Jurnal Studi Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm
id-IDJurnal Studi MultidisiplinerPENGARUH PENGETAHUAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS LEPASAN KECAMATAN BAKUMPAI KABUPATEN BARITO KUALA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19892
<p>Latar Belakang: Desa Lepasan merupakan desa dengan kejadian stunting tertinggi di wilayah Kecamatan Bakumpai dengan angka kejadian sebanyak 38 kasus (19%). Stunting memiliki banyak penyebab, baik secara langsung maupun tidak langsung.Tujuan: Menganalisis pengaruh pengetahuan dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki balita. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden dengan balita yang mengalami stunting, yaitu sebanyak 36 orang (65,5%), pengetahuan yang cukup tentang stunting sebanyak 30 orang (54,5%) dan pola asuh balita yang cukup sebanyak 49 orang (89,1%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p value 0,006 (pengetahuan) dan 0,015 (pola asuh) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.Kesimpulan: Pengetahuan (p value 0,006) dan pola asuh (p value 0,015) memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.</p> <p><em>Background: Lepasan village has the highest incidence of stunting in Bakumpai sub-district with 38 cases (19%). Stunting has many causes, both direct and indirect.Objectives: Analyse the effect of knowledge and parenting on the incidence of Stunting in Toddlers in the Lepasan Health Centre Area, Bakumpai District Barito Kuala Regency.Methods: This study is an Analytical Observational study with a cross sectional design. The study population was all parents who had toddlers. The sample in this study was 55 people who were taken using accidental sampling technique. Data were analysed using univariate and bivariate analysis (chi square).Results: The results showed that the majority of respondents in this study were respondents with toddlers who were stunted, namely 36 people (65.5%), 30 people (54.5%) had sufficient knowledge about stunting and 49 people (89.1%) had adequate parenting patterns. The results of statistical tests using the chi square test showed a p value of 0.006 (knowledge) and 0.015 (parenting patterns) so it can be concluded that there is an influence of knowledge and parenting patterns on the incidence of stunting in toddlers in the Puskesmas Lepasan area, Bakumpai District, Barito Kuala Regency.Conclusion: Knowledge (p value 0.006) and parenting (p value 0.015) are relationship with the incidence of Stunting in Toddlers in the Lepasan Health Centre Area, Bakumpai District Barito Kuala Regency.</em></p>Endah Sri MauliddiniSt. HateriahNurul HidayahAnita Herawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102ANALISIS POTENSI TRADISI MANGOKKAL HOLI MASYARAKAT BATAK TOBA SEBAGAI KEMASAN WISATA BUDAYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/20338
<p>Tradisi Mangokal Holi membuka kembali makam leluhur untuk dipindahkan kedalam tugu agar disatukan. Tradisi ini memakan biaya yang besar bagi yang menyelenggarakan. Adapun prosesi acara yang memerlukan waktu hingga satu minggu lamanya jika ditinjau dari segala persiapan bahkan bisa berbulan-bulan. Banyak nilai-nilai kearifan dalam tradisi Mangokal Holi. Rumusan masalah ini bagaimana terbentukya dan prosesi Tradisi Mangokal Holi Suku Batak Toba. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Mangokal Holi Suku Batak Toba. Bagaimana nilai-nilai dari Tradisi Mangokal Holi Suku Batak Toba sebagai sumber belajar sejarah. Pada masa kini tradisi Mangokal Holi masih diwariskan turun temurun sesuai dengan nilai kepercayaan agama Kristen Protestan, penulis melakukan penelitian pada suku Batak Toba . Penelitian ini masuk ke dalam kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode yang pada umumnya digunakan untuk meneliti penelitian sejarah yang meliputi langkahlangkah kegiatan observasi yaitu pengamatan secara langsung kegiatan belajar juga mengunjungi tugu hasil dari Tradisi Mangokal Holi. Penulis juga melakukan wawancara kepada ketua adat, guru mata pelajaran sejarah, peserta didik. Penulis mendokumentasikan tempat penelitian juga data-data yang berkaitan sebagai informasi tambahan.</p> <p><em>The Mangokal Holi tradition reopens ancestral graves to be moved into a monument to be united. This tradition costs a lot of money for the organizers. The procession of the event can take up to a week if viewed from all the preparations, it can even take months. There are many values of wisdom in the Mangokal Holi tradition. The formulation of the problem of this is how the Mangokal Holi Tradition of the Toba Batak Tribe was formed and the procession. What are the values contained in the Mangokal Holi Tradition of the Toba Batak Tribe. How are the values of the Mangokal Holi Tradition of the Toba Batak Tribe as a source of historical learning. At present the Mangokal Holi tradition is still passed down from generation to generation in accordance with the values of Protestant Christian beliefs, the author conducted research on the Toba Batak tribe. This research is qualitative with a descriptive approach. The method used in compiling this thesis is a method that is generally used to research historical research which includes steps of observation activities, namely direct observation of learning activities and visiting monuments resulting from the Mangokal Holi Tradition. The author also conducted interviews with traditional leaders, history teachers, and students. The author documented the research location and related data for additional information.</em></p>Elisabet SitompulHiyos Fiter SababalatSavana Pane SitorusFrando Sihombing
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD) SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19735
<p>Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sering kali dihadapkan pada tantangan berupa kejenuhan siswa dan proses pembelajaran yang berpusat pada hafalan konsep semata, sehingga kurang mampu menumbuhkan karakter dan kompetensi kewarganegaraan yang autentik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan Understanding by Design (UbD) sebagai strategi inovatif dalam pengembangan kualitas pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur (Library Research) dengan menganalisis berbagai sumber relevan mengenai kurikulum, pedagogi, dan pembelajaran PPKn. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan UbD, dengan desain “backward design” (mulai dari hasil yang diinginkan), mampu mengubah fokus pembelajaran dari sekadar menyelesaikan materi menjadi memastikan pemahaman mendalam (understanding) siswa. Melalui tiga tahap UbD-menetapkan hasil belajar yang diinginkan, menentukan bukti pemahaman, dan merancang kegiatan pembelajaran-guru PPKn dapat merencanakan penilaian autentik yang mengukur kemampuan berpikir kritis dan perilaku demokratis. Kesimpulannya, UbD merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan relevansi, kualitas, dan dampak pembelajaran PPKn dalam membentuk karakter warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab.</p> <p><em>Civics Education (Pancasila and Citizenship Education/PPKn) learning often faces challenges in the form of student boredom and learning processes that focus merely on memorizing concepts. As a result, it has not been able to effectively foster authentic civic character and citizenship competencies. This article aims to examine the implementation of the Understanding by Design (UbD) approach as an innovative strategy for improving the quality of Civics Education learning. The method used in this study is a literature review, analyzing various relevant sources related to curriculum, pedagogy, and Civics Education learning. The results of the review indicate that the UbD approach, through its “backward design” framework that begins with identifying desired learning outcomes, is able to shift the focus of learning from simply completing instructional content to ensuring students’ deep understanding. Through the three stages of UbD-identifying desired results, determining acceptable evidence of understanding, and designing learning experiences-Civics Education teachers can plan authentic assessments that measure students’ critical thinking skills and democratic behavior. In conclusion, Understanding by Design is an effective strategy for enhancing the relevance, quality, and impact of Civics Education learning in shaping intelligent and responsible citizens.</em></p>Syamsiah Hariyana HasibuanTri LestariRabiatul Adawiyah Hasibuan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102DAMPAK PELATIHAN, PENGEMBANGAN KARIER, DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMPETENSI KARYAWAN PADA PT. CHENG ZHAN WANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19911
<p>Kompetensi karyawan merupakan faktor penting dalam menunjang efektivitas dan daya saing perusahaan manufaktur. Rendahnya kompetensi karyawan dapat berdampak pada kualitas kerja dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, pengembangan karier, dan motivasi intrinsik terhadap kompetensi karyawan pada PT Cheng Zhan Wang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur kepada karyawan PT Cheng Zhan Wang dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian diukur menggunakan skala Likert dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, pengembangan karier, dan motivasi intrinsik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi karyawan. Secara parsial, pelatihan, pengembangan karier, dan motivasi intrinsik masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi karyawan.</p> <p><em>Expert testimony is one of the legally recognized types of evidence in the Indonesian criminal justice system, as stipulated in Article 186 of the Criminal Procedure Code (KUHAP). In the context of corruption crimes, expert testimony plays a vital role as scientific evidence to fill technical gaps that law enforcement officers may not be able to explain. However, in practice, experts who provide testimony in court often face intimidation, discrimination, and even criminalization. This phenomenon raises concerns about threats to academic independence and public participation, particularly in cases with significant political or economic interests, such as corruption cases in the tin mining sector. One such threat is the Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), which refers to legal actions intended to silence or intimidate public participation, including the involvement of experts in judicial processes. To address this issue, Indonesia has recognized Anti-SLAPP provisions, particularly in the Environmental Protection and Management Law (PPLH), although their implementation remains suboptimal. This study aims to analyze the legal protections available for experts in corruption crime trials and examine the impacts of criminalization on their role and position in the evidentiary process. Using a normative and case study approach, this research finds that despite the existence of legal instruments supporting protection, in practice, expert protection remains weak. Therefore, it is crucial to strengthen legal mechanisms and provide effective safeguards to prevent attempts to silence experts and to uphold the integrity of the criminal justice process, especially in corruption cases.</em></p>Aulia RahmahAgni NurqalammurtiNasya AmeliaDedi Muhammad Siddiq
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102ETNOMATEMATIKA KULCAPI DAN PENENTUAN NADA DASAR DALAM MUSIK TRADISIONAL KARO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19876
<p>Etnomatematika mengkaji keterkaitan antara konsep matematika dan praktik budaya dalam kehidupan masyarakat. Salah satu warisan budaya masyarakat Karo yang mengandung nilai matematis adalah alat musik tradisional kulcapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola matematika dalam penentuan jarak antar fret pada kulcapi Karo serta menemukan konstanta matematis yang digunakan pengrajin secara turun-temurun tanpa perhitungan formal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang pengrajin kulcapi dan objek penelitian berupa empat kulcapi dengan variasi panjang yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan etnomatematika dengan menelaah rasio dan pola numerik pada letak fret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fret keempat yang berfungsi sebagai nada dasar selalu terletak pada sekitar seperempat panjang total kulcapi, meskipun panjang instrumen bervariasi antara 78–82 cm. Temuan ini menunjukkan adanya rasio matematis konstan sebesar 1 : 4 yang secara implisit diterapkan oleh pengrajin. Jarak antar fret tidak bersifat linear, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuatan kulcapi Karo mengandung struktur matematis yang jelas dan dapat diformulasikan</p> <p><em>Ethnomathematics examines the relationship between mathematical concepts and cultural practices in society. One of the cultural heritages of the Karo community that contains mathematical values is the traditional musical instrument called kulcapi. This study aims to identify mathematical patterns in determining the distances between frets on the Karo kulcapi and to reveal the mathematical constants implicitly applied by craftsmen through generational practice without formal calculations. This research employed a descriptive qualitative approach involving one kulcapi craftsman and four kulcapi instruments with varying lengths as the research objects. Data were collected through direct observation, measurement, interviews, and documentation. The data were analyzed using an ethnomathematical approach by examining ratios and numerical patterns in fret placement. The results indicate that the fourth fret, which functions as the fundamental tone, is consistently located at approximately one-quarter of the total length of the kulcapi, despite variations in instrument length ranging from 78 to 82 cm. This finding demonstrates the existence of a constant mathematical ratio of 1:4 implicitly applied by the craftsmen. The distances between frets are not linear, this study concludes that the construction of the Karo kulcapi embodies a clear and formulable mathematical structure</em></p>Gresia Haganta Br GurusingaDesy Anggelia Veronika SihotangMei Yanti PurbaAnanda Margaret Br PasaribuFriska Ledina Situngkir
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENGGUNA PAYLATER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/20331
<p>Perkembangan teknologi keuangan digital, khususnya layanan buy now pay later (paylater), memberikan kemudahan transaksi bagi mahasiswa, namun juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pengguna paylater di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bumigora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang berarti semakin baik literasi keuangan maka perilaku konsumtif cenderung menurun. Sementara itu, gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, di mana gaya hidup yang tinggi mendorong peningkatan perilaku konsumtif mahasiswa. Secara simultan, literasi keuangan dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pengguna paylater. Penelitian ini mendukung Financial Management Behavior Theory (FMBT) yang menekankan pentingnya pengelolaan perilaku keuangan dalam membentuk keputusan finansial individu.</p> <p><em>The development of digital financial technology, particularly buy now pay later (paylater) services, has provided transaction convenience for students but also has the potential to encourage consumptive behavior. This study aims to analyze the effect of financial literacy and lifestyle on the consumptive behavior of students who use paylater services at the Faculty of Economics and Business, Universitas Bumigora. This research employs a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents selected using purposive sampling techniques. The data analysis methods include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis using SPSS software. The results indicate that financial literacy has a negative and significant effect on students’ consumptive behavior, meaning that higher financial literacy tends to reduce consumptive behavior. Meanwhile, lifestyle has a positive and significant effect on consumptive behavior, indicating that a higher lifestyle level increases students’ consumptive tendencies. Simultaneously, financial literacy and lifestyle significantly influence the consumptive behavior of students who use paylater services. This study supports the Financial Management Behavior Theory (FMBT), which emphasizes the importance of financial behavior management in shaping individual financial decision-making.</em></p>Emi Dafia Anjani Putri UtamiBaiq Dinda Puspita AyuLayali Ihyani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN SPIRITUAL KIAI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI PONDOK PESANTREN RAUDHATUL ULUM SAKATIGA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19900
<p>Artikel ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran kepemimpinan spiritual kiai dalam meningkatkan kinerja guru di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga melalui integrasi teori transforming leadership James MacGregor Burns dan perspektif tafsir Al-Qur’an. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya kajian yang secara spesifik menempatkan dimensi spiritual kepemimpinan kiai sebagai variabel utama dalam peningkatan kinerja guru pesantren. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menekankan aspek manajerial, kelembagaan, dan adaptasi pesantren terhadap modernitas, sementara relasi kepemimpinan spiritual kiai dengan motivasi, etos kerja, dan tanggung jawab profesional guru belum dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis teoretik-interdisipliner yang memadukan teori kepemimpinan modern, studi agama, dan tafsir Al-Qur’an. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kiai berfungsi sebagai kekuatan transformasional yang menginternalisasi nilai amanah, keteladanan, dan kesadaran transendental dalam diri guru, sehingga kinerja tidak hanya meningkat secara profesional tetapi juga secara moral dan spiritual. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan spiritual kiai sebagai bentuk transforming leadership Islami yang relevan bagi peningkatan mutu pendidikan pesantren.</p>Evin WinataJannatul HusnaMuhammad Chirzin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENGARUH MEDIA DIGITAL TERHADAP INTEGRITAS PERNIKAHAN KATOLIK DALAM PERSPEKTIF ENSIKLIK AMORIS LAETITIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19845
<p>Di era digital, tampaknya manusia menggunakan media, tetapi sesungguhnya manusialah yang menjadi media itu sendiri. Dalam komunikasi digital, manusia tidak lebih dari sekadar penyalur pesan dari Internet of Things (IoT). Makhluk yang dikendalikan media, berfungsi sebagai media, dan beradaptasi dengan iklim teknologi digital ini dapat disebut sebagai manusia digital. Kini, ketika seseorang membuka telepon pintar di pagi hari dan melihat dirinya muncul di Facebook, Instagram, atau Twitter, ia menemukan personal brand-nya di sana. Hal itu meyakinkan dirinya bahwa ia sungguh ada, bukan ilusi. Buktinya, foto, teks, atau videonya tersedia di ruang digital. Dengan sekali klik, seseorang merasa tetap terkini. Berpikir dianggap tidak terlalu penting lagi; yang utama adalah melakukan klik agar eksistensinya diakui dalam media digital. Manusia digital tidak lagi I think, melainkan I browse. Ia berpikir melalui internet. Identitas “siapa aku” semakin identik dengan “aku-online,” sementara “aku-offline” semakin terpinggirkan. Di satu sisi, media digital sebagai sarana informasi dan komunikasi yang berdampak positif bagi manusia, khususnya bagi pasangan suami istri untuk saling berinteraksi dan menjaga relasi keutuhan sakramen perkawinan. Namun, disisi lain, sebaliknya media digital memiliki dampak negatif. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian tinjauan pustaka. Penulis menggunakan ensiklik Amoris Laetitia sebagai pisau bedah untuk menguliti problem tersebut. Tujuan tulisan ini ialah sebagai tawaran dalam hal penggunaan media sosial secara positif demi mempertahankan cinta kasih dan kesetiaan dalam pernikahan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah media digital menjadi salah satu tantangan dan akar persoalan dalam relasi keluarga pasca pernikahan. Dalam ajaran Gereja Katolik, pernikahan adalah sakramen yakni tanda keselamatan dan persatuan kekal berkat penyelenggaraan Ilahi. Sakramen pernikahan memiliki beberapa karakteristik seperti sakramental, monogami, dan tak terceraikan.</p> <p><em>In the digital age, it seems that humans use media, but in reality, humans themselves have become the media. In digital communication, humans are nothing more than conduits for messages from the Internet of Things (IoT). Creatures controlled by media, functioning as media, and adapting to this digital technological climate can be called digital humans. Now, when someone opens their smartphone in the morning and sees themselves on Facebook, Instagram, or Twitter, they find their personal brand there. This convinces them that they really exist, that they are not an illusion. The proof is that their photos, texts, or videos are available in digital space. With one click, a person feels up to date. Thinking is no longer considered very important; the main thing is to click so that one's existence is recognized in digital media. Digital humans no longer think, but rather browse. They think through the internet. The identity of “who I am” is increasingly synonymous with “online me,” while “offline me” is increasingly marginalized. On one hand, digital media as a means of information and communication has a positive impact on humans, especially for married couples to interact with each other and maintain the integrity of the sacrament of marriage. However, on the other hand, digital media also has a negative impact. his article uses a qualitative research approach with a literature review research method. The author uses the encyclical Amoris Laetitia as a scalpel to dissect the problem. The purpose of this paper is to offer suggestions on the positive use of social media to maintain love and fidelity in marriage. The findings of this study indicate that digital media is one of the challenges and root causes of problems in family relationships after marriage. In Catholic teaching, marriage is a sacrament, a sign of salvation and eternal union through divine providence. The sacrament of marriage has several characteristics, such as being sacramental, monogamous, and indissoluble.</em></p>Silfanus Jemadin Wilhelmus Benggu Henokh Albert Ware MereMaria Claristas LogeKristianus Adrianto Virando
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW : ABRASIF YANG DIGUNAKAN DALAM SEDIAAN PASTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19975
<p>Minat terhadap formulasi pasta gigi berbahan alami semakin meningkat karena masyarakat mulai mencari produk yang tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga aman digunakan dalam jangka panjang dan bersumber dari bahan lokal yang lebih berkelanjutan. Kajian ini mengumpulkan dan menelaah empat puluh satu penelitian yang membahas penggunaan berbagai jenis abrasif mineral, pengental berbasis gel, serta ekstrak tumbuhan dalam pembuatan pasta gigi. Dari analisis yang dilakukan, terlihat bahwa mineral seperti kalsium karbonat dan magnesium karbonat menjadi pilihan umum karena mampu menghasilkan daya gosok lembut sekaligus membentuk struktur pasta yang stabil. Bahan pembentuk gel, seperti natrium karboksimetil selulosa, karbomer, xanthan gum, dan metil selulosa, berperan penting dalam menjaga kekentalan serta mencegah terjadinya pemisahan fase selama penyimpanan. Ekstrak tanaman yang digunakan dalam berbagai formulasi termasuk sirih, beluntas, pala, okra, jengkol, dan bunga telang fermentasi menampilkan kemampuan antimikroba yang kuat, terutama ketika konsentrasinya ditingkatkan, dengan respons yang paling konsisten terlihat terhadap Streptococcus mutans. Sebagian besar formula yang ditinjau menunjukkan mutu fisik yang baik, ditandai dengan pH stabil, tekstur homogen, daya sebar terkontrol, viskositas yang sesuai, serta pembentukan busa yang tidak berlebihan. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan-bahan alam dapat menjadi komponen kunci dalam pembuatan pasta gigi modern dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk kesehatan gigi yang inovatif dan bernilai komersial.</p> <p><em>The growing demand for natural and locally sourced oral care products has driven considerable interest in toothpaste formulations that utilize plant extracts and mineral-based ingredients. This review compiles insights from forty-one studies that investigate the use of various mineral abrasives, gel-forming binders, and herbal bioactive components in natural toothpaste development. The analysis reveals that minerals such as calcium carbonate and magnesium carbonate are frequently selected because they provide gentle cleaning action while maintaining the structural stability of the paste. Gel-forming agents including sodium carboxymethyl cellulose, carbomer, xanthan gum, and methylcellulose play a crucial role in ensuring consistent viscosity and preventing phase separation throughout storage. A wide range of botanical extracts, such as betel leaves, Indian camphorweed, nutmeg, okra, jengkol, and fermented butterfly pea flower, demonstrate strong antimicrobial properties that become more pronounced at higher concentrations, especially against Streptococcus mutans. Most formulations reviewed exhibit reliable physical performance, reflected in stable pH, uniform texture, controlled spreadability, appropriate viscosity, and steady foam formation. These findings highlight the potential of natural ingredients to serve as functional components in modern toothpaste formulations and support their development as innovative, commercially viable oral care products.</em></p>Zaskia RahmawatiDia Elsa PutriMuhammad Zahran SaputraElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW : ALIRAN NEWTON
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19897
<p>Praktikum ini dilakukan untuk mempelajari karakteristik aliran Newtonian melalui pengukuran viskositas dan reologi pada beberapa larutan seperti gliserol, sukrosa, NaCl, serta perbandingan air murni dan air mineral dengan menggunakan metode viskometer Ostwald, rheometer rotasional, dan pengukuran viskositas kapiler. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa larutan gliserol memiliki viskositas konstan pada berbagai laju geser sehingga menunjukkan sifat Newtonian, larutan sukrosa mengalami peningkatan viskositas seiring bertambahnya konsentrasi namun tetap mempertahankan perilaku Newtonian, larutan NaCl juga menunjukkan karakter Newtonian terutama pada konsentrasi rendah hingga sedang, dan perbandingan air murni dengan air mineral memperlihatkan bahwa keduanya bersifat Newtonian dengan perbedaan viskositas kecil akibat kandungan mineral terlarut. Praktikum ini membuktikan bahwa cairan Newtonian memiliki hubungan linier antara tegangan geser dan laju geser sehingga viskositasnya tidak berubah meskipun gaya geser meningkat.</p> <p><em>This practicum was conducted to study the characteristics of Newtonian flow through viscosity and rheology measurements in several solutions such as glycerol, sucrose, NaCl, as well as the comparison of pure water and mineral water using the Ostwald viscometer method, rotational rheometer, and capillary viscosity measurements. The results of the observations showed that the glycerol solution had a constant viscosity at various shear rates so that it showed Newtonian properties, the sucrose solution experienced an increase in viscosity with increasing concentration but still maintained Newtonian behavior, the NaCl solution also showed Newtonian character especially at low to medium concentrations, and the comparison of pure water with mineral water showed that both were Newtonian with small differences in viscosity due to the dissolved mineral content. This practicum proved that Newtonian fluids have a linear relationship between shear stress and shear rate so that their viscosity does not change even though the shear force increases.</em></p>Khusnul Khotimah RijieNadya marsyabilillahNaurah Nadhif salsabilaElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19767
<p>Latar belakang : Burnout merupakan suatu kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami perawat akibat stres kerja yang berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan perawat dapat menurunkan motivasi, konsentrasi, dan empati dalam bekerja. Burnout yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada penurunan kinerja perawat, yang ditandai dengan berkurangnya kualitas asuhan keperawatan, keterlambatan pelayanan, dan meningkatnya kesalahan dalam praktik keperawatan. Kinerja perawat merupakan cerminan dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien, sehingga tingkat burnout yang dialami perawat sangat berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode:Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebanyak 69 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner analisis data menggunakan spearman rank. Hasil:Hasil penelitian dengan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan nilai signifikansi p-value= 0,025 (p < 0,05). Hubungan dengan nilai koefisien korelasi τ = 0,0269 (korelasi lemah). Kesimpulan:Terdapat hubungan antara burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Semakin tinggi tingkat burnout, maka semakin rendah kinerja perawat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit dalam upaya menurunkan tingkat burnout dan meningkatkan kinerja perawat, serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya terkait hubungan burnout dengan kinerja perawat.</p> <p><em>Background:Burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion experienced by nurses due to prolonged work stress. This condition can cause nurses to lose motivation, concentration, and empathy at work. Unmanaged burnout can impact nurse performance, which is characterized by reduced quality of nursing care, delays in service, and increased errors in nursing practice. Nurse performance is a reflection of the quality of service provided to patients, so the level of burnout experienced by nurses significantly affects the quality of hospital services. Objective: This study aims to determine the relationship between burnout and nurse performance in the inpatient ward of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. Method: The research method used was descriptive correlation with a cross-sectional approach. The subjects of the study were 69 nurses working in the inpatient ward of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta, with a sampling technique using purposive sampling. The research instrument used a questionnaire and data analysis using Spearman rank. Results: The results of the study using the Spearman Rank test showed a significant relationship between burnout and nurse performance in the inpatient ward of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta with a significance value of p-value = 0.025 (p < 0.05). The relationship with a correlation coefficient value of τ = 0.0269 (weak correlation). Conclusion: There is a relationship between burnout and nurse performance in the inpatient ward of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. The higher the level of burnout, the lower the nurse performance. The results of this study can be used as evaluation material for hospital management in an effort to reduce the level of burnout and improve nurse performance, as well as as a reference for further researchers regarding the relationship between burnout and nurse performance.</em></p>Azzahra Mauland PutriNoor Ariyani RokhmahRohayati Masitoh
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102MODEL PENGUATAN KAPASITAS DESA BERBASIS POTENSI LOKAL: KOMPARASI DESA WISATA KAWALI DAN DESA SELAMANIK DALAM TATA KELOLA PEMBANGUNAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19932
<p>Penguatan kapasitas desa merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan tata kelola pembangunan desa yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks desa yang memiliki karakteristik dan potensi lokal yang beragam. Setiap desa membutuhkan model penguatan kapasitas yang adaptif terhadap kebutuhan, tantangan, serta sumber daya yang dimilikinya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan model penguatan kapasitas desa berbasis potensi lokal yang diterapkan di Desa Wisata Kawali dan Desa Selamanik sebagai dua desa dengan orientasi pembangunan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi dokumen terhadap laporan pengabdian kepada masyarakat dan laporan penguatan kapasitas desa. Analisis difokuskan pada aspek tujuan penguatan kapasitas, strategi kelembagaan, peran aktor, serta implikasinya terhadap tata kelola pembangunan desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Desa Wisata Kawali menitikberatkan penguatan kapasitas pada penguatan kelembagaan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal, dengan menekankan peningkatan kapasitas pengelola wisata, penguatan jejaring kemitraan, dan pemanfaatan kearifan lokal sebagai basis pembangunan. Sementara itu, Desa Selamanik lebih berfokus pada penguatan kapasitas pemerintahan desa dan sumber daya aparatur dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, administrasi desa, serta pelayanan publik. Meskipun memiliki perbedaan orientasi dan strategi, kedua desa menunjukkan kesamaan dalam menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat sebagai elemen kunci dalam penguatan kapasitas desa. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas desa tidak dapat diterapkan secara seragam, melainkan harus dirancang secara kontekstual, adaptif, dan berbasis potensi lokal agar mampu mendukung tata kelola pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>Shifa Zahratuni SalsabilaPaisal Topan NugrahaAsep Nurwanda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW : SURFAKTAN DAN EMOLIEN DARI EMULSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19894
<p>Emulsi merupakan sediaan dua fase yang membutuhkan surfaktan dan emolien untuk menjaga kestabilannya. Berbagai penelitian terkini menunjukkan peran penting pemilihan jenis surfaktan, emolien, serta konsentrasinya terhadap karakteristik fisikokimia sediaan. Review ini menganalisis 40 penelitian terkait penggunaan surfaktan dan emolien pada emulsi berbahan aktif alami maupun sintetik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi surfaktan seperti Tween, Span serta TEA, asam stearat banyak menghasilkan emulsi yang stabil, sedangkan emolien seperti gliserin, propilen glikol, dan minyak nabati berperan meningkatkan viskositas, daya sebar, serta sensasi aplikasi. Dari keseluruhan data, faktor yang paling menentukan kestabilan emulsi meliputi proporsi surfaktan, tipe surfaktan (HLB), jenis minyak, dan kondisi penyimpanan. Sebagian besar formulasi menunjukkan kestabilan yang baik terhadap pH, viskositas, homogenitas, dan tipe emulsi, serta memiliki aktivitas tambahan seperti antioksidan, antimikroba, atau nilai SPF. Review ini menegaskan bahwa pemilihan surfaktan dan emolien yang tepat merupakan kunci dalam menghasilkan sediaan emulsi yang stabil dan efektif.</p> <p><em>Emulsions are biphasic dosage forms that require surfactants and emollients to maintain physical stability. Recent studies highlight the essential role of selecting appropriate types and concentrations of surfactants and emollients in determining the physicochemical characteristics of formulations. This review analyzes 40 studies involving surfactants and emollients used in emulsions containing natural and synthetic active ingredients. The findings indicate that surfactant combinations such as Tween, Span and TEA, stearic acid commonly produce more stable emulsions, while emollients including glycerin, propylene glycol, and plant-based oils enhance viscosity, spreadability, and sensory attributes. Overall, stability is strongly influenced by surfactant proportion, HLB value, oil phase selection, and storage conditions. Most formulations exhibited acceptable stability in pH, viscosity, homogeneity, and emulsion type, and several demonstrated additional benefits such as antioxidant, antimicrobial, and UV-protective activity. This review highlights the critical importance of optimizing surfactant and emollient composition to achieve stable and effective emulsion preparations.</em></p>Isnaini Yulia LestariTamimil HasanahAisha NoviadiantyMirna Saputri PratamaElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR PASSING PADA PERMAINAN BOLA TANGAN (HANDBALL) UNTUK USIA SMA/SMK.
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/20362
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran teknik dasar passing pada permainan bola tangan (handball) untuk peserta didik usia SMA/SMK. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan passing peserta didik, kurangnya variasi dan modifikasi pembelajaran, keterbatasan bahan ajar, serta minimnya minat dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran bola tangan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan berupa buku modul model pembelajaran teknik dasar passing menggunakan satu tangan dalam permainan bola tangan. Subjek penelitian adalah peserta didik SMA/SMK, dengan uji validitas melibatkan ahli materi dan ahli media, uji kepraktisan melibatkan guru PJOK dan peserta didik, serta uji keefektifan menggunakan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes keterampilan passing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori valid, praktis, dan efektif. Dengan demikian, model pembelajaran ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran bola tangan untuk meningkatkan keterampilan passing, partisipasi aktif, serta efektivitas proses pembelajaran PJOK di tingkat SMA/SMK.</p> <p><em>This study aims to develop a learning model for basic passing techniques in handball for high school/vocational school students. The background of this research is based on students' low passing skills, a lack of variation and modification in learning, limited teaching materials, and minimal student interest and active participation in handball learning. This study used a Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The product developed is a module book on basic one-handed passing techniques in handball. The research subjects were high school/vocational school students, with validity testing involving material experts and media experts, practicality testing involving physical education teachers and students, and effectiveness testing using a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques used questionnaires and passing skills tests. The results indicate that the developed learning model is valid, practical, and effective. Therefore, this learning model is suitable for use as an alternative handball learning method to improve passing skills, active participation, and the effectiveness of the physical education learning process at the high school/vocational school level.</em></p>Muh. AdamAndi SapariaDidik Purwanto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTs AR-RUSYDINY NW SEGAET
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19744
<p><em>This research aims to determine the effectiveness of the learning model Realistic Mathematics Education (RME) in improving students' understanding of mathematical concepts, especially in the material on Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) MTs Al-Hasaniyah NW Jenggik. This research is a quantitative type of research quasi experiment and use design Post-Test with Non-Equivalent Control-Group Design. The population was all 65 students in class VIII and the sample was 33 students in the experimental class and 32 students in the control class. The data collection technique used is a test in the form of a description. The results of the validity test of 10 descriptive questions obtained 8 valid questions (r_count>0,477). Meanwhile, the instrument reliability test results were obtained at 0.828 and were classified as high reliability. Of the eight valid and reliable questions, 5 questions were selected to be tested at that time pretest And posttest. Meanwhile, the results of the data normality test and the data homogeneity test posttest For the experimental and control classes, the data obtained were normally distributed and homogeneous, namely producing significant values > 0.05. The t-test results show t_count 7,305 > t_table 1.998 indicates that the expected hypothesis (Ha) is accepted, so it can be concluded that the model Realistic Mathematics Education (RME) effective in increasing the understanding of mathematical concepts for class VIII students at MTs Al-Hasaniyah NW Jenggik for the 2024/2025 academic year.</em></p>SamsuriadiM. Khairul FatihinMuh. Juzri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PERAN KERABAT DALAM MEMODERASI POTENSI PERCERAIAN DI DESA WATU KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19918
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena perceraian di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dengan fokus pada keterlibatan kerabat dalam mengurangi potensi perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan syar’i dan sosiologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami realitas sosial di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian dipengaruhi oleh faktor yang saling berkaitan, terutama kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan. Kekerasan dipicu oleh tekanan ekonomi, ketidakmampuan mengendalikan emosi, dan kurangnya empati, sedangkan perselingkuhan menyebabkan hilangnya kepercayaan dan pengabaian tanggung jawab keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa kerabat berperan penting sebagai penengah konflik, pemberi nasihat, dan pendukung emosional dalam upaya mencegah perceraian. Penelitian ini memberikan dua aspek. Secara teoritis yaitu memperkuat pandangan bahwa dukungan sosial kekerabatan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rumah tangga. Secara praktis, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga, masyarakat, KUA dalam membina perkawinan guna menekan angka perceraian.</p> <p><em>This study aims to examine the phenomenon of divorce in Watu Village, Marioriwawo District, Soppeng Regency, with a focus on the role of relatives in reducing the potential for divorce. This research employs a qualitative method using both sharia and sociological approaches. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively to understand the social realities within the community. The findings indicate that divorce is influenced by interrelated factors, particularly domestic violence and infidelity. Domestic violence is triggered by economic pressure, inability to control emotions, and lack of empathy between spouses, while infidelity results in loss of trust and neglect of family responsibilities. The study also reveals that relatives play a significant role as mediators, advisors, and sources of emotional support in efforts to prevent divorce. Theoretically, this research reinforces the view that kinship-based social support plays an important role in maintaining marital stability. Practically, the findings are expected to serve as a reference for families, communities, and the Office of Religious Affairs in strengthening marriage guidance programs to reduce divorce rates.</em></p>Nurul Usmi Aziza Zulfahmi Nurfaika Ishak
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW: SUSPENDING AGENT YANG DIGUNAKAN DALAM SUSPENSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19883
<p>Suspensi merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak digunakan untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan, kestabilan, serta bioavailabilitas obat yang tidak larut sempurna dalam medium cair. Keberhasilan formulasi suspensi sangat bergantung pada pemilihan suspending agent, yaitu bahan yang berfungsi meningkatkan viskositas, mengurangi laju pengendapan partikel, serta menjaga homogenitas selama penyimpanan dan penggunaan. Artikel review ini membahas berbagai jenis suspending agent yang umum digunakan dalam formulasi suspensi, meliputi polimer alam, polimer semisintetik, polimer sintetis, serta bahan anorganik. Setiap kategori dievaluasi berdasarkan sifat fisikokimia, mekanisme aksi, kompatibilitas dengan komponen formulasi lain, serta keunggulan dan keterbatasannya dalam aplikasi farmasi. Selain itu, tinjauan ini juga menyoroti tren terbaru dalam pengembangan suspending agent, termasuk modifikasi biopolimer dan pendekatan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas suspensi. Dengan memahami karakteristik masing-masing agen pensuspensi, peneliti dan formulator dapat memilih bahan yang paling sesuai untuk mencapai stabilitas dan kualitas sediaan yang optimal</p> <p><em>Suspensions are widely used pharmaceutical dosage forms designed to enhance patient acceptability, stability, and the bioavailability of drugs that are insufficiently soluble in liquid media. The success of suspension formulation largely depends on the selection of an appropriate suspending agent, which functions to increase viscosity, reduce the sedimentation rate of dispersed particles, and maintain homogeneity during storage and use. This review article discusses various types of suspending agents commonly employed in suspension formulations, including natural polymers, semisynthetic polymers, synthetic polymers, and inorganic materials. Each category is evaluated based on its physicochemical properties, mechanisms of action, compatibility with other formulation components, as well as its advantages and limitations in pharmaceutical applications. In addition, this review highlights recent trends in the development of suspending agents, such as biopolymer modification and nanotechnology-based approaches to improve suspension stability. By understanding the characteristics of each suspending agent, researchers and formulators can select the most suitable materials to achieve optimal stability and quality of suspension dosage forms.</em></p>Abidal Yupi AlkautsarEvelyn Luna AnggrainiFhariza Liandri ChardyKayla Khairaatifah ZaliantiElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI SDM, ASIMETRI INFORMASI DAN WHISTLEBLOWING TERHADAP FRAUD PADA BUMDes DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/20334
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), asimetri informasi, dan whistleblowing terhadap terjadinya fraud pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Masalah utama adalah masih banyaknya BUMDes yang tidak beroperasi optimal dan adanya indikasi penyalahgunaan dana akibat rendahnya kompetensi pengelola serta kurangnya transparansi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengelola BUMDes, perangkat desa, dan tokoh masyarakat menggunakan teknik sampling jenuh, serta metode kualitatif melalui wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pengelolaan dan faktor-faktor yang memengaruhi fraud. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda, sementara data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) kompetensi SDM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fraud, hal ini dikarenakan dimana para pengelola BUMDes belum memahi akuntansi secara baik dan ketidak pahaman mengenai aturan administrasi dapat meningkatnya resiko terjadinya fraud (2) asimetri informasi berpengaruh positif dan signifikan. (3) Whistleblowing tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud, hal ini disebabkan kurangnya pehaman masyarakat terkait sisitem whistleblowing dan sisitem ini blum berjalan secara optimal. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memengaruhi terjadinya fraud.Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pengelola melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan transparansi dan akses informasi bagi masyarakat, serta pengembangan sistem whistleblowing yang menjamin perlindungan bagi pelapor guna meningkatkan tata kelola BUMDes dan meminimalkan risiko fraud.</p> <p><em>This study aims to analyze and empirically examine the effects of human resource (HR) competence, information asymmetry, and whistleblowing on fraud in Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Gangga District, North Lombok Regency. The main issues include suboptimal BUMDes performance and indications of fund misuse due to limited managerial competence and low transparency.The study employs a mixed methods approach, combining quantitative questionnaires distributed to BUMDes managers, village officials, and community representatives using a census sampling technique, and qualitative in-depth interviews to gain a comprehensive understanding of management practices and factors influencing fraud. Quantitative data were analyzed using multiple linear regression, while qualitative data were analyzed descriptively.The results indicate that HR competence has a negative and significant effect on fraud, while information asymmetry has a positive and significant effect. Whistleblowing does not significantly affect fraud due to the strong family-oriented culture within BUMDes management. Simultaneously, all three variables significantly influence the occurrence of fraud.The study highlights the importance of improving managerial competence through continuous training, enhancing transparency and public access to information, and developing a whistleblowing system that ensures protection for reporters to improve BUMDes governance and minimize fraud risk.</em></p>Dina Adnyani PutriNi Ketut SriwinartiBaiq Dinda Puspita Ayu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW : POLIMER SINTETIS YANG DIGUNAKAN DALAM SEDIAAN FARMASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19908
<p>Peran polimer sintesis dalam formulasi sediaan farmasi berbahan alam semakin mendapat perhatian karena kemampuannya meningkatkan stabilitas fisik dan mutu sediaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan berbagai jenis polimer sintesis dalam formulasi sediaan farmasi melalui identifikasi konsentrasi optimum yang mampu menghasilkan karakteristik fisik terbaik. Analisis dilakukan terhadap 40 artikel ilmiah nasional yang memformulasikan ekstrak bahan alam ke dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk gel, emulgel, pasta gigi gel, masker gel peel-off, spray gel, sampo, lotion, hingga hidrogel. Hasil kajian menunjukkan bahwa Carbopol/Carbomer 940, Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), dan Sodium Carboxymethyl Cellulose (Na-CMC) merupakan polimer yang paling banyak digunakan sebagai gelling agent dan pembentuk struktur sediaan. Konsentrasi polimer terbukti menjadi faktor penentu terhadap performa fisik, dengan rentang optimum yang paling konsisten yaitu Carbopol 1–2%, HPMC 4–5%, dan Na-CMC 4–5%, yang mampu menghasilkan stabilitas organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat sesuai standar. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis serta konsentrasi polimer sintesis yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan formulasi sediaan farmasi berbahan alam sehingga mendukung tercapainya mutu produk yang optimal.</p> <p><em>The utilization of synthetic polymers in natural-based pharmaceutical formulations has gained significant attention due to their ability to enhance physical stability and overall product performance. This study aims to analyze the effectiveness of various types of synthetic polymers in pharmaceutical dosage formulations by identifying the optimum concentration capable of producing superior physical characteristics. A total of 40 national scientific articles were examined, which incorporated natural extracts into multiple dosage forms, including gel, emulgel, gel toothpaste, peel-off gel mask, spray gel, shampoo, lotion, facial wash gel, and hydrogel. The findings indicate that Carbopol/Carbomer 940, Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), and Sodium Carboxymethyl Cellulose (Na-CMC) are the most commonly applied polymers functioning primarily as gelling agents and structural builders. The polymer concentration was found to be a determining factor influencing physical performance parameters, with the most consistent optimum ranges being 1–2% for Carbopol, 4–5% for HPMC, and 4–5% for Na-CMC. These concentrations resulted in the most desirable characteristics in terms of organoleptic stability, homogeneity, viscosity, pH, spreadability, and adhesiveness. Overall, the findings confirm that proper selection of type and concentration of synthetic polymers plays a critical role in ensuring the success of natural-based pharmaceutical formulations and achieving optimal product quality.</em></p>Nayla AzzahrahLeviona Dhina SafiraSiti Dwi CahiraElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102STUDI KASUS IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS ENTREPRENEURSHIP DI MI NU HIDAYATUN NAJAH TUBAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19864
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program pendidikan karakter berbasis entrepreneurship di MI NU Hidayatun Najah Tuban. Fokus penelitian mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, peran ekosistem madrasah, serta evaluasi dampak program terhadap karakter peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa madrasah telah mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan seperti kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab melalui kegiatan kontekstual seperti Entrepreneurs Day, Gelar Karya, dan Outing Class. Keberhasilan program ini didukung oleh sinergi antara kepala madrasah, guru, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang aplikatif dan religius.</p>Septharina Wibowo PutriDumiyatiSukisno
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGGUNAAN DANA SEKOLAH (Studi Kasus SMAS PASKALIS)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/20046
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan serta penggunaan dana sekolah di SMAS Paskalis. Di tengah tuntutan tata kelola pendidikan yang bersih, sekolah menengah dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan setiap alokasi dana, baik yang bersumber dari pemerintah (BOS) maupun swadaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, bendahara, dan komite sekolah, sementara data sekunder bersumber dari studi literatur melalui Google Scholar serta dokumen laporan pertanggungjawaban (LPJ) sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAS Paskalis telah menerapkan aspek akuntabilitas melalui penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku. Dari sisi transparansi, sekolah telah melakukan upaya keterbukaan informasi kepada orang tua murid melalui rapat pleno, meskipun digitalisasi pelaporan keuangan masih perlu dioptimalkan agar dapat diakses lebih luas oleh seluruh pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, integrasi kedua prinsip ini telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Tantangan utama yang ditemukan adalah beban administrasi dalam sinkronisasi sistem pelaporan manual dan digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem manajemen keuangan berbasis TI untuk meningkatkan efisiensi pelaporan di masa mendatang.</p> <p><em>This research aims to analyze the implementation of accountability and transparency principles in the management and utilization of school funds at SMAS Paskalis. Amidst the demand for clean educational governance, secondary schools are required to be accountable for every fund allocation, whether sourced from the government (BOS) or community contributions. This research employs a qualitative approach with a case study method. Primary data were obtained through in-depth interviews with the school principal, treasurer, and school committee, while secondary data were gathered through a literature study via Google Scholar and relevant school accountability report documents. The results indicate that SMAS Paskalis has implemented accountability aspects by preparing the School Activity and Budget Plan (RKAS) in accordance with applicable technical guidelines. Regarding transparency, the school has made efforts to provide information to parents through plenary meetings, although the digitalization of financial reporting still needs to be optimized for broader stakeholder accessibility. Overall, the integration of these two principles has increased public trust in the school. The main challenge identified is the administrative burden in synchronizing manual and digital reporting systems. This study recommends strengthening IT-based financial management systems to improve reporting efficiency in the future.</em></p>Septyan Eko PambudiLia Damita SariRimi Gusliana Mais
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102JOURNAL REVIEW: SOLID DISPERSION CARRIER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19898
<p><em>Solid dispersion is one of the most effective formulation techniques to increase the solubility and dissolution rate of drugs that are classified as poorly water-soluble. Low solubility causes low bioavailability, so a formulation approach that is able to modify the physicochemical properties of the drug is needed. This review aims to summarize the latest developments related to the use of various types of carriers, manufacturing methods, and their effectiveness in increasing the solubility and dissolution of drugs through a solid dispersion system. Various studies were analyzed using the method of smelting, solvent evaporation, freeze-drying, co-grinding, to a ternary approach, with carriers such as PVP, HPMC, PEG 4000/6000/8000, poloxamer, chitosan, and surfactant. Almost all solid dispersion formulations succeed in increasing the solubility and dissolution rate of the drug compared to the pure form. This increase is influenced by the drug-carrier ratio, polymer properties, and preparation methods. Some studies even report an increase in dissolution more than double and an increase in solubility up to 100 times in certain drugs. Hydrophilic carriers such as PVP and PEG consistently provide the best results, while the combination of ternary with surfactants increases stability and inhibits recrystallization. Solid dispersion is a very potential formulation approach in overcoming drug solubility problems. The right carrier selection, component ratio optimization, and appropriate manufacturing methods are key factors for the success of increasing drug bioavailability.</em></p>Shalwa Salsabila SAulia RamadhaniAnggun Sarttika ErinzaElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102DINAMIKA KEBIJAKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN: ANALISIS FAKTOR NON-EKOLOGIS DALAM EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19844
<p>Kebijakan mengenai pertahanan dan keamanan di Indonesia adalah sebuah sistem yang mampu beradaptasi yang dibentuk oleh faktor-faktor non-ekologis seperti politik, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi, sesuai dengan kerangka Ekologi Administrasi Publik. Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan beradaptasi terhadap ancaman yang bersifat hibrida, contohnya konflik geopolitik di Laut Natuna Utara yang dipicu oleh potensi migas sebesar 127 barel dan isu tentang keamanan iklim di dalam negeri. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya proses "ekologisasi" ancaman, di mana bencana alam mendapat legitimasi secara politik melalui UU No. 24/2007 dan menjadi bagian dari agenda keamanan. Dalam pelaksanaannya, studi kasus Kampung Iklim Rawajati mengilustrasikan bahwa efektivitas kebijakan sangat tergantung pada kolaborasi fungsional dan elemen sosial-budaya, dengan Babinsa/Bhabinkamtibmas berperan sebagai penghubung dalam upaya mitigasi banjir dengan masyarakat setempat. Kesimpulannya adalah bahwa kebijakan pertahanan yang modern perlu bersinergi, dengan menggabungkan analisis ekologis dan non-ekologis, serta memperkuat kemampuan militer dan ekonomi demi meningkatkan daya tangkal nasional dalam menghadapi berbagai ancaman.</p> <p><em>Indonesia's defense and security policy is an adaptive system shaped by non-ecological factors such as politics, economics, socio-culture, and technology, in accordance with the framework of Public Administration Ecology. This qualitative study explores how policies adapt to hybrid threats, such as the geopolitical conflict in the North Natuna Sea triggered by the potential for 127 barrels of oil and gas and issues of domestic climate security. The findings of this study indicate a process of “ecologization” of threats, in which natural disasters are politically legitimized through Law No. 24/2007 and become part of the security agenda. In practice, the case study of Kampung Iklim Rawajati illustrates that the effectiveness of policies is highly dependent on functional collaboration and socio-cultural elements, with Babinsa/Bhabinkamtibmas acting as liaisons in flood mitigation efforts with local communities. In conclusion, modern defense policies need to be synergistic, combining ecological and non-ecological analyses, and strengthening military and economic capabilities in order to improve national resilience in the face of various threats.</em></p>Viola Rahmawati Hasanudin PutriNadia Intan FebriyantiDhian MeganandaMoch. Nauval Faris
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM KONSELING INKLUSIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19951
<p><em>The objective of this article is to evaluate the implementation of inclusive education programs in elementary schools. It aims to determine how effectively the program assists students with special needs—including disabilities, learning difficulties, or emotional challenges—in achieving their academic, social, and emotional goals. Program evaluation is akin to examining all aspects of a system; we must consider various factors such as the success of the program's inclusivity, student comfort, and the alignment of the program with individual student needs. Observations were conducted through interviews with teachers and students to ensure that everyone can learn and develop optimally together within the same school environment. The evaluation results indicate that the inclusive counseling program has had a positive impact, leading students to be more appreciative of differences, increasing the confidence levels of students with special needs, and improving relationships between students and teachers. Furthermore, teacher involvement facilitates adequate learning, while the participation of parents and the community plays a vital role in the success of inclusive education</em></p>Ghitsa Zahara NurkholifahNurhidayah SaputriYuliana SilviZelfikriati FadhliMustika Sariah Siagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102REVIEW ARTIKEL: FASE MINYAK DAN FASE AIR YANG DIGUNAKAN DALAM SEDIAAN SALEP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19896
<p>Formulasi sediaan salep sangat dipengaruhi oleh pemilihan dan keseimbangan antara fase minyak dan fase air, yang berperan penting dalam menentukan stabilitas fisik, kenyamanan aplikasi, serta efektivitas farmakologis. Kajian literatur ini menganalisis 40 jurnal penelitian (2020–2025) yang mengevaluasi berbagai formulasi salep berbahan aktif alami maupun sintetis, serta membandingkan peran masing-masing fase dalam menunjang mutu sediaan. Hasil review menunjukkan bahwa fase minyak seperti vaselin album/putih, adeps lanae, cera alba, beeswax, dan parafin bertindak sebagai agen oklusif dan emolien yang meningkatkan hidrasi stratum korneum, menjaga viskositas, serta memperpanjang kontak obat dengan kulit. Sementara itu, fase air seperti aquadest, polyethylene glycol (PEG), propilen glikol, serta ekstrak tanaman hidrofilik terbukti meningkatkan homogenitas, daya sebar, dan pelepasan bahan aktif. Kombinasi fase minyak–fase air dalam rasio yang tepat menetukan mutu fisik salep, meliputi pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan stabilitas selama penyimpanan. Selain itu, formulasi yang optimal terbukti mendukung aktivitas biologis seperti antibakteri, antijamur, antiinflamasi, serta percepatan penyembuhan luka. Pada sebagian besar penelitian, basis hidrokarbon menghasilkan stabilitas dan oklusivitas terbaik, sedangkan basis larut air memberikan kenyamanan dan pelepasan zat aktif yang lebih cepat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan formulasi salep tidak hanya bergantung pada zat aktif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan basis dan sinkronisasi kedua fase. Dengan demikian, formulasi harus disesuaikan dengan karakteristik bahan aktif dan tujuan terapi untuk memperoleh sediaan yang efektif, stabil, dan aman digunakan.</p> <p><em>The formulation of ointment preparations is strongly influenced by the balance between the oil phase and the water phase, both of which play a crucial role in determining physical stability, application characteristics, and pharmacological effectiveness. This review analyzes 40 research articles published between 2020 and 2025, focusing on various ointment formulations containing natural or synthetic active compounds, and examines how each phase contributes to product quality. Findings show that the oil phase, consisting of materials such as white/yellow vaseline, adeps lanae, cera alba, beeswax, and paraffin, functions as an occlusive and emollient agent that enhances stratum corneum hydration, maintains viscosity, and prolongs drug contact with the skin. Meanwhile, the water phase, composed of aquadest, polyethylene glycol (PEG), propylene glycol, and hydrophilic plant extracts, improves homogeneity, spreadability, and the release of active ingredients. The optimal combination and proportion of oil and water phases determine key quality attributes of ointment formulations, including pH, homogeneity, adhesiveness, spreadability, viscosity, and storage stability. Moreover, proper formulation enhances biological activities such as antibacterial, antifungal, anti-inflammatory, and wound-healing effects. In most studies, hydrocarbon bases offer superior stability and occlusivity, while water-soluble bases provide better comfort and faster active substance release. These findings emphasize that successful ointment formulation depends not only on the active compound but also on the appropriate selection and synchronization of both phases. Therefore, formulation strategies must be tailored to the characteristics of the active ingredients and therapeutic goals to produce ointments that are effective, stable, and safe for topical use.</em></p>Ni’matullathifahRifky Rivaldo MuntheGisayla Nafkah AfdillahDian NovitaElpa Giovana Zola
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA LANSIA DENGAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MEREDAKAN NYERI DI PONDOK LANSIA AL-ISLAH KOTA MALANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19749
<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah nyeri akut seperti sakit kepala dan nyeri leher akibat peningkatan tekanan darah dan ketegangan otot. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan dalam asuhan keperawatan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian kompres air hangat.Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut melalui pemberian kompres air hangat di Pondok Lansia Al-Islah Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah lansia dengan diagnosis hipertensi yang mengalami nyeri akut. Intervensi utama yang diberikan berupa kompres air hangat selama beberapa sesi sesuai dengan standar prosedur operasional.Hasil penerapan asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, peningkatan rasa nyaman, serta perbaikan kondisi fisiologis pasien setelah diberikan kompres air hangat secara teratur. Selain itu, pasien juga menunjukkan respon positif terhadap edukasi kesehatan yang diberikan.Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa pemberian kompres air hangat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri akut pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif pendukung dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.</p> <p><em>Hypertension is one of the major health problems in the elderly that can lead to various complications, one of which is acute pain such as headaches and neck pain due to increased blood pressure and muscle tension. Pain that is not properly managed can reduce comfort and quality of life in older adults. One non-pharmacological intervention that can be applied in nursing care to reduce pain is the use of warm water compresses. This scientific paper aims to identify and implement nursing care for elderly patients with hypertension who experience acute pain through the application of warm water compresses at Al-Islah Elderly Care Home, Malang City.The method used was a case study with a nursing process approach, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The research subjects were elderly individuals diagnosed with hypertension who experienced acute pain. The main intervention provided was warm water compresses administered in several sessions according to standard operating procedures.The results of the nursing care implementation showed a decrease in pain intensity, an increase in comfort, and improvement in the patients’ physiological conditions after regular application of warm water compresses. In addition, patients showed positive responses to the health education provided.In conclusion, the application of warm water compresses is effective as a non-pharmacological intervention in reducing acute pain in elderly patients with hypertension. This intervention can be used as a supportive alternative in nursing care to improve patients’ quality of life.</em></p>Zayyanah Saidah FebriantiHeny NurmayunitaArdhiles Wahyu Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTS AL-HASANIYAH NW JENGGIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/19928
<p><em>This research aims to determine the effectiveness of the learning model Realistic Mathematics Education (RME) in improving students' understanding of mathematical concepts, especially in the material on Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) MTs Al-Hasaniyah NW Jenggik. This research is a quantitative type of research quasi experiment and use design Post-Test with Non-Equivalent Control-Group Design. The population was all 65 students in class VIII and the sample was 33 students in the experimental class and 32 students in the control class. The data collection technique used is a test in the form of a description. The results of the validity test of 10 descriptive questions obtained 8 valid questions (r_count>0,477). Meanwhile, the instrument reliability test results were obtained at 0.828 and were classified as high reliability. Of the eight valid and reliable questions, 5 questions were selected to be tested at that time pretest And posttest. Meanwhile, the results of the data normality test and the data homogeneity test posttest For the experimental and control classes, the data obtained were normally distributed and homogeneous, namely producing significant values > 0.05. The t-test results show t_count 7,305 > t_table 1.998 indicates that the expected hypothesis (Ha) is accepted, so it can be concluded that the model Realistic Mathematics Education (RME) effective in increasing the understanding of mathematical concepts for class VIII students at MTs Al-Hasaniyah NW Jenggik for the 2024/2025 academic year.</em></p>SamsuriadiAmniyatin Atqiya Urrahmah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102