Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm id-ID Sat, 30 May 2026 17:09:56 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS KESALAHAN STRUKTUR KALIMAT PADA MAKALAH MINI RISET MAHASISWA BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21941 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan struktur kalimat baku pada tiga makalah mini riset mahasiswa Biologi Universitas Negeri Medan, mengidentifikasi faktor penyebab kesalahan sintaksis, mengetahui dampaknya terhadap pemahaman ilmiah, serta memberikan solusi perbaikan dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data berupa tiga makalah mini riset mahasiswa bidang biologi yang membahas metabolit sekunder biji andaliman, perkembangan embrio ikan lele sangkuriang, serta sistem endomembran sel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, validasi, dan rekonstruksi kesalahan sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan struktur kalimat yang dominan meliputi penggunaan konjungsi yang tidak tepat, kalimat fragmen, redundansi kata, ketidakjelasan fungsi Subjek-Predikat, personifikasi variabel ilmiah, serta penggunaan kalimat majemuk yang terlalu panjang dan kurang efektif. Faktor penyebab kesalahan meliputi interferensi bahasa lisan, rendahnya pemahaman terhadap kaidah PUEBI dan struktur SPOK, minimnya literasi karya ilmiah, keterbatasan penguasaan istilah ilmiah, serta penggunaan teknologi digital tanpa penyuntingan kembali. Kesalahan sintaksis tersebut berdampak pada munculnya ambiguitas, miskonsepsi konsep biologis, menurunnya keterbacaan teks, serta berkurangnya kualitas komunikasi ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan struktur kalimat baku sangat penting dalam penulisan karya ilmiah karena berpengaruh terhadap kejelasan, ketepatan, dan kredibilitas informasi ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pembelajaran bahasa akademik, latihan penulisan ilmiah, kegiatan peer-review, serta pembiasaan penyuntingan mandiri agar kualitas karya ilmiah mahasiswa menjadi lebih baik.</p> <p><em>This study aimed to analyze the use of standard sentence structures in three mini research papers written by Biology students at Universitas Negeri Medan, identify the factors causing syntactic errors, determine their impact on scientific understanding, and provide improvement strategies for students’ scientific writing. This research employed a descriptive qualitative approach using the content analysis method. The data sources consisted of three biology mini research papers discussing secondary metabolites of andaliman seeds, the embryonic development of Sangkuriang catfish, and the endomembrane system in cells. Data collection was conducted through observation and note-taking techniques, while data analysis involved the stages of identification, classification, validation, and reconstruction of syntactic errors. The results showed that the dominant sentence structure errors included inappropriate use of conjunctions, sentence fragments, word redundancy, unclear Subject-Predicate functions, personification of scientific variables, and the use of excessively long and ineffective compound sentences. The factors causing these errors included interference from spoken language, limited understanding of Indonesian spelling and grammar rules (PUEBI) and Subject-Predicate-Object-Adverb (SPOK) structures, lack of exposure to scientific literature, limited mastery of scientific terminology, and the use of digital technologies without proper editing. These syntactic errors resulted in ambiguity, misconceptions of biological concepts, reduced text readability, and lower quality of scientific communication among students. This study concludes that mastery of standard sentence structures is essential in scientific writing because it affects the clarity, accuracy, and credibility of scientific information. Therefore, improvements in academic language instruction, scientific writing practice, peer-review activities, and self-editing habits are necessary to enhance the quality of students’ scientific writing.</em></p> Miftah Arayan, Liska Kustria Ningsih, Nailatul Fauzah Ritonga, Rahel Natalia Sembiring, Nabila Azzahra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21941 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 DIAGNOSTIK PERILAKU HIPERAKTIF DAN GANGGUAN KONSENTRASI PADA ANAK USIA DINI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22162 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diagnostik perilaku hiperaktif dan gangguan konsentrasi pada anak usia dini sebagai dasar intervensi pendidikan yang tepat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus anak dengan gejala hiperaktivitas dan kesulitan mempertahankan perhatian di lingkungan pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari anak usia 4–6 tahun yang menunjukkan indikasi perilaku hiperaktif di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hiperaktif ditandai dengan aktivitas motorik berlebihan, impulsivitas, serta kesulitan dalam mempertahankan fokus perhatian. Diagnostik yang dilakukan secara sistematis membantu guru dan orang tua dalam memahami karakteristik anak serta menentukan strategi penanganan yang sesuai. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pemahaman tentang deteksi dini gangguan perilaku pada anak usia dini.</p> <p><em>This study aims to analyze the diagnostic process of hyperactive behavior and attention disorders in early childhood as a basis for appropriate educational intervention. The background of this research is based on the increasing number of children showing symptoms of hyperactivity and difficulty maintaining attention in early childhood education settings. The research method used is a qualitative approach with a descriptive study design. The subjects were children aged 4–6 years who exhibited indications of hyperactive behavior in school environments. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results showed that hyperactive behavior is characterized by excessive motor activity, impulsivity, and difficulty maintaining attention. A systematic diagnostic process helps teachers and parents understand children's characteristics and determine appropriate intervention strategies. This study contributes to the development of early detection of behavioral disorders in early childhood.</em></p> Innaki salsabila, Faizatul Faridy, Nella Nur Albar, Tasya Hindriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22162 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMK NEGERI 9 MANADO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21456 <p>Penggunaan media sosial yang semakin meningkat pada remaja dapat memberikan dampak terhadap pola hidup, salah satunya adalah kualitas tidur. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan remaja tidur lebih larut, berkurangnya waktu istirahat, serta gangguan pada pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 9 Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 9 Manado pada bulan Januari sampai Februari 2026. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 49 remaja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner social Media Use Scale (SMUS) untuk menilai penggunaan media sosial dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan Media Sosial sebagian besar berada pada kategori aktif yaitu 42 responden 85.7%,sedangkan Kualitas Tidur sebagian besar adalah kategori baik yaitu 40 responden 81.6%. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p value = 0,00 (p= ≤ 0,05.). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 9 Manado. Sebagian besar responden memiliki penggunaan media sosial aktif (85,7%) dan kualitas tidur yang baik (85,7%). Oleh karena itu, disarankan agar remaja membatasi penggunaan media sosial teruatama pada malam hari, serta pihak sekolah diharapkan menetapkan kebijakan dan meningkatkan sosialisasi penggunaan handphone secara bijak guna menjaga kualitas tidur siswa.</p> <p><em>The increasing use of social media among adolescents has significant impacts on lifestyle, including sleep quality. Excessive use of social media may lead to late bedtimes, reduced rest, and disrupted sleep patterns. The objective of this research was to examine the relationship between social media use and sleep quality among adolescents at SMK Negeri 9 Manado. This study employed a quantitative cross-sectional design conducted from January to February 2026. The sample consisted of 49 adolescents selected using total sampling. Data were collected using the Social Media Use Scale (SMUS) to assess social media use and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to evaluate sleep quality. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test at a significance level of α ≤ 0.05. The findings showed that most respondents were categorized as active social media users (42 respondents, 85.7%), while the majority demonstrated good sleep quality (40 respondents, 81.6%). Chi-Square analysis revealed a ρ-value of 0.00 (ρ ≤ 0.05), indicating a significant relationship between social media use and sleep quality. The study concludes that social media use is significantly associated with sleep quality among adolescents at SMK Negeri 9 Manado. Although most respondents reported active social media use and good sleep quality, excessive nighttime use may pose risks. It is recommended that adolescents limit social media use, particularly at night, and that schools implement policies and awareness programs to promote responsible smartphone use and safeguard students’ sleep quality.</em></p> Deli Ahmad, Hj Zainar Kasim, Cut Mutiya Bunsal Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21456 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INFOGRAFIS INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAMARINDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22000 <p>Pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap peristiwa masa lalu. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan beberapa kendala, seperti pembelajaran yang cenderung monoton, metode pengajaran yang kurang bervariasi dan berpusat pada guru, serta rendahnya keaktifan siswa, yang berdampak pada rendahnya pemahaman siswa dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran infografis interaktif terhadap pemahaman siswa kelas X pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran infografis interaktif dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket. Analisis data dilakukan dengan uji linearitas. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana, uji koefisien korelasi dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran infografis interaktif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 4,898 &gt; 2,101, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,756 berada pada kategori kuat, yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara penggunaan media pembelajaran infografis interaktif dengan pemahaman siswa. Selanjutnya, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,571 menunjukkan bahwa sebesar 57,1% variasi pemahaman siswa dapat dijelaskan oleh penggunaan media pembelajaran infografis interaktif, sedangkan sebesar 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian.</p> <p><em>History learning plays an important role in improving students' understanding of past events. However, several obstacles are still encountered in the learning process, such as monotonous learning, less varied and teacher-centered teaching methods, and low student activity, which impacts students' low understanding in history learning. This study aims to determine the effect of the use of interactive infographic learning media on the understanding of class X students in history learning at SMA Negeri 1 Samarinda. This study uses a quantitative approach with an experimental method involving two classes, namely the experimental class that uses interactive infographic learning media and the control class that uses conventional learning. Data collection techniques are carried out through questionnaire instruments. Data analysis is carried out by linearity testing. Hypothesis testing in this study uses simple linear regression tests, correlation coefficient tests and determination coefficient tests. The results show that the use of interactive infographic learning media has a significant influence on student understanding. This is evidenced by the calculated t value of 4.898 &gt; 2.101, so the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. In addition, the correlation coefficient (R) value of 0.756 is in the strong category, which indicates a close relationship between the use of interactive infographic learning media and student understanding. Furthermore, the determination coefficient (R Square) value of 0.571 indicates that 57.1% of the variation in student understanding can be explained by the use of interactive infographic learning media, while 42.9% is influenced by other factors outside the research variables.</em></p> Destiana Alfiani Husna, Muhamad Sopyan, Sainal A., Norhidayat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22000 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 DAMPAK TIMBUNAN SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN DAN POTENSI PEMANFAATAN LINDI SEBAGAI SOLUSI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22224 <p>Timbunan sampah di kawasan perkotaan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan intensifikasi aktivitas masyarakat. Penumpukan sampah yang tidak dikelola secara optimal menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran udara, tanah, dan air, serta peningkatan risiko gangguan kesehatan masyarakat. Salah satu dampak utama dari timbunan sampah adalah terbentuknya lindi, yaitu cairan hasil dekomposisi sampah yang mengandung berbagai zat pencemar dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak timbunan sampah terhadap lingkungan serta mengkaji potensi pemanfaatan lindi sebagai solusi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa timbunan sampah berdampak signifikan terhadap kualitas lingkungan melalui emisi gas metana, penurunan kualitas tanah, pencemaran air akibat sebaran lindi, serta peningkatan potensi gangguan kesehatan masyarakat. Namun, lindi memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali setelah melalui pengolahan yang tepat, seperti sebagai pupuk cair organik, bioaktivator dalam proses pengomposan, bahan baku produksi biogas, dan media fitoremediasi. Pemanfaatan lindi sebagai bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan dapat menjadi alternatif solusi untuk mengurangi pencemaran sekaligus meningkatkan nilai guna limbah.</p> Meilinda Suriani Harefa, Citra Amelia Putri Nasution, Inzaghi Tratama Arsya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22224 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21934 <p>Penelitian ini bertujuan memberi gambaran tentang pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban warga negara terhadap negara. Karena tidak sedikit warga negara yang menuntut pemenuhan hak sebagai warga negara tanpa melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Metode penelitian menggunakan telaah pustaka dengan beberapa metode studi kasus. Sumber penelitian berasal dari beberapa buku elektronik, jurnal ilmiah serta sumber lain yang telah dipastikan keakuratannya dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan masih banyak warga negara yang menuntut haknya kepada negara tanpa melaksanakan kewajibannya. Dilihat masih banyaknya warga negara yang belum taat dalam membayar pajak namun mereka&nbsp; menuntut hak-hak nya sebagai warga negara. Hal tersebut bisa terjadi karena masalah pemenuhan hak oleh negara belum terealisasi dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan kewajiban, warga negara tidak melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Untuk tercapainya hak dan kewajiban negara dan warga negara, keduanya harus seimbang dalam pemenuhan hak masing masing agar segala hak dan kewajiban dapat terpenuhi.</p> Al lisyah Islamiyah Hamzah, Izzatul Magfirah, Syahrawani, Ade Arya Awis, Nur Apriyani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21934 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 “A LITERARY AND PEDAGOGICAL ANALYSIS OF INTRINSIC TEXTUAL ELEMENTS IN SCHNEEWITTCHEN: IMPLICATIONS FOR GERMAN READING COMPREHENSION INSTRUCTION” https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22073 <p>Fairy tales are form of literary work that contain educational values and can be utilized in foreign language learning. One well-known fairy tale in German literature is Schneewittchen, collected by Jacob Grimm and Wilhelm Grimm. This study aims to analyze the intrinsic elements found in the fairy tale Schneewittchen and examine its relevance as a medium for teaching reading skills in German. This research uses a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The results show that the intrinsic elements in Schneewittchen include theme, characters and characterization, plot, setting, and moral message, which are interconnected in constructing a coherent story structure. The simple narrative structure and clear language make this fairy tale suitable as a medium for teaching reading. Therefore, literary works such as fairy tales can be used as effective teaching materials to improve reading comprehension and introduce cultural elements in German language learning. The findings indicate that the linear narrative structure and explicit characterization in Schneewittchen facilitate comprehension for beginner-level learners (A1-A2), supporting its pedagogical applicability in German Language instruction.</p> Meisya Syahvira, Putri Mayatantri Suryani Zega, Ija Pebriana Nainggolan, Bertuah Manik Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22073 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 SISTEM SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT MELAYU JAMBI PADA AKHIR KESULTANAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21978 <p>Penelitian ini membahas sistem sosial budaya masyarakat Melayu Jambi pada akhir masa Kesultanan Jambi. Penelitian ini berfokus pada struktur sosial, kehidupan sosial budaya, inte-grasi adat dan Islam, peran lembaga adat dan ulama, proses transformasi sosial politik dan ekonomi, serta faktor-faktor penyebab runtuhnya Kesultanan Jambi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historio-grafi. Sumber penelitian berasal dari jurnal ilmiah, artikel sejarah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masyarakat Melayu Jambi dan Kesultanan Jambi. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa sistem sosial budaya masyarakat Melayu Jambi terbentuk melalui perpaduan antara adat Melayu dan ajaran Islam. Struktur sosial masyarakat dipimpin oleh sultan serta didukung oleh pemangku adat dan ulama melalui konsep Tigo Tali Sepilin. Kehidupan sosial budaya masyarakat sangat dipengaruhi oleh adat Melayu, Islam, dan Sungai Batanghari sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Prinsip Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah menjadi dasar dalam sistem pemerintahan, hukum adat, dan kehidupan sosial masyarakat Melayu Jambi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lembaga adat dan ulama memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat, sedangkan campur tan-gan kolonial Belanda, konflik internal kerajaan, dan monopoli perdagangan menjadi faktor utama melemahnya dan runtuhnya Kesultanan Jambi.</p> <p><em>This study examines the socio-cultural system of the Jambi Malay community during the late period of the Jambi Sultanate. The research focuses on the social structure, socio-cultural life, integration of adat and Islam, the role of customary institutions and ulama, social and political transformation, and the factors behind the collapse of the Jambi Sultanate. This research uses the historical method through heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The sources consist of journals, historical articles, and previous studies related to Jambi Malay society and the Jambi Sultanate. The results show that the socio-cultural system of the Jambi Malay community was formed through the integration of Malay customs and Islamic teach-ings. The social structure was led by the Sultan and supported by customary leaders and ula-ma through the concept of Tigo Tali Sepilin. Social and cultural life was strongly influenced by Islam, Malay customs, and the Batanghari River as the center of economic and social activi-ties. The principle of Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah became the foundation of governance, customary law, and social life in Jambi Malay society. The study also finds that customary institutions and ulama played an important role in maintaining social stability, while Dutch colonial intervention, internal conflicts, and economic monopolies contributed to the weakening and collapse of the Jambi Sultanate.</em></p> Hilda Purba, Erni, Fatonah Nurdin, Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21978 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 MAKNA PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DI UPTD PPS GRIYA WANITA MANDIRI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22217 <p>Penelitian ini mengkaji makna pelatihan keterampilan untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang terlibat dalam program di UPTD PPS Griya Wanita Mandiri, Jawa Barat. Pelatihan keterampilan dipahami tidak hanya sebagai upaya peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga sebagai proses sosial yang berpotensi membentuk kembali cara individu memaknai dirinya, relasi sosialnya, serta peluang hidup yang dimilikinya di masa depan. Studi mengenai inisiatif pemberdayaan perempuan sebelumnya umumnya lebih banyak membahas aspek efektivitas dari sudut pandang organisasi, sementara aspek subjektif yakni makna yang diberikan peserta terhadap pengalaman pelatihan masih belum banyak diselidiki. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi sesuai dengan pemikiran Alfred Schutz, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap empat penerima manfaat WRSE (W-1 sampai W-4) dan satu pekerja sosial (P-1), serta metode observasi partisipatif. Analisis data mengikuti prosedur fenomenologis yang dikembangkan oleh Moustakas (1994), yang meliputi horizonalisasi, pengelompokan tema, dan deskripsi esensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan dimaknai peserta melalui tiga tema utama. Pertama, pelatihan dipahami sebagai sarana pemulihan rasa percaya diri dan penguatan kemandirian, di mana peserta mulai melihat dirinya sebagai individu yang memiliki kemampuan, nilai, dan kesempatan untuk berkembang. Kedua, pelatihan menjadi ruang terbentuknya jaringan sosial baru yang memberikan dukungan emosional, pertukaran pengalaman, serta membuka peluang akses terhadap informasi dan kesempatan ekonomi. Ketiga, pelatihan dimaknai sebagai titik awal perubahan cara pandang terhadap kehidupan dan masa depan, yang ditandai dengan munculnya harapan baru, motivasi untuk mandiri, serta keinginan membangun kehidupan yang lebih baik.&nbsp; Temuan penelitian menunjukkan tiga tema makna utama: (1) pelatihan sebagai sarana pemulihan rasa percaya diri dan kemandirian; (2) pelatihan sebagai akses ke jaringan sosial baru yang bermanfaat; (3) pelatihan sebagai langkah awal untuk merombak cara pandang hidup dan harapan masa depan. Hasil penelitian ini menekankan bahwa program pelatihan keterampilan tidak hanya sekadar memberikan kemampuan teknis, tetapi juga merupakan pengalaman yang mengubah cara WRSE melihat diri mereka dan lingkungan sekitar.</p> <p><em>This study examines the meaning of skills training for Socioeconomically Vulnerable Women (WRSE) participating in a program at the Griya Wanita Mandiri Women's Empowerment Unit (UPTD PPS) in West Java. Skills training is understood not only as an effort to increase economic capacity but also as a social process that has the potential to reshape how individuals perceive themselves, their social relationships, and their future life opportunities. Previous studies on women's empowerment initiatives have generally focused more on the effectiveness aspect from an organizational perspective, while the subjective aspect, namely the meanings participants attach to the training experience, remains largely unexplored. This study employs a qualitative phenomenological approach, in line with the thinking of Alfred Schutz. Data were collected through in-depth interviews with four WRSE beneficiaries (W-1 to W-4) and one social worker (P-1), along with participant observation. Data analysis followed the phenomenological procedures developed by Moustakas (1994), which include horizontalization, theme clustering, and essential description. The results indicate that participants interpreted skills training through three main themes. First, training is understood as a means of restoring self-confidence and strengthening independence, where participants begin to see themselves as individuals with abilities, values, and opportunities for development. Second, training becomes a space for the formation of new social networks that provide emotional support, exchange of experiences, and open up access to information and economic opportunities. Third, training is interpreted as a starting point for changing perspectives on life and the future, marked by the emergence of new hopes, motivation for independence, and a desire to build a better life. The research findings reveal three main themes of meaning: (1) training as a means of restoring self-confidence and independence; (2) training as access to new, beneficial social networks; (3) training as an initial step in overhauling perspectives on life and future hopes. The results of this study emphasize that skills training programs do not merely provide technical skills but also constitute experiences that transform how WRSE view themselves and their surroundings.</em></p> Munina Nurhaliza, Musahwi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22217 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI LINGUISTIK: PERAN BAHASA INDONESIA DALAM MEMPERKUAT BRANDING DAN PROMOSI UMKM LOKAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21911 <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Seiring perkembangan teknologi dan digitalisasi, UMKM dituntut untuk memiliki strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan, salah satunya melalui pencitraan produk dan promosi. Dalam hal ini, bahasa Indonesia memiliki peranan penting sebagai alat komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, komunikatif, serta persuasif dapat membantu menyampaikan informasi produk secara efektif dan menarik perhatian konsumen. Selain itu, bahasa yang kreatif mampu membangun identitas produk dan meningkatkan minat beli masyarakat. Pada era digital, pemanfaatan media sosial dan platform perdagangan elektronik juga menuntut pelaku UMKM untuk mengolah bahasa secara inovatif, seperti dalam pembuatan slogan, deskripsi produk, dan konten promosi. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi, bahasa Indonesia juga berfungsi dalam memperkuat citra profesional produk serta melestarikan identitas budaya lokal melalui unsur-unsur khas daerah. Dengan demikian, pemanfaatan bahasa Indonesia yang efektif dapat meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional maupun global. </p> <h1><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the sectors that play an important role in Indonesia’s economy because they are able to create employment opportunities and increase community income. Along with the development of technology and digitalization, MSMEs are required to have appropriate strategies to face competition, one of which is through product branding and promotion. In this context, the Indonesian language has an important role as a communication tool between business actors and consumers. The use of proper, communicative, and persuasive Indonesian language can help deliver product information effectively and attract consumers’ attention. In addition, creative language can build product identity and increase public buying interest. In the digital era, the use of social media and e-commerce platforms also requires MSME actors to process language innovatively, such as in creating slogans, product descriptions, and promotional content. Not only as a means of communication, the Indonesian language also functions to strengthen the professional image of products and preserve local cultural identity through regional characteristics. Therefore, the effective use of the Indonesian language can improve the competitiveness of MSMEs in both national and global markets. </em></h1> Sarah Harianja, Putri Rahmawati, Perawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21911 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENOKOHAN DALAM NOVEL “KEAJAIBAN TOKO KELONTONG NAMIYA” KARYA KEIGO HIGASHINO: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22062 <p>Skripsi ini berjudul “Penokohan dalam Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya Karya Keigo Higashino: Kajian Psikologi Sastra” oleh Winda Rosalia Amheka, yang dibimbing oleh Arnol Kolnel, S.Pd., M.Hum. selaku pembimbing I, Ona Diana Bani, S.Pd., M,Hum. Selaku pembimbing II. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, (1) Siapakah tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino? (2) Bagaimana klasifikasi karakter para tokoh dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino berdasarkan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud? Tujuan dalam penelitian ini yaitu, (1) Mengetahui siapa saja tokoh yang terdapat dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino, (2) Mengklasifikasikan karakter para tokoh dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino berdasarkan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori psikologi sastra dengan pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yaitu, (1) Tokoh yang terdapat dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino yaitu, Shota, Kohei, Atsuya, Matsuoka Katsuro, Takeo, Namiya Takayuki, Namiya Yuji, Kosuke, Sadayuki, Kimiko dan Muto Harumi. (2) Klasifikasi karakter para tokoh dalam novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino berdasarkan teori Psikoanalisis Sigmund Freud yaitu, (1) Aspek id ditemukan dalam tokoh Shota, Kohei, Atsuya, Matsuoka Katsuro, Takeo, Namiya Takayuki, Namiya Yuji, Kosuke, Sadayuki dan Muto Harumi dan lebih menonjol pada tokoh&nbsp; Matsuoka Katsuro; (2) Aspek ego ditemukan dalam tokoh Shota, Kohei, Atsuya, Matsuoka Katsuro, Takeo, Namiya Takayuki, Namiya Yuji, Kosuke, Sadayuki dan Muto Harumi dan lebih menonjol pada tokoh Kosuke dan Sadayuki; (3) Aspek superego ditemukan pada tokoh Shota, Kohei, Atsuya, Matsuoka Katsuro, Takeo, Namiya Takayuki, Namiya Yuji, Kosuke, Sadayuki dan Muto Harumi dan lebih menonjol pada tokoh Shota, Kohei, Atsuya, Takeo. Namiya Takayuki, Namiya Yuji dan Muto Harumi.</p> Winda Rosalia Amheka, Arnot A. Kolnel, Ona Diana Bani, Sanhedri Boimau Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22062 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 UPAYA ORANG TUA DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DENGAN GANGGUAN MOTORIK (CEREBRAL PALSY) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22392 <p>Cerebral Palsy merupakan gangguan motorik yang dapat memengaruhi kemampuan gerak dan aktivitas sehari-hari anak sehingga memerlukan stimulasi dan pendampingan yang optimal dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya orang tua dalam menstimulasi perkembangan anak dengan gangguan motorik Cerebral Palsy. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung kepada orang tua anak dengan Cerebral Palsy. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih informan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mulai menyadari adanya keterlambatan perkembangan motorik anak ketika berusia sekitar 7–8 bulan, ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk tengkurap secara mandiri. Orang tua menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan, baik berupa tantangan fisik akibat tingginya ketergantungan anak dalam aktivitas sehari-hari maupun tantangan emosional berupa perasaan sedih dan rasa bersalah. Upaya yang dilakukan orang tua untuk menstimulasi perkembangan anak meliputi membawa anak menjalani terapi sejak usia dini, memberikan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari, serta memberikan dukungan emosional secara berkelanjutan. Hasil terapi menunjukkan adanya perkembangan kemampuan motorik anak, seperti kemampuan tengkurap dan merangkak yang berkembang secara bertahap. Selain itu, dukungan dari keluarga, lingkungan, dan sekolah turut berkontribusi dalam mendukung perkembangan anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua melalui terapi, pendampingan, dan dukungan emosional memiliki peran penting dalam menstimulasi perkembangan anak dengan Cerebral Palsy.</p> <h2>Cerebral Palsy is a motor disorder that affects a child's movement abilities and daily activities, requiring optimal stimulation and support from parents. This study aims to examine parental efforts in stimulating the development of children with Cerebral Palsy. The study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through direct interviews with a parent of a child diagnosed with Cerebral Palsy. The research participant was selected using a purposive sampling technique based on criteria relevant to the research objectives. The findings revealed that the parent first recognized signs of developmental delay when the child was approximately 7–8 months old, indicated by the inability to roll over independently. Parents faced various challenges, including physical challenges related to the child's dependence on assistance for daily activities and emotional challenges such as feelings of sadness and self-blame. The efforts undertaken by the parent to stimulate the child's development included enrolling the child in therapy from an early age, providing assistance with daily activities, and offering continuous emotional support. The therapy resulted in gradual improvements in the child's motor skills, including the ability to roll over and crawl. Furthermore, support from family members, the surrounding community, and the school contributed positively to the child's development. In conclusion, active parental involvement through therapy, daily assistance, and emotional support plays a significant role in stimulating the development of children with Cerebral Palsy.</h2> Putri syakirah mawaddah, Siti Jaza Ul Aufa, Helma Sufrika, Wita susanti, Hijriati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22392 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA KESEIMBANGAN BERAS DI INDONESIA TAHUN 2020–2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21970 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan beras di Indonesia selama periode 2020–2024 dalam kerangka teori ekonomi mikro. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Variabel yang dianalisis meliputi harga beras eceran rata-rata nasional, Upah Minimum Provinsi (UMP), konsumsi beras nasional, dan produksi beras nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga beras mengalami kenaikan kumulatif sebesar 42,86 persen, dari Rp10.500 per kilogram pada tahun 2020 menjadi Rp15.000 per kilogram pada tahun 2024. Kenaikan ini dipicu oleh pergeseran kurva permintaan ke kanan akibat pertumbuhan penduduk dan kenaikan UMP, serta pergeseran kurva penawaran ke kiri akibat fenomena El Niño tahun 2023, lonjakan biaya produksi pertanian, dan alih fungsi lahan sawah. Kondisi pasar mengalami transisi struktural dari surplus (2020–2022) menjadi defisit (2024), dengan selisih antara produksi dan konsumsi yang semakin menyempit. Meskipun UMP meningkat secara nominal sebesar 16,50 persen, laju kenaikan tersebut jauh tertinggal dari kenaikan harga beras, sehingga terjadi erosi daya beli riil masyarakat pekerja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas produksi padi, diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal, penguatan sistem cadangan dan distribusi pangan, serta perluasan jaring pengaman sosial pangan bagi kelompok masyarakat rentan.</p> <p><em>This study aims to analyze the dynamics of demand, supply, and equilibrium price of rice in Indonesia during the period 2020–2024 within the framework of microeconomic theory. A descriptive-quantitative method was employed using secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Manpower, and the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. The variables analyzed include the national average retail price of rice, the Provincial Minimum Wage (UMP), national rice consumption, and national rice production. The findings reveal that rice prices rose cumulatively by 42.86 percent, from IDR 10,500 per kilogram in 2020 to IDR 15,000 per kilogram in 2024. This increase was driven by a rightward shift of the demand curve due to population growth and rising UMP, alongside a leftward shift of the supply curve attributable to the 2023 El Niño phenomenon, surging agricultural production costs, and the conversion of productive paddy fields. The market underwent a structural transition from surplus conditions (2020–2022) to a deficit (2024), with the gap between production and consumption narrowing significantly. Although UMP increased nominally by 16.50 percent, this rate lagged far behind rice price inflation, resulting in a real erosion of workers' purchasing power. The study recommends strengthening paddy production capacity, promoting local food diversification, improving the national food reserve and distribution system, and expanding social safety net programs for vulnerable households.</em></p> Rimma Damayanti Br Malau, Tazliyah, Christianto Ginting, Fitrawaty Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21970 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS ARTIKEL ILMIAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22205 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan R Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar, minat membaca, pemahaman metode penelitian, keterampilan teknologi, dan dukungan lingkungan akademik berpengaruh terhadap kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi, pelatihan, dan pendampingan akademik untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmiah mahasiswa.</p> Elisabeth Putri Dayanti, Novica Sintasyah Sinaga, Cahaya Destia Regar, Ira Selvia Ritonga, Dania Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22205 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 IOT-BASED POWER USAGE CONTROL SYSTEM FOR SMAW WELDING MACHINES AT UPT PKPTK, WEST KALIMANTAN PROVINCE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21655 <p><em>This study analyzes electrical power consumption in welding processes and identifies factors contributing to energy inefficiency, including plate thickness, welding job type, arc height, welder skill level, and machine idle time. The results indicate that welding operations require relatively high electrical power and can lead to significant energy waste if not properly managed. For 8 mm plates, the routing welding job operates at an average current of 8–9 A, resulting in the lowest average power consumption of approximately 900 W. The filling job requires an average current of 15–16 A with a power consumption of about 1,900 W, while the capping job consumes approximately 1,800 W. For 10 mm plates, the routing job operates at 9–10 A with an average power consumption of 900 W, the filling job uses 17–18 A with a power consumption of approximately 2,500 W, and the capping job consumes around 2,300 W. These results confirm that increased plate thickness leads to higher electrical power consumption. In addition, welding arc height significantly influences power usage, where a higher arc increases power consumption. The welder’s skill level also has a substantial impact on energy efficiency. Tests involving beginner students, skilled welders, and instructors show that beginners generate the highest energy waste due to longer preparation times and frequent rework, resulting in extended machine idle time. Recorded idle times were 89.20 minutes for beginner students, 61.47 minutes for skilled welders, and 29.33 minutes for instructors.</em></p> Riyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21655 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 IMPLIKASI IRONI DALAM IKLAN PERAWATAN KULIT DI MEDIA SOSIAL TIKTOK: SEBUAH STUDI PRAGMATIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22033 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi sekaligus platform pemasaran digital, khususnya TikTok, yang terkenal dengan konten videonya yang singkat dan interaktif. Dalam konteks ini, bahasa iklan sering kali disampaikan secara tidak langsung, dengan sering menggunakan strategi seperti ironi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ironi sebagai bentuk implikatur dalam iklan produk perawatan kulit di TikTok dan untuk meneliti bagaimana makna implisit ini dibangun dan berfungsi secara persuasif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, menganalisis 12 iklan perawatan kulit yang mengandung ungkapan ironis. Temuan menunjukkan bahwa implikatur ironis muncul dalam bentuk larangan eksplisit yang menyiratkan dorongan dan penolakan yang tampak, namun sebenarnya menyampaikan promosi tersembunyi. Fenomena ini terkait erat dengan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip percakapan yang diusulkan oleh Paul Grice, khususnya prinsip kualitas dan cara, yang menghasilkan makna implisit yang memerlukan interpretasi audiens. Selain itu, penggunaan ironi terbukti menjadi strategi komunikasi persuasif yang efektif, karena mampu menarik perhatian, meningkatkan keterlibatan audiens, dan selaras dengan karakteristik komunikasi digital di TikTok. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti bahwa implikatur ironis memainkan peran penting dalam membentuk pesan iklan yang kreatif dan tidak langsung di platform tersebut.</p> <p><em>This study is motivated by the rapid growth of social media as both a communication tool and a digital marketing platform, particularly TikTok, which is known for its short and interactive video content. In this context, advertising language is often conveyed indirectly, frequently employing strategies such as irony. This study aims to analyze the use of irony as a form of implicature in skincare product advertisements on TikTok and to examine how these implicit meanings are constructed and function persuasively. This study employs a descriptive qualitative method with a pragmatic approach, analyzing 12 skincare advertisements containing ironic expressions. The findings indicate that ironic implicatures appear in the form of explicit prohibitions that imply apparent encouragement and rejection, yet actually convey hidden promotion. This phenomenon is closely linked to violations of the conversational maxims proposed by Paul Grice, particularly the maxims of quality and manner, which generate implicit meanings requiring audience interpretation. Furthermore, the use of irony has proven to be an effective persuasive communication strategy, as it captures attention, increases audience engagement, and aligns with the characteristics of digital communication on TikTok. Therefore, this study highlights that ironic implicatures play a crucial role in shaping creative and indirect advertising messages on.</em></p> Siti Kholisotul Fitriah, Siti Khofifah, Desta Asditia Utami, Tatu Siti Rohbiah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22033 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH GAYA KOMUNIKASI PIMPINAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN NASABAH PADA KARYAWAN BANK MUAMALAT DI KOTA BANDUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22330 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya komunikasi pimpinan terhadap kinerja pelayanan nasabah pada karyawan Bank Muamalat di Kota Bandung.Dalam industri perbankan syariah, komunikasi pimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 51 responden yang merupakan karyawan Bank Muamalat di Kota Bandung. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan nasabah, dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 &lt; 0,05. Nilai R Square sebesar 0,121 menunjukkan bahwa gaya komunikasi pimpinan mampu menjelaskan kinerja pelayanan nasabah sebesar 12,1%, sedangkan sisanya sebesar 87,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi pimpinan yang jelas, terbuka, dan responsif dapat membantu karyawan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah.</p> <p>This study aims to examine the effect of leadership communication style on customer service performance among employees at Bank Muamalat in Bandung. In the context of Islamic banking, effective leadership communication is considered an important factor in improving employee performance and service quality. This research uses a quantitative approach with a survey method. Data were collected by distributing questionnaires to 51 respondents who work as employees of Bank Muamalat in Bandung. The data were analyzed using descriptive analysis, validity test, reliability test, and simple linear regression. The results show that leadership communication style has a positive and significant effect on customer service performance, with a significance value of 0.012 &lt;0.05. The R Square value of 0.121 indicates that leadership communication style explains 12.1% of customer service performance, while the remaining 87.9% is influenced by other factors outside this study. These results indicate that clear, open, and responsive leadership communication can support employees in providing better service to customers</p> Alya Fitria, Aulia Ratu Assakinah, Nabila Mutiara Putri, Alisa Ramadani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22330 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBELAJARAN MULTIDIMENSIONAL TERHADAP MINAT BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X SMA BUDI LUHUR SAMARINDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21948 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dan signifikansi pembelajaran multidimensional terhadap minat belajar sejarah siswa kelas X SMA Budi Luhur Samarinda. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa metode pembelajaran sejarah konvensional yang monoton dan berfokus pada hafalan menyebabkan rendahnya minat belajar siswa. Pendekatan multidimensional diusulkan sebagai solusi inovatif untuk mentransformasi pembelajaran menjadi lebih kritis, partisipatif, dan relevan melalui integrasi berbagai disiplin ilmu sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain experimental jenis non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 50 siswa (25 eksperimen, 25 kontrol), dengan pengumpulan data melalui angket minat belajar. Analisis data melibatkan uji paired sample t-test dan independent sample t-test menggunakan SPSS 25.0. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan minat belajar di kelas eksperimen (rata-rata 80,32 ke 85,52, Sig. 0,040), sementara kelas kontrol mengalami penurunan drastis (rata-rata 60,32 ke 46,04, Sig. &lt; 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (Sig. &lt;0,001), menegaskan efektivitas superior pembelajaran multidimensional. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran multidimensional secara signifikan dan efektif meningkatkan minat belajar sejarah siswa. Pendekatan ini berhasil mengubah dinamika kelas dari pasif menjadi aktif, serta mentransformasi pengalaman belajar menjadi lebih bermakna. Implikasinya, inovasi metode pembelajaran sangat krusial untuk mempertahankan dan meningkatkan antusiasme siswa terhadap sejarah.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence and significance of multidimensional learning on the historical learning interest of 10th-grade students at SMA Budi Luhur Samarinda. The background indicates that conventional, monotonous, and rote-focused history teaching methods have led to low student learning interest. The multidimensional approach is proposed as an innovative solution to transform learning into a more critical, participatory, and relevant experience through the integration of various social science disciplines. The research employed a quantitative approach with a non-equivalent control group design quasi-experimental method. The sample consisted of 50 students (25 experimental, 25 control), with data collected via a learning interest questionnaire. Data analysis involved paired sample t-test and independent sample t-test using SPSS 25.0. Results showed a significant increase in learning interest in the experimental class (mean 80.32 to 85.52, Sig. 0.040), while the control class experienced a drastic decrease (mean 60.32 to 46.04, Sig. &lt; 0.001). Inter-group comparison revealed a highly significant difference (Sig. &lt; 0.001), confirming the superior effectiveness of multidimensional learning. This study concludes that multidimensional learning significantly and effectively enhances students' historical learning interest. This approach successfully transforms classroom dynamics from passive to active, and learning experiences from rote memorization to meaningful engagement. Consequently, innovative teaching methods are crucial for maintaining and boosting students' enthusiasm for history.</em></p> Aldi Rifaldi Hidayah, Muhamad Sopyan, Sainal A., Norhidayat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21948 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 LITERATURE REVIEW: KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN LEPTOSPIROSIS DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22182 <p>Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dapat menimbulkan gangguan multi organ, sedangkan diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan gangguan regulasi kadar glukosa darah. Kombinasi kedua kondisi tersebut dapat memperburuk status kesehatan pasien serta meningkatkan risiko komplikasi. Kebutuhan nutrisi pada pasien dengan kondisi ini menjadi aspek penting karena berperan dalam menjaga kestabilan metabolik dan mendukung proses penyembuhan. Pada literature review ini, teknik yang digunakan berupa studi literatur dengan mencari sumber atau referensi dalam bentuk data primer berupa jurnal nasional dan internasional yang terbit selama 5 tahun terakhir (2021–2025). Adapun kriteria eksklusi pada penyusunan literature review ini, yaitu: artikel yang tidak sesuai dengan topik, jurnal literature review, skripsi, serta artikel yang tidak membahas intervensi nutrisi atau komplikasi penyakit. Hasil dari literature review ini menunjukkan bahwa intervensi seperti manajemen gizi, pengaturan diet, gaya hidup sehat, edukasi, dan self-management memiliki peran penting dalam meningkatkan kondisi pasien. Kesimpulan dari hasil review ini adalah kebutuhan nutrisi yang tepat dan terintegrasi dapat membantu menjaga kestabilan kadar glukosa darah, meningkatkan sistem imun, serta mempercepat proses pemulihan pada pasien leptospirosis dengan komplikasi diabetes mellitus.</p> <p><em>Leptospirosis is a zoonotic disease caused by Leptospira bacteria and can lead to multi-organ disorders, while diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by impaired blood glucose regulation. The combination of these two conditions can worsen the patient's health status and increase the risk of complications. Nutritional needs in patients with these conditions become an important aspect because they play a role in maintaining metabolic stability and supporting the healing process. This literature review used a literature study method by collecting primary data sources in the form of national and international journals published within the last five years (2021–2025). The exclusion criteria in this literature review included articles that were not relevant to the topic, literature review journals, theses, and articles that did not discuss nutritional interventions or disease complications. The results of this literature review indicate that interventions such as nutritional management, dietary regulation, healthy lifestyle, education, and self-management play an important role in improving patient conditions. The conclusion of this review is that appropriate and integrated nutritional management can help maintain blood glucose stability, enhance the immune system, and accelerate the recovery process in patients with leptospirosis with complications of diabetes mellitus.</em></p> M Bachtiar Safrudin, Devi Clarisa Amanda, Jihan Aqilah, Imellia Harmoni Syahputri, Ikalia Ulandari, Nurjanah, Shabrina Safitri, Fathir Bayu Pratama Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22182 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENELITIAN EFEKTIFITAS LATIHAN STRETCHING EXERCISE DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT PADA PASIEN OSTEOATRITIS DIPOLIKLINIK RS PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21475 <p>Osteoartritis Lutut merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi pada lansia. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti stretching exercise dan kompres hangat diketahui dapat membantu mengurangi nyeri, namun efektivitas kombinasi keduanya masih perlu dikaji lebih lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan stretching exercise dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri lutut pada pasien osteoartritis di Poliklinik RS Prima Medika Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa latihan stretching exercise dan kompres hangat diberikan selama periode tertentu. Tingkat nyeri diukur menggunakan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan setelah diberikan intervensi (p &lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan stretching exercise dan kompres hangat efektif dalam menurunkan nyeri lutut pada pasien osteoartritis.</p> <p><em>Knee Osteoarthritis is a degenerative disease that commonly causes pain and functional limitations, especially in the elderly. Non-pharmacological management such as stretching exercise and warm compress therapy is known to help reduce pain; however, the effectiveness of their combination still requires further investigation.This study aimed to determine the effectiveness of stretching exercise and warm compress therapy in reducing knee pain among osteoarthritis patients at the Polyclinic of RS Prima Medika Pemalang. This research used a quantitative method with a quasi-experimental design and a pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 respondents selected using purposive sampling. The intervention included stretching exercises and warm compress therapy administered over a specific period. Pain levels were measured using a pain scale before and after the intervention.The results showed a significant reduction in pain levels after the intervention (p &lt; 0.05). It can be concluded that stretching exercise and warm compress therapy are effective in reducing knee pain in osteoarthritis patients.</em></p> Sudarningsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21475 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PRINSIP MEMPERSUKAR TERJADINYA PERCERAIAN DALAM MEMINIMALISIR TINGKAT PERCERAIAN DI KOTA SAMARINDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22022 <p>Tingginya angka perceraian yang didominasi oleh alasan perselisihan dan pertengkaran terus menerus mendorong Mahkamah Agung untuk mempertegas prinsip mempersukar terjadinya perceraian melalui Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2023. Regulasi ini menetapkan syarat pisah tempat tinggal paling singkat enam bulan sebagai indikator objektif adanya broken marriage dalam perkara perceraian di lingkungan Peradilan Agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip mempersukar terjadinya perceraian melalui SEMA No. 3 Tahun 2023 di Pengadilan Agama Samarinda Kelas 1-A, serta menilai efektivitasnya dalam meminimalisir tingkat perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui penelitian lapangan berupa wawancara dengan hakim dan aparatur Pengadilan Agama Samarinda Kelas 1-A, penyebaran kuesioner kepada para pihak berperkara, serta studi terhadap putusan perceraian sebelum dan sesudah diberlakukannya SEMA No. 3 Tahun 2023. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Charles O. Jones dan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SEMA No. 3 Tahun 2023 di Pengadilan Agama Samarinda Kelas 1-A telah berjalan secara konsisten dan sistematis, ditandai dengan keseragaman penerapan syarat pisah tempat tinggal enam bulan oleh majelis hakim serta dukungan peran PTSP dan mediator dalam menyaring perkara perceraian. Namun demikian, dari aspek efektivitas, SEMA No. 3 Tahun 2023 lebih efektif pada tataran prosedural dan administratif dalam menata proses perceraian dan meningkatkan kepastian hukum, tetapi tidak efektif secara substantif dalam menurunkan tingkat perceraian.</p> <p><em>The high rate of divorce cases, predominantly based on continuous disputes and conflicts, has encouraged the Supreme Court of Indonesia to reinforce the principle of making divorce more difficult through Supreme Court Circular Letter Number 3 of 2023. This regulation establishes a minimum six-month separation period as an objective indicator of a broken marriage in divorce cases within the Religious Court system. This research aims to analyze the implementation of the principle of complicating divorce as regulated in Supreme Court Circular Letter Number 3 of 2023 at the Samarinda Religious Court Class I-A, as well as to examine its effectiveness in minimizing the divorce rate. This research employs a socio-legal approach with a descriptive-analytical research design. The data were obtained through field research, including interviews with judges and court officials of the Samarinda Religious Court Class I-A, the distribution of questionnaires to litigants, and an analysis of divorce decisions issued before and after the enactment of Supreme Court Circular Letter Number 3 of 2023. The data were analyzed qualitatively using policy implementation theory and legal effectiveness theory. The results of this study indicate that the implementation of Supreme Court Circular Letter Number 3 of 2023 at the Samarinda Religious Court Class I-A has been carried out consistently and systematically. However, in terms of effectiveness, the regulation is more effective at the procedural and administrative levels in regulating the divorce process and ensuring legal certainty, rather than substantively reducing divorce tendencies. </em></p> Nurlatifah Assmaningru, Musthafa, Yennita Astarina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22022 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RSUD Dr. MOEWARDI PROVINSI JAWA TENGAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22294 <p>&nbsp;</p> <p>Latar belakang: Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma dan sering memerlukan tindakan pembedahan seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Pasien pasca operasi ORIF sering mengalami nyeri akut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan nyeri adalah latihan Range of Motion (ROM). Tujuan: Mengetahui perkembangan skala nyeri sebelum dan sesudah penerapan latihan ROM pada pasien post operasi fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang diterapkan dua responden pasien post operasi fraktur. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa latihan ROM dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari selama dua hari berturut-turut, setiap sesi dilakukan selama 30 menit. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan latihan ROM, skala nyeri pada responden pertama adalah 5 dan responden kedua 6 (kategori nyeri sedang). Setelah dilakukan latihan ROM selama dua hari, skala nyeri pada kedua responden menurun menjadi 2 (kategori nyeri ringan). Hal ini menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah penerapan latihan ROM. Kesimpulan: Penerapan latihan Range of Motion (ROM) dapat membantu menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Latihan ROM dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pada pasien pasca operasi.</p> <p><em>Background: Fracture is a condition where bone continuity is broken, generally caused by trauma and often requires surgical procedures such as Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Post-ORIF patients often experience acute pain. One non-pharmacological intervention that can be done to help reduce pain is Range of Motion (ROM) exercises. Objective: To determine the development of pain scale before and after the implementation of ROM exercises in post-fracture surgery patients. Method: This study used a case study approach applied by two respondents of post-fracture surgery patients. Pain measurement was carried out using the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention in the form of ROM exercises was carried out twice a day for two consecutive days, each session was carried out for 30 minutes. Results: The study showed that before the ROM exercises, the pain scale in the first respondent was 5 and the second respondent was 6 (moderate pain category). After ROM exercises for two days, the pain scale in both respondents decreased to 2 (mild pain category). This indicates a decrease in pain intensity after the implementation of ROM exercises. Conclusion: The implementation of Range of Motion (ROM) exercises can help reduce the pain scale in post-fracture surgery patients. ROM exercises can be used as a non-pharmacological nursing intervention in pain management in post-operative patients.</em></p> Nabila Ayu Pramestri, Eska Dwi Prajayanti, Suciana Ratrinaningsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22294 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 DARI KEBUN KE TENGKULAK: EKSPLOITASI EKONOMI PETANI KARET RAKYAT DI KECAMATAN MUARA TABIR, KABUPATEN TEBO, 1980-2010 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21938 <p>Perkebunan karet milik rakyat (Hevea brasiliensis) telah menjadi fondasi ekonomi masyarakat di Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi sejak era kolonial Belanda. Penelitian ini menelusuri pertumbuhan perkebunan karet rakyat di wilayah tersebut selama tahun 1980 hingga 2010, serta menganalisis struktur perdagangan karet yang ada dan cara-cara eksploitasi ekonomi yang dialami oleh para petani. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang dibagi dalam empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan pendekatan ekonomi-historis yang mengandalkan sumber-sumber sekunder. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa lonjakan harga karet mencapai 61,15% pada tahun 1987 membawa perubahan sosial-economi dari model subsisten ke model pasar. Namun, dalam struktur perdagangan yang terbentuk, peran tengkulak menjadi sangat dominan, menguasai distribusi dan penetapan harga melalui kontrol atas transportasi, modal, dan informasi pasar. Eksploitasi dalam ekonomi tercermin dari adanya ketidakadilan harga yang terstruktur, praktik monopoli, dan sistem utang yang menciptakan ketergantungan jangka panjang. Hal ini berdampak pada penurunan produktivitas kebun, minimnya akses pendidikan, dan peralihan sebagian masyarakat ke komoditas kelapa sawit di akhir tahun 2000-an.</p> <p><em>Abstract Civil-owned rubber plantations (Hevea brasiliensis) have been the economic foundation of the community in Muara Tabir District, Tebo Regency, Jambi Province since the Dutch colonial era. This study traces the growth of smallholder rubber plantations in the region from 1980 to 2010, and analyzes the existing rubber trade structure and the methods of economic exploitation experienced by farmers. The approach used is a historical research method divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, with an economic-historical approach relying on secondary sources. The research findings indicate that the 61.15% surge in rubber prices in 1987 brought about a socio-economic shift from a subsistence model to a market model. However, within the resulting trade structure, middlemen played a dominant role, controlling distribution and pricing through control over transportation, capital, and market information. This economic exploitation is reflected in structural price inequities, monopolistic practices, and a debt system that creates long-term dependency. This has resulted in decreased plantation productivity, limited access to education, and a shift in some communities to palm oil production in the late 2000s. </em></p> Reno, Andi Zahriyyah Yasmin, Nayla Ayu Marta, Fatonah, Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21938 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 LAPET DALAM PERSPEKTIF GASTRONOMI: INTEGRASI CITA RASA, TRADISI, DAN KEARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA BATAK TOBA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22159 <p>Lapet merupakan makanan tradisional khas Batak Toba, yang memuat aspek budaya, sosial, dan kearifan lokal dalam kehidupan komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi lapet berdasarkan perspektif gastronomi dengan mengintegrasikan rasa, tradisi, dan kearifan lokal dari masyarakat Batak Toba. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi gastronomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan, serta dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku usaha mikro kecil menengah, dan pengunjung di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapet tidak hanya berperan sebagai kuliner tradisional, tetapi juga sebagai cerminan identitas budaya masyarakat Batak Toba. Dalam sudut pandang gastronomi, lapet menggambarkan perpaduan antara elemen sensorik, metode pengolahan tradisional, nilai-nilai budaya, dan kebijaksanaan lokal. Rasa manis, aroma yang unik dari daun pisang, tekstur yang kenyal, serta pemanfaatan bahan lokal seperti tepung beras, kelapa, gula merah, dan daun pisang menawarkan pengalaman kuliner yang sejati. Di samping itu, lapet mempunyai makna simbolis sebagai tanda kebersamaan, ungkapan syukur, dan penghormatan dalam berbagai upacara adat komunitas Batak Toba. Lapet juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner khas Batak Toba, meskipun harus menghadapi tantangan akibat munculnya makanan modern dan perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lapet merupakan warisan gastronomi Batak Toba yang mengintegrasikan cita rasa, tradisi, dan kearifan lokal sehingga perlu dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.</p> <p><em>Lapet is a traditional Batak Toba dish, embodying cultural, social, and local wisdom within the community. The purpose of this study is to investigate lapet from a gastronomic perspective by integrating the flavors, traditions, and local wisdom of the Batak Toba community. The method used in this study is qualitative with a gastronomic ethnography approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation of traditional leaders, micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and visitors around Lake Toba, North Sumatra. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively through the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that lapet not only serves as a traditional culinary dish but also reflects the cultural identity of the Batak Toba community. From a gastronomic perspective, lapet represents a combination of sensory elements, traditional processing methods, cultural values, and local wisdom. Its sweet taste, unique aroma of banana leaves, chewy texture, and the use of local ingredients such as rice flour, coconut, brown sugar, and banana leaves offer a true culinary experience. In addition, lapet has symbolic meaning as a sign of togetherness, an expression of gratitude, and respect in various traditional ceremonies of the Batak Toba community. Lapet also has the potential to be developed into a culinary tourism destination typical of the Batak Toba, although it must face challenges due to the emergence of modern food and changes in community consumption habits. The conclusion of this study shows that lapet is a Batak Toba gastronomic heritage that integrates taste, tradition, and local wisdom and therefore needs to be preserved as part of the community's cultural identity.</em></p> Nury Mufidah, Saida Adilla, Jenny Rotua Manurung, Imel Sapitri Siregar, Esi Emilia, Jenri P Hutasoit, Reny Yuliana Siahaan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22159 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMATION OF NEGATIVE IMPERATIVES INTO POSITIVE DIRECTIVES IN CLASSROOM DISCOURSE: A DISCOURSE ANALYSIS OF INTERPERSONAL MEANING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21994 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi imperatif negatif menjadi direktif positif dalam wacana kelas serta mengkaji bagaimana perubahan bentuk linguistik tersebut membangun makna interpersonal dalam interaksi antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan kerangka Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics/SFL) dengan fokus pada metafungsi interpersonal, khususnya sistem mood dan residue dalam klausa imperatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana. Data penelitian berupa dua puluh pasangan klausa yang terdiri dari imperatif negatif dan direktif positif yang umum digunakan dalam interaksi kelas. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu identifikasi struktur mood, analisis unsur residue, serta interpretasi makna interpersonal yang muncul dari transformasi bentuk direktif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imperatif negatif yang ditandai oleh penggunaan don’t berfungsi sebagai bentuk larangan yang menekankan pembatasan terhadap perilaku siswa. Sebaliknya, direktif positif mengalihkan fokus komunikasi dari penghentian tindakan menuju panduan perilaku yang diharapkan. Transformasi ini tidak hanya mengubah struktur linguistik klausa dengan menghilangkan penanda polaritas negatif, tetapi juga menghasilkan pergeseran orientasi makna interpersonal dari komunikasi yang bersifat restriktif menuju komunikasi yang lebih konstruktif dan suportif. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan bentuk bahasa dalam teacher talk memiliki peran penting dalam membentuk interaksi pedagogis di kelas. Secara pedagogis, penelitian ini mengimplikasikan bahwa penggunaan direktif positif dapat menjadi strategi komunikasi yang lebih efektif bagi guru dalam mengelola perilaku siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih kooperatif, kondusif, dan mendukung proses pembelajaran.</p> <p><em>This study aims to analyze the transformation of negative imperatives into positive directives in classroom discourse and to examine how these linguistic changes construct interpersonal meaning in interactions between teachers and students. The study employs the framework of Systemic Functional Linguistics (SFL), focusing on the interpersonal metafunction, particularly the mood and residue systems in imperative clauses. This research uses a qualitative approach with discourse analysis as its method. The data consist of twenty pairs of clauses containing negative imperatives and positive directives commonly used in classroom interactions. The data were analyzed through three stages: identification of mood structure, analysis of residue elements, and interpretation of the interpersonal meanings emerging from the transformation of these directive forms. The findings reveal that negative imperatives marked by the use of don’t function as prohibitive forms that emphasize restrictions on students’ behavior. In contrast, positive directives shift the communicative focus from stopping undesirable actions toward guiding expected behavior. This transformation not only changes the linguistic structure of the clauses by removing markers of negative polarity, but also results in a shift in interpersonal meaning orientation from restrictive communication toward more constructive and supportive communication. These findings indicate that language choices in teacher talk play an important role in shaping pedagogical interaction in the classroom. Pedagogically, this study implies that the use of positive directives can serve as a more effective communication strategy for teachers in managing students’ behavior while simultaneously creating a more cooperative, conducive, and supportive learning environment.</em></p> Monalisa Nabongkalon, Harto S. Malik, Rahman Taufiqrianto Dako Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21994 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KONDISI TIMBUNAN SAMPAH DI KAWASAN PERKOTAAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22223 <p>Timbunan sampah di kawasan perkotaan merupakan isu lingkungan yang semakin serius akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan aktivitas masyarakat. Penelitian ini menganalisis kondisi timbunan sampah di perkotaan dan faktor penyebabnya menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari sumber ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan timbunan sampah banyak ditemukan di permukiman, pasar, pinggir jalan, dan tempat pembuangan akhir, didominasi oleh sampah rumah tangga, organik, dan plastik. Faktor utama penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana, dan sistem pengelolaan yang belum optimal. Kondisi ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan, sehingga diperlukan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan terintegrasi.</p> Meilinda Suriani Harefa, Saskia Ramadhani, Nayifah Chairunisa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22223 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI JASA CUCI SEBAGAI PRODUK BERSAMA USAHA RR LAUNDRY https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21920 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi jasa pada RR Laundry sabagai produk bersama serta mengetahui pembagian biaya operasional setiap jenis layanan Loundy. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawacancara dan observasi langsung pada RR Laundry untuk mengetahui jenis layanan,Biaya langsung,biaya overhead dan proses operasional usaha laundry data kemudian di analisis dengan mengelompokkan biaya langsung dan biaya overhead setiap jenis layanan Loundry. Penelitian ini menunjukkan bahwa harga pokok produksi jasa pada RR Laundry terdiri dari biaya langsung dan biaya overhead. Setiap layanan memiliki biaya produksi yang berbeda tergantung pada waktu pengerjaan jenis layanan,dan bahan yang digunaka. Berdasarkan hasil dari penelitian,penentuan harga pokok produksi yang tepat dapat membantu RR Laundry dalam menentukan harga jasa,mengontrol biaya operasional,mengetahui keuntungan usaha dan mendukung pengambilan keputusan usaha yang lebih baik.</p> <p><em>This study aims to determine the cost of goods manufactured at RR Laundry as a joint product and to determine the distribution of operational costs for each type of laundry service. This study uses a qualitative descriptive method. Data were obtained through interviews and direct observation at RR Laundry to determine the type of service, direct costs, overhead costs, and the laundry business's operational processes. The data were then analyzed by grouping direct costs and overhead costs for each type of laundry service. The study shows that the cost of goods manufactured at RR Laundry consists of direct costs and overhead costs. Each service has different production costs depending on the processing time, type of service, and materials used. Based on the research results, determining the correct cost of goods manufactured can help RR Laundry determine service prices, control operational costs, determine business profits, and support better business decision-making. Keywords: Cost of Goods Manufactured, Joint Products, Overhead Costs, Laundry Services</em></p> Lysia Saragih, Friskawati Gultom, Windi, Elfina Okto Posmaida Damanik Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21920 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENERAPAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PAUD https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22063 <p>Dari masa bayi hingga prasekolah, anak-anak menempuh perjalanan panjang dan berliku dalam pembelajaran bahasa. Melalui integrasi beberapa hasil empiris dan teoretis, studi ini berupaya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap variabel-variabel yang memengaruhi perkembangan dan pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada masa bayi. Penelitian ini menelusuri literatur akademis untuk studi yang relevan, mengambil dari studi kasus, penelitian deskriptif kualitatif, dan tinjauan sistematis, di antara lainnya. Temuan studi menunjukkan bahwa beberapa elemen, seperti Perangkat Pemerolehan Bahasa (Language Acquisition Device/LAD), perkembangan kognitif, latar belakang sosiobudaya, dan genetika, berperan dalam proses pemerolehan bahasa pertama. Pada tingkat fonologi, morfologi, dan sintaksis, anak-anak berusia 2,3–2,6 tahun secara bertahap mampu menghasilkan fonem, menyusun kata benda dan kata kerja, serta membangun kalimat sederhana. Bayi dan balita mempelajari kata-kata baru seperti "kata benda," "kata sifat," "kata kerja," "kata ganti," dan "kata tanya" melalui proses yang melibatkan tiga hipotesis utama: hipotesis masukan, hipotesis imitasi, dan hipotesis respons seluruh tubuh. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif dan sosial anak yang optimal mungkin didukung oleh paparan multibahasa sejak dini, alih-alih dikacaukan. Aturan bahasa keluarga, interaksi verbal, dan akses ke tempat belajar bilingual semuanya merupakan bagian dari lingkungan komunitas dan keluarga yang memainkan peran penting dalam pemerolehan bahasa kedua. Teknik pemerolehan bahasa berbasis konteks dan bukti untuk anak usia dini harus dirancang melalui kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan komunitas, menurut penelitian ini.</p> Faizatul Faridy, Agnia Salsa Fitrah, Latifatunnur, Maria, Genasih Suci, Sahara Aini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22063 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS TREN OBAT TERLARIS DI SALAH SATU MARKETPLACE MENGGUNAKAN BIG DATA ANALYTICS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21977 <p>Perkembangan perdagangan daring telah mentransformasi kebiasaan konsumsi masyarakat, termasuk dalam hal pembelian produk farmasi. Kajian ini berfokus pada eksplorasi pola penjualan obat serta identifikasi variabel prediktif yang berdampak pada keputusan pembelian konsumen dengan memanfaatkan pendekatan machine learning di platform marketplace. Pengambilan data produk obat dilakukan melalui teknik web scraping pada Oktober 2024. Analisis deskriptif diaplikasikan untuk memetakan pola dan tren penjualan, sementara analisis prediktif dilaksanakan menggunakan algoritma Decision Tree guna menentukan faktor paling signifikan terhadap volume penjualan. Periode penelitian berlangsung dari Oktober 2024 hingga Februari 2025 guna mengamati dinamika peringkat kategori obat terpopuler. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa harga menjadi prediktor utama bagi obat resep dan obat tradisional, sedangkan lokasi penjual merupakan faktor penentu paling berpengaruh untuk suplemen. Obat resep secara konsisten menduduki peringkat pertama, obat tradisional stabil di posisi ketiga, dan suplemen mengalami fluktuasi dengan rata-rata peringkat keenam. Penerapan data mining yang mengintegrasikan analisis deskriptif dan algoritma Decision Tree terbukti efektif dalam mengidentifikasi faktor dominan serta pola penjualan produk farmasi di marketplace, meskipun akurasi prediksi masih terbatas akibat variabel yang belum lengkap.</p> Rangga Pahlevi, Putri Aulia, Eva Sartika Dasopang, Salman, Desy Natalia Siahaan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21977 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS YURIDIS PUTUSAN TIDAK DAPAT DITERIMA (NIET ONTVANKELIJKE VERKLAARD) ATAS GUGATAN PERDATA GANTI RUGI NEGARA TERHADAP AHLI WARIS TERDAKWA KORUPSI YANG MENINGGAL DUNIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22211 <p>Meninggalnya terdakwa dalam proses peradilan pidana mengakibatkan gugurnya hak menuntut sebagaimana diatur dalam Pasal 77 KUHP, sebagaimana terjadi dalam kasus tindak pidana korupsi yang menjerat Kemas Abdul Halim Ali (H. Alim). Meskipun penuntutan pidana hapus, kerugian keuangan negara tetap dapat dipulihkan melalui jalur gugatan perdata terhadap ahli waris berdasarkan ketentuan Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Peralihan penyelesaian perkara dari ranah pidana ke perdata tersebut membawa konsekuensi pada penerapan hukum acara perdata yang bersifat formil dan ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi timbulnya putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau gugatan tidak dapat diterima dalam upaya pemulihan kerugian keuangan negara melalui gugatan perdata terhadap ahli waris terdakwa yang telah meninggal dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan yurisprudensi, khususnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 21 K/Sip/1971.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan perdata terhadap ahli waris memiliki kerentanan tinggi terhadap cacat formil. Risiko tersebut antara lain berupa plurium litis consortium (kurang pihak) apabila tidak seluruh ahli waris ditarik sebagai tergugat, serta obscuur libel apabila dalil kerugian negara tidak dirumuskan secara jelas dan rinci. Dengan demikian, ketelitian dalam memenuhi syarat formil hukum acara perdata menjadi faktor penentu keberhasilan negara dalam memulihkan kerugian keuangan dari harta warisan terdakwa yang telah meninggal dunia.</p> <p><em>The death of the defendant in the criminal justice process resulted in the loss of the right to prosecute as stipulated in Article 77 of the Criminal Code, as happened in the corruption case that ensnared Kemas Abdul Halim Ali (H. Scholar). Even though the criminal prosecution is removed, the state's financial losses can still be recovered through civil lawsuits against the heirs based on the provisions of Article 33 and Article 34 of the Corruption Eradication Act. The transition of case settlement from the criminal to the civil sphere brings consequences to the implementation of formal and strict civil procedure law.This research aims to analyze the potential for the decision of Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) or an unacceptable lawsuit in an effort to recover the state's financial losses through a civil lawsuit against the defendant's heirs who have passed away. The research method used is normative. jurisprudence with a legislative and jurisprudence approach, especially the Supreme Court Decision Number 21 K/Sip/197. The research results show that civil lawsuits against heirs have a high vulnerability to formal defects. These risks include in the form of plurium litis consortium (lack of parties) if not all heirs are withdrawn as defendants, and obscuur libel if the premise of state losses is not formulated clearly and in detail. Thus, thoroughness in fulfilling the formal requirements of civil procedure law is a determining factor in the success of the state in recovering financial losses from the deceased defendant's inheritance.</em></p> Andini Tri Hapsyahri, Andi Arya Pradhifva, Muhammad Reza Pahlevi, Farahdinny Siswajanthy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22211 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 AN IOT-INTEGRATED APPROACH FOR REAL-TIME MONITORING AND CONTROL OF AIR COMPRESSOR SYSTEMS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21657 <p><em>This research focuses on the design, implementation, and evaluation of an Internet of Things (IoT)-based air compressor monitoring and control system deployed in the automotive workshop of UPT PKPTK, West Kalimantan Province. The proposed system enables real-time monitoring of key compressor operational parameters, including air pressure, voltage, current, electrical power, and operating duration. Data are presented locally through an LCD interface and remotely via the Adafruit IO platform. Experimental findings reveal that the voltage, current, and pressure sensors produce minimal measurement deviations when compared with standard instruments. The low Mean Square Error (MSE) and Root Mean Square Error (RMSE) values confirm the stability and reliability of the sensors for operational monitoring purposes. During starting current testing, a substantial inrush current was recorded, ranging between 15.10 and 34.2 A per phase, whereas the steady-state operating current was observed between 7 and 8 A. Variations in current among phases R, S, and T at startup were attributed to imbalance in motor winding impedance. Performance tests using different pneumatic tools demonstrate that load variations significantly influence power consumption, with operating pressure maintained between 8 and 9.9 kg/cm² in compliance with the pressure switch specifications. The implemented protection mechanism effectively mitigates overpressure conditions by automatically disconnecting the compressor supply via a solid-state relay (SSR). Additionally, the system can detect air leakage through pressure drop analysis and respond with automatic alerts and power cutoff. Overall, the developed system contributes to enhanced energy efficiency and improved occupational safety in automotive workshop environments.</em></p> Jaka Aman Prakasa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21657 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO DOKUMENTER TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH DI MAN 1 SAMARINDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22035 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran video dokumenter terhadap hasil belajar Sejarah siswa di MAN 1 Samarinda. Pendekatan ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakukan berupa penggunaan media pembelajaran video dokumenter dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes (pretest-posttest) dan angket. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran video dokumenter memberikan pengaruh terhadap hasil belajar Sejarah siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi pada uji hipotesis sebesar 0,05 yang mana nilai ini kurang dari atau sama dengan 0,05. Ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hhipotesis nol (H0) ditolak. Berdasarkan uji korelasi, nilai yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,361. Menurut klasifikasi, nilai ini masuk kategori rendah atau lemah. Selain itu, hasil uji determinasi menunjukkan hasil sebesar 0,130 atau sama dengan 13%. Artinya penggunaan media pembelajaran video dokumenter terhadap hasil belajar Sejarah siswa berpengaruh sebanyak 13%, dan 87% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pada penggunaan media pembelajaran video dokumenter terhadap hasil belajar Sejarah di MAN 1 Samarinda, namun pengaruh yang ditorehkan masuk dalam kategori rendah atau lemah.</p> <p><em>The purpose of this study is to determine the impact of using video documentaries as a teaching tool on students' learning outcomes in history at MAN 1 Samarinda. This quantitative study employed an experimental method with two classes: one experimental class that used video documentaries as learning materials and one control class that did not. Data collection techniques included pre- and post-tests, as well as a questionnaire. The data were analyzed using normality, linearity, and hypothesis tests with t-tests. The results showed that using documentary videos as teaching aids influenced students' learning outcomes in history. This is demonstrated by the sig. (p) pada tes hipotesis yang bernilai 0,05, di mana nilainya kurang dari atau sama dengan 0,05. This means the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. According to the correlation test, the value produced is positive at 0.361. According to the classification, this value falls into the low or weak category. The determination test produced a value of 0.130, equivalent to 13%. This indicates that using documentary videos as teaching aids affects history students' learning outcomes by 13%, while 87% are influenced by other factors. In conclusion, this study found that using documentary videos as teaching aids affects the learning outcomes of history students at MAN 1 Samarinda, but only to a low or weak extent.</em></p> Ishmah Khalda Hanifah, Muhamad Sopyan, Sainal A, Norhidayat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22035 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA MELALUI DIVERSI: STUDI KASUS HUKUM PIDANA ISLAM DAN SISTEM PERADILAN ANAK DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22382 <p>Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan anak sebagai pelaku merupakan fenomena hukum yang kompleks, karena memposisikan anak dalam dualitas status: sebagai pelanggar hukum sekaligus korban dari disfungsi lingkungan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelindungan hukum bagi anak pelaku KDRT melalui mekanisme diversi, dengan mengomparasikan perspektif Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) di Indonesia dan Hukum Pidana Islam (Fiqh al-Jinayah). Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan (comparative approach) dan pendekatan kasus, studi ini mengkaji bagaimana keadilan restoratif (restorative justice) diintegrasikan dalam kedua sistem hukum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU No. 11 Tahun 2012 tentang SPPA mewajibkan diversi untuk tindak pidana dengan ancaman pidana di bawah 7 tahun, namun dalam kasus KDRT tertentu, implementasinya sering kali membentur tembok formalisme hukum dan resistensi korban. Sementara itu, dalam Hukum Pidana Islam, konsep diversi sepadan dengan mekanisme Sulh (perdamaian) dan pemaafan (’Afw) dalam kategori jarimah Qisas-Diyāt atau melalui diskresi hakim (Ta’zir) yang memprioritaskan kemaslahatan (Maṣlaḥah) dan perlindungan masa depan anak (Ḥifẓ an-Nafs dan Ḥifẓ an-Nasl). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara nilai-nilai keadilan restoratif dalam SPPA dan prinsip kemaslahatan Hukum Islam dapat memperkuat efektivitas diversi bagi anak pelaku KDRT di Indonesia.</p> <p>Domestic Violence (DV) involving children as perpetrators is a complex legal phenomenon, because it positions children in a dual status: as both lawbreakers and victims of a dysfunctional domestic environment. This study aims to analyze legal protection for child perpetrators of domestic violence through a diversion mechanism, by comparing the perspectives of the Juvenile Criminal Justice System (SPPA) in Indonesia and Islamic Criminal Law (Fiqh al-Jinayah). Using normative legal research methods with a comparative approach and a case approach, this study examines how restorative justice is integrated into both legal systems. The results show that Law No. 11 of 2012 concerning SPPA requires diversion for crimes with a criminal penalty of less than 7 years, but in certain cases of domestic violence, its implementation often hits a wall of legal formalism and victim resistance. Meanwhile, in Islamic Criminal Law, the concept of diversion is equivalent to the mechanisms of Sulh (peace) and forgiveness ('Afw) in the Qisas-Diyāt category, or through judicial discretion (Ta'zir) that prioritizes the welfare (Maṣlaḥah) and the protection of the child's future (Ḥifẓ an-Nafs and Ḥifẓ an-Nasl). This study concludes that synchronizing the values of restorative justice in the Child Protection System (SPPA) with the principle of welfare in Islamic law can strengthen the effectiveness of diversion for child perpetrators of domestic violence in Indonesia</p> Abdul Juliadin Rindo, Riswan, Syamrotul Ilmi Fawaidah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22382 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0000 TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR: TELAAH LITERATUR NARATIF ATAS PREMATURE SIGN-OFF DAN UNDER-REPORTING OF TIME https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21966 <p>Artikel ini membahas tekanan anggaran waktu atau time budget pressure (TBP) sebagai salah satu bentuk tekanan organisasional yang dapat mendorong perilaku disfungsional auditor. Fokus kajian diarahkan pada dua perilaku utama, yaitu premature sign-off (PSO) dan under-reporting of time (URT). Permasalahan utama yang diangkat adalah bahwa PSO dan URT sering ditempatkan dalam kelompok perilaku disfungsional yang sama, padahal keduanya memiliki mekanisme risiko yang berbeda terhadap kualitas audit. PSO mengancam kualitas audit secara langsung karena prosedur audit dapat dinyatakan selesai tanpa dukungan bukti yang cukup dan tepat, sedangkan URT mengancam kualitas audit secara sistemik karena mendistorsi pelaporan waktu, evaluasi kinerja auditor, dan penyusunan anggaran audit berikutnya. Artikel ini menggunakan metode telaah literatur naratif dengan pendekatan purposive atas sembilan artikel akademik utama yang membahas TBP, PSO, URT, reduced audit quality behavior, dan sistem pengendalian kualitas dalam firma audit. Hasil sintesis menunjukkan bahwa TBP dapat meningkatkan risiko PSO terutama ketika auditor menghadapi anggaran ketat dan memersepsikan prosedur tertentu sebagai kurang penting. Hubungan TBP dengan URT lebih kompleks karena URT dapat berkembang menjadi norma informal yang terinstitusionalisasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa strategi pengendalian PSO dan URT perlu dibedakan: PSO memerlukan review substantif dan dokumentasi bukti, sedangkan URT membutuhkan sistem evaluasi kinerja yang seimbang, budaya pelaporan waktu yang jujur, dan anggaran audit yang realistis.</p> <p><em>This article examines time budget pressure (TBP) as an organizational pressure that may encourage dysfunctional auditor behavior. The review focuses on two major behaviors: premature sign-off (PSO) and under-reporting of time (URT). The main issue addressed is that PSO and URT are frequently grouped under dysfunctional audit behavior, although they create different mechanisms of risk to audit quality. PSO directly threatens audit quality because audit procedures may be signed off without sufficient and appropriate evidence, whereas URT creates a systemic threat by distorting time reporting, auditor performance evaluation, and future audit budgeting. This article applies a narrative literature review using a purposive approach to nine major academic articles on TBP, PSO, URT, reduced audit quality behavior, and audit-firm quality control systems. The synthesis indicates that TBP may increase PSO risk, particularly when auditors face tight budgets and perceive certain audit steps as less necessary. The relationship between TBP and URT is more complex because URT may evolve into an institutionalized informal norm. The article concludes that PSO and URT require different control strategies: PSO requires substantive review and evidence documentation, whereas URT requires balanced performance evaluation, an honest time-reporting culture, and realistic audit budgets.</em></p> Steven Leonardo, Carmel Meiden Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21966 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 EKSPLOITASI HUTAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT MELAYU DI SEPANJANG DAERAH ALIRAN SUNGAI BATANGHARI, KABUPATEN BATANGHARI DAN MUARO JAMBI TAHUN 2000-2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22189 <p>Penelitian ini membahas eksploitasi hutan di Jambi serta dampaknya terhadap masyarakat Melayu dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Pada awalnya, masyarakat Melayu memanfaatkan hutan secara tradisional dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, sejak masa kolonial hingga periode modern, eksploitasi hutan mengalami peningkatan melalui kegiatan penebangan kayu, pemanfaatan hasil hutan non-kayu, serta pembukaan lahan untuk perkebunan. Perubahan ini mendorong transformasi ekonomi masyarakat dari sistem subsisten menjadi lebih berorientasi pasar. Di sisi lain, eksploitasi tersebut juga menimbulkan berbagai dampak negatif seperti konflik agraria, kesenjangan sosial, erosi budaya, dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat lokal agar keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat terjaga.</p> <p><em>This study examines forest exploitation in Jambi and its impacts on the Malay community from economic, social, cultural, and environmental perspectives. Initially, forests were utilized traditionally and sustainably by local communities. However, since the colonial period to modern times, exploitation has intensified through logging, non-timber forest product extraction, and land conversion for plantations. These changes have transformed the economic system from subsistence to market-oriented activities. On the other hand, this exploitation has also led to negative impacts such as agrarian conflicts, social inequality, cultural erosion, and environmental degradation. This research uses a qualitative method with a descriptive approach through literature study. The results indicate the importance of sustainable forest management and community involvement to balance economic interests and environmental conservation.</em></p> Azra Alya Hamdani, Agung Prayogo, Aisyah Ika Legita, Fadhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22189 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 NILAI-NILAI DALAM LEGENDA BOKAY PADA MASYARAKAT DESA NUSAKDALE KECAMATA PANTAI BARU KABUPATEN ROTE NDAO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21620 <p>Skripsi berjudul, “Nilai-Nilai dalam Legenda <em>Bokay</em> Pada Masyarkat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao”, oleh Jilta Mirsanti Dano, NIM. 2288201033, yang dibimbing oleh Ona Diana Bani, S.Pd., M.Hum., selaku pembimbing I dan Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum., selaku pembimbing II. Masalah dalam penelitian ini adalah Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay </em>pada masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay </em>pada Masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk sebagai bahan masukan bagi pemerintah agar tetap mengembangkan dan melestarikan budaya lokal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori linguistik kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay</em> pada Masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai baru Kabupaten Rote Ndao adalah (1) Nilai Sosial, ditunjukkan melalui kata <em>&nbsp;“na’no” </em>yang berarti bersahabat yang artinya ada persahabatan antara makhluk di laut dan makhluk di darat<em>.</em> Dan juga bisa bisa tnjukkan melalui kalimat <em>“pa;a lamema sasonga do ne tasi&nbsp; su’un” </em>yang berarti mengikat daun lontar di pinggir laut ini menunjukkan adannya kerja sama antara masyarakat dengan raja musuhu untuk mengikat daun lontar di pinggir laut. (2) Nilai Budaya ditunjukkan melalui kalimat “ <em>laketu beli ka fe kapa-kapa mesan” </em>yang memiliki arti menyepakati belis dengan memberikan kerbau-kerbau. Ini menunjukkan nilai budaya yang terus dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao dalam tradisi perkawinan. (3) Nilai Moral, ditunjukkan melalui kalimat “<em>kapalah absa-basa sea leo de fali le oe dale” </em>yang berarti ketika penjaga kandang melempar telur ke kerbau bertanduk panjang maka kerbau-kerbau itu lari kembali ke laut. Ini menunjukkan adanya ketidakjujuran raja laut yang menipu raja darat sehingga kerbau-kerbau itu kembali ke laut. Dan ditunjukkan melalui <em>nafunin” </em>yang berarti menyembunyikan. Hal ini menunjukkan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh gadis yang menyembunyikan kulit atau pakaian lelaki itu. (4) Nilai Religius, ditunjukkan melalui kalimat “<em>bula ka moli beu” </em>yang artinya ketika bulan purnama. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kekuatan alam dan makhluk supranatural. Dan ditunjukkan melalui kalimat “<em>pa’a la mema sasonga do ne tasi su’un”</em>. Yang artinya mengikat daun lontar di setiap pinggir laut. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kekuatan gaib spiritual dan alam. (5) Nilai Pendidikan, ditunjukkan melalui kalimat “<em>hatoli mananea oka ka tapa manutolo le kapa sasula manalu”</em>. Yang artinya penjaga kandang melempar telur ke kerbau tanduk panjang sehingga kerbau-kerbau lari kembali ke laut. Hal ini menunjukkan penjaga kandang gegabah dalam mengambil keputusan.</p> <p><em>Abstrac : Thesis entitled, “Values ​​in the Bokay Legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency”, by Jilta Mirsanti Dano, NIM. 2288201033, supervised by Ona Diana Bani, S.Pd., M.Hum., as the first supervisor and Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum., as the second supervisor. The problem in this study is What are the values ​​contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency? The purpose of this study is to describe the values ​​contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency. The expected benefit of this study is to be an input for the government to continue to develop and preserve local culture. The theory used in this study is the theory of cultural linguistics. The method used in this study is descriptive qualitative.&nbsp; The results of the study show that the values ​​contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency are (1) Social Values, shown through the word “na’no” which means friendly, meaning there is friendship between creatures in the sea and creatures on land. And it can also be shown through the sentence “pa;a lamema sasonga do ne tasi su’un” which means tying palm leaves on the edge of the sea, this shows the existence of cooperation between the community and the enemy king to tie palm leaves on the edge of the sea. (2) Cultural Values ​​are shown through the sentence “laketu beli ka fe kapa-kapa mesan” which means agreeing to buy by giving buffaloes. This shows the cultural values ​​that continue to be upheld by the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency in the marriage tradition.&nbsp; (3) Moral values, shown through the sentence “kapalah absa-basa sea leo de fali le oe dale” which means when the keeper of the cage threw eggs to the long-horned buffaloes, the buffaloes ran back to the sea. This shows the dishonesty of the sea king who deceived the land king so that the buffaloes returned to the sea.&nbsp; And shown through “nafunin” which means to hide. This indicates the immoral act committed by the girl who hid the man’s skin or clothing. (4) Religious Values, shown through the sentence “bula ka moli beu” which means when the moon is full. This indicates a belief in natural forces and supernatural beings. And shown through the sentence “pa’a la mema sasonga do ne tasi su’un” which means tying palm leaves at every seashore. This indicates a belief in spiritual and natural supernatural powers. (5) Educational Values, shown through the sentence “hatoli mananea oka ka tapa manutolo le kapa sasula manalu” which means the keeper of the pen throws eggs to the long-horned buffalo so that the buffaloes run back to the sea. This shows the keeper of the pen is rash in making decisions.</em></p> Jilta Mirsanti Dano, Ona Diana Bani, Sanhedri Boimau Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/21620 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI TPACK DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22026 <p>Salah satu tujuan pendidikan di sekolah adalah terciptanya keberhasilan pada proses pembelajaran. Terlebih lagi pada era digital ini, teknologi seharusnya mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pemahaman konsep secara mendalam. Namun kenyataannya, masih terdapat kesenjangan besar berupa rendahnya literasi digital guru dalam mengintegrasikan media modern, keterbatasan akses infrastruktur di berbagai sekolah, serta tingginya distraksi yang justru menurunkan fokus dan hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terkait pembelajaran berbasis TPACK, khususnya pada mata pelajaran IPAS pada materi sistem pencernaan manusia di kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPAS materi sistem pencernaan manusia di SD No. 2 Pecatu secara mendalam mempermudah pemahaman siswa, yang terlihat dari siswa mampu menguraikan alur sistem pencernaan manusia secara bertahap dan sesuai dari tujuan pembelajaran.</p> <p><em>One of the primary goals of school education is to achieve success in the learning process. Particularly in this digital era, technology should be capable of creating an interactive, adaptive, and student-centered learning ecosystem to facilitate a profound understanding of concepts. In reality, however, a significant gap persists, characterized by teachers' low digital literacy in integrating modern media, limited infrastructure access across various schools, and high digital distractions that consequently diminish students' focus and learning outcomes in the classroom. This study aims to outline the implementation of TPACK-based learning, specifically in the Science and Social Studies (IPAS) subject focusing on the human digestive system material in fifth-grade elementary school. The research method employed is descriptive qualitative with a case study approach. The primary results indicate that the application of TPACK-based learning at SD No. 2 Pecatu profoundly facilitates students' understanding, as evidenced by their ability to outline the sequence of the human digestive system step-by-step in accordance with the learning objectives.</em></p> Sang Ayu Made Evi Ambara Wati, I Nyoman Kiriana, Ni Nyoman Ayu Suciartini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22026 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 MEMBUKA RIMBA MENJEMPUT ASA: SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PEMUKIMAN TRANSMIGRASI DI SUNGAI BAHAR TAHUN 1984–2000 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22312 <p>Kisah transmigrasi yang digulirkan pemerintah era Orde Baru di kawasan Sungai Bahar, Provinsi Jambi, sejatinya bukan sekadar urusan memindahkan penduduk dari satu pulau ke pulau lain. Agenda besar ini merupakan cetak biru dari ambisi pemerintah dalam memadukan penataan demografi dengan ekspansi industri perkebunan kelapa sawit lewat skema PIR-Trans. Penelitian ini bertujuan untuk merajut kembali rekam jejak sejarah pembukaan lahan, dinamika penempatan gelombang awal, strategi bertahan hidup para migran, hingga titik balik kemandirian mereka di Sungai Bahar dari tahun 1984 sampai 2000. Dengan bersandar pada metode penelitian sejarah yang bertumpu penuh pada studi dokumen mulapi dari penelusuran heuristik, kritik sumber tertulis, interpretasi, hingga historiografi kajian ini membedah ragam arsip hukum daerah, catatan monografi desa, serta literatur hasil riset terkait sebagai fondasi data tertulisnya. Hasil kajian memperlihatkan bahwa metamorfosis wilayah dari hutan belantara yang mulanya menjadi ruang hidup Suku Anak Dalam (SAD) Batin Sembilan hingga mewujud sebagai kawasan agropolitan mandiri, harus dibayar dengan pengorbanan kemanusiaan yang teramat besar. Pekatnya isolasi geografis dan carut-marutnya infrastruktur di masa awal memaksa para transmigran memutar otak dan bekerja ekstra keras demi bisa beradaptasi. Kendati demikian, memasuki akhir dekade 1990-an, manisnya hasil panen kelapa sawit yang bermitra dengan PTPN VI perlahan mampu mendongkrak kesejahteraan warga, merubah wajah sosiologis wilayah menjadi lebih majemuk (heterogen), sekaligus mematangkan kesiapan administratifnya untuk berdiri sebagai kecamatan mandiri pada tahun 2001.</p> <p><em>The transmigration program launched by the Orde Baru government in Sungai Bahar, Jambi Province, was far more than a simple population relocation project. This massive initiative served as a master plan combining demographic restructuring with the aggressive expansion of the palm oil industry under the PIR-Trans scheme. This study aims to reconstruct the historical narrative of early land clearing, the dynamic resettlement phases, the survival mechanisms of the migrants, and their eventual transition to self-reliance in Sungai Bahar from 1984 to 2000. Applying a historical research method strictly rooted in documentary analysis encompassing heuristics, source criticism of written texts, interpretation, and historiography this paper examines various local regulatory archives, village monographs, and related research literature as its solid data foundation. The findings reveal that the regional transformation from a dense jungle originally home to the Indigenous Suku Anak Dalam (SAD) Batin Sembilan into a thriving agropolitan hub came at the cost of immense human sacrifice. In the opening years, severe geographical isolation and deep infrastructural deficits forced transmigrants to continuously innovate just to survive. By the late 1990s, however, the economic triumphs of palm oil cultivation in partnership with PTPN VI gradually elevated the community's livelihood, reshaping the area's sociological landscape into a vibrant, heterogeneous society while seamlessly laying the administrative groundwork for its official district status in 2001.</em></p> Rahmat Firdaus, Fajar Nanda Pratama, Fatonah, Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/22312 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000