qur’anic interpretation is Muhammad Arkoun. This study aims to examine Arkoun’s reconstruction of Qur’anic interpretation and its contribution to contemporary tafsir studies. The research employs a qualitative method with a library research approach. Data were collected from books, scientific journals, theses, and other scholarly works related to Arkoun’s thought, and analyzed using descriptive-analytical and content analysis techniques. The findings indicate that Arkoun criticized the dominance of textual and dogmatic interpretations that tend to neglect historical and social dimensions. He proposed a multidisciplinary approach by integrating linguistics, anthropology, history, semiotics, and critical hermeneutics to understand the Qur’an more contextually. Through the concepts of deconstruction and the “unthought,” Arkoun sought to reopen interpretive spaces that had long been neglected in Islamic intellectual tradition. This reconstruction does not aim to alter the substance of the Qur’an, but rather to renew interpretive methods so that they remain relevant to contemporary social and intellectual issues. Therefore, Arkoun’s thought contributes significantly to the development of a more dynamic, critical, and contextual Qur’anic interpretation.</em></p>MusyarofahSiti Sri WahyuniTia Safitri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EFEKTIFITAS FAMILIAR AUDITORY SENSORY TRAINING (FAST) TERHADAP STABILITAS HEMODINAMIK PADA PASIEN ICU DI RSUD PRINGSEWU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23305
<p>Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) umumnya berada dalam kondisi kritis dengan risiko tinggi mengalami ketidakstabilan hemodinamik, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran seperti stroke. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien ICU di RSUD Pringsewu. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien ICU yang mengalami penurunan kesadaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung parameter hemodinamik (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen) serta wawancara dengan keluarga pasien. Intervensi FAST diberikan selama 10 menit dengan frekuensi 1–2 kali sehari sesuai standar operasional prosedur. Hasil penerapan FAST menunjukkan adanya perbaikan stabilitas hemodinamik yang ditandai dengan penurunan denyut jantung dan tekanan darah ke arah nilai normal, penurunan frekuensi napas, serta peningkatan kenyamanan pasien. FAST juga membantu menciptakan respons relaksasi yang berdampak positif terhadap kondisi fisiologis pasien. Disarankan agar intervensi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dapat dijadikan sebagai terapi pendamping non-farmakologis dalam asuhan keperawatan pasien ICU, khususnya pada pasien dengan penurunan kesadaran, serta dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian dengan desain dan jumlah sampel yang lebih besar.</p>Rizki Pratama PutraSulistia NurMela Rosa Diana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106FAKTOR PREDISPOSISI YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMSI FAST FOOD PADA REMAJA DI SMAN 2 BANJARMASIN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22702
<p>Latar Belakang: Fast Food menjadi pilihan populer remaja karena praktis, terjangkau, dan berkesan modern. Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko obesitas, diabetes,hingga penyakit jantung. Data WHO (2020) menunjukkan 80% remaja di dunia sering mengonsumsi Fast Food dengan 50% di antaranya sebagai menu sarapan. Di Indonesia, 61,27% masyarakat mengonsumsi makanan/minuman manis setiap hari, sedangkan di Kalimantan Selatan lebih tinggi, yaitu 70,82%. Angka ini mencerminkan pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko kesehatan. Faktor predisposisi, seperti pengetahuan dan sikap, diduga memengaruhi perilaku konsumsi Fast Food remaja. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku konsumsi Fast Food di siswa kelas XI SMAN 2 Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional sampel sebanyak 83 responden pada kelas XI SMAN 2 Banjarmasin menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Chi-Square dilihat dengan nilai A (0,05).Hasil: Sebanyak 40 % responden memiliki pengetahuan “baik”, 38 % “cukup”, dan 22 % “kurang”. Sikap positif dicatat pada 47 %, sedangkan 53 % memiliki sikap negatif. Terkait perilaku konsumsi, 63 % tergolong “sering”, dan 37 % “jarang”. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi (p = 0,379), sedangkan sikap terbukti memiliki pengaruh signifikan (p = 0,000).Simpulan: Pengetahuan tidak memengaruhi perilaku konsumsi Fast Food, tetapi sikap memiliki pengaruh signifikan. Oleh karena itu, intervensi sebaiknya fokus pada membentuk sikap positif serta mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan.</p> <p><em>Background: Fast Food is a popular choice among teenagers because it is practical, affordable, and modern. However, excessive consumption can lead to obesity, diabetes, and heart disease. WHO data (2020) shows that 80% of teenagers worldwide frequently consume Fast Food, with 50% of them eating it for breakfast. In Indonesia, 61.27% of the population consumes sweet foods/drinks daily, while in South Kalimantan the figure is higher at 70.82%. These numbers reflect consumption patterns that could potentially increase health risks. Predisposing factors, such as knowledge and attitudes, are thought to influence teenagers' Fast Food consumption behavior.Objective: Understanding the influence of knowledge and attitudes on Fast Food consumption behavior among 11th grade students at SMAN 2 Banjarmasin.Methods This study used a quantitative method with a cross-sectional design and a sample of 83 respondents in grade XI at SMAN 2 Banjarmasin using accidental sampling technique. Data were obtained through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and Chi-Square test with a value of A (0.05)Results Forty percent of respondents had “good” knowledge, 38% had ‘fair’ knowledge, and 22% had “poor” knowledge. Positive attitudes were noted in 47% of respondents, while 53% had negative attitudes. Regarding consumption behavior, 63% were classified as “frequent,” and 37% as “infrequent.” The Chi-Square test indicated that knowledge did not significantly influence consumption behavior (p = 0.379), while attitude was found to have a significant influence (p = 0.000).Conclusion: Knowledge does not influence Fast Food consumption behavior, but attitudes have a significant influence. Therefore, interventions should focus on shaping positive attitudes and consider social and environmental factors.</em></p>Nurul HikmahSt HateriahKhairatun NisaM.Fajriannor Tm
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EDUKASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PADA REMAJA DI YAYASAN SMP NUR ADIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22917
<p>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian apabila tidak dicegah sejak dini. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai faktor risiko gangguan kesehatan paru-paru, seperti paparan asap rokok, penggunaan rokok elektronik (vape), polusi udara, dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru-paru dan pencegahan PPOK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 di Yayasan Pendidikan Nur Adia dengan melibatkan 15 orang peserta. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan mencapai 90,67% dan meningkat menjadi 100% setelah penyuluhan diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 9,33%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan paru-paru dan pencegahan PPOK. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.</p> <p><em>Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is one of the non-communicable diseases that has become a global health concern due to its impact on respiratory function, quality of life, morbidity, and mortality. Although COPD is more commonly found in adults, several risk factors begin to develop during adolescence, including exposure to cigarette smoke, electronic cigarette (vape) use, air pollution, and lack of physical activity. Therefore, promotive and preventive efforts through health education are needed to improve adolescents’ knowledge regarding lung health and COPD prevention. This community service activity was conducted on May 5, 2026, at Yayasan Pendidikan Nur Adia involving 15 participants. The methods used included health education sessions, interactive discussions, question-and-answer activities, and evaluation through pretest and posttest. The results showed that participants’ knowledge increased from 90.67% before the intervention to 100% after the educational program, with an improvement of 9.33%. These findings indicate that health education is effective in improving adolescents’ understanding of lung health and COPD prevention. Continuous educational activities are recommended to promote healthy lifestyles and increase health awareness among adolescents.</em></p>Irfan Sazali NasutionAnggun Suci FadillaAjeng Sintia BellaNafisa Balqis Harahap
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI TEPID SPONGING PADA PASIEN DEMAM TIFOID DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSD KALISAT JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23254
<p>Latar Belakang: Tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang umum terjadi di Indonesia dan ditandai dengan demam tinggi. Salah satu intervensi keperawatan non- farmakologis untuk menurunkan suhu tubuh adalah tepid sponging. Tujuan: Mendeskripsikan implementasi tindakan tepid sponging pada pasien tifoid dengan hipertermia di Instalasi Gawat Darurat RSD Kalisat Jember. Metode: Studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan diagnosis medis tifoid dan masalah keperawatan hipertermia. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil: Setelah dilakukan tindakan tepid sponging selama 15–30 menit, terjadi penurunan suhu tubuh sebesar 1,2°C, adanya peningkatan kenyamanan, dan stabilisasi tanda- tanda vital. Kesimpulan: Tepid sponging efektif digunakan sebagai intervensi awal dalam penanganan hipertermia pada pasien tifoid di IGD.</p> <p><em>Background: Typhoid is a common systemic infection in Indonesia, characterized by high fever. One non-pharmacological nursing intervention for fever is tepid sponging. Objective: To describe the implementation of tepid sponging in typhoid patients with hyperthermia in the Emergency room of RSD Kalisat Jember. Method: A descriptive case study on a single patient diagnosed with typhoid and a nursing problem of hyperthermia. Data were collected through observation and documentation. Results: After impelementation of Tepid sponging for 15–30 minutes, the patient's body temperature decreased by 1.2°C, comfort improved, and vital sign became more stable. Conclusion: Tepid sponging is an effective early intervention for managing hyperthermia in typhoid patients at the Emergency Room.</em></p>Nia Echa Maulana Yesa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106KETAHANAN NASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23604
<p>Ketahanan nasional Indonesia menghadapi tantangan global berupa perkembangan teknologi, disrupsi informasi, penetrasi budaya asing, serta krisis ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Penelitian ini menganalisis dampak tantangan tersebut terhadap ketahanan dan integrasi nasional melalui pengumpulan data. Hasil menunjukkan ancaman global memengaruhi seluruh dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan, serta berpotensi menimbulkan disintegrasi melalui polarisasi sosial, radikalisme, ketimpangan pembangunan, dan melemahnya rasa kebangsaan. Rujukan menekankan pentingnya penguatan Pancasila, literasi digital, pemerataan ekonomi, modernisasi pertahanan, diplomasi progresif, serta peran pendidikan dan masyarakat sipil. Kesimpulannya, Indonesia membutuhkan sinergi multipihak dan strategi komprehensif untuk membangun ketahanan nasional yang adaptif dan berkelanjutan. Kita bisa melihat bagaimana ketahanan ekonomi kita diuji lewat fluktuasi global, ketahanan ideologi kita digempur radikalisme dan polarisasi politik, serta ketahanan sosial-budaya kita yang terus bergeser akibat arus globalisasi dan AI. ketahanan nasional Indonesia saat ini berada pada titik krusial di mana keamanan fisik harus berjalan beriringan dengan kedaulatan digital, kemandirian pangan, serta soliditas platform sosial. Jika kita gagal membangun literasi, menjaga persatuan di tengah keberagaman, dan memupuk daya saing global, maka fondasi negara ini akan rapuh. Jadi, ketahanan nasional itu bukan cuma tugas negara atau militer, melainkan sebuah ekosistem kolektif di mana kita semua, termasuk mahasiswa, punya andil besar untuk menjaga agar Indonesia tidak sekadar bertahan, tapi juga mampu melompat maju di tengah ketidakpastian dunia.</p>A. Mardiyah Adhilah RidwanNur Isra NoviantiMuh. Radit Al QautsarNur Apriyani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMESTER VII DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MANADO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22779
<p>Konsumsi kopi merupakan kebisaan yang umum di kalangan mahasiswa karena kandungan kafein di dalamnya mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Namun, secara fisiologis kafein diketahui dapat mempengaruhi mekanisme tidurmelalui penghambatan reseptor adenosin di otak, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 Keperrawatan semester VII Di Universitas Muhammadiyah Manado.Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 101 orang. Sampel yang di ambil 51 responden dengan menggunakan acidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan keusioner konsumsi kopi dan kuesioner PSQI. Analisis Statistik menggunakan uji Chi-square.Hasil diperoleh nilai p = 0,409 (p > 0.05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara knsumsi kopi dengan kualitas tidur.Kesimpulan dari penelitian ini Adalah tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada Mahasiswa S1 Keperawatan semester VII Di Universitas Muhammadiyah Manado.</p> <p><em>Coffee consumption is a common habit among college students because its caffeine content can increase alertness and reduce drowsiness. However, physiologically, caffeine is known to affect sleep mechanisms by inhibiting adenosine receptors in the brain, potentially reducing sleep quality. This study aims to determine the relationship between coffee consumption and sleep quality in seventh-semester undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Manado.This study used a quantitative cross-sectional design. The population was 101 people. A sample of 51 respondents was drawn using accidental sampling. Data were collected using a coffee consumption questionnaire and the PSQI questionnaire. Statistical analysis used the Chi-square test.The results obtained a p value = 0.409 (p > 0.05) which shows that there is no significant relationship between coffee consumption and sleep quality.The conclusion of this study is that there is no relationship between coffee consumption and sleep quality in 7th semester Nursing undergraduate students at Muhammadiyah University of Manado.</em></p>Zainar KasimRahmat Hidayat DjalilNadhila Putri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106POTENSI LIMBAH KULIT BAWANG PUTIH SEBAGAI PESTISIDA NABATI RAMAH LINGKUNGAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23201
<p>Penggunaan pestisuda kimia dalam kegiatan pertanian masih menjadi pilihan utama karena dianggap praktis dalam mengendalikan hama, namum menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Di Kecamatan Medan Timur, terdapat beberapa rumah tangga yang secara rutin membersihkan kulit bawang dalam jumlah cukup banyak tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Limbah lulit bawang diketahui megandung senyawa bioakif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan sulfur yang berpotensi dijadikan sebagai pestisida alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sederhana dengan menyiapkan larutan esktrak kulit bawang, kemudian diaplikasikan pada tanaman cabai dan tomat yang terserang hama</p>Meilinda Suriani HarefaDarliandriKanaya Arzila PutriNadya Rajwa MaulanaGipson SimamoraLamtiar SasmikaGlen Iglesias
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENERAPAN SELF-MANAGEMENT UNTUK MENURUNKAN DURASI BERMAIN ROBLOX BERLEBIHAN PADA MAHASISWA DEWASA AWAL DENGAN CHANGING CRITERION DESIGN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23282
<p>Penelitian ini bertujuan menerapkan teknik self-management untuk menurunkan durasi bermain game online Roblox yang berlebihan pada mahasiswa dewasa awal. Dalam penelitian ini, intervensi self-management diterapkan melalui tiga teknik yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan konteks subjek, yaitu self-monitoring, goal setting, dan self-reward, dengan mengacu pada strategi self-management Cormier dan Cormier (1985). Penelitian menggunakan desain Single Subject Research (SSR) dengan Changing Criterion Design yang terdiri atas satu fase baseline (A, 7 hari) dan empat sub-fase intervensi (B1–B4, total 22 hari), sehingga total pelaksanaan berlangsung selama 29 hari. Subjek adalah satu mahasiswa berinisial R, berusia 20 tahun, yang bermain Roblox rata-rata 306 menit (±5 jam) per hari pada fase baseline. Data dikumpulkan melalui logbook harian dan screenshot fitur Screen Time/Digital Wellbeing sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan durasi bermain yang bertahap dari rata-rata 306 menit/hari (baseline) menjadi 277 menit (B1), 267 menit (B2), 244 menit (B3), dan 227 menit/hari (B4), atau turun 25,9% secara keseluruhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik self-management efektif sebagai intervensi modifikasi perilaku untuk mengurangi behavioral excess bermain game online pada mahasiswa.</p>Razanah HajarHasna AmaliaMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGUJIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22687
<p>Lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, memberikan amanah melalui Pasal 95A dan Pasal 95B untuk melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap UU setelah UU tersebut berlaku. Hasil penelitian selama ini baik terhadap UU maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku ternyata di tingkat praktik banyak muncul permasalahan. Dari hasil inventarisasi dapat dikategorikan permasalahan timbul karena antara lain tidak terpenuhinya asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik, asas materi muatan, kurang memenuhi kriteria pertimbangan filosofis, sosiologis dan politis. Untuk menguji peraturan perundang-undangan yang existing tersebut dimana letak permasalahan, perlu dilakukan pemantauan dan peninjauan (analisis dan evaluasi) peraturan perundang-undangan. Pelaksananya adalah DPR, DPD dan Pemerintah, yang dalam praktik pelaksanaannya menggunakan cara/metode yang berbeda. Pengujian peratuan perundang-undangan di indonesia terdapat dua lembaga untuk mengajukan judicial review. Pertama menguji UU terhadap UUD 1945 kewenangan mengujinya ada pada Mahkamah Konstitusi. Kedua pengujian melalui judicial review peraturan perundang-undangan dibawah undang undang apabila bertentangan dengan undang-undang kewenangannya berda di Mahkamah Agung. pengujian peraturan perundang-undangan di Indonesia tersebut sebenarnya mejaga agar setiap produk peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang di Indonesia dalam pembentukan norma tidak boleh bertentangan dengan norma yang telah ada pada konstitusi atau UUD 1945, begitu juga dengan pembentukan peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, dimana UUD 1945 sendiri telah di letakan pada posisi yang paling tinggi pada peraturan perundang-undangan</p> <p><em>The enactment of Law Number 15 of 2019 concerning Amendments to Law Number 12 of 2011 concerning the Establishment of Legislation, mandates through Article 95A and Article 95B to monitor and review laws after they come into effect. Research conducted on both existing laws and regulations has revealed numerous practical issues. The inventory can be categorized as arising from, among other things, the failure to fulfill the principles of good legislative formation, the principle of material content, and insufficient philosophical, sociological, and political considerations. To examine the existing legislation and identify the underlying problems, monitoring and review (analysis and evaluation) of the legislation are necessary. The implementers are the House of Representatives (DPR), the Regional Representative Council (DPD), and the Government, which in practice use different methods. In Indonesia, there are two institutions for judicial review of legislation. The first is to examine laws against the 1945 Constitution, with the authority to review them vested in the Constitutional Court. Secondly, judicial review of laws and regulations under the law, if they are in conflict with the law, is the authority of the Supreme Court. The judicial review of laws and regulations in Indonesia actually ensures that every product of laws and regulations, especially laws in Indonesia, in the formation of norms must not conflict with the norms that already exist in the constitution or the 1945 Constitution, as well as the formation of laws and regulations under the law must not conflict with the law, where the 1945 Constitution itself has been placed in the highest position in laws and regulations</em></p>Elisabeth NiuflapuYohanes CalvinusOiek Fuk Jin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENGARUH IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL LEARNING CYCLE (ELC) TERHADAP KEMAMPUAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN TENGGELAM PADA WARGA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BONDOYUDO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22819
<p>Kejadian tenggelam merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di wilayah perairan dan membutuhkan penanganan cepat serta tepat untuk mencegah kematian dan komplikasi serius. Rendahnya kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam menjadi salah satu faktor tingginya risiko kematian di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Experiential Learning Cycle (ELC) terhadap kemampuan pertolongan pertama korban tenggelam pada warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama korban tenggelam. Hasil: Rata-rata kemampuan warga sebelum pelatihan (pre-test) sebesar 21,81 dan meningkat menjadi 91,51 setelah pelatihan (post-test). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p < 0,001 dan nilai z = -5,310. Analisis : Terdapat peningkatan kemampuan warga setelah diberikan pelatihan menggunakan metode Experiential Learning Cycle (ELC), yang menunjukkan bahwa metode ELC berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pertolongan pertama korban tenggelam. Diskusi: Implementasi Experiential Learning Cycle (ELC) berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pertolongan pertama pada korban tenggelam pada warga di Daerah Aliran Sungai Bondoyudo. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden dalam melakukan pertolongan pertama.</p> <p><em>Drowning incidents are one of the most common emergencies in aquatic areas and require prompt and appropriate intervention to prevent death and serious complications.The public’s limited ability to provide first aid to drowning victims is one of the factors contributing to the high risk of death in the Bondoyudo River Basin (DAS). Objective: This study aims to determine the effect of implementing the Experiential Learning Cycle (ELC) on the ability to provide first aid to drowning victims among residents in the Bondoyudo River Basin. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population in this study consisted of residents in the The study sample consisted of 37 respondents selected using purposive sampling. The research instruments included a knowledge questionnaire and an observation sheet for first aid skills for drowning victims. Results: The average skill level of residents before training (pre-test) was 21.81 and increased to 91.51 after training (post-test). The results of statistical analysis showed a p-value < 0.001 and a z-value = -5.310. Analysis: There was an increase in residents’ skills after receiving training using the Experiential Learning Cycle (ELC) method, which indicates that the ELC method has a significant effect on the ability to provide first aid to drowning victims. Discussion: The implementation of the Experiential Learning Cycle (ELC) has contributed to improving the first aid skills of residents in the Bondoyudo River Basin when assisting drowning victims. These findings indicate that experiential learning methods can enhance respondents’ knowledge and skills in providing first aid. </em></p>Dwi Puji LestariMohammad Ali HamidGinanjar Sasmito Adi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HOW DO THEY SOUND? SUPRASEGMENTAL FEATURES AND THEIR ROLES IN SWAPPED ANIMATED MOVIE (2026)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23240
<p><em>This study investigates the suprasegmental features found in the animated movie Swapped (2026). Suprasegmental features—including stress, intonation, pitch, rhythm, pause, and juncture—play a crucial role in conveying meaning beyond individual phonemes. The animated movie genre offers authentic spoken English that reflects natural prosodic patterns, making it a valuable source for phonological analysis. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through systematic observation and transcription of selected scenes from the movie. The findings reveal diverse patterns of stress, intonation, pitch variation, rhythmic structures, and the use of pause and juncture as discourse markers. The results are expected to contribute to the teaching and learning of English pronunciation, particularly in the context of suprasegmental phonology.</em></p>Naila Sakhshiya AkmaliaDiva Nahdah ArielaSuci SuriantiSri Melianti Hasibuan Yani lubis
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORI, DAN KINESTETIK (VAK): SEBUAH STUDI LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23553
<p>Pergeseran tren pendidikan global saat ini menuntut adanya personalisasi pembelajaran guna menggantikan pendekatan konvensional yang seragam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik model gaya belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) serta merumuskan strategi pembelajaran adaptif yang efektif dalam mendongkrak capaian akademis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (Literature Review) dengan melakukan penapisan sistematis terhadap artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2016–2026). Hasil sintesis data menunjukkan bahwa sebaran preferensi sensori siswa di berbagai jenjang pendidikan terbukti bersifat heterogen. Penyelarasan strategi instruksional berbasis modalitas VAK seperti pemanfaatan multimedia interaktif dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara konsisten mampu memicu pertumbuhan minat intrinsik dan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Lebih lanjut, analisis kritis mengonfirmasi bahwa akomodasi sensorik VAK berfungsi sebagai katalisator awal yang mengaktifkan sirkuit motivasi internal dan kemampuan regulasi mandiri (self-regulated learning). Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi model VAK dalam manajemen kelas modern sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi akademik siswa secara berkelanjutan.</p>Diva Nahdah ArielaDea SherinaFauziah Nasution
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106DINAMIKA HUKUM ACARA PIDANA DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA KORUPSI: ANTARA KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN SUBSTANTIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22767
<p>Penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia menghadapi tarik-menarik antara kepastian hukum dan keadilan substantif dalam kerangka hukum acara pidana. Di satu sisi, kepastian hukum menuntut prosedur yang tegas, sistematis, dan prediktif guna menjamin stabilitas serta perlindungan hak tersangka/terdakwa. Di sisi lain, keadilan substantif mendorong fleksibilitas prosedur agar penyimpangan kekuasaan dan kerugian negara yang kompleks dapat diungkap secara mendalam. Artikel ini menganalisis dinamika penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta berbagai peraturan khusus seperti Undang-Undang Tipikor dan Peraturan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi. Melalui pendekatan yuridis normatif dan perbandingan putusan, ditemukan bahwa ketegangan antara kedua nilai tersebut sering memicu ketidakpastian hukum, seperti perbedaan tafsir alat bukti, praperadilan, dan upaya hukum luar biasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pembaruan hukum acara pidana yang mengakomodasi prinsip keadilan restoratif serta penguatan mekanisme diskresi hakim secara bertanggung jawab, tanpa mengorbankan prinsip due process of law.</p> <p><em>The handling of corruption crimes in Indonesia faces a tension between legal certainty and substantive justice within the framework of criminal procedure law. On the one hand, legal certainty demands clear, systematic, and predictable procedures to ensure stability and protect the rights of suspects and defendants. On the other hand, substantive justice calls for procedural flexibility so that complex abuses of power and state losses can be thoroughly uncovered. This article analyzes the dynamics of the application of the Criminal Procedure Code (KUHAP) as well as various special regulations such as the Anti-Corruption Law and Supreme Court Regulations in corruption cases. Through a normative legal approach and comparative analysis of court decisions, it was found that the tension between these two values often triggers legal uncertainty, such as differing interpretations of evidence, pretrial proceedings, and extraordinary legal remedies. This study concludes that an update to criminal procedure law is necessary to accommodate the principle of restorative justice and to strengthen the mechanism of responsible judicial discretion, without sacrificing the principle of due process of law.</em></p>Sheara Athalia Az-Zahra HsbKhairunnisyahRifky Akhmad Maulana ChaidirRaja Fikri SetiawanIrwansyah Parulian Harahap
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106APBD DAN STABILITAS EKONOMI DAERAH: STUDI PENGANGGURAN PANDEGLANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23186
<p>Penelitian ini membahas peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui studi kasus pengangguran di Kabupaten Pandeglang. Isu ini penting karena TPT Pandeglang pada 2024 masih 8,09 persen, lebih tinggi daripada TPT Provinsi Banten sebesar 6,68 persen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus menurut Creswell, melalui wawancara pada Bappeda, Disnakertrans, dan BPKD, serta telaah dokumen APBD, BPS, dan data terbuka daerah. Teori yang digunakan adalah fungsi APBD sebagai instrumen alokasi, distribusi, dan stabilisasi dengan indikator prioritas perencanaan, kualitas belanja produktif, kapasitas fiskal, penyerapan tenaga kerja, dan koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APBD Pandeglang telah berperan melalui perencanaan berbasis data, program penempatan kerja, penguatan SDM, dan dorongan sektor unggulan. Namun, perannya belum optimal karena belanja operasi dominan, PAD rendah, dan evaluasi belanja belum sepenuhnya berbasis outcome ketenagakerjaan.</p>Lukman HakimLaeli Nur KhanifahAndi IksanMufthi Aminudin HarisPasha Restu Brema GZahra Aulia Mumtaz
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENURUNKAN PERILAKU REAKTIF EMOSIONAL PADA MAHASISWA: STUDI EKSPERIMEN SUBJEK TUNGGAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23275
<p>Perilaku reaktif emosional merupakan manifestasi disregulasi emosi yang ditandai dengan respons emosional intens, cepat, dan sulit dikendalikan terhadap stresor eksternal, yang secara signifikan mengganggu fungsi akademik dan hubungan interpersonal mahasiswa. Penelitian ini menguji efektivitas teknik penguatan berbasis ekonomi token dalam mengurangi frekuensi perilaku reaktif emosional pada seorang mahasiswi (DM, 21 tahun). Penelitian menggunakan desain eksperimental subjek tunggal (SSED) pola pembalikan A-B-A selama 35 hari dalam tiga fase: A1 (dasar, 7 hari), B (intervensi, 14 hari), dan A2 (penarikan, 14 hari). Pada fase intervensi, DM menerima satu token untuk setiap hari frekuensi perilaku reaktifnya berada di bawah ambang batas yang disepakati, yang kemudian dapat ditukar dengan penguat pilihan. Pengukuran dilakukan melalui observasi frekuensi perilaku harian menggunakan lembar tally terstruktur. Analisis grafik visual dan nilai Percentage of Non-Overlapping Data (PND) menunjukkan pengurangan frekuensi substansial dari rata-rata 6,7 insiden/hari (A1) menjadi 2,0 insiden/hari (B), dengan nilai PND sebesar 92,9% (diklasifikasikan sangat efektif). Pada fase penarikan (A2), frekuensi meningkat moderat menjadi rata-rata 3,4 insiden/hari, mengonfirmasi hubungan fungsional antara intervensi dan perubahan perilaku sekaligus mengindikasikan internalisasi parsial terhadap standar perilaku target. Temuan ini mendukung efektivitas token economy sebagai strategi modifikasi perilaku yang efisien, berbiaya rendah, dan adaptif secara individual, yang dapat diintegrasikan ke dalam layanan konseling kampus bagi mahasiswa dengan kesulitan regulasi emosi</p> <p><em>Emotional reactive behavior is a manifestation of emotion dysregulation characterized by intense, rapid, and difficult-to-control emotional responses to external stressors, which significantly disrupts academic functioning and interpersonal relationships among university students. This study examined the effectiveness of a token economy reinforcement technique in reducing the frequency of emotional reactive behavior in a 21-year-old female undergraduate student (DM). A single-subject experimental design (SSED) with an A-B-A reversal pattern was employed across 35 days, divided into three phases: A1 (baseline, 7 days), B (intervention, 14 days), and A2 (withdrawal, 14 days). During the intervention phase, DM received a token for each day her frequency of reactive behavior remained below an agreed threshold, which could later be exchanged for preferred backup reinforcers. Measurement was conducted through daily behavioral frequency observation using structured tally sheets. Visual graph analysis and Percentage of Non-Overlapping Data (PND) calculations demonstrated a substantial reduction in frequency from a mean of 6.7 incidents/day (A1) to 2.0 incidents/day (B), with a PND value of 92.9% (classified as highly effective). During the withdrawal phase (A2), frequency increased moderately to a mean of 3.4 incidents/day, confirming the functional relationship between the intervention and behavioral change while indicating partial internalization of the target behavior standard. These findings support the effectiveness of token economy as an efficient, low-cost, and individually adaptable behavior modification strategy that can be integrated into university counseling services for students with emotion regulation difficulties</em></p>Ahmad Fakhri NajibWulan Maulidiya IsnainiMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN KORBAN NAPZA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22679
<p>Keterampilan merupakan salah satu komponen yang melandasai keilmuan pekerja sosial dalam melakukan praktik penanganan. Dalam hal ini, keteramplan komunikasi merupakan salah satu bagaian dari keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja sosial dalam melakukan aktivitas praktiknya. Dari konteks tersebut penelitian ini ingin merespon dua petanyaan yaitu: Bagaimana penerapan keterampilan komunikasi interpersonal pekerja sosial dalam penanganan korban NAPZA. Kendala apa saja yang dihadapi pekerja sosial dalam penerapan keterampilan komunikasi interpersonal dalam praktik penanganan terhadap korban NAPZA. Guna memperoleh gambaran yang mendalam mengenai konsep tersebut, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana peneliti mencoba untuk menggambarkan subyek penelitian, metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan keterampilan komunikasi interpersonal pekerja sosial dalam praktiknya menerapkan konsep mendengar aktif, berfikir sebelum mengeluarkan kata-kata, tidak selalu merasa benar, dan memiliki sikap terbuka. Namun dalam penerapan konsep tersebut tentu ada hal yang menjadi penghambat atau kendala dalam penerapan komunikasi interpersonal. Di lihat dari sisi pekerja sosial yang menjadi penghambat adalah pesan terlalu banyak dan kompleksitas pesan, sedangkan diihat dari sisi klien adalah klien tidak mendengarkan pesan yang disampaikan dan sikap klien yang reaktif, dalam hal ini yang dirangkum menjadi kendala internal dan eksternal yang berasal dari dalam diri pekerja sosial maupun dari luar dirinya</p>Idham KhalidAmrullah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN DIGITAL UMKM ALAT HADRAH ROFI’I PERCUSSION DI TULUNGAGUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22806
<p>UMKM alat hadrah di Tulungagung merupakan salah satu usaha berbasis budaya lokal yang memiliki peluang ekonomi cukup besar dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif masyarakat. Akan tetapi, sistem pemasaran yang masih dilakukan secara tradisional menyebabkan promosi produk kurang maksimal sehingga jangkauan pasar dan interaksi dengan konsumen masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan pemasaran digital melalui media sosial sebagai sarana pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM “Rofi’i Percussion” dalam memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran digital guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui tahapan observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business mampu membantu meningkatkan visibilitas produk, memperluas area pemasaran hingga luar daerah, serta memperkuat komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen. Selain itu, penggunaan katalog digital dan konten promosi berbasis foto maupun video memberikan pengaruh positif terhadap daya tarik produk dan tingkat kepercayaan konsumen. Meskipun demikian, pelaku UMKM masih mengalami hambatan berupa rendahnya kemampuan literasi digital dan keterbatasan keterampilan dalam mengelola media sosial secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan pendampingan dan pelatihan lanjutan agar pemasaran digital UMKM berbasis budaya lokal dapat berkembang secara optimal dan berkesinambungan.</p> <p><em>The hadrah musical instrument MSME in Tulungagung is one of the local culture-based businesses with significant economic potential in supporting the development of the community’s creative economy. However, the marketing system is still carried out traditionally, causing product promotion to be less effective so that market reach and consumer interaction remain limited. This condition indicates the importance of implementing digital marketing through social media as a medium for business development. This community service activity aimed to improve the capability of “Rofi’i Percussion” MSME actors in utilizing social media as a digital marketing medium in order to expand market reach and increase product competitiveness. The implementation method used a qualitative descriptive approach with a community empowerment model conducted through observation, training, mentoring, and evaluation stages. Data collection techniques included interviews, field observations, and documentation. The results showed that the use of social media platforms such as Instagram, Facebook, and WhatsApp Business helped increase product visibility, expand marketing areas beyond the local region, and strengthen communication between business owners and consumers. In addition, the use of digital catalogs and promotional content in the form of photos and videos had a positive impact on product attractiveness and consumer trust. Nevertheless, MSME actors still experienced obstacles related to low digital literacy and limited skills in managing social media sustainably. Therefore, further mentoring and training activities are required so that digital marketing for local culture-based MSMEs can develop optimally and sustainably.</em></p>RofiqoturrohmahDwi Ariza Zamzama WulandariMia Fazira
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106FENOMENA BURNOUT PADA MAHASISWA DI INDONESIA: PENYEBAB DAN STRATEGI PENANGANANNYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23236
<p>Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan. Fenomena ini semakin meningkat di kalangan mahasiswa Indonesia seiring dengan meningkatnya tuntutan akademik dan kompetisi di dunia pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab burnout pada mahasiswa di Indonesia dan mengeksplorasi strategi penanganan yang efektif. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 15 sumber literatur yang terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang waktu 2019-2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama burnout meliputi beban akademik berlebihan, tekanan ekonomi dan sosial, kurangnya dukungan sosial, dan tuntutan untuk mencapai standar prestasi yang tinggi. Strategi penanganan yang efektif mencakup pengembangan keterampilan manajemen waktu dan stres, penguatan sistem dukungan sosial, peningkatan kesadaran kesehatan mental, serta peran aktif institusi pendidikan dalam menyediakan layanan konseling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan burnout memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan individu, keluarga, institusi pendidikan, dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesehatan mental mahasiswa</p>Azkia Maulana Febrian Zahra Aulia Kartina Fawwaz S Ramadhan PanjaitanGhifa Alya Deanissa Mihardja
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS TEKNIK SELF-MANAGEMENT DALAM MENURUNKAN PERILAKU PEOPLE PLEASER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23465
<p>Perilaku people pleaser ditandai dengan kecenderungan yang berlebihan untuk mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri sehingga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kemampuan menetapkan batasan diri. Penelitian sebelumnya lebih banyak menggunakan teknik asertivitas dan pendekatan kognitif-perilaku, sedangkan intervensi yang menekankan perubahan perilaku secara mandiri dan berkelanjutan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik self-management dalam menurunkan perilaku people pleaser pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Single-Subject Research (SSR) pola A-B-A yang terdiri atas fase baseline, intervensi, dan kemandirian. Partisipan penelitian adalah seorang mahasiswa perempuan berusia 22 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor tertinggi pada skala people pleaser. Intervensi dilakukan selama tujuh hari menggunakan modul self-management berbentuk jurnal harian. Pengumpulan data dilakukan melalui Skala People Pleaser dan modul self-management, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor people pleaser subjek menurun dari 23 menjadi 19 dari total 24 skor, yang berarti mengalami penurunan sebesar 20,83%. Selain itu, subjek menunjukkan peningkatan secara bertahap dalam perilaku asertif, kepuasan diri, dan pengalaman emosi yang lebih positif. Dengan demikian, teknik self-management dinilai efektif dalam menurunkan perilaku people pleaser serta membantu meningkatkan regulasi diri dan asertivitas.</p> <p><em>People pleaser behavior is characterized by an excessive tendency to prioritize others' needs over personal interests, which may negatively affect an individual's mental health and self-boundaries. Previous studies have primarily focused on assertiveness training and cognitive-behavioral approaches, while interventions that emphasize independent and sustainable behavioral change remain limited. This study aimed to examine the effectiveness of self-management techniques in reducing people pleaser behavior among university students. The study employed an experimental approach using a Single-Subject Research (SSR) design with an A-B-A pattern consisting of baseline, intervention, and independence phases. The participant was a 22-year-old female university student selected through purposive sampling based on the highest score on the people pleaser scale. The intervention was conducted for seven days using a self-management module in the form of a daily journal. Data were collected using the People Pleaser Scale and the self-management module and analyzed quantitatively and descriptively. The results showed that the participant's people pleaser score decreased from 23 to 19 out of 24, indicating a reduction of 20.83%. In addition, the participant demonstrated gradual improvements in assertive responses, higher self-satisfaction, and more positive emotional experiences. Therefore, self-management techniques are considered effective in reducing people pleaser behavior and promoting self-regulation and assertiveness. </em></p>Imamah Nasywa ShabrinaResa RismayantiMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106EVALUASI PROGRAM EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEPUASAN SISWA TERHADAP PROGRAM EDUKASI KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDS AL-JANNAH KONAWE SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22728
<p>Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting bagi remaja karena berperan dalam mencegah berbagai masalah kesehatan dan perilaku berisiko. Data menunjukkan bahwa sekitar 35% remaja mulai berpacaran pada usia 15–19 tahun dan Indonesia menempati urutan kedua di ASEAN dalam angka pernikahan usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepuasan siswa di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Jannah Konawe Selatan. Penelitian menggunakan desain <strong>one group pretest-posttest</strong> dengan melibatkan 30 remaja. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta meningkat setelah edukasi, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 66,33 pada pre-test menjadi 85,50 pada post-test. Hasil uji <strong>paired sample t-test</strong> menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi (p=0,000). Selain itu, survei kepuasan menunjukkan bahwa 76,67% peserta merasa sangat puas dan 23,33% merasa puas terhadap kegiatan yang diberikan. Dengan demikian, edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan memperoleh tingkat kepuasan peserta yang tinggi.</p> <p><em>Reproductive health is an important aspect of adolescence because it plays a significant role in preventing health problems and risky behaviors. Data show that approximately 35% of adolescents begin dating at the age of 15–19 years, and Indonesia ranks second in ASEAN for the prevalence of early marriage. This study aimed to evaluate the effectiveness of a reproductive health education program in improving students' knowledge and satisfaction at Al-Jannah Tahfidz Islamic Boarding School, South Konawe. The study employed a one-group pretest-posttest design involving 30 adolescents. The results showed that participants' knowledge improved after the educational intervention, as indicated by an increase in the mean score from 66.33 in the pre-test to 85.50 in the post-test. The paired sample t-test revealed a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000). In addition, the satisfaction survey showed that 76.67% of participants were very satisfied and 23.33% were satisfied with the educational program. Therefore, reproductive health education was effective in improving adolescents' knowledge and achieved a high level of participant satisfaction.</em></p> RahmanAgnes Mersatika HartoyoLa Jumai
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENDEKATAN PSIKODINAMIK DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER SISWA DI SMA NEGERI 1 BALEENDAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23184
<p>Pemilihan karier merupakan salah satu tugas perkembangan penting yang harus dihadapi siswa sekolah menengah atas. Namun, banyak siswa masih mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan karier akibat pengaruh faktor psikologis, keluarga, serta kurangnya pemahaman terhadap potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan psikodinamik dalam layanan bimbingan dan konseling karier siswa di SMA Negeri 1 Baleendah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi lapangan berorientasi fenomenologis. Subjek penelitian terdiri atas guru bimbingan dan konseling serta siswa kelas X, XI, dan XII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan karier siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terutama motivasi intrinsik, cita-cita pribadi, serta pengaruh orang tua yang terbentuk melalui pengalaman dan interaksi keluarga sejak masa kanak-kanak. Implementasi layanan bimbingan karier dilakukan melalui sistem peminatan kelas, konseling individual, dan kegiatan Edu Fair untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman karier siswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan psikodinamik mampu membantu memahami dinamika psikologis yang mendasari pengambilan keputusan karier siswa, sehingga layanan bimbingan karier tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada eksplorasi pengalaman emosional, kebutuhan psikologis, dan konflik internal yang memengaruhi pilihan karier. Dengan demikian, pendekatan psikodinamik dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung kematangan karier siswa di sekolah menengah.</p>Reva Amalia Putri NurfajarNabila RamadhaniAndi Chantika Naura Nur AnnissaAulia Azh ZahraFazriel Fawazia Firdaus
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENGARUH PELATIHAN PEMBUATAN INFUSED WATER SEBAGAI INTERVENSI HIDRASI SEHAT DAN SUBSTITUSI KAFEIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23266
<p>Transisi epidemiologi global memicu lonjakan Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat tingginya konsumsi minuman manis dan kafein di kalangan dewasa muda. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo (UHO) dituntut menguasai keterampilan preventif untuk mengantisipasi masalah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat berbentuk pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan taktis mahasiswa mengenai intervensi hidrasi sehat melalui pembuatan infused water sebagai substitusi kafein. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental (one group pretest-posttest) melibatkan 20 responden dari mahasiswa FKM UHO angkatan 2025 yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilaksanakan pada 8 Juni 2026 melalui edukasi visual, demonstrasi prinsip maserasi biokimia, dan praktik langsung pembuatan infused water berbahan lemon, timun, dan chia seed. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner terstruktur yang diuji melalui analisis deskriptif univariat dan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan rata-rata nilai kognitif secara deskriptif sebesar 1,60 poin, dari 40,90 (pre-test) menjadi 42,50 (post-test). Namun, uji inferensial membuktikan peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,286 > 0,05), sehingga Hipotesis Nol (H_0) diterima. Kesimpulannya, program intervensi ini belum efektif secara signifikan dalam mengubah domain kognitif responden secara konstan. Hal ini dipengaruhi oleh durasi paparan yang singkat, tingginya variabilitas daya tangkap individu, serta gangguan lingkungan fisik. Disarankan bagi program selanjutnya untuk memperpanjang durasi intervensi, memperbanyak sampel, dan menerapkan metode edukasi partisipatif dua arah.</p> <p><em>The global epidemiological transition has triggered a surge in Non-Communicable Diseases (NCDs) due to high consumption of sugary and caffeinated drinks among young adults. Students of the Faculty of Public Health (FKM) at Halu Oleo University (UHO) are required to master preventive skills to anticipate this issue. This community service activity aims to increase students' knowledge, awareness, and tactical skills regarding healthy hydration interventions through the production of infused water as a caffeine substitute. The method used was quantitative with a quasi-experimental design (one group pretest-posttest) involving 20 respondents from FKM UHO students batch 2025 chosen via purposive sampling. The intervention was implemented on June 8, 2026, through visual education, demonstration of biochemical maceration principles, and direct practice of making infused water using lemon, cucumber, and chia seeds. The evaluation instrument used structured questionnaires analyzed via univariate descriptive analysis and Paired Samples T-Test. The results showed a descriptive increase in the mean cognitive score by 1.60 points, from 40.90 (pre-test) to 42.50 (post-test). However, inferential testing proved that this increase was not statistically significant (p = 0.286 > 0.05), meaning the Null Hypothesis (H_0) was accepted. In conclusion, the intervention program has not been significantly effective in constantly changing the respondents' cognitive domain. This outcome was influenced by the short exposure duration, high variability in individual absorption capacity, and physical environmental disturbances. It is recommended for future programs to extend the intervention duration, expand the sample size, and implement two-way participatory educational methods.</em></p> <p> </p>RahmanAgnes Mersatika HartoyoRivelin Ramadhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106RANCANG BANGUN SISTEM PENGGAJIAN GURU BERBASIS WEB DI SMK ISLAM IQRO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22657
<p>SMK Islam Iqro Pasar Kemis masih menggunakan sistem manual dalam proses absensi dan penggajian guru, sehingga menyebabkan proses administrasi menjadi kurang efektif, memerlukan waktu yang lama, serta berisiko terjadi kesalahan perhitungan dan kehilangan data. Proses absensi dilakukan menggunakan tanda tangan pada lembar kehadiran, sedangkan perhitungan gaji dilakukan secara manual berdasarkan rekap absensi bulanan. Permasalahan tersebut mendorong perlunya pengembangan sisteml yang mampul mengotomatisasi prosesl absensi danl penggajian secaral terintegrasi. Penelitianl ini bertujuanl untuk merancangl dan membangunl Sistem Penggajianl Guru Berbasisl Web di SMK Islaml Iqro yang dilengkapi dengan fitur absensi barcode. Sistem dikembangkan menggunakanl metode Waterfalll yang meliputil tahap analisisl kebutuhan, perancanganl sistem, limplementasi, danl pengujian. Teknologil yang digunakanl dalam pembangunan sisteml yaitu PHPl sebagai bahasal pemrograman, MySQLl sebagai basisl data, sertal HTML, CSS, dan JavaScript sebagai antarmuka pengguna. Sistem memilikil dua aktorl utama yaitul admin danl guru. Guru dapatl melakukan absensi menggunakan scan barcode pada kartu identitas, sedangkan admin dapat mengelola data guru, data absensi, proses penggajian, dan laporan. Sistem secara otomatis melakukan rekapitulasi kehadiran dan perhitungan gaji berdasarkan data absensi yang tersimpan pada database. Pengujianl sistem dilakukanl menggunakan metodel Black Boxl Testing dan menunjukkan bahwa seluruhl fitur utama sistem berjalanl sesuai denganl kebutuhan lpengguna. Hasill penelitian menunjukkanl bahwa sisteml yang dibangunl mampu meningkatkanl efisiensi prosesl administrasi, meminimalisirl kesalahan perhitungan gaji, sertal mempermudah pengelolaan data absensi dan penggajian guru secara real-time.</p> <p><em>SMK Islam Iqro Pasar Kemis stilll uses al manual systeml in the teacher attendance andl payroll process, causing the administrative process to be less effective, requiring a long time, and at risk of miscalculation and data loss. The attendance process is carried out using a signature on the attendance sheet, while salary calculations are carried out manually based on the monthly attendance recap. These problems encourage thel need tol develop al system thatl is able tol automate the attendance and payroll processes in an integrated manner. Thisl study aimsl to designl and buildl a lWeb-Basedl Teacher Payrolll System at SMK Islam Iqro equippedl with al barcode attendance lfeature. The systeml was developedl using thel Waterfall methodl which includesl the stagesl of needsl analysis, systeml design, limplementation, and ltesting. Thel technologies usedl in developing the systeml are PHPl as al programming llanguage, MySQLl as al database, andl HTML, CSS, and JavaScript as user interfaces. The system has two main actors, namely admin and teacher. Teachers can take attendance using a barcode scan on an identity card, while the admin can manage teacher data, attendance data, payroll processes, and reports. The system automatically recaps attendance and calculates salaries based on attendance data stored in thel database. Systeml testing wasl conducted usingl the Blackl Box Testingl method and demonstrated thatl all key system featuresl functioned accordingl to userl requirements. Thel results indicatel that thel system improved administrative process efficiency, minimized salary calculation errors, and facilitated real-time management of teacher attendance and payroll data.</em></p>Dipa Dyah Puspita ArumViolla Cantika Dhea MuthiJupron
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN KESIAPAN PERAN MENJADI ORANG TUA DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN IBU INPARTU PREOPERATIF SECTIO CAESAREA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22790
<p>Latar belakang: Kesiapan peran menjadi orang tua yang belum optimal dapat mempengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan, khususnya pada tindakan sectio caesarea, sehingga berpotensi meningkatkan kecemasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesiapan peran menjadi orang tua dengan kecemasan ibu inpartu preoperatif sectio caesarea di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu preoperatif sectio caesarea sejumlah 93 responden di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Sampel penelitian sebanyak 75 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu ibu inpartu preoperatif sectio caesarea elektif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Readiness of Parenthood Questionnaire (ROPQ) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan hasil uji validitas semua instrumen valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan tingkat signifikansi (α ≤ 0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan peran menjadi orang tua dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu inpartu preoperatif sectio caesarea di RS Wijaya Kusuma Lumajang. (p = 0,035; r = - 0,244) artinya semakin siap peran menjadi orang tua, maka kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan akan semakin menurun, yang berarti bahwa 24,4% kesiapan peran menjadi orang tua dapat mempengaruhi kecemasan dan sisanya disebabkan oleh faktor lain. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kesiapan peran menjadi orang tua dapat membantu menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan sectio caesarea, sehingga diperlukan edukasi dan dukungan yang optimal selama kehamilan.</p> <p><em>Introduction: Inadequate readiness for the parenting role can affect a mother’s psychological condition in facing childbirth, especially in sectio caesarea procedures, thereby potentially increasing anxiety levels. This study aimed to analyze the relationship between readiness for the parenting role and anxiety among preoperative inpartu mothers undergoing sectio caesarea at RS Wijaya Kusuma Lumajang. Methods: This study employed a correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 93 women in labor undergoing preoperative cesarean section at RS Wijaya Kusuma Lumajang. The sample included 75 respondents selected using a purposive sampling technique with the inclusion criteria of mothers undergoing elective preoperative sectio caesarea. Data were collected using the Readiness of Parenthood Questionnaire (ROPQ) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The validity and reliability tests indicated that all instruments were valid and reliable. Data analysis was conducted using the Spearman rho correlation test with a significance level of (α ≤ 0.05). Results: The findings showed a significant relationship between readiness for the parenting role and anxiety in facing childbirth among preoperative inpartu mothers undergoing sectio caesarea at RS Wijaya Kusuma Lumajang (p = 0.035; r = -0.244). This means that the better the readiness for the parenting role, the lower the mother’s anxiety in facing childbirth. The results also indicated that 24.4% of maternal anxiety could be influenced by readiness for the parenting role, while the remaining percentage was affected by other factors. Conclusion: This study demonstrates that improving readiness for the parenting role can help reduce maternal anxiety in facing sectio caesarea childbirth. Therefore, optimal education and support during pregnancy are needed.</em></p>Davina Anindya Cindy AriyantoDiyan IndriyaniSri Wahyuni Adriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106 HUKUM ADAT MELAYU JAMBI SEBELUM MASUKNYA ISLAM SEKOTA JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23225
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem hukum adat Melayu Jambi sebelum masuknya Islam serta memahami karakteristik dan struktur normatif yang berlaku dalam masyarakat pada masa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan historis dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi buku, jurnal ilmiah, serta literatur sejarah yang relevan dengan perkembangan masyarakat Melayu di wilayah Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum masuknya Islam, masyarakat Melayu Jambi telah memiliki sistem hukum adat yang hidup dan berkembang secara turun-temurun sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan sosial, pemerintahan, perkawinan, kewarisan, penyelesaian sengketa, dan penguasaan tanah. Hukum adat tersebut bersifat komunal, tidak tertulis, serta ditegakkan oleh pemangku adat melalui mekanisme musyawarah yang mengedepankan keseimbangan dan keharmonisan sosial. Selain itu, hukum adat Melayu Jambi sebelum Islam dipengaruhi oleh sistem kepercayaan animisme, dinamisme, dan unsur Hindu-Buddha, namun tetap berakar pada kearifan lokal masyarakat setempat. Masuknya Islam pada periode selanjutnya tidak menghapus sistem hukum adat yang telah ada, melainkan terjadi proses penyesuaian dan akulturasi nilai. Dengan demikian, hukum adat Melayu Jambi sebelum masuknya Islam merupakan fondasi awal pembentukan sistem hukum adat Melayu yang berkembang hingga masa berikutnya.</p> <p><em>This study aims to analyze the system of Malay customary law in Jambi before the arrival of Islam and to understand its normative structure within the society of that period. This research employs a normative legal research method with historical and conceptual approaches. The data used are secondary data obtained through library research, including books, scientific journals, and historical literature relevant to the development of Malay society in Jambi. The findings indicate that prior to the arrival of Islam, the Malay community in Jambi had established a living customary law system that functioned as the primary guideline in regulating social life, governance, marriage, inheritance, dispute resolution, and land tenure. This customary law was communal in nature, unwritten, and enforced by traditional leaders through deliberative mechanisms emphasizing social harmony and balance. Furthermore, the customary law system before Islam was influenced by animistic, dynamistic, and Hindu-Buddhist beliefs while remaining rooted in local wisdom. The subsequent arrival of Islam did not eliminate the existing customary law but instead led to processes of adaptation and acculturation. Therefore, Malay customary law in Jambi before the arrival of Islam served as the foundational basis for the later development of Malay customary legal systems. </em></p>Titin CarisyaAjeng Putri Gyanti. WFatonahDenny DefriantiNur NaharSaharahPuja Pahera
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106PENGGUNAAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT DALAM MENGURANGI PERILAKU BERMAIN GAME ONLINE PROBLEMATIK PADA MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/23338
<p>Perilaku bermain game online yang problematik pada mahasiswa merupakan permasalahan yang semakin relevan seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dan aksesibilitas game digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik self-management dalam mengurangi perilaku bermain game online yang problematik pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A, yang meliputi tiga fase, yaitu baseline (A1), intervensi (B), dan baseline-withdrawal (A2). Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa aktif berusia 18-23 tahun yang bermain game online lebih dari 6 jam per hari, dipilih melalui purposive sampling. Teknik self-management yang diterapkan mencakup self-contracting, self-control, dan self-monitoring selama 12 hari intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline (A1) perilaku subjek memenuhi keempat aspek perilaku problematik menurut teori Griffiths, yaitu salience, mood modification, conflict, dan relapse. Selama fase intervensi, terjadi penurunan durasi bermain game secara bertahap dari semula mencapai 6 jam menjadi 1 jam pada hari-hari terakhir intervensi. Pada fase baseline-withdrawal (A2), subjek mampu membatasi waktu bermain rata-rata 2-3 jam per hari dan tidak melewati pukul 22.00. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik self-management efektif dalam mengurangi perilaku problematik bermain game online secara bertahap, meskipun konsistensi perubahan masih perlu diperkuat melalui pendampingan yang lebih berkelanjutan.</p> <p><em>Problematic online gaming behavior among college students is an increasingly relevant issue amid the growing use of the internet and the accessibility of digital games. This study aims to examine the application of self-management techniques in reducing problematic online gaming behavior among college students. The method used is Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design, consisting of three phases: baseline (A1), intervention (B), and baseline-withdrawal (A2). The research subject was an active college student aged 18-23 years who played online games for more than 6 hours per day, selected through purposive sampling. The self-management techniques applied included self-contracting, self-control, and self-monitoring over a 12-day intervention period. The results showed that during the baseline phase (A1), the subject’s behavior met all four aspects of problematic behavior according to Griffiths’ theory, namely salience, mood modification, conflict, and relapse. During the intervention phase, gaming duration gradually decreased from a peak of 6 hours to 1 hour in the final days of intervention. In the baseline-withdrawal phase (A2), the subject was able to limit gaming to an average of 2-3 hours per day and consistently stopped before 10 PM. These findings indicate that self-management techniques are effective in gradually reducing problematic online gaming behavior, although consistency of change still needs to be reinforced through longer-term support</em></p>Siti Muti'atul HasanahFitria Ulfa SariMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-06-292026-06-29106