Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm id-ID Sat, 31 Oct 2026 05:08:35 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DETEKSI STRATEGI GERILYA RADEN MATTAHER DALAM PERLAWANAN TERHADAP BELANDA DI JAMBI (1904–1907) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28461 <p>Perlawanan rakyat Jambi terhadap kolonialisme Belanda pada awal abad ke-20 merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan lokal di Nusantara, tetapi kajian yang menelaah strategi militer Raden Mattaher secara khusus masih terbatas dan sering tersebar dalam narasi umum. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi gerilya yang diterapkan Raden Mattaher dalam melawan Belanda di Jambi pada 1904–1907 serta faktor-faktor yang mendukung dan membatasinya. Periode ini dimulai pada 1904 karena wafatnya Sultan Thaha Syaifuddin pada tahun tersebut membuat perlawanan kehilangan pemimpin utamanya dan komando beralih kepada Raden Mattaher, serta berakhir pada 1907 karena Raden Mattaher gugur pada September tahun itu sehingga kepemimpinannya dalam perang gerilya berhenti. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber dikumpulkan melalui pencarian di internet dan penelusuran artikel jurnal yang relevan, kemudian diseleksi melalui kritik ekstern dan intern untuk menilai keaslian dan kredibilitasnya, ditafsirkan secara analitis, dan disusun dalam narasi historis yang kronologis. Temuan utama menunjukkan bahwa Raden Mattaher menerapkan perang gerilya dengan memanfaatkan medan hutan dan sungai di wilayah Jambi, melancarkan serangan mendadak terhadap pos dan patroli Belanda, serta menghindari pertempuran terbuka yang tidak seimbang dari segi persenjataan. Strategi tersebut ditopang oleh dukungan masyarakat setempat, ikatan kekerabatan, dan semangat mempertahankan wilayah dari campur tangan kolonial. Namun, keterbatasan senjata, tekanan militer Belanda yang berkelanjutan, dan menyempitnya ruang gerak pasukan menjadi kendala bagi keberlanjutan perlawanan. Dapat disimpulkan bahwa gerilya Raden Mattaher merupakan bentuk adaptasi rasional perlawanan lokal terhadap kekuatan kolonial yang lebih unggul, sekaligus menunjukkan bahwa perlawanan di Jambi berlangsung terorganisasi dan berakar kuat pada dukungan rakyat.</p> <p><em>The resistance of the people of Jambi against Dutch colonialism in the early 20th century constitutes a significant chapter in the history of local struggles across the Indonesian archipelago; however, specific studies examining Raden Mattaher’s military strategies remain limited, with details often confined to generalized narratives. This study aims to elucidate the guerrilla strategies employed by Raden Mattaher against the Dutch in Jambi between 1904 and 1907, as well as the factors that both facilitated and constrained his efforts. The period begins in 1904 because the death of Sultan Thaha Syaifuddin that year left the resistance without its main leader and passed the command to Raden Mattaher, and it ends in 1907 because Raden Mattaher was killed in September of that year, which ended his leadership of the guerrilla campaign. The research employs a historical method comprising four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Sources were gathered through online searches and the review of relevant journal articles, then subjected to external and internal criticism to assess their authenticity and credibility, analytically documented, and synthesized into a chronological historical narrative. The primary findings indicate that Raden Mattaher waged guerrilla warfare by leveraging the forest and river terrain of Jambi, launching surprise attacks on Dutch outposts and patrols, and avoiding open combat where the disparity in weaponry would have been disadvantageous. This strategy was underpinned by local community support, kinship ties, and a resolute spirit to defend the territory against colonial encroachment. Conversely, limitations in weaponry, sustained Dutch military pressure, and restricted freedom of movement for his forces posed significant obstacles to the resistance. It can be concluded that Raden Mattaher’s guerrilla campaign represented a rational form of local resistance against a superior colonial power, demonstrating that the resistance in Jambi was well-organized and deeply rooted in popular support.</em></p> Yuli Aulia, Dita Septianingrum, Tasya Enggelika Simbolon, Fitria Barokah, Zhaira Burma, Fatonah Nurdin, Nirwan II Yasin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28461 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM KEGIATAN MAGANG KEMENTERIAN KEUANGAN RI DI KPP PRATAMA SURABAYA SUKOMANUNGGAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/27919 <p>Program magang Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surabaya Sukomanunggal merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan tata kelola pemerintahan dan perpajakan kepada mahasiswa serta calon tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kegiatan magang di KPP Pratama Surabaya Sukomanunggal, meliputi proses perencanaan, penempatan, pembimbingan (mentoring), evaluasi kinerja, hingga kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM peserta magang dilakukan secara terstruktur melalui pembagian tugas sesuai kapasitas operasional unit kerja, pendampingan oleh mentor berpengalaman, serta penilaian kinerja berbasis kompetensi dan kedisiplinan. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan efisiensi operasional harian kantor sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata dan peningkatan keterampilan (skill) bagi peserta magang.</p> <p><em>The internship program of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia at the Surabaya Sukomanunggal Tax Office (KPP Pratama) serves as a strategic platform to introduce governance and taxation systems to university students and prospective workers. This study aims to analyze the Human Resource (HR) management strategies implemented during the internship program at KPP Pratama Surabaya Sukomanunggal, covering planning, placement, mentoring, performance evaluation, and the challenges encountered. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The findings reveal that HR management for interns is executed in a structured manner through task allocation aligned with operational capacity, guidance from experienced mentors, and performance evaluations based on competency and discipline. This strategy has proven effective in enhancing daily office operational efficiency while providing real work experience and skill development for the interns.</em></p> Ardi Armadani, Emmywati, Anita Kartika Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/27919 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 INOVASI PEMBAYARAN TRANSAKSI DIGITAL MELALUI QRIS: ANALISIS RISIKO DAN MANFAAT DALAM PELAYANAN PUBLIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28445 <p>Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berkembang dari standar pembayaran ritel menjadi bagian dari inovasi pelayanan publik, termasuk dalam penarikan retribusi daerah. Inovasi ini menjanjikan efisiensi dan transparansi, tetapi juga membawa risiko keamanan, kesenjangan literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur. Makalah ini bertujuan menganalisis manfaat dan risiko penerapan QRIS dalam pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap 11 artikel jurnal terbitan 2022–2026, yang dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat utama QRIS meliputi efisiensi waktu, pencatatan transaksi otomatis yang mendukung transparansi dan akuntabilitas, potensi optimalisasi pendapatan asli daerah, berkurangnya risiko uang tunai, serta perluasan inklusi keuangan. Risiko dan hambatan utamanya mencakup penipuan melalui kode QR yang dipalsukan (quishing), rendahnya literasi digital, jaringan internet yang belum stabil, resistensi terhadap perubahan, serta batasan teknis dan regulatif. Dukungan pemerintah dan kepercayaan pengguna turut menentukan keberlanjutan penggunaan. Manfaat tersebut dapat dipertahankan jika diimbangi sosialisasi berkelanjutan, pendampingan petugas, penguatan infrastruktur, verifikasi keaslian kode QR, dan koordinasi dengan penyedia jasa pembayaran. Sebagian besar bukti berasal dari studi kasus berskala kecil sehingga generalisasi perlu dilakukan dengan hati-hati.</p> <p><em>The Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has evolved from a retail payment standard into part of public service innovation, including local levy collection. This innovation promises efficiency and transparency, yet it also brings security risks, digital literacy gaps, and infrastructure limitations. This paper analyzes the benefits and risks of QRIS in public services using a descriptive qualitative approach and a literature study of 11 journal articles published between 2022 and 2026, analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the main benefits are time efficiency, automatic transaction recording that supports transparency and accountability, potential improvement of local own-source revenue, reduced cash-handling risks, and wider financial inclusion. The main risks and barriers include fraud through tampered QR codes (quishing), low digital literacy, unstable internet connectivity, resistance to change, and technical and regulatory limits. Government support and user trust also shape long-term adoption. These benefits can be sustained when accompanied by continuous outreach, officer assistance, stronger infrastructure, QR code authenticity verification, and coordination with payment service providers. Most of the evidence comes from small-scale case studies, so generalization should be made with caution.</em></p> Marcella Saputri Wantura, Maria Kurniati Silvana Andricus Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28445 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MINAT SISWA KELAS VI DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN MENGGAMBAR DI SD NEGERI 88 PALEMBANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28617 <p>Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan pendidikan yang dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat, kreativitas, keterampilan, dan potensi yang dimiliki di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler perlu memperhatikan minat siswa agar kegiatan yang diberikan sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa kelas VI dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kesenian menggambar di SD Negeri 88 Palembang serta mengetahui respons siswa setelah kegiatan tersebut diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket. Responden penelitian berjumlah 25 siswa kelas VI. Hasil angket menunjukkan bahwa sebanyak 13 siswa atau 52% memiliki minat terhadap kegiatan kesenian menggambar, sedangkan 12 siswa atau 48% tidak memilih kegiatan tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan menggambar memiliki peminat yang cukup besar dan dapat dipertimbangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler baru.</p> <p><em>Extracurricular activities are an important part of education that can provide students with opportunities to develop their interests, creativity, skills, and potential outside classroom learning activities. The selection of extracurricular activities needs to consider students’ interests so that the activities provided are in accordance with their preferences and needs. This study aims to analyze the interest of sixth-grade students in participating in extracurricular activities in the field of drawing art at SD Negeri 88 Palembang and to determine students’ responses after the activity was implemented. This study employed a descriptive approach with data collected through observation and questionnaires. The respondents consisted of 25 sixth-grade students. The questionnaire results showed that 13 students, or 52%, were interested in drawing activities, while 12 students, or 48%, did not choose the activity. These results indicate that drawing activities have considerable interest among students and can be considered as a potential new extracurricular activity.</em></p> Adrian Ramadhan Saputra, Rida Dwi Saputri, Nurul Huda, Herra Azzahra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28617 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI ISLAM DALAM BUDAYA MELAYU KOTA JAMBI MELALUI SELOKO ADAT TAHUN 1991–2020 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28443 <p>Artikel ini mengkaji integrasi nilai-nilai Islam dalam budaya Melayu Kota Jambi melalui tradisi seloko adat pada periode 1991–2020. Periode tersebut dipilih karena 1991 berkaitan dengan pembentukan Lembaga Adat Kota Jambi, sedangkan 2020 menjadi batas akhir ketika seloko masih ditemukan sebagai bagian dari praktik adat masyarakat. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka. Sumber yang digunakan meliputi penelitian Universitas Jambi mengenai tradisi seloko Kota Jambi 1991–2020, artikel jurnal tentang hukum adat Melayu Jambi, penelitian mengenai fungsi seloko, serta publikasi kelembagaan dan dokumentasi kebudayaan. Analisis diarahkan pada bentuk nilai Islam yang hadir dalam seloko, ruang penggunaannya, fungsi sosialnya, serta perubahan dan keberlanjutannya dalam masyarakat Kota Jambi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Islam tidak menghapus bentuk budaya lokal, tetapi memberi orientasi normatif terhadap isi dan fungsi seloko. Prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah menjadi kerangka penting yang menghubungkan adat dengan keimanan, akhlak, tanggung jawab, musyawarah, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama. Seloko juga berfungsi sebagai media komunikasi adat, pendidikan nilai, kontrol sosial, penyelesaian persoalan, dan penguatan identitas Melayu. Pada saat yang sama, modernisasi menghadirkan tantangan berupa berkurangnya penguasaan generasi muda terhadap bentuk dan makna seloko. Karena itu, keberlanjutan seloko bergantung pada kemampuan masyarakat mempertahankan nilai dasarnya sambil menyesuaikan cara pewarisannya dengan konteks sosial yang berubah.</p> <p><em>This article examines the integration of Islamic values into Jambi Malay culture through the traditional oral practice of seloko adat during 1991–2020. The period is selected because 1991 is associated with the establishment of the Jambi City Customary Institution, while 2020 marks the end of a period in which seloko remained present in customary practices. The study employs a historical method with a qualitative and literature-based approach. Its sources include a Universitas Jambi study of seloko in Jambi City from 1991 to 2020, journal articles on Jambi Malay customary law, studies of the social functions of seloko, and institutional cultural documentation. The analysis focuses on Islamic values expressed in seloko, its social settings, its functions, and its continuity and transformation in Jambi City. The findings indicate that Islam did not erase local cultural forms. Instead, Islamic values provided a normative orientation for the content and social functions of seloko. The principle of adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah connects customary life with faith, morality, responsibility, deliberation, justice, and respect for others. Seloko also functions as a medium of customary communication, moral education, social control, conflict management, and Malay identity formation. Modernization, however, creates challenges because younger generations may have limited familiarity with the form and meaning of seloko. Its continuity therefore depends on preserving its core values while adapting its transmission to changing social conditions.</em></p> Nabila Desmaliya Putri, Meisi Retno Wulandari, Riska Novita, Fatonah Nurdin, Denny Defrianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28443 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN MODAL MINIMUM TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA BERINVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH MELALUI PERILAKU KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28488 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan modal minimum terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal syariah, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perilaku keuangan sebagai variabel intervening. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian mencakup 1.536 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar yang telah berinvestasi di Galeri Investasi Syariah, dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi serta terhadap perilaku keuangan. Modal minimum terbukti berpengaruh tidak signifikan secara langsung terhadap keputusan berinvestasi, namun memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap perilaku keuangan. Lebih lanjut, perilaku keuangan terbukti berperan sebagai variabel pemediasi yang signifikan dalam hubungan antara literasi keuangan dan modal minimum terhadap keputusan berinvestasi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dan ketersediaan modal yang terjangkau, disertai dengan perilaku keuangan yang baik, akan mendorong mahasiswa untuk mengambil keputusan berinvestasi di pasar modal syariah secara lebih optimal dan bertanggung jawab.</p> Sindi, Sudirman, Nasrullah Bin Sapa, Sitti Fatimah, Samsul Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28488 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BORU KABUPATEN FLORES TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28134 <p>Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Prevalensi stunting balita di Kecamatan Wulanggitang menunjukan fluktuasi dari bulan ke bulan. Kondisi ini menunjukan bahwa sebagian balita di Kecamatan Wulanggitang masih mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan wilayah kerja Puskesmas Boru Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 474 balita usia 24-59 bulan yang tercatat di wilayah kerja puskesmas Boru, dengan jumlah sampel sebanyak 83 orang dengan menggunakan rumus slovin. Lokasi penelitian di 11 desa wilayah kerja Puskesmas Boru Kabupaten Flores Timur. Waktu penelitian dari Bulan Maret sampai April 2026. Teknik pengambilan sampel di setiap desa menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Chi- Square dengan tingkat kemaknaan yang ditetapkan sebesar α=0,05. Hasil uji Chi Square menunjukan p-value 0,03 &lt; 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara sosial ekonomi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Boru Kabupaten Flores Timur. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan edukasi yang lebih efektif bagi masyarakat terkait persiapan sosial ekonomi keluarga yang baik untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.</p> <p><em>Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in East Nusa Tenggara (NTT) Province. The prevalence of stunting in toddlers in Wulanggitang District fluctuates from month to month. This condition indicates that some toddlers in Wulanggitang District still experience growth disorders due to chronic malnutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between socioeconomic status and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Boru Community Health Center, East Flores Regency. This study was a quantitative study with a cross-sectional study design. The population in the study was 474 toddlers aged 24-59 months registered in the working area of the Boru Community Health Center, with a sample size of 83 people using the Slovin formula. The study location was in 11 villages within the working area of the Boru Community Health Center, East Flores Regency. The study period was from March to April 2026. The sampling technique in each village used simple random sampling. Data analysis was carried out using the Chi-Square Test with a significance level set at α = 0.05. The Chi-Square test results showed a p-value of 0.03 &lt; 0.05, indicating a significant relationship between socioeconomic status and stunting incidence in the Boru Community Health Center, East Flores Regency. Health workers are advised to provide more effective education to the community regarding good family socioeconomic preparation to prevent stunting in children.</em></p> Philomena Leni Marlina, Listina Ade Widya Ningtyas, Gusti Ayu Tirtawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28134 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 DETEKSI KANDUNGAN LEMAK PADA DAGING SAPI MENGGUNAKAN METODE HISTOGRAM EQUALIZATION https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28472 <p>Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting, dengan kualitas yang dapat ditentukan berdasarkan kandungan lemaknya. Penilaian kandungan lemak secara visual masih bersifat subjektif sehingga diperlukan metode yang lebih objektif. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi kandungan lemak pada daging sapi berbasis pengolahan citra digital untuk meningkatkan akurasi penilaian kualitas daging. Sistem yang dikembangkan menggunakan metode <em>Histogram Equalization</em> untuk meningkatkan kontras citra dan metode <em>K-Nearest Neighbor</em> (K-NN) untuk melakukan segmentasi area lemak. Kandungan lemak dihitung berdasarkan perbandingan jumlah piksel lemak terhadap total piksel citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan menghitung persentase kandungan lemak pada daging sapi secara efektif dan efisien.</p> <p><em>Beef is an important source of animal protein that contributes significantly to meeting Beef is an important source of animal protein, and its quality can be determined by fat content. Visual assessment of fat content is subjective and often inaccurate; therefore, an objective method is required. This study proposes a digital image processing–based system to detect fat content in beef. The developed system applies the Histogram Equalization method to enhance image contrast and the K-Nearest Neighbor (K-NN) method to segment fat areas. Fat content is calculated by comparing the number of fat pixels to the total number of image pixels. The results indicate that the system can effectively and efficiently detect and calculate the percentage of fat content in beef.</em></p> Arity A. Putri Deni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28472 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 FIGURATIVE LANGUAGE IN SELECTED SONGS FROM THE MALIBU NIGHTS ALBUM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28045 <p>Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa kiasan dalam lirik lagu terpilih dari album Malibu Nights karya LANY dalam kajian linguistik, khususnya pada bidang semantik. Bahasa kiasan digunakan dalam lirik lagu untuk menyampaikan makna secara tidak langsung serta mengekspresikan pengalaman emosional melalui bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bahasa kiasan yang digunakan dalam lirik lagu terpilih serta menganalisis makna afektif yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dari enam lagu terpilih, yaitu Thru These Tears, Malibu Nights, Valentine’s Day, I Don’t Wanna Love You Anymore, Taking Me Back, dan Thick and Thin. Data dianalisis berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Perrine dan Arp (1996) serta Leech (1981). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebelas data bahasa kiasan yang ditemukan dalam lirik, yang diklasifikasikan ke dalam lima jenis, yaitu metafora, simile, personifikasi, hiperbola, dan simbol. Analisis makna afektif menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan bahasa kiasan tersebut mencerminkan berbagai pengalaman emosional seperti kesedihan, patah hati, kehilangan, kerinduan, kekecewaan, dan pergulatan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa kiasan berfungsi sebagai strategi semantik untuk menyampaikan pengalaman emosional secara tidak langsung dalam lirik lagu. Penelitian ini berkontribusi pada kajian semantik, khususnya dalam memahami hubungan antara bahasa kiasan dan makna afektif dalam lirik lagu, serta dapat menjadi referensi bagi penelitian linguistik selanjutnya.</p> <p><em>This research examines the use of figurative language in selected song lyrics from the Malibu Nights album by LANY within a linguistic study, particularly in the field of semantics. Figurative language is used in song lyrics to convey meanings indirectly and to express emotional experiences through language. Therefore, this study aims to identify the types of figurative language used in the selected song lyrics and to analyse the affective meanings contained within them. This research employs a descriptive qualitative method. The data were collected through documentation techniques from six selected songs, namely Thru These Tears, Malibu Nights, Valentine’s Day, I Don’t Wanna Love You Anymore, Taking Me Back, and Thick and Thin. The data were analysed based on the theories proposed by Perrine and Arp’s (1996) and Leech (1981). The findings reveal eleven data of figurative language found in the lyrics, which are classified into five types, namely metaphor, simile, personification, hyperbole, and symbol. The analysis of affective meaning shows that these figurative expressions reflect various emotional experiences such as sadness, heartbreak, loss, longing, disappointment, and emotional struggle. These findings indicate that figurative language serves as a semantic strategy to convey emotional experiences indirectly in song lyrics. This study contributes to semantic studies, particularly in understanding the relationship between figurative language and affective meaning in song lyrics, and may serve as a reference for future linguistic research.</em></p> Ghina Nasywa, Minsakutra, Norra Erisha Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28045 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 DETEKSI KERUSAKAN DAN KUALITAS BUAH KAKAO (COKLAT) SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN PEMANFAATAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28458 <p>Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan komoditas penting di maliku utara, namun prodiktifitas dan kualitas buah sering menurun akibat serangan hama dan penyakit yang sulit dideteksi secara dini. Penilaian kualitas buah secara manual masih juga bersifat subjektif dan kurang efesien. Penelitian ini bertujuan merancang sistem deteksi kerusakan dan kualitas buah kakao secara otomatis menggunakan metode deep learning dan arsitektur convoluational neutal network (CNN). Dataset berupa citra buah kakao yang di ambil langsung di perkebunan desa lelilef woebulen dengan variasi pencahayaan alami dan di ambel di kagle dan di klasifikasikan kedalam lima kelas: buah sehat, buah mentah, buah busuk, buah rusak akibat hama, buah rusak akibat penyakit. Model CNN di latih menggunakan TensorFlow / keras dan diuji secara real time melalui webcam. Hasil pengujian menunjukan sistem mampu mengklasifikasikan kondisi buah kakao dengan akurasi yang cukup tinggi. Sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam deteksi dini kerusakan dan meningkatakan kualitas serta hasil produksi kakao.</p> <p><em>Cocoa plant (Theobroma cacao L) is an important commodity in north maluku; however, its productivity and fruit quality often decline due to pest and disease attacks that are difficult to detect at an early stage. Manual assessment of fruit qualiti is also subjective and inefficient. This study aims to design an automatic detection system for cocoa fruit damage and quality using deep learning with a convolutional neural network (CNN) architecture. The dataset consists of cocoa fruit images captured directly in plantations in lelilef village under varying natural lighting conditions and classified into five categories: healthy fruit, unripe fruit, rotten fruit, fruit damaged by pests, and fruit damaged by diseases. The CNN model was trained using TensorFlow/ keras and tested in realntime using a webcam. The results show that the system is able to classify the to assist farmers in early detection of fruit damage and improve the quality and productivity of cocoa&nbsp; </em></p> Saleha Yusuf Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28458 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 TINJAUAN YURIDIS TERHADAP INDIKASI PELANGGARAN PENGGUNAAN ATRIBUT DOKTER DALAM PEMASARAN DIGITAL PRODUK KECANTIKAN PADA PLATFORM TIKTOK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28670 <p>Perkembangan pemasaran digital melalui platform TikTok telah mendorong pelaku usaha untuk menggunakan berbagai strategi guna meningkatkan kepercayaan konsumen, termasuk penggunaan atribut dokter dalam promosi produk kecantikan. Penggunaan jas dokter, stetoskop, maupun atribut lain yang menimbulkan kesan adanya rekomendasi atau validasi medis berpotensi menyesatkan konsumen apabila dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi pengaturan hukum terhadap indikasi pelanggaran penggunaan atribut dokter dalam pemasaran digital produk kecantikan serta menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta peraturan BPOM yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan atribut dokter dalam pemasaran digital produk kecantikan secara indikatif dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran terhadap Pasal 312 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 9 ayat (1) huruf c Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Perbuatan tersebut juga berpotensi memenuhi unsur penyebaran informasi menyesatkan dalam transaksi elektronik serta menjadi dasar penerapan tindakan administratif oleh BPOM. Pelaku usaha dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, secara pidana apabila seluruh unsur tindak pidana dapat dibuktikan, dan secara administratif melalui penghentian promosi, pemblokiran atau penutupan akses, penarikan produk, serta tindakan administratif lainnya. Namun, penetapan pertanggungjawaban tetap memerlukan pembuktian mengenai keterlibatan pelaku usaha, status host-live, kesengajaan atau kelalaian, kerugian konsumen, dan hubungan kausal antara promosi dengan kerugian tersebut.</p> <p><em>The development of digital marketing through the TikTok platform has encouraged business actors to employ various strategies to increase consumer confidence, including the use of doctors’ attributes in promoting beauty products. The use of white coats, stethoscopes, or other attributes that create the impression of medical recommendation or validation may mislead consumers when carried out by individuals who do not possess the necessary medical competence and authority. This study aims to analyze the legal qualification of the alleged violation involving the use of doctors’ attributes in the digital marketing of beauty products and to examine the forms of legal liability that may be imposed on business actors. This research employs normative legal research using statutory, case, and conceptual approaches. The legal materials were analyzed qualitatively based on Law Number 17 of 2023 concerning Health, Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, the Electronic Information and Transactions Law, and relevant regulations issued by the Indonesian Food and Drug Authority. The results indicate that the use of doctors’ attributes in the digital marketing of beauty products may, indicatively, be qualified as a violation of Article 312 letter a of Law Number 17 of 2023 concerning Health and Article 9 paragraph (1) letter c of the Consumer Protection Law. Such conduct may also fulfill the elements of disseminating misleading information in electronic transactions and may constitute a basis for administrative measures by the Indonesian Food and Drug Authority. Business actors may incur civil liability under Article 1365 of the Indonesian Civil Code, criminal liability if all elements of the relevant offense are proven, and administrative liability through the termination of promotional activities, blocking or closure of access, product recalls, and other administrative measures. Nevertheless, the imposition of legal liability requires further proof concerning the business actor’s involvement, the status of the live-stream host, intent or negligence, consumer losses, and the causal relationship between the promotional content and such losses.</em></p> Adhitara Refinaldi, Deny Slamet Pribadi, Dewi Atriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28670 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 PERUBAHAN SISTEM PEMERINTAHAN ADAT MELAYU JAMBI PADA MASA ORDE BARU (1979–1998) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28444 <p>Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa menyeragamkan satuan pemerintahan terendah di seluruh Indonesia, termasuk di Jambi yang sebelumnya mengenal marga, mendapo, dan dusun sebagai satuan pemerintahan berbasis adat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perubahan struktur dan kewenangan pemerintahan adat Melayu Jambi selama 1979–1998 dengan membedakan secara tegas pemerintahan adat, marga, lembaga adat, dan pemerintahan desa formal. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan studi kepustakaan melalui tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utamanya adalah teks UU No. 5 Tahun 1979 beserta penjelasannya dan enam artikel ilmiah yang dapat dibaca secara penuh. Hasil analisis menunjukkan bahwa marga dan mendapo kehilangan kedudukan sebagai satuan pemerintahan; data yang dikutip Radjab (2015) mencatat 76 marga dan mendapo di lima kabupaten dipecah menjadi 983 desa dan 48 kelurahan. Kepala dusun adat, seperti Rio di Bungo, bergeser menjadi kepala desa administratif yang bertanggung jawab kepada pejabat di atasnya. Lembaga adat tidak hilang, tetapi diposisikan ulang sebagai objek pembinaan negara dan mitra pembangunan, sedangkan fungsi penyelesaian sengketa adat bertahan secara tidak merata. Perubahan tersebut paling tepat dipahami sebagai pemisahan kewenangan pemerintahan dari fungsi sosial adat, bukan sebagai lenyapnya adat secara keseluruhan.</p> <p><em>Law Number 5 of 1979 on Village Government standardized the lowest unit of government throughout Indonesia, including Jambi, where marga, mendapo, and dusun had previously functioned as customary units of government. This study aims to explain the changes in the structure and authority of Jambi Malay customary government during 1979–1998 by clearly distinguishing customary government, the marga, customary institutions, and formal village government. It employs the historical method with a library research approach, comprising heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The main sources are the text of Law No. 5 of 1979 and its elucidation, together with six scholarly articles available in full text. The analysis shows that the marga and mendapo lost their status as units of government; data cited by Radjab (2015) record that 76 marga and mendapo in five regencies were divided into 983 villages and 48 urban wards. Customary hamlet heads, such as the Rio in Bungo, became administrative village heads accountable to higher officials. Customary institutions did not disappear, but were repositioned as objects of state guidance and partners in development, while customary dispute resolution persisted unevenly. These changes are best understood as the separation of governmental authority from the social functions of adat, rather than the disappearance of adat as a whole.</em></p> Amirul Hakim, Addaru Quthni, Elias Rafael Malau, Joni Paro N, Rifqi Rusdan Shahib, Wahyu Akbar, Yusuf Sianipar, Fatonah Nurdin, Nirwan Il Yasin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28444 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT INTERNUSA FOOD JAKARTA UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28490 <p>Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Lingkungan kerja yang kondusif dan disiplin kerja yang tinggi diyakini mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas kerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Internusa Food Jakarta Utara.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 110 karyawan dengan sampel sebanyak 86 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 23.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Disiplin kerja memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan lingkungan kerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,502 menunjukkan bahwa 50,2% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 49,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu, peningkatan kedua faktor tersebut dapat membantu mengoptimalkan kinerja karyawan.</p> <p><em>Employee performance is an important factor in supporting the achievement of company goals. A conducive work environment and high work discipline are believed to be able to increase productivity and the quality of work of employees. Therefore, this study was conducted to analyze the influence of work environment and work discipline on employee performance at PT Internusa Food North Jakarta.This study uses a quantitative method with an associative approach. The study population amounted to 110 employees with a sample of 86 respondents determined using the Slovin formula. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation, then analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t tests, F tests, and determination coefficients with the help of SPSS version 23.The results of the study showed that the work environment and work discipline had a positive and significant effect on employee performance, both partially and simultaneously. Work discipline has a greater influence than the work environment. A determination coefficient (R²) value of 0.502 indicates that 50.2% of employee performance variations can be explained by both variables, while 49.8% are influenced by other factors outside the study. So, it can be concluded that the work environment and work discipline have a positive and significant effect on employee performance. Therefore, the improvement of both factors can help optimize employee performance.</em></p> Kusdwiyanti, Roy Irawan, Yandri Ahmad Rifandi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28490 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 PERLAWANAN DAN KEKUASAAN BAYANGAN: SULTAN THAHA SAIFUDDIN DAN SULTAN BAYANGAN DALAM RELASI KOLONIAL BELANDA DI JAMBI, 1858–1904 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28387 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan Sultan Thaha Saifuddin sebagai simbol perlawanan Kesultanan Jambi terhadap kolonialisme Belanda pada periode 1858–1904 serta fenomena “sultan bayang”, yaitu sultan tandingan yang diangkat atau didukung pemerintah Hindia Belanda setelah Sultan Thaha meninggalkan pusat pemerintahan dan melanjutkan perlawanan dari pedalaman. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa setelah naik takhta pada 1855, Sultan Thaha menolak memperbarui perjanjian yang memperkuat campur tangan Belanda di Jambi. Konflik terbuka terjadi pada 1858 dan mendorong Sultan Thaha memindahkan pusat pemerintahannya ke pedalaman. Belanda kemudian mengangkat sultan tandingan, antara lain Sultan Ahmad Nazaruddin, Sultan Muhammad Muhieddin, dan Sultan Ahmad Zainuddin. Keberadaan dua pusat kekuasaan tersebut menunjukkan adanya persaingan antara legitimasi kolonial dan legitimasi yang diperoleh Sultan Thaha dari para pengikutnya. Sultan Thaha gugur pada 27 April 1904, sedangkan Kesultanan Jambi kemudian ditempatkan dalam struktur pemerintahan kolonial dan Keresidenan Jambi dibentuk pada 1906. Kajian ini menunjukkan bahwa kolonialisme tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi juga berupaya membangun legitimasi politik tandingan untuk melemahkan perlawanan lokal.</p> <p><em>This study examines the position of Sultan Thaha Saifuddin as a symbol of resistance by the Jambi Sultanate against Dutch colonialism during 1858–1904, as well as the phenomenon of “shadow sultans” supported by the Dutch East Indies government after Sultan Thaha left the political center and continued the resistance from the interior. This study employs the historical method, consisting of four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings show that after ascending the throne in 1855, Sultan Thaha refused to renew agreements that strengthened Dutch intervention in Jambi. Open conflict occurred in 1858, forcing Sultan Thaha to move his center of government to the interior. The Dutch subsequently supported rival sultans, including Sultan Ahmad Nazaruddin, Sultan Muhammad Muhieddin, and Sultan Ahmad Zainuddin. The coexistence of two centers of authority demonstrates the competition between colonial legitimacy and the legitimacy maintained by Sultan Thaha among his followers. Sultan Thaha died in battle on 27 April 1904, while the Jambi Sultanate was subsequently incorporated into the colonial administrative structure, with the Residency of Jambi established in 1906. This study demonstrates that colonialism relied not only on military force but also on the construction of rival political legitimacy to weaken local resistance.</em></p> Ilmi Hayyu Dina, Abelya Niken Dwi Oktafia, Muhammad Haekal Nugroho, Khaliisha Nurul Aqila, Afta Khusnul Khotimah, Fatonah, Nirwan II Yasin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28387 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENDAPATAN KEANGGOTAAN, PENDAPATAN TIKET MASUK DAN PENDAPATAN SEWA FASILITAS TERHADAP LABA BERSIH PADA SPLASH SPORT CLUB PT INTILAND DEVELOPERNYA TBK PERIODE 2023-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28476 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan keanggotaan, pendapatan tiket masuk, dan pendapatan sewa fasilitas terhadap laba bersih pada Splash Sport Club PT Intiland Development Tbk periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan internal bulanan sebanyak 36 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 29 setelah pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keanggotaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, demikian pula pendapatan tiket masuk. Pendapatan sewa fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Secara simultan, ketiga sumber pendapatan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan Adjusted R Square sebesar 0,912. Temuan ini menunjukkan pentingnya optimalisasi pendapatan keanggotaan dan tiket masuk serta peningkatan pemanfaatan fasilitas secara terencana. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bahwa struktur sumber pendapatan pada industri kebugaran memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sektor jasa lainnya, sehingga memperkaya literatur revenue management pada konteks usaha olahraga yang bersifat capacity-constrained.</p> <p><em>This study examined the effect of membership revenue, entrance ticket revenue, and facility rental revenue on net profit at Splash Sport Club of PT Intiland Development Tbk during 2023–2025. A quantitative approach was applied using secondary data from monthly internal financial reports covering 36 observations. Multiple linear regression was employed with IBM SPSS Statistics version 29 after classical assumption testing. The results showed that membership revenue had a positive and significant effect on net profit, as did entrance ticket revenue. Facility rental revenue did not have a significant partial effect on net profit. Simultaneously, the three revenue sources significantly affected net profit, with an Adjusted R Square of 0.912. The findings indicate that management should prioritize membership and entrance-ticket revenue optimization while improving the utilization of rented facilities in a more systematic manner. This study contributes empirical evidence that the revenue structure of the fitness industry differs distinctly from that of other service sectors, thereby enriching the revenue management literature within capacity-constrained sport business contexts.</em></p> Milla Adya Lestari, Rafika Ludmilla Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28476 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS BORU TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28103 <p>Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan penting yang dapat meningkatkan resiko komplikasi bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian anemia serta mendeskripsikannya berdasarkan paritas, usia ibu dan usia kehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pengumpulan data. Populasi serta sampel berjumlah 65 ibu hamil anemia, dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pada Puskesmas Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa dari total responden berdasarkan paritas sebagian besar adalah multigravida 37 orang (56,92%), diikuti primigravida 22 orang (33,85%) dan grandemultigravida 6 0rang (9,23%). Berdasarkan usia ibu kelompok usia ibu 20 – 35 tahun mendominasi 47 orang (72,31%), usia &gt;35 tahun 14 orang (21,54% dan usia &lt;20 4 orang (6,15%). Berdasarkan usia kehamilan trimester I memiliki jumlah terbanyak 38 orang (58,46%), diikuti trimester II 14 orang (21, 54%) dan trimester III 13 orang (20,0%) Kesimpulan penelitian ini adalah keseluruhan responden yang berjumlah 65 ibu hamil anemia di wilayah UPTD Puskesmas Boru tahun 2025 terdistribusi anemia ringan 39 (60%) dan anemia sedang 26 (40%).</p> <p><em>Anaemia in pregnant women is a significant health problem that can increase the risk of complications for the mother and fetus. This study aims to identify the incidence of anaemia and describe it based on parity, maternal age, and gestational age. The study employs a descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling. The data are analysed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. The population and sample are 65 anaemic pregnant women, with secondary data obtained from medical records at the Boru Community Health Centre, Wulanggitang District, East Flores Regency in 2025. The results show that based on parity, out of 65 respondents, there are 37 women are multigravida (56,92 %), followed by 22 women are primigravida (33,85%, and 6 women are grandemultigravida (9,23 %). Based on maternal age, the 20-35 age group dominated with 47 women (72,31%), 14 women (21,54%) over 35 years old, and 4 women (6,15%) under 29 years old. Based on gestational age, the first tri-semester has the largest number with 38 women (58,46%), followed by 14 women (21,54%) in the second tri-semester and 13 women (20 %) in the third tri-semester. The conclusion of this study is that of the 65 pregnant women respondents with anaemia at the Boru Community Health Centre are in 2025, there are 38 women (65 %) have mild anaemia and 26 women (40 %) have moderate anaemia.</em></p> Maria Dolorosa Bhoa Woda, Listina Ade Widya Ningtyas, Hasri Yulianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Studi Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jsm/article/view/28103 Sat, 31 Oct 2026 00:00:00 +0000